Sola Sriptura, Prima Scriptura, Tradisi, Magisterium

dalam hal supremasi jabatan rasul, terjadi perebutan jabatan supremasi rasul diantara para pemimpin gereja katolik/universal/am pd wkt itu. puncaknya terjadi perpecahan besar ditubuh gereja katolik/universal/am versi Timur-Barat

Namun, jika dicermati dari sikap Tuhan Yesus Kristus yang membedakan Petrus, Yohanes, dan Yakobus dari rasul lainnya, di mana Tuhan Yesus Kristus mengajak mereka bertiga pada waktu-waktu tertentu seperti naik ke gunung dan melihat Yesus berbincang dengan Musa dan Elia, mengikut Yesus Kritstus membangkitkan anak Yairus, dan memberikan kunci Kerajaan Sorga hanya kepada Petrus dan hanya kepada Petrus dikatakan untuk menggembalakan domba Kristus, [b]seharusnya para rasul menangkap bahwa Petrus dipilih menjadi penerus ajaran Kristus[/b].
saya menghargai dan tdk mempersoalkan tafsir yg saudara imani namun... Saya mengimani bahwa gereja dibangun diatas dasar para rasul/nabi dgn Yesus Kristus sendiri sebagai batu penjuru. Efesus 2:19 - 22, 1 Kor. 3:11
Namun faktanya, karena para penerus rasul tidak mempercayai sikap dan perbuatan Tuhan Yesus Kristus yang memilih seorang dari antara rasul itu, mengklaim [b]semua rasul dan penerus rasul adalah sama hak dan kewajiban[/b], yah... pecah deh.

Salam damai.


Ya, pd waktu itu para pemimpin gereja katolik/universal/am merasa paling supreme dlm hal jabatan rasul

Entah bagaimana masalah sebenarnya, @Sotardugur Parreva tidak punya referensi.
Berdasarkan logika, @Sotardugur Parreva kurang setuju jika disebut bahwa perpecahan itu terjadi karena perebutan jabatan supremasi rasul. Sebab, sepengetahuanku dari berbagai potongan informasi, perpecahan bukan karena perebutan supremasi jabatan rasul, melainkan karena adanya di satu pihak ingin menjadi pemegang supremasi, sementara di pihak lain tidak bersedia dipandang sebagai pihak yang tunduk.
Perpecahan sering disebut terjadi abad XI (Tahun 1054). Pada saat itu, semua rasul sudah meninggal, sehingga mustahil masih memperebutkan supremasi rasul. Patriark yang ada meneruskan binaan dari rasul yang berbeda. Kepatriakan Roma merasa harus memegang supremasi karena meneruskan binaan rasul Petrus, yang diberi kewenangan menggembalakan domba Kristus. Kepatriarkan lain tidak mengakui supremasi Roma karena memandang bahwa semua rasul diperlakukan sama oleh Yesus Kristus. Kesamaan itu menggiring pikiran mereka bahwa semua kepatriarkan harus sama, tanpa ada supremasi.
Nah, menurut pendapatku, apabila semua kepatiarkan sungguh-sungguh mengikut Kristus, sehausnya mengetahui bahwa rasul Petrus memang diberi keutamaan oleh Tuhan Yesus Kristus dibanding rasul lain. Dengan menyadari itu, menurut pendapatku, semua kepatriarkan yang dibina oleh rasul selain Petrus, harusnya berbesar hati dan mengakui keutamaan Petrus dan menerima serta mengakui supremasi Kepatriarkan Roma yang meneruskan pembinaan dari rasul Petrus.
Faktanya, Kepatriarkan lain tidak menerima dan tidak mengakui supremasi Kepatriarkan Roma, maka pecah. Pusat-pusat Kekristenan terpolarsasi menjadi Timur-Barat. Timur berkiblat ke Konstanstinopel, Barat berkiblat ke Roma.

Terima kasih atas penghargaan @cNc.

Tapi, maksud @cNc, perkataan Batu Penjuru itu, yang menyerahkan penggembalaan domba Kristus kepada Petrus, tidak berarti apa-apa di pemahaman @cNc?

Lhoh, semua rasul sudah meninggal, kenapa harus berebut superioritas rasul? Apakah belum cukup catatan-catatan Injil yang menunjukkan keutamaan rasul Petrus daripada keutamaan rasul lain?

Salam damai.

Kita hanya punya referensi, bw
Allah yg mengacaukan bahasa,
Berdampak pd budaya, tradisi,
Lalu cari2 tuhan masing2 negri

Allah yg menyatukannya kembali
Melalu Roh-Nya yg Kudus yg diutus
Oleh Anak-Nya, Tuhan Yesus Kristus

@Bro Sotar & cNc!
Apa ada suatu perpecahan
Tanpa ada “kuasa” terlibat?

Salam Damai!

Kuasa itu bisa saja kuasa adat
Kuasa tradisi, kuasa tanah
Senjata, pasukan dll.

Pecah itu indah jika
Memang ada kuasa illahi
Spt adanya Kristen dr Yahudi

Salam Damai!

pada prakteknya memang gak ada yang 100% murni sola scriptura
pasti ada tradisi gereja yang mereka lakukan diluar dari scriptura

termaksud “supremasi jabatan rasul”
tradisi jabatan rasul petrus superior itu diteruskan melalui jabatan Paus yg diperebutkan pd waktu itu menyebabkan skisma besar dlm tubuh gereja katolik/universa, dlm konteks sejarah

dalam hal dogma atas dasar tafsir “tradisi supremasi jabatan rasul” saya tidak mempersoalkannya

Menurutku, dgn perbedaan macam2 ambisi, prestise, kuasa itu yg membuat perpecahan2
Tapi perbedaan pula yg membuat aliran, hidup, penyamaan membuat genangan, mbusuk
Jadi, rawatlah perbedaan2 itu utk menghidupkan pikir, bukan perbedaan yg mematikan

Jika tak begitu, kita akan muter2 kembali spt dulu lagi pd satu poros duniawi
Kita sudah mulai mengenal SATU “poros rohani”, ROH KUDUS, Penghibur kita
Dia lah yg menemani, mengajari, mengingatkan janji keselamatan anak2 Tuhan

Salam Damai!

@cNc, sebelum mem-posting ini:

Tampak seolah-olah @cNc meng-quote posting-an @Sotardugur Parreva tertanggal June 13, 2019, 11:47:10 AM. Namun, dengan membaca quoting tersebut, ternyata isinya tercampur-baur posting @Sotardugur Parreva dengan posting @cNc sendiri. Ketercampur-bauran itu menimbulkan kesulitan tersendiri, yang @Sotardugur Parreva sungkan mengurainya.

Tentang “supremasi jabatan rasul” yang @cNc maksud itu, yang mana?
Pada tahun 1054, di mana terjadi skisma besar, menurut pendapatku bukan karena terjadi perebutan jabatan supremasi rasul diantara para pemimpin gereja katolik/universal/am pd wkt itu.
Sebab, ketika masih bersama Yesus Kristus, berdasar catatan Injil, sudah diketahui bahwa rasul memiliki supremasi daripada jemaat. Di antara para rasul sendiri, diketahui bahwa Yudas Iskariot adalah rasul paling rendah supremasi, bahkan dia dibuang, dikatakan oleh Yesus Kristus, adalah lebih baik bagi Yudas Iskariot seandainya tidak dilahirkan.
Di antara 11 rasul lainnya, diketahui bahwa Petrus, Yohanes, dan Yakobus mempunyai supremasi lebih dibanding 8 rasul lain, tampak dari pada peristiwa-peristiwa tertentu, hanya mereka bertiga yang diizinkan mendampingi Yesus Kristus.
Dari antara mereka bertiga rasul yang disebut Paulus sebagai sokoguru jemaat itu, Petrus yang diberi supremasi lebih, karena hanya kepada Petrus diberikan Kunci Kerajaan Sorga, hanya kepada Petrus diperintah secara verbal untuk menggembalakan domba Kristus.

Skisma besar terjadi karena Kepatriarkan Roma ingin menegakkan primus inter pares yang dimiliki Petrus, sementara kepatriarkan lainnya tidak menerima keutamaan Kepatriarkan Roma. Kepatriarkan lain bukan memperebutkan supremasi rasul melainkan memandang semua Kepatriarkan berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. Padahal, bahkan ketika para rasul masih bersama jasmani Yesus Kristus, dari sikap dan perlakuan Yesus Kristus kepada para rasul, diketahui bahwa rasul memiliki supremasi daripada jemaat. Di antara para rasul, Petrus, Yohanes, dan Yakobus memiliki supremasi daripada delapan rasul lain. Di antara tiga sokoguru jemaat, Petrus memiliki supremasi lebih dibanding Yohanes dan Yakobus.

Salam damai.

Menurutku,
Apapun supremasi itu, adalah utk menuntun domba2 kpd-Nya
Siapapun gembala itu hrs lah menyuarakan “segala perkataan-Nya”
Sebab tak ada rasul pun penerus rasul yg berkata “Akulah gembala yg baik”

Salam Damai!

Gembala yang baik itu kembali ke asal-Nya, namun memerlukan ada penggembala domba-Nya yang nyata secara fisik. Maka, kepada Petrus dikatakan, “Gembalakanlah domba-domba-Ku”. Walau tidak dikatakan secara verbal bahwa Petrus mengelola seluruh penggembalaan domba-Nya, dengan berkata “Gembalakanlah domba-domba-Ku” hanya (sola) kepada Petrus sorangan dan didengar rasul lain, dan rasul lain tidak protes, idealnya menuntun pembaca berkesimpulan bahwa Petrus adalah gembala domba Kristus, walaupun sehari-hari domba Kristus digembalakan oleh yang bukan Petrus. Tubuh Kristus yang sering dikatakan sebagai jemaat, itu sola satu saja. Kepala jemaat juga satu.

Maka, jika dewasa ini para pengklaim diri sebagai domba Kristus, namun berkumpul di luar kumpulan yang didirikan Yesus Kristus, dengan menganggap kelompoknya sebagai anggota tubuh Kristus, tidak sesuai logika akal sehat. Sebab, akal sehat mengartikan bahwa satu tubuh, satu kepala. Mustahil, banyak tubuh, satu kepala. Jika ada makhluk yang punya banyak tubuh tetapi hanya punya satu kepala, akan muncul makhluk aneh. Di Scriptura dicatat bahwa satu Tubuh, satu Kepala jemaat.

Dipindah ke:
“Mengapa Petrus yg dipilih sbg gembala?”
Sola Sriptura, Prima Scriptura, Tradisi, Magisterium

sda

Jika Anda ingin mengedit tulisanku pada poin itu, kutangkap, bahwa Anda mengerti apa yang hendak kusampaikan di posting tersebut. Walaupun berbeda dari yang kumasudkan, menurut penilaianku, perbedaannya tidak substansial.

Yang kumasud dengan ini:

ialah, bahwa Yesus Kristus memerlukan fisik penggembala domba-Nya yang segera akan ditinggalkanNya, karena Dia kembali ke tempat dari mana Dia berasal.

Damai tanpa pentung.

Silahkan fokus, jangan ngalor-ngidul tanpa juntrungan.
Pun jika rasul lain tidak bersuara tanda protes, menurut pendapatku, apabila mereka tidak menerima pemberian tugas penggembalaan domba Kristus kepada Petrus sorangan, sedikitnya, mereka akan melengos keluar kumpulan. Nyatanya, tidak diceritakan rasul protes, mereka semua setia pada perkataan Tuhan Yesus Kristus. Juga tidak lantas membentuk kelompok baru dan menamai kelompok baru itu sebagai jemaat Kristus, atau jemaat mereka sendiri.

Nah lhoh.
Bagaimana ceritanya sehingga pertanyaan Petrus itu Anda artikan sebagai protes?
Yang kutangkap, pertanyaan Petrus itu bukan protes, melainkan ingin tahu.
Dan lagi, itu sudah pokok bahasan berbeda.
Kenapa mbulet? Eh, kenapa nggak nyambung?

Ini @Sotardugur Parreva setuju.

Damai tanpa pentung.

sda

Kayaknya ada niat menggeser topik?

Damai tanpa pentung.

sda

Lakukan saja apa yang Anda pikir harus Anda lakukan.

Damai tanpa pentung.

Kurasa pun begitu
Dan lebih baik mingkem
Dr pd berkata tak berdasar

Salam Damai!

Semoga perihal yang diperlukan @revoltzer terkait dengan pembentukan trit ini, sudah diperoleh. Pos Pembuka diposkan June 07, 2019, 09:59:03 AM, pos#1 diposkan June 07, 2019, 10:25:07 AM, dan pos#2 diposkan June 07, 2019, 11:25:10 AM, kemudian pos#5 diposkan June 10, 2019, 04:51:37 PM. Menurut pemaknaanku, pos#5 yang diposkan oleh @revoltzer sudah menyimpang dari trit, di mana @reoltzer mengomentari tentang nubuatan, bukan terkait soal Sola Scriptura, atau Prima Scriptura, atau Tradisi, atau Magisterium.
Kusimpulkan, @revoltzer sudah tidak tertarik pada trit buatan @revoltzer sendiri.

Damai tanpa pentung.