[Solved 6] Sabat P.B. = Hari Minggu (asal katanya : Sabbatôn) -- dr Sarapan Pagi

PENDAHULUAN

Therad Sabat Perjanjian Baru = hari Minggu
ini dibuat setelah membaca artikel tentang hari sabat pada Sarapan Pagi

Link Sarapan Pagi
http://www.sarapanpagi.org/sabat-vt311.html

bagi teman2 yg malas mengklik link tersebut. bisa dibaca tulisan dibawah.
yg saya copy paste ke forum ini.

Sebenarnya lebih enak membaca di Sarapan pagi. ada penekanan pada warna, bold, garis bawah
sedangkan yg saya posting dibawah tidak ada atribut penekanan seperti yg ada di sarapan pagi

Kesimpulan saya pribadi setelah membaca thread tersebut…

LUAR BIAsA SEKALI ternyata Sabat adalah Hari Minggu

Jadi mayoritas orang Kristen yg mengadakan kebaktian di Hari Minggu sudah 100% Alkitabiah

berikut dibawah adalah urut-urutan pembahasan sesuai yg ada di Sarapan Pagi

Bab 1 Sabat

Bab 2 Sabat dan Minggu

Bab 3 Hari KebangkitaN KRISTUS Ibadah Hari Minggu

Bab 4 Sabat dan YESUS

Bab 5 Sabat dan Rasul

Bab 6 Sabat dan Adventis

Bab 7 Ibadah Pada Hari Minggu

Bab 8 Sabat berganti Sabat

Bab 9 Hari Sabat , Hari Perhentian, Ibrani 4:1-16

Bab 10 Manusia untuk hari Sabat

Bab 11 Sabat bukan bermakna Hari Sabtu

Bab 12 Hari Sabat untuk Bangsa Israel

Bab 13 Tindakan yang dilarang dilakukan pada hari Sabat oleh Kalangan Yudaisme

Bab 14 Pada Hari Apa Biasanya YESUS Beribadah?

Appendix I - Sabat

Appendix II - Tahun Yobel

Bab 1 SABAT

SABAT (Ibrani שבת - “SYABAT”, bermakna, ‘berhenti’, ‘melepaskan’) Ada yang mengartikan bahwa SABAT adalah SABTU atau hari yang ketujuh, padahal SABAT bukan berarti SABTU meskipun SABTU merupakan hari SABAT. Demikian pula Musa adalah nabi Allah, sedangkan nabi Allah bukan hanya Musa saja.

  • Kejadian 2:2
    LAI TB, Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
    KJV, And on the seventh day God ended his work which he had made; and he rested on the seventh day from all his work which he had made.
    Hebrew,
    וַיְכַל אֱלֹהִים בַּיֹּום הַשְּׁבִיעִי מְלַאכְתֹּו אֲשֶׁר עָשָׂה וַיִּשְׁבֹּת בַּיֹּום הַשְּׁבִיעִי מִכָּל־מְלַאכְתֹּו אֲשֶׁר עָשָֽׂה׃
    Translit., Interlinear, VAYKHAL {dan selesai} 'ELOHÏM {Allah} BAYOM {pada hari} HASYEVÏ’Ï {ketujuh itu} MELA’KHTO {pekerjaan-Nya} 'ASYER {yang} 'ÂSÂH {menjadikan} VAYISYBOT {dan BERHENTI} BAYOM {pada hari} HASYEVÏ’Ï {ketujuh itu} MIKOL-MELA’KHTO {dari segala perbuatan-Nya} 'ASYER {yang} 'ÂSÂH {menjadikan}

Note:
" וישבת - VAYISBOT" berasal dari kata ‘va’ dan ‘syabat’ dalam stem Qal, kalimat aktif yang tidak membolehkan vokal a pada suku kata pertama.

  • Kejadian 8:22
    LAI TB, Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.
    KJV, While the earth remaineth, seedtime and harvest, and cold and heat, and summer and winter, and day and night shall not cease.
    Hebrew,
    עֹד כָּל־יְמֵי הָאָרֶץ זֶרַע וְקָצִיר וְקֹר וָחֹם וְקַיִץ וָחֹרֶף וְיֹום וָלַיְלָה לֹא יִשְׁבֹּֽתוּ׃
    Translit., Interlinear, ‘OD {hingga} KOL-YEMÊY {seluruh hari-hari} HÂ’ÂRETS {bumi itu} ZERA’ {menabur} VEQÂTSÏR {dan menuai} VEQOR {dan dingin} VÂKHOM {dan panas} VEQAYITS {dan musim panas} VÂKHOREF {dan musim dingin} VEYOM {dan hari, siang{ VÂLAYLÂH {dan malam} LO’ {tidak} YISYBOTU {mereka BERHENTI}

Note:
" ישבתו - YISYBOTU" adalah kata ‘syabat’ dengan prefiks ‘yod’ menandakan imperfek, tindakan yang belum selesai dan suffiks pronomina ‘vav’ untuk orang ketiga jamak, mereka.

  • Keluaran 5:5
    LAI TB, Lagi kata Firaun: ‘Lihat, sekarang telah terlalu banyak bangsamu di negeri ini, masakan kamu hendak menghentikan mereka dari kerja paksanya!’
    KJV, And Pharaoh said, Behold, the people of the land now are many, and ye make them rest from their burdens.
    Hebrew,
    וַיֹּאמֶר פַּרְעֹה הֵן־רַבִּים עַתָּה עַם הָאָרֶץ וְהִשְׁבַּתֶּם אֹתָם מִסִּבְלֹתָֽם׃
    Translit., Interlinear, VAYO’MER {dan berkata} PAR’OH {Firaun} HÊN-RABÏM {lihatlah banyak} 'ATÂH {sekarang} 'AM {umat} HÂ’ÂRETS {negeri ini} VEHISYBATEM {dan engkau akan MENGHENTIKAN mereka} 'OTÂM {mereka} MISSIVLOTÂM {dari beban mereka}

  • Keluaran 12:15
    LAI TB, Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari pertamapun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan dari antara Israel.
    KJV, Seven days shall ye eat unleavened bread; even the first day ye shall put away leaven out of your houses: for whosoever eateth leavened bread from the first day until the seventh day, that soul shall be cut off from Israel.
    Hebrew,
    שִׁבְעַת יָמִים מַצֹּות תֹּאכֵלוּ אַךְ בַּיֹּום הָרִאשֹׁון תַּשְׁבִּיתוּ שְּׂאֹר מִבָּתֵּיכֶם כִּי ׀ כָּל־אֹכֵל חָמֵץ וְנִכְרְתָה הַנֶּפֶשׁ הַהִוא מִיִּשְׂרָאֵל מִיֹּום הָרִאשֹׁן עַד־יֹום הַשְּׁבִעִֽי׃
    Translit., Interlinear, SYIV’AT {tujuh} YÂMÏM {hari} MATSOT {roti tidak beragi} TO’KHÊLU {engkau harus makan} 'AKH {bahkan} BAYOM {pada hari} HÂRI’SYON {pertama itu} TASYBÏTU {engkau harus membuang} SE’OR {ragi} MIBÂTÊYKHEM {dari rumah kalian} KÏ {karena} KOL-‘OKHÊL {semua yang makan} KHÂMÊTS {roti beragi} VENIKHRETÂH {dan dibinasakan} HANEFESY {jiwa} HAHIV’ {itu} MÏYISRÂ’ÊL {dari Israel} MÏYOM {dari hari} HÂRI’SYON {pertama itu} 'AD-YOM {hingga hari} HASYEVI’Ï {ketujuh itu}

Note:
secara harfiah " תשביתו - TASYBITU" berarti engkau harus menghentikan, dalam bahasa kerennya membuat agar roti tidak beragi itu pensiun.

Berdasarkan etimologi, kata benda sabat dari akar kata Ibrani syin-bet-tau berasal dari kata kerja dengan akar kata yang sama yang mengandung arti berhenti dari sesuatu seperti contoh ayat-ayat di atas, dapat pula ditelaah dari Yosua 5:12, “berhentilah manna itu”, Nehemia 6:3, “Untuk apa pekerjaan ini terhenti”, Ayub 32:1, “ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka”, Yesaya 24:8, “Kegirangan suara rebana sudah berhenti”, dan lain-lain.

Penyelidik ahli yang lain menghubungkannya dengan kata SYEBA’ (tujuh) karena ritme tujuh hari yang keras dari pada sabat itu. Di samping itu terdapatlah kesamaan yang menonjol sekali antara sabat dengan kata bahasa Akad syapattu (hari ketujuh yang kedua). Dalam kenyataannya juga terbukti dari tanggalan Mesopotamia, bahwa dalam batas-batas tertentu periode tujuh hari itu juga dikenal di Mesopotamia. Berlawanan dengan sabat di dalam Alkitab, hari-hari tersebut tidak menjadi hari istirahat yang mengandung sifat pesta, melainkan merupakan hari-hari sial (dies nefasti). Barangkali hari sabat pada zaman pengembangan Israel dijatuhkan pada hari yang sama dalam tahap bulan (bandingkan paralelisme sabat dengan perayaan bulan baru di dalam 2 Raja-raja 4:23; Yesaya 1:13; Yehezkiel 46:1, dan lain-lain), tetapi dalam peralihan menuju bentuk hidup agraris tidak digantungkan lagi padanya (menurut Keluaran 23:12 sebelum zaman para raja). [ðððð]

Sumber : Yohannes/Biblika

Bab 2 Sabat dan Minggu

Di milis tertentu belakangan ini banyak ditanyakan soal Sabat, yaitu: (1) Apakah Sabat bagi Kristen dirayakan pada hari Minggu; atau (2) Apakah hari Minggu itu merupakan Sabat?

Dalam Perjanjian Lama hukum Sabat ada pada 10 hukum Allah (ke-IV) yang dirayakan oleh umat agama Yahudi (Judaisme) dan pada seabad terakhir juga dirayakan oleh gereja Advent Hari Ke-tujuh yang menyebabkannya disebut sebagai ‘20th-century Judaism’. Tidak semua gereja Advent merayakan Sabat Yahudi, sebab pengikut pelopor Adventis dibawah William Miller berbakti di hari minggu dan mendirikan gereja seperti ‘Evangelical Adventist’ dan ‘Advent Christian Church’, baru pengikut Mrs. Ellen Gould Whitelah yang memasukkan ajaran Sabat Yahudi ke dalam Adventisme (yang secara harfiah menunjukkan kegairan besar menantikan kedatangan Tuhan YESUS kembali).

Dalam PL, Sabat merupakan bagian dari ritus kurban dan persembahan yang kemudian dibakukan sebagai hukum Taurat, namun dalam PB, firman Sabat PL sudah digenapkan dalam YESUS KRISTUS. Hari Sabat bagi Israel adalah suatu tanda bagi Tuhan YESUS yang akan membawa ‘shalom’, damai, sejahtera dan kebahagiaan dalam hubungan antara Allah dan manusia. Dalam PL hari Sabat itu memberi kesaksian tentang Messias, yang padaNya ada Roh Tuhan, untuk membuat ‘tahun Yobel’ Sabat yang sejati, menjadi kenyataan dan untuk memenuhi tahun kesenangan Tuhan (band. Yes.61:1-4).

Namun, bagi umat Kristen pengertiannya bila dilihat dari terang Perjanjian Baru tidak lagi merupakan suatu hukum.
Messias telah datang dalam YESUS sebagai penggenap Taurat (Luk.4:14-22), dimana YESUS bertugas: “mengabarkan tahun karunia Tuhan” (Luk.4:18,19) dan dikatakan pula bahwa: “Pada hari ini isi kitab yang kamu dengar itu sudah sampai.” Tahun karunia Tuhan bagi umat Israel adalah tahun Yobel (tahun ke-50, yang merupakan Sabat akbar setelah meliwati 7 X Sabat tahun). Dalam Mat.11:28 YESUS mengatakan “Aku akan memberikan kelegaan bagimu”. Istilah Yunani untuk kelegaan (dahulu sentosa) adalah kata pausis yang adalah terjemahan kata Ibrani Sabat. Tuhan YESUS berfirman: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat” (Luk.6:5).

Dari terang ini kita melihat bahwa arti Sabat telah digenapi oleh Tuhan YESUS sendiri dan bahkan Dia telah menjadi Sabat bagi kita. YESUS sendiri dianggap berkali-kali melanggar Sabat oleh orang Yahudi yang tidak mengerti dan menerima ke’Messias’an YESUS (Mat.12:1-14;Luk.14:1-6;Yoh.5:1-18;14:14-24), demikian juga Rasul Paulus mengingatkan soal bahwa Perjanjian Baru membebaskan kita dari Taurat Yahudi (Gal.4:9-10;Kol.2:16). Itulah sebabnya kita mengerti mengapa umat Kristen tidak lagi merayakan hukum Sabat, baik pada hari Sabtu maupun pada hari Minggu.

Memang dalam Alkitab diketahui bahwa semula para pengikut Tuhan YESUS KRISTUS yang Yahudi masih berkumpul di sinagoga pada hari Sabat (Kis.13:14,44dst;14:1;18:4,19,19:8) namun mereka sadar bahwa Sabat telah memiliki pengertian baru sehingga lama-kelamaan mereka yang telah menjadi Kristen dan menerima Tuhan YESUS sebagai juruselamat, mereka akan merasa tidak nyaman lagi beribadah pada hari Sabat di sinagoga yang masih melaksanakan ritus-ritus Taurat, apalagi dalam persidangan para Rasul di Yerusalem (Kis.15), para rasul tidak menyebutkan firman Sabat sebagai perintah yang harus dituruti oleh orang kafir (lihat juga perjuangan Paulus dalam kitab Galatia dan Rom.14).

Umat Kristen jemaat awal kemudian berkumpul pada hari pertama dalam minggu sebagai peringatan mingguan hari kebangkitan Tuhan YESUS (Yoh.20:1,19,26;Kis.20:7;1Kor.16:2), pengakuan Thomas bahwa YESUS adalah ‘Tuhanku dan Allahku’ (Yoh.20:28) terjadi dalam pertemuan hari minggu. Hari Pertama dalam minggu disebut sebagai hari Tuhan (kuriake hemera, Why.1:10). Kuriake Hemera dalam bahasa latin adalah Dies Dominica (bhs.Portugis = dominggo) dan kemudian menjadi kosa kata bahasa Indonesia yaitu Minggu.

Jadi, umat Kristen tidak lagi merayakan hari Sabat pada hari Sabtu atau hari Minggu, pertemuan pada hari pertama dalam minggu adalah pertemuan ulangan untuk mengenang Tuhan YESUS yang telah bangkit dan bukan merayakan Sabat.
Ada juga argumentasi dari pengjaran Adventis bahwa ‘hari Tuhan’ (kuriake Hemera) dalam PL menunjuk hari Sabtu karena dikatakan bahwa ‘hari ketujuh adalah Sabat Tuhan’ (Kel.20:10), disebut ‘hari Sabat adalah hari kudus-Ku’ (Yes.58:13) dan bahkan dalam PB dikatakan bahwa YESUS mengaku sebagai ‘Tuhan atas hari Sabat.’ Namun, kalau kita melihat bagaimana Tuhan YESUS memperbaharui arti Sabat yang sebenarnya, kita dapat melihat bahwa YESUS kemudian tidak menjalankan Sabat sekalipun masih sekali-kali hadir pada hari Sabat di sinagoga dan Bait Allah untuk memberitahukan Tahun Rahmat Tuhan. Karena tidak merayakan Sabat itulah YESUS sering dimaki bahkan dimusihi oleh umat Yahudi.

YESUS di salib pada hari Jumat menunjukkan kemanusiaannya yang penuh yang menjalankan penebusan atas dosa manusia. Hari Sabtu/Sabat keesokan harinya menunjukkan masa perhentian dimana Roh YESUS mulai menjalankan penebusan ke dalam roh-roh yang terpenjara dalam Perjanjian Lama, namun lebih jelas kebangkitan pada hari minggu menggenapkan pribadi YESUS sebagai ‘Tuhan’ dan selanjutnya YESUS menemui murid-murid-Nya pada hari Minggu, karena itu ‘hari Tuhan’ adalah hari minggu dimana YESUS benar-benar telah menunjukkan diri-Nya sebagai Tuhan.

Para murid berkumpul pada hari ‘Tuhan’ untuk mengenang kebangkitan YESUS dari kematian yang menyatakan diri sebagai Tuhan pada hari pertama dalam minggu itu, karena bukan saja Ia adalah Tuhan atas hari Sabat, Tuhan YESUS sudah menjadi Sabat bagi umatnya sehingga umat tidak lagi perlu melakukan syariat Sabat lagi.

Salam kasih dari Herlianto/YABINA ministry

Bab 3 HARI KEBANGKITAN KRISTUS IBADAH HARI MINGGU

  • Matius 28:1-6
    LAI TB, 28:1 Setelah hari Sabat [jamak] lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu [jamak] itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
    KJV, In the end of the sabbath, as it began to dawn toward the first day of the week, came Mary Magdalene and the other Mary to see the sepulchre.
    TR, οψε δε σαββατων τη επιφωσκουση εις μιαν σαββατων ηλθεν μαρια η μαγδαληνη και η αλλη μαρια θεωρησαι τον ταφον
    Translit., opse de sabbatôn [jamak] tê epiphôskousê heis mian sabbatôn [jamak] êlthen maria hê magdalênê kai hê allê maria theôrêsai ton taphon

LAI TB 28:2 Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.
KJV, And, behold, there was a great earthquake: for the angel of the Lord descended from heaven, and came and rolled back the stone from the door, and sat upon it.
TR, και ιδου σεισμος εγενετο μεγας αγγελος γαρ κυριου καταβας εξ ουρανου προσελθων απεκυλισεν τον λιθον απο της θυρας και εκαθητο επανω αυτου
Translit., kai idou seismos egeneto megas aggelos gar kuriou katabas ex ouranou proselthôn apekulisen ton lithon apo tês thuras kai ekathêto epanô autou

LAI TB 28:3 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.
KJV, His countenance was like lightning, and his raiment white as snow:
TR, ην δε η ιδεα αυτου ως αστραπη και το ενδυμα αυτου λευκον ωσει χιων
Translit., ên de hê idea autou hôs astrapê kai to enduma autou leukon hôsei chiôn

LAI TB 28:4 Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.
KJV, And for fear of him the keepers did shake, and became as dead men.
TR, απο δε του φοβου αυτου εσεισθησαν οι τηρουντες και εγενοντο ωσει νεκροι
Translit., apo de tou phobou autou eseisthêsan hoi têrountes kai egenonto hôsei nekroi

LAI TB 28:5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
KJV, And the angel answered and said unto the women, Fear not ye: for I know that ye seek Jesus, which was crucified.
TR, αποκριθεις δε ο αγγελος ειπεν ταις γυναιξιν μη φοβεισθε υμεις οιδα γαρ οτι ιησουν τον εσταυρωμενον ζητειτε
Translit., apokritheis de ho aggelos eipen tais gunaixin mê phobeisthe humeis oida gar hoti iêsoun ton estaurômenon zêteite

LAI TB 28:6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
KJV, He is not here: for he is risen, as he said. Come, see the place where the Lord lay.
28:6 ουκ εστιν ωδε ηγερθη γαρ καθως ειπεν δευτε ιδετε τον τοπον οπου εκειτο ο κυριος
TR Translit., ouk estin hôde êgerthê gar kathôs eipen deute idete ton topon hopou ekeito ho kurios

Sangat disayangkan sekali dalam kebanyakan versi Alkitab kata “sabat” dalam ayat-ayat ini tidak ditranslasikan dengan benar. Masalah ini bukan hanya ditemukan dalam translasi-translasi Alkitab berbahasa Inggris yang terbaru tetapi juga ditemukan dalam dalam Alkitab King James Authorized version yang diterbitkan tahun 1611, dan juga dalam kebanyakan Alkitab berbahasa lain seperti bahasa Jerman, Spanyol, Belanda yang translasi Yunani-nya diambil dari Textus Receptus ataupun juga Nestle/Wescott Hort. Kelihatannya para orang-orang yang mentranslasikannya menemukan kesulitan dengan kata sabat ini sehingga secara tidak sengaja tergoda untuk merubah artinya, dimana sebenarnya ini adalah sebuah ajaran yang sangat-sangat penting dalam Injil Perjanjian Baru.

Tetapi para ahli Alkitab yang dengan teliti menggunakan “konkordansi” dan memeriksanya dalam Greek Interlinear Bible dengan cepat dapat menemukan kesalahan translasi ini.
Sangat disayangkan sekali masalah ini dibiarkan berlarut-larut setelah sekian lama. Sekarang marilah kita bandingkan ayat-ayat ini dengan berbagai translasi yang berbeda:

Dalam bahasa aslinya Yunani, Matius 28:1 seharusnya ditulis:

“Setelah sabat-sabat [jamak] lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama sabat-sabat [jamak] itu,…”

Dalam Alkitab bahasa Indonesia (versi Terjemahan Baru) ditulis:

“Setelah hari Sabat [seharusnya ditulis dalam bentuk jamak] lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu [ini juga seharusnya adalah kata sabat dalam bentuk jamak] itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.”

Ada dua kata sabat dalam ayat ini yang seharusnya diterjemahkan dalam bentuk jamak. Kemudian dalam Alkitab bahasa Inggris (Young’s Literal Translation 1898) ditulis:

“And on the eve of the sabbaths [jamak], at the dawn, toward the first of the sabbaths [jamak], came Mary the Magdalene, and the other Mary, to see the sepulchre”

Ini adalah terjemahan yang benar sesuai dengan bahasa aslinya, dan dalam bahasa aslinya Yunani (Stephanos, Textus Receptus -1550) ditulis:

οψε δε σαββατων τη επιφωσκουση εις μιαν σαββατων ηλθεν μαρια η μαγδαληνη και η αλλη μαρια θεωρησαι τον ταφον

Translit., opse de sabbatôn [jamak] tê epiphôskousê heis mian sabbatôn [jamak] êlthen maria hê magdalênê kai hê allê maria theôrêsai ton taphon

Perhatikan bahwa disini kita menemukan dua kata sabat yang ditulis dalam bentuk “jamak” (σαββατων - sabbatôn ), dan kita juga akan menemukan kebenaran yang sama tentang hal ini dalam ayat-ayat pembukaan Markus 16, Lukas 24 dan Yohanes 20. Tidak diragukan lagi hal ini menandakan sudah berakhirnya era hari ke-tujuh sabat Perjanjian Lama (Sabtu) dan dimulainya era sabat Perjanjian Baru yaitu hari pertama sabat (Minggu) ketika Yesus bangkit dari antara orang mati pada hari Minggu pagi kurang lebih pada tahun 33 Masehi.

Kemudian mari kita lihat Markus 16:1-2 yang ditulis dengan cara yang sedikit berbeda:

Versi TB: “Setelah lewat hari Sabat [dalam bentuk tunggal], Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu [ini seharusnya adalah kata sabat dalam bentuk jamak], setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.”

Bandingkan dengan :

Versi YLT: “And the sabbath [tunggal] having past, Mary the Magdalene, and Mary of James, and Salome, bought spices, that having come, they may anoint him, and early in the morning of the first of the sabbaths [jamak], they come unto the sepulchre, at the rising of the sun,”

TR : και διαγενομενου του σαββατου μαρια η μαγδαληνη και μαρια η του ιακωβου και σαλωμη ηγορασαν αρωματα ινα ελθουσαι αλειψωσιν αυτον και λιαν πρωι της μιας σαββατων ερχονται επι το μνημειον ανατειλαντος του ηλιου
Translit: kai diagenomenou tou sabbatou [tunggal] maria hê magdalênê kai maria hê tou tou iakôbou kai salômê êgorasan arômata ina elthousai aleipsôsin auton kai lian prôi tês mias sabbatôn [jamak] erchontai epi to mnêmeion anateilantos tou hêliou

Disini kita menemukan kata sabat yang pertama ditulis dalam bentuk “tunggal” (σαββατου - sabbatou) tetapi kata sabat yang kedua ditulis dalam bentuk “jamak” (σαββατων - sabbatôn).

Dan di Lukas 24:1 kita baca demikian:

Versi TB: “tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu [ini seharusnya adalah kata sabat dalam bentuk jamak] itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.”

Versi YLT: “And on the first of the sabbaths [jamak], at early dawn, they came to the tomb, bearing the spices they made ready, and certain others with them,”

TR : τη δε μια των σαββατων ορθρου βαθεος ηλθον επι το μνημα φερουσαι α ητοιμασαν αρωματα και τινες συν αυταις
Translit., : tê de mia tôn sabbatôn orthrou batheos êlthon epi to mnêma pherousai ha êtoimasan arômata kai tines sun autais

Disini lagi kita menemukan kata sabat yang menunjuk kepada hari Minggu ditulis dalam bentuk “jamak” (σαββατων - sabbatôn).

Dan yang terakhir di Yohanes 20:1 kita baca demikian:

Versi TB: “Pada hari pertama minggu [ini seharusnya adalah kata sabat dalam bentuk jamak] itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.”

Versi YLT: “And on the first of the sabbaths [jamak], Mary the Magdalene doth come early (there being yet darkness) to the tomb, and she seeth the stone having been taken away out of the tomb”

TR : τη δε μια των σαββατων μαρια η μαγδαληνη ερχεται πρωι σκοτιας ετι ουσης εις το μνημειον και βλεπει τον λιθον ηρμενον εκ του μνημειου
Translit. : tê de mia tôn sabbatôn maria hê magdalênê erchetai prôi skotias eti ousês eis to mnêmeion kai blepei ton lithon êrmenon ek tou mnêmeiou

Dalam semua ayat-ayat ini kita menemukan kebenaran yang sama, ada kata sabat yang seharusnya ditulis dalam bentuk jamak ( σαββατων - sabbatôn). Jadi tidak ada keraguan bahwa era hari ke-tujuh sabat Perjanjian Lama sudah berakhir ketika Kristus bangkit pada hari Minggu pagi dan pada hari itulah sabat Perjanjian Baru dimulai. Tentu saja fakta bahwa era hari ketujuh sabat telah berakhir di dukung juga oleh ayat lain di dalam Alkitab yaitu di Kolose 2:16-17 dimana kita baca:

“Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari sabat [semua ini adalah hukum-hukum upacara di dalam Perjanjian Lama termasuk hari ke-tujuh sabat]; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus!”

Sumber : Yohanes/ Biblika

Bab 4 Sabat dan Yesus

Menyambung artikel soal SABAT ATAU MINGGU, ada baiknya membahas masalah Sabat dan sikap Yesus sendiri terhadap SABAT tersebut. Pada awal hidupnya, ketika masih kecil dan belum menjalankan tugas pelayanannya, Yesus masih hidup dibawah Taurat sesuai adat istiadat Yahudi dalam pandangan Farisi. Ia disunat pada hari kedelapan dan kemudian menjalani ritus pentahiran dan penyerahan anak sulung (Luk.2:21-24), dan selanjutnya masih mengikuti ritus Paskah Yahudi (Luk.2:41-42).

Setelah pembaptisan oleh Yohanes Pembaptis kita mulai melihat pandangan Yesus terhadap Taurat mulai berseberangan dengan orang Farisi, Ahli Torat, dan adat istiadat Yahudi. Yesus mulai menyatakan diri sebagai ‘Anak Allah’ yang mengakibatkan ia dianggap menghujat, dan sekalipun menurut kebiasaan pada hari Sabat Ia biasa masuk ke rumah ibadat, kita dapat melihat bahwa kesempatan itu digunakan untuk menyatakan otoritasnya kepada umat Yahudi dengan membaca Alkitab dan mengajar, bahkan kemudian Ia menyatakan dirinya memiliki Roh Tuhan dan diurapi Tuhan untuk untuk menjalankan pembebasan dan memberitakan Tahun Rahmat Tuhan (Luk.4:14-30). Tahun Rahmat Tuhan adalah tahun ke-50 yaitu Yobel (Im.25:10dst) yang merupakan Sabat Akbar sebagai penutup 7 kali Sabat tahun. Menarik sekali mengamati bahwa Sabat itu artinya tidak hanya hari Sabtu tapi bisa juga tahun ke-7, dan juga tahun ke-50, tahun pertama dari 7 tahunan setelah 7X7 tahun. Yesus menyatakan diri sebagai Tuhan atas hari Sabat (Mrk.2:28) dan diri-Na telah menggenapi ‘Tahun Rahmat Tuhan’ atau ‘Sabat Yobel’ itu (Luk.4:21).

Kotbah di bukit (Mat.5:17-48) menunjukkan sikap Yesus terhadap Taurat. Ia mengatakan bahwa “Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” (ay.17) bahkan dikatakan bahwa ‘satu iota atau satu titik pun tiada akan ditiadakan dari hukum Taurat” (ay.18), dan Ia mengatakan bahwa kita harus mengajarkan dan melakukan segala hukum Tuhan” (ay.19). Namun, apakah maksudnya bahwa Taurat harus tetap dijalankan seperti pengertian Farisi dan ahli Taurat? Dari konteksnya kita dapat melihat bahwa ternyata tidak. Yesus memberi pengertian Taurat yang lebih dalam secara rohaniah berbeda dengan pengertian orang farisi yang bersifat harfiah dan jasmaniah. Membunuh bukan sekedar mematikan orang tapi juga kemarahan (ay.21-22), nafsu di hati sudah merupakan zinah (ay.27-28), sumpah digantikan dengan berkata benar (36-37), hukum balas ‘mata ganti mata’ diganti maaf memberi pipi (38-39), membenci musuh diganti dengan mengasihi musuh (ay.43-44), dan lain-lain. Yesus ternyata memberi pengertian mengenai Taurat yang benar berbeda dengan orang Farisi, ahli Taurat dan tradisi Yahudi mengertikannya.

Soal adat-istiadat Yahudi seperti pengertian ‘najis’ dan ‘kudus’ juga membedakan Yesus dengan orang Farisi dan ahli Taurat (Mrk.7:1-5), tidak ada makanan yang najis sebab yang menajiskan adalah yang keluar dari mulut (ay.15-23). Yesus mengatakan: “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat-istiadat manusia” (ay.6-8).

Dalam soal Sabat, ternyata Yesus memberikan pengertian yang berseberangan pula dengan orang Farisi dan ahli Torat. Yesus mengatakan bahwa: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat” (Mrk.2:27-28). Ayat ini sering di salah tafsirkan seakan-akan menunjukkan perintah untuk memelihara Sabat, padahal konteks perikop ayat itu berbicara sebaliknya, yaitu membantah pengertian orang Farisi mengenai memelihara Sabat! Dalam konteks ayat itu jelas Yesus menunjukkan sikap membela pelanggaran Sabat, tetapi itu tidak berarti melanggar Sabat Allah melainkan melanggar Sabat yang ditafsirkan keliru oleh orang Farisi dan ahli Taurat.

Sabat adalah suatu perhentian dan pembebasan namun orang Farisi dan ahli Taurat menjadikannya suatu kesukaran dan perbudakan. Yesus sering menyembuhkan orang pada hari Sabat dan ini dianggap oleh orang Farisi dan ahli Taurat sebagai melanggar Sabat bahkan mereka ingin membunuh-Nya karena itu (Mat.12:9-14). Yesus mengecam orang Farisi dan ahli Taurat yang “mengikat beban berat dan meletakkan di atas bahu orang … mereka menekankan ritus ibadat lahiriah dan miskin rohaniah.” Ini dikatakan oleh Yesus dalam ‘nama Tuhan!” (Mat.23). Dari sini kita dapat melihat apa arti ‘tidak meniadakan tetapi menggenapi Taurat’ yaitu memberikan pengertian ‘hakekat daripada tersurat’. Demikian juga inti Sabat yang ‘tersurat’ diberi pengertian ‘hakekat’nya oleh Yesus sebagai sesuatu yang mendatangkan damai sejahtera dan kelegaan kepada manusia. Yesus mengatakan: “marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat.11:28). Kata ‘kelegaan’ (terjemahan lama: sentosa) adalah terjemahan kata Yunani ‘katapausis’ yang merupakan terjemahan kata bahasa Ibrani ‘Sabbath.’

Sikap Yesus terhadap Sabat secara konsekwen dinyatakan dengan kebangkitannya bukan pada hari Sabat Sabtu tetapi ‘pada hari pertama dalam minggu’ (Mat.28:1). Ini menarik karena ke’tuhan’annya tidak dinyatakan pada hari ‘Sabat Sabtu’ tetapi pada ‘hari Minggu’ karena ia telah mendatangkan Sabat Yobel bagi manusia. Demikian juga pada hari itu Ia mendatangi para murid yang berkumpul dan menghadirkan “damai sejahtera dan sukacita” (Yoh.20:19-23). Seminggu kemudian pada hari minggu ketika para murid kembali berkumpul, para murid mengatakan kepada Thomas bahwa: “kami melihat Tuhan” dan ketika Thomas sendiri melihatnya keluarlah pengakuan “Ya Tuhanku dan Allahku” (Yoh.20:24-29), pengakuan jemaat awal yang menegaskan bahwa ‘Yesus adalah Tuhan’ yang identik dengan pengakuan kepada Yahweh sendiri (Mzm.35:23-24).

Dari sinilah kemudian timbul istilah ‘Hari Tuhan’ (kuriake Hemera) untuk menyebut hari pertama dalam minggu dimana Yesus menyatakan diri sepenuhnya sebagai ‘Tuhan’. Rasul Yohanes melihat penglihatan pada ‘hari Tuhan’ (Why.1:10) dan ‘hari Tuhan’ juga akan menunjukkan hari kedatangan-Nya yang keduakali untuk menghakimi manusia (Kis.2:20;2Ptr.3:10). Kaum Adventis berargumentasi bahwa ‘kuriake Hemera’ adalah hari Sabtu karena dalam PL hari Sabat disebut sebagai ‘hari Allah’, tetapi kita melihat bahwa istilah ‘hari Tuhan’ dalam PB tidak ditujukan kepada Yahweh melainkan kepada Tuhan Yesus.

Menarik untuk diketahui bahwa setelah ‘bangkit pada hari minggu’ Yesus menyatakan diri pada para murid pada ‘hari minggu’ dimana mereka berkumpul mengenang hari kebangkitan Yesus untuk makan roti dan doa (band. Kis.20:7). Ia tidak menyatakan diri pada hari Sabat kepada orang orang Yahudi, demikian juga pada hari kebangkitan-Nya ia mengaruniakan ‘Roh Kudus’ kepada murid-murid-Nya (Yoh.20:22), dan Roh Kudus dicurahkan kepada umat manusia pada ‘hari Minggu’ yaitu pada hari ‘Pentakosta’ (hari ke-50). Semua ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus Kristus memang menghendaki kita menjadikan ‘hari Minggu’ sebagai ‘hari Tuhan’ dimana kita menjalankan Sabat, bukan dalam pengertian Sabat Yahudi, namun dalam pengertian ‘Tahun Rahmat Tuhan’, Sabat Akbar yang membebaskan umat manusia.

Berbeda dengan Mrs. Ellen Gould White, tokoh kultus Adventisme, yang mengatakan bahwa “Pengabaian Sabat adalah dosa yang paling besar dari segala dosa, dan dosa itu dilakukan oleh gereja-gereja,” Tuhan Yesus justru hadir dan merestui pertemuan ibadat murid-murid-Nya pada ‘hari Minggu’ dan mengatakan: “Eireenee humin” (damai sejahtera bagi kamu). Di sinilah kita melihat perbedaan antara Taurat Perjanjian Lama yang penuh beban dan Anugerah Perjanjian Baru yang penuh damai sejahtera. Karena itu umat Kristen harus sadar untuk menghayati anugerah Tuhan Yesus yang kita kenang dalam pertemuan ibadat kita setiap hari minggu dengan kasih.

Salam kasih dari Herlianto/YABINA ministry

Bab 5 Sabat dan Rasul

Menyambung artikel soal SABAT dan YESUS, ada baiknya membahas masalah SABAT dan RASUL, apakah mereka merayakan Sabat atau tidak.

Kita melihat bahwa pada hari pertama dalam minggu setelah hari Sabat Yahudi, Yesus bangkit dan menyatakan diri kepada para Rasul dan murid-Nya. Ia mula-mula menampakkan diri kepada dua Maria (Mat.28:1) dan Malaikat Tuhan menyatakan bahwa Yesus telah bangkit (Luk.24:7). Pada hari itu juga Yesus menyatakan diri kepada dua orang murid dalam perjalanan mereka ke Emaus (Luk.24:13-35) dimana Ia menyatakan diri sebagai ‘Messias dalam kemulian-Nya’ (ay.26), dan kemudian mereka menyaksikan hal itu kepada para murid lainnya yang sedang berkumpul bahwa “Sesungguhnya Tuhan telah bangkit” (ay.34,46). Pada hari minggu itu untuk pertama kalinya setelah Ia menyatakan diri ‘Bangkit’ dan ‘Tuhan’ ia berkumpul dengan murid-murid-Nya untuk makan roti perjamuan dengan mereka (ay.30).

Malam hari pada hari minggu itu, Tuhan Yesus hadir dihadapan para Rasul yang berkumpul, dimana Ia menyampaikan pesan Sabat Yobel kepada mereka, yaitu: “Damai sejahtera bagi kamu” sampai dua kali dan memberikan Roh Kudus kepada mereka (Yoh.20:19-23). Seminggu kemudian, pada hari minggu, Tuhan Yesus hadir dalam pertemuan para Rasul-Nya dimana Ia menunjukkan bekas paku di tubuhnya kepada Thomas. Thomas kemudian mengucapkan pengakuan yang jelas “Ya Tuhanku dan Allahku.” (Yoh.20:24-29). Pada hari minggu, 50 hari setelah kebangkitannya (Pentakosta), ketika para Rasul berkumpul, mereka dibaptiskan dengan Roh Kudus (Kis.2) dan dilengkapi dengan kuasa (Kis.1:8;2).

Hari Minggu telah memiliki identitas jelas sesudah kebangkitan Yesus yaitu sebagai: (1) Hari kenangan kebangkitan Yesus yang telah menang atas maut; (2) Hari itu menjadi hari penyataan yang jelas bahwa Yesus adalah ‘Tuhan’; (3) Hari itu merupakan Sabat Yobel bagi manusia dimana damai sejahtera Allah dihadirkan; dan (4) pertemuan mereka di hari minggu Pentakosta dibaptiskan dan dimeteraikan oleh Roh Kudus, dan dianggap sebagai kelahiran gereja Kristen;

Pertemuan-pertemuan Tuhan Yesus dengan para Rasulnya di hari minggu disusul kelahiran gereja juga di hari minggu Pentakosta, merupakan petunjuk jelas bahwa Tuhan hadir dalam persekutuan orang percaya di hari minggu itu. Ini lebih diperkuat dengan kenyataan bahwa sejak kebangkitannya, Alkitab tidak mencatat bahwa Tuhan Yesus mengunjungi ibadat Yahudi di hari Sabat! Karena itu bila selanjutnya para Rasul berkumpul untuk beribadat dan memecah roti di hari minggu, kelihatannya kebiasaan ini merupakan kenangan mingguan akan kebangkitan Yesus yang telah menyatakan diri sebagai Tuhan itu.

Selanjutnya, bagi para Rasul dan murid-murid Yesus yang berlatar belakang Yahudi, mereka masih menghadiri pertemuan Sabat Yahudi sebagai bagian dari tradisi ke’Yahudi’an mereka, namun pengertian mereka mengenai hari Sabat itu sudah berbeda, bukannya mereka merayakan hari Sabat seperti pengertian orang farisi dan ahli Taurat, tetapi seperti Rasul Paulus, ia masuk ke rumah ibadat Yahudi untuk mengajarkan firman Tuhan dan jalan Tuhan dan menobatkan orang Yahudi agar mengenal Yesus yang adalah Tuhan dan Messias (Kis.13:13-48;14:1;18:4,19;19:8). Para Rasul sudah terbiasa menggeser tempat pertemuan ibadat mereka dari hari Sabat ke hari Minggu dan dari sinagoga ke rumah-rumah (Kis.20:7).

Rasul Paulus menyuruh mereka mengumpulkan uang persembahan pada waktu mereka berkumpul di rumah pada hari pertama tiap-tiap minggu (1Kor.16:2; saat itu mereka sudah terbiasa beribadat tiap-tiap hari minggu di rumah-rumah). Umat Kristen menyebut hari minggu sebagai ‘hari Tuhan’ (kuriake hemera, Why.1:10), yang maksudnya bukan hari ‘Allah Yahweh’ tetapi hari ‘Tuhan Yesus’, yang bangkit pada hari minggu. Kuriake Hemera juga menunjuk kedatangan ‘Tuhan Yesus’ pada ‘hari penghakiman’ kelak (Kis.2:20;2Ptr.3:10). Dalam Didache 14 (kitab pengajaran Ke-12 Rasul yang ditengarai berasal dari abad awal) dengan eksplisit disebutkan bahwa ‘kuriake hemera’ adalah hari minggu.

Dalam persidangan di Yerusalem (Kis.15), menghadapi bagian Taurat mana yang perlu diikuti umat Kristen non-Yahudi, sunat tidak lagi diwajibkan dan Sabat juga tidak disebut, menunjukkan bahwa saat itu, ritus Sabat sudah tidak lagi mengikat umat Kristen. Situasi ini lebih tajam terjadi ketika terjadi renaissance agama Yahudi dengan diresmikannya ‘kanon’ Tenach Yahudi pada tahun 90M, dimana kala itu keluarlah ‘birkat ha-minum’ yang mengharamkan kehadiran orang-orang Kristen di rumah-rumah ibadat Yahudi karena praktek usaha ‘kristenisasi’ mereka.

Rasul Paulus mengajarkan ‘Jalan Tuhan’ (Tuhan disini bukan menunjuk Yahweh tetapi Tuhan Yesus Kristus, Kis.22:4,5;24:14,22). Kala itu dikalangan pengikut Yesus ada dua golongan yaitu yang masih mengikuti adat istiadat Yahudi dan Taurat, disebut ‘Nasrani’ (Kis.24:5), yaitu pengikut Yakobus dan biasa melakukan nazar (Nasrani berasal dari kata ‘nazar’), dan golongan kedua yang disebut ‘Kristen’ (Kis.11:26;26:28:1Ptr.4:16). Rasul Paulus dituduh sebagai salah satu anggota sekte Nasrani namun ia dengan jelas membedakan dirinya dengan golongan ini, bahkan kemudian kita melihat bahwa rasul Paulus cukup keras menyerang Taurat (lihat perjuangan Paulus dalam kitab Galatia dan Roma 14), dan menurutnya ‘kasih telah menggenapi Taurat’ (Rm.13:8).

Memang menghadapi mereka yang masih mengikuti Taurat (makanan halal-haram & hari-hari tertentu seperti Sabat), rasul Paulus mengingatkan yang sudah tidak mengikutinya untuk ‘tidak menghakimi mereka yang lemah’ yang masih menjalankan hal itu (Rm.14), tetapi ia juga mengajak umat agar meninggalkan sikap iman yang masih lemah termasuk merayakan Sabat karena kita sudah dimerdekakan oleh Roh Kristus (Gal.4:1-11), karena Sabat dan makanan itu hanya bayangan dari apa yang akan datang yaitu Kristus dan agar kita menjadi manusia baru dalam Kristus (Kol.2:16-3:17).

Bapa-Bapa gereja sesudah rasul Yohanes meninggal (akhir abad pertama) juga menguatkan bahwa perkumpulan di hari minggu sudah dipraktekkan secara luas. Ignatius (115M) mengatakan “Jangan kita memelihara lagi hari Sabat, melainkan merayakan Hari Yesus Kristus, pada hari mana hidup kita bangkit dari kematian oleh Dia.” Justinus Martir (165M) mengatakan bahwa: “pada hari pertama itu dengan mengubah gelap menjadi terang Tuhan menjadikan dunia, dan karena Yesus Kristus, Juruselamat kita, pada hari itupun, yaitu hari pertama dalam pekan, bangkit dari mati dan menampakkan diri kepada murid-murid-Nya.” Tertulianus (200M) mengatakan: “hari Tuhan, yaitu hari kebangkitannya, kita bukan hanya meninggalkan kebiasaan berlutut, tetapi juga menanggalkan segala kesusahan dan segala yang manindas kita serta bangkit bekerja.” Demikian juga Clemens dari Alexandria (220M) mengatakan bahwa: “hari pertama dari tiap-tiap pekan telah menjadi hari perhentian, karena kebangkitan (Tuhan Yesus) dari kematian.”

Dari data-data di atas kita dapat melihat bahwa kebiasaan berkumpul di hari Minggu, disamping jemaat di Israel sejak hari kebangkitan Tuhan Yesus, sudah menjadi praktek jemaat pertama baik di Afrika Utara, Eropah maupun Asia Kecil jauh sebelum kekaisaran Konstantin pada abad ke-4 meresmikannya dan didukung oleh Paus. Hari Sabat menurut pengertian Farisi dan ahli Taurat, dalam Perjanjian Baru telah bergeser menjadi ‘hari Tuhan’ pada hari pertama dalam minggu, dimana umat Kristen mengenang Tuhan Yesus yang adalah Sabat Yobel yang membebaskan dan memberikan damai sejahtera bagi umat-Nya.

Salam kasih dari Herlianto/YABINA ministry

Bab 6 Sabat dan Adventis

Menyambung artikel soal SABAT dan RASUL, ada baiknya membahas masalah Sabat dan ajaran Advent Hari Ke-Tujuh yang merayakan Sabat itu pada saat ini.

Dari artikel terdahulu kita mengetahui, bahwa sekalipun umat Kristen telah bertumbuh dalam pengertian ‘Sabat Perjanjian Baru’ yaitu pergeseran dari pengertian Sabat lahiriah kepada ‘Sabat rohaniah,’ hari Sabtu Yahudi menjadi ‘hari pertama Minggu’ Kristen, Sabat Taurat yang membebani manusia menjadi ‘Sabat Yobel (tahun rahmat) Tuhan yang membebaskan manusia,’ dan bayangan Sabat menuju pribadi ‘Yesus yang adalah Kristus dan Tuhan yang telah bangkit,’ sejak awal sejarah gereja memang selalu ada kelompok tertentu yang ingin menjalankan hukum Taurat tertentu seperti soal makanan dan hari Sabat secara ketat. Ini dapat kita lihat dalam kelompok Nasrani pengikut Yakobus yang “rajin memelihara hukum Taurat dan bernazar” (Kis.22:19-26;24:5).

Di kalangan Kristen ada tiga kecenderungan, yaitu: (1) Mayoritas yang menyadari hakekat Sabat yang sebenarnya dan beribadat di hari Minggu, bukan sebagai Sabat menurut pengertian Farisi dan ahli Taurat, namun sebagai ‘Sabat Yobel Tuhan’ yang membebaskan dan memberi damai sejahtera; (2) Kelompok ‘Sabbatarian’ yang menjadikan hari Minggu sebagai layaknya Sabat Yahudi; dan (3) Yang tetap menjalankan Sabat Yahudi di hari Sabtu. Dalam kelompok terakhir ini kita lihat misalnya kelompok Puritan termasuk ‘Seventhday Baptists’ dari Bohemia (mayoritas orang Baptis termasuk ‘firstday Baptists’), yang kemudian mempengaruhi ‘Seventhday Adventists.

Ketika berdiri, gereja Adventis tidak merayakan Sabat Sabtu melainkan sama-sama dengan gereja Kristen melakukan kebaktian pada hari Minggu. Pendiri Adventisme adalah Willliam Miller (lahir 1782) yang semula sangat tertarik filsafat modern kemudian berbalik tertarik berita Alkitab khususnya soal nubuatan, dan berpendapat bahwa Alkitab menubuatkan akhir dunia dan kedatangan Yesus ke-2 kali melalui Dan.8:14 yang menyebutkan masa 2300 petang dan pagi dimana ‘Rumah Tuhan akan ditahbiskan.’ Menurutnya hukuman 490 tahun berakhir ketika Ezra kembali ke Yerusalem pada 457sM, karena itu masa kedatangan Yesus ditafsirkan sebagai 2300 – 457 menjadi tahun 1843 (berdasarkan ayat Bil.14:34;Yeh.4:6, yang menyebutkan satu hari dihitung satu tahun).

Keyakinan pendiri Adventisme itu didasarkan keyakinan bahwa pada masa kini Tuhan masih memberikan nubuatannya kepada orang-orang pilihannya termasuk Miller. Namun ternyata wahyu itu meleset dan ketika tahun itu datang, tidak terjadi apa-apa. Banyak orang telah berhenti dari pekerjaan dan menjual harta benda mereka menjadi kecewa karena menjadi korban fantasi manusia. Sebenarnya Miller akhirnya mengakui kekeliruannya kepada umum dan tidak lagi berani mereka-reka tahun kedatangan Tuhan, namun ia masih memiliki pengharapan menantikan kedatangan Yesus (= Advent) dan para pengikut itu tetap berbakti di hari Minggu, itulah sebabnya para pengikut itu bergabung dalam gereja ‘Evangelical Adventists’ dan ‘Advent Christian Church’.

Ada pengikut lain yang menganggap bahwa perhitungan itu boleh dan harus dilakukan. Hiram Edson (1806-1882), tokoh Adventis lainnya, berkesimpulan bahwa “pada tanggal 22 Oktober 1844 Kristus memang mulai bertindak tetapi bukan turun ke dunia tetapi memasuki ruang maha Suci Bait Allah di sorga.” Dibawah kepemimpinan Mrs. Ellen Gould White dianggap kedatangan Tuhan Yesus dan akhir zaman akan tiba tanggal 22 Oktober 1844. Tanggal itu dianggap sebagai tanggal ‘Allah menutup pintu anugerah’ dan yang dianugerahi hanya orang Adventis yang menantikan kedatangan-Nya. Ketika tanggal itu Tuhan Yesus tidak datang juga, tanggal itu diberi pengertian baru yaitu bahwa Tuhan Yesus memasuki ‘tempat yang mahasuci’ untuk menguduskan gerejanya. Gereja-gereja Kristen tidak ikut dalam pengudusan itu karena mereka tidak menantikan tanggal 22 Oktober 1844, dan hanya mereka yang menerima amanat White-lah yang akan menerima pengudusan.

Tanggal 22 Oktober 1844 yang gagal memenuhi nubuatan semua disebut orang sebagai ‘Hari Kekecewaan Agung’. Menarik untuk mengamati bahwa sekalipun berkali-kali nubuatan tidak terpenuhi Adventis tradisional tetap percaya akan perhitungan 2300 tahun itu, dan dalam ‘Penuntun Dasar Untuk Pemahaman Alkitab’ (Harold E. Metcalf) yang dijilid menjadi satu dengan Alkitab terbitan LAI yang dicetak atas pesanan GMAHK (Gereja Masehi Advent Hari Ke-Tujuh), ajaran mengenai perhitungan tahun ini masih dipertahankan yaitu menunjuk tahun 1844 (h.64-67).

Soal Sabat baru berkembang diajarkan oleh tokoh Adventis lainnya yaitu Joseph Bates (1792-1872). Bates menekankan pemeliharaan Sabat dan kehidupan yang suci (tidak merokok, minum alkohol, teh dan kopi, nonton, dan makanan haram) sebagai penyucian Bait Suci karena tubuh manusia adalah Bait Suci. Bila Miller menekankan ajaran pada kedatangan Yesus ke-dua kali, Mrs. White terpengaruh aliran ‘Seventhday Baptists’ dari Bohemia, mulai menekankan pemeliharaan ‘Sabat’ sebagai pusat ajaran, itulah sebabnya kemudian pengikut White disebut sebagai ‘Seventhday Adventists’ (Advent Hari Ke-tujuh) atau ‘Twentieth Century Judaism’ yang mengembalikan Yudaisme.

Mrs. White (1827-1915) mengemukakan bahwa pada tanggal 3 April 1847, ia melihat Firman Allah yang sepuluh itu tercantum diatas dua keping batu. Dalam visi mana ia melihat firman ke-IV tentang Sabat disinari terang yang luar biasa. Ia mengatakan bahwa ke-Paus-an telah merubah hari Sabat itu menjadi Minggu. Mrs. White menuduh bahwa perayaan hari Minggu diatur oleh kaisar Konstantin dan direstui Paus. Menurutnya pengabaian Sabat adalah dosa yang paling besar dari segala dosa, dan dosa itu dilakukan oleh gereja-gereja. Pada waktu Allah datang untuk menguduskan ruang mahasuci, Ia akan menghukum mereka karena dosa itu. Ajaran Sabat itu kemudian menjadi ajaran sentral dan menjadi tanda ‘keterpilihan’ kaum Adventis.

Benarkah bahwa pengabaian hari Sabat adalah dosa? Kita dapat melihat bahwa baik Yesus dan para murid-Nya sering mengabaikan Sabat dan disalahkan oleh orang Farisi dan ahli Torat yang menafsirkan Sabat secara lahiriah dan sempit. Dalam hal ini ada paradox yang dilakukan Tuhan Yesus. Di satu sisi Ia menyalahkan orang Farisi yang mengerti hukum Sabat secara lahirah dan sempit, di segi lain Ia menyatakan diri-Nya sebagai ‘Sabat Yobel’ yang sebenarnya.

Apakah umat Kristen yang berkumpul di hari Minggu berdosa melanggar hukum Tuhan seperti yang dikritik Mrs. White? Apapun komentar dan kritik manusia, Tuhan Yesus sendiri telah hadir dan merestui berkumpulnya umat Kristen pada hari Minggu (Luk.24:13-35;Yoh.20:19-23;Yoh.20:24-29), bahkan mengaruniakan mereka dengan Roh Kudus (Yoh.20:22). Demikian juga di hari Pentakosta yang jatuh pada hari Minggu, dalam perkumpulan umat Kristen, Tuhan Yesus membaptiskan mereka dengan Roh Kudus (Kis.1:8;2:1-4). Tuhan Yesus bukan saja menghadiri dan merestui mereka yang berkumpul di hari Minggu (dan tidak pada hari Sabat) tetapi Tuhan Yesus juga mengaruniakan Roh Kudus dan membaptiskan murid-murid-Nya dengan Roh Kudus pada saat mereka berkumpul di hari Minggu. Kita dapat membaca kotbah Minggu yang terkenal yang disampaikan oleh Petrus (Kisah.2) yang memberitakan, bahwa: “Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” (Kis.2:36).

Lalu bagaimana dengan ayat ‘Allah menguduskan hari Sabat’ (Kej.2:3)? Memang benar bahwa Yahweh menguduskan hari Sabat, namun perjanjian untuk mememelihara Sabat tidak diberikan sebagai janji kepada Adam dan Nuh (untuk umat manusia) melainkan baru dinyatakan sebagai Perjanjian kepada Musa untuk dirayakan oleh umat Israel (Kel.20/Ul.5). Umat Farisi dan ahli Taurat telah menafsirkan dan membuat hari Sabat menjadi beban bagi manusia dan perbudakan dengan adat-istiadat yang mereka perintahkan. Pengudusan Sabat bagi mereka bukanlah pengudusan tetapi lebih merupakan pelecehan hari Sabat. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengkritik mereka. Yesus adalah Allah dalam keesaan Tritunggal, maka karena Ia adalah Tuhan atas Sabat, otoritasnya untuk mengembalikan Sabat kepada arti sebenarnya perlu kita dengar.

Tuhan Yesus telah menyatakan dirinya sebagai ‘Sabat Yobel’ yang ‘mendatangkan rahmat Tuhan’ dan ‘damai sejahtera’ bagi manusia. Ia adalah Sabat (katapausis dalam Mat.11:28) bagi kita. Karena itu umat Kristen perlu menguduskan ‘hari Sabat’ bukan dalam pengertian orang Farisi dan ahli Taurat yang melarang orang bekerja atau berjalan jauh, tetapi kita menguduskan hari Sabat dengan menerima anugerah keselamatan dan damai sejahtera Tuhan Yesus Kristus dengan bersyukur dan menjalankan hidup yang berkenan kepada-Nya dalam iman, pengharapan dan kasih.

Umat Adventis tradisional hidup dalam iman mendua, di satu segi mereka menerima ‘Anugerah Allah dalam Tuhan Yesus Kristus yang menyelamatkan,’ namun disegi lain masih beranggapan bahwa tidak merayakan hari Sabat adalah dosa, yang berarti bahwa mereka belum menerima penebusan Tuhan Yesus Kristus secara penuh, dan masih harus ada usaha manusia dengan cara memelihara Sabat dan hidup tanpa cacat cela termasuk memakan makanan halal. Dengan kata lain, bila mereka tidak melakukan hal-hal itu maka ‘penebusan Tuhan Yesus Kristus’ tidak bermakna penuh.

Kita mengucap syukur, bahwa dalam beberapa dasawarsa terakhir ini ada kecenderungan sebagian kalangan Seventhday Adventist untuk mendekati pengajaran Kristen Konservatif dalam hal-hal kepercayaan mereka mengenai hukum Taurat termasuk Sabat dan mereka kembali membentuk gereja ‘Evangelical Adventists,’ sehingga makin jelas terlihat bahwa tidak semua kaum Adventist memelihara hukum Taurat termasuk Sabat dan ada yang cenderung kembali kepada Injil Anugerah.

Apakah ini berarti bahwa umat Kristen bebas berperilaku di hari Minggu? Tentunya tidak, sebab menguduskan Sabat, disamping mensyukuri dan menerima Tuhan Yesus yang adalah Sabat kita, kita harus berbuahkan perilaku yang baik dan berkenan kepada Allah karena itulah ibadat kita yang sejati (Rm.12:1-2), dan tidak menjadikan hari Minggu sebagai hari untuk mengejar harta kekayaan atau berpesta-pora, melainkan hidup berbuahkan iman, kasih dan pengharapan, dan menjadikan hari Minggu sebagai saat terbaik dalam seminggu untuk melakukan evaluasi mingguan dan memperbaharui tekad kita dalam beriman dan melakukan kehendak Tuhan Yesus Kristus dan hidup secara patut pada setiap hari umumnya dan pada hari Minggu khususnya, sambil meneruskan misi Sabat Yesus dalam mendatangkan pembebasan dan damai sejahtera kepada sesama kita.

Salam kasih dari Herlianto/YABINA ministry

Bab 7 IBADAH PADA HARI MINGGU

  • Kisah Para Rasul 20:7
    LAI TB, Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya.
    Alkitab Terdjemahan Lama, Maka pada hari jang pertama didalam minggu itu tatkala kami berhimpun memetjahkan roti, bertuturlah Paulus dengan mereka itu sebab maksudnja hendak berlajar pada keesokan harinja sambil melandjutkan utjapannja sehingga sampai tengah malam.
    KJV, And upon the first day of the week, when the disciples came together to break bread, Paul preached unto them, ready to depart on the morrow; and continued his speech until midnight.
    The Orthodox Jewish Brit Chadasha (OJBC), And on Yom Rishon, when we met for a firen tish, Rav Sha’ul was giving a shiur to them, since he would have to depart in the boker and was having to extend the message until chatzot halailah.
    Stephanus Textus Receptus (TR), εν δε τη μια των σαββατων συνηγμενων των μαθητων του κλασαι αρτον ο παυλος διελεγετο αυτοις μελλων εξιεναι τη επαυριον παρετεινεν τε τον λογον μεχρι μεσονυκτιου
    Translit. interlinear, EN {pada} DE {dan} TÊ MIA {pertama} TÔN SABBATÔN {minggu (WEEK)} SUNÊGMENÔN {datang bersama-sama} TÔN MATHÊTÔN {murid-murid} TOU KLASAI {memecah-mecahkan} ARTON {roti} HO PAULOS {Paulus} DIELEGETO {berdialog} AUTOIS {dengan mereka} MELLÔN {siap} EXIENAI {berangkat} TÊ EPAURION {hari berikutnya} PARETEINEN {melanjutkan} TE TON LOGON {perkataan} MEKHRI {hingga} MESONUKTIOU {tengah malam}

Hari Minggu (Lord’s day) berasal dari bahasa Latin dies dominica: “hari Tuhan”. Dalam bahasa Yunani “κυριακη ημερα - KURIAKÊ HÊMERA” [Wahyu 1:10].

  • Wahyu 1:10
    LAI TB, Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,
    KJV, I was in the Spirit on the Lord’s day, and heard behind me a great voice, as of a trumpet,
    TR, εγενομην εν πνευματι εν τη κυριακη ημερα και ηκουσα οπισω μου φωνην μεγαλην ως σαλπιγγος
    Translit, egenomên en pneumati en tê kuriakê hêmera kai êkousa opisô mou phônên megalên hôs salpiggos

Sebutan Kristen yang tidak berasal dari pekan Yahudi, bukan pula dari kalender kaum Eseni ataupun dari kultus Mitra atau Mandeisme. Hari Minggu ialah hari pertama pekan, hari yang menyusul hari Sabat. Pada hari itu diperingati kebangkitan Yesus serta penampakan-penampakan-Nya kepada para pengikut-Nya selama santapan bersama.

  • Markus 16:2,
    LAI TB, Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.
    Alkitab Terdjemahan Lama, Maka waktu dini hari, pada hari jang pertama didalam minggu itu, datanglah mereka itu kekubur, ketika matahari terbit.
    KJV, And very early in the morning the first day of the week, they came unto the sepulchre at the rising of the sun.
    OJBC, And at Shachrit on Yom Rishon, the first day of the shavu’a, the shemesh just coming up, they come to the kever.
    TR, και λιαν πρωι της μιας σαββατων ερχονται επι το μνημειον ανατειλαντος του ηλιου
    Translit interlinear, KAI {dan} LIAN {sangat} PRÔI {pagi} TÊS MIAS {pertama} SABBATÔN {minggu (WEEK)} ERKHONTAI {mereka datang} EPI {ke} TO MNÊMEION {kuburan} ANATEILANTOS {terbit} TOU HÊLIOU {matahari}

Ibadah Kristen pada hakikatnya adalah ‘αναμνησις - anamnêsis’ (peringatan) tentang peristiwa Paskah yang menyatakan kemenangan maksud karya Allah yang menyelamatkan. Karena itulah berlaku sukacita dan pujian. Hari pertama ini juga cocok sebagai peringatan hari pertama dalam penciptaan ketika Allah menciptakan terang, dan kenyataan bahwa hari Pentakosta Kristen jatuh pada hari Minggu. Selanjutnya mungkin sudah menjadi pengharapan bagi orang Kristen mula-mula, bahwa kedatangan kembali Yesus akan terjadi pada hari-Nya sendiri.

Image
Ilustrasi ibadah hari minggu dengan memecah-mecah roti pada Jemaat mula-mula

Bukti tertua berkaitan dengan perayaan hari pertama dalam setiap minggu oleh orang Kristen, terdapat dalam ayat berikut:

  • 1 Korintus 16:2
    LAI TB, Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing - sesuai dengan apa yang kamu peroleh - menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang.
    Alkitab Terdjemahan Lama, Pada tiap-tiap hari Ahad, hendaklah kamu masing-masing menjimpankan uang didalam persimpanannja sendiri atas kadarnja, supaja djangan pada masa aku datang, baharu hendak dikumpulkan.
    OJBC, Every Yom Rishon of each week, each of you by himself make something farnumen, storing up according to his hakhnasah, so that collections need not be made when I come.
    TR, κατα μιαν σαββατων εκαστος υμων παρ εαυτω τιθετω θησαυριζων ο τι αν ευοδωται ινα μη οταν ελθω τοτε λογιαι γινωνται
    Translit. interlinear, KATA {pada} MIAN {pertama (hari)} SABBATÔN {minggu (WEEK)} HEKASTOS {setiap orang} HUMÔN {dari kamu} PAR {dari} HEAUTÔ {dia sendiri} TITHETÔ {menyimpan} THÊSAURIZÔN {dalam perbendaharaan} HO TI AN {seperti} EUODÔTAI {perolehan} HINA {supaya} MÊ {tidak} HOTAN {pada waktu} ELTHÔ {aku datang} TOTE {pada waktu itu} LOGIAI {pengumpulan} GINÔNTAI {ada}

Kisah Para Rasul 20:7 di atas lebih khusus dan barangkali menunjukkan kelanjutan penggunaan kalender orang Yahudi oleh orang Kristen, di mana hari Tuhan dimulai pada hari Sabtu petang ketika matahari terbenam. Kesediaan non-Yahudi untuk menerima perhitungan orang Yahudi ini sebagai bukti kuat bahwa hari itu dirayakan. [ðððð]

Sumber : Yohannes

Bab 8 SABAT BERGANTI SABAT

Ada pendapat dari suatu kalangan yang menafsirkan hari Sabat akan disucikan sampai selama-lamanya berdasarkan Yesaya 66:22-23, padahal ayat-ayat itu tidak menulis demikian. “bulan berganti bulan” dan “sabat berganti sabat” adalah merupakan suatu periode, sesudah periode itu berlalu maka manusia akan menyembah Allah. Kita simak bersama sbb :

  • Yesaya 66:22-23
    LAI TB 66:22 Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah Firman Tuhan, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap.
    KJV, For as the new heavens and the new earth, which I will make, shall remain before me, saith the LORD, so shall your seed and your name remain.

LAI TB 66:23 Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, Firman Tuhan.
KJV, And it shall come to pass, that from one new moon to another, and from one sabbath to another, shall all flesh come to worship before me, saith the LORD.
Hebrew,
וְהָיָה מִֽדֵּי־חֹדֶשׁ בְּחָדְשֹׁו וּמִדֵּי שַׁבָּת בְּשַׁבַּתֹּו יָבֹוא כָל־בָּשָׂר לְהִשְׁתַּחֲוֹת לְפָנַי אָמַר יְהוָֽה׃
Translit. interlinear, VEHÂYÂH (dan ia menjadi) MIDÊY-KHODESY {dari cukup bulan) BEKHÂDESYÕ (pada bulannya) ÛMIDÊY (dan dari cukup) SYABÂT (pekan sabat/ mingguan/ week) BESYABATÕ (pada pekan sabat/minggu(an)nya) YÂVÕ’ {mereka akan datang) KHOL-BÂSÂR (seluruh daging) LEHISYETAKHAVÕT (untuk menyembah) LEFÂNAY (di wajah/hadapan-Ku) 'ÂMAR (Dia berfirman) YEHOVÂH (TUHAN)

Kata Ibrani " שבת - SYABÂT", berasal dari akar kata yang sama dengan makna berhenti atau beristirahat. Kata benda " שבת - SYABÂT" ini pun memiliki beberapa pengertian:

Hari Sabat, yaitu Sabtu hari ketujuh atau hari-hari lain yang dijadikan sabat, senantiasa menggunakan kata “YÕM”, hari di depannya. Jika kata “YÕM” ini tidak ada, maka pengertiannya bukan kepada hari, melainkan perhentian, peristirahatan, dan periode satu minggu (one week) yang terdiri atas tujuh hari.

Ungkapan “sabat berganti sabat”, ÛMIDÊY SYABÂT BESYABATÕ, harfiah “dari cukup sabat kepada sabatnya” tidak menggunakan kata “YÕM”, “hari” karena yang dimaksud memang bukan “hari Sabtu”, di samping itu Yesaya 66:23 pun menekankan “MIDÊY-KHODESY BEKHÂDSYÕ”, “dari cukup bulan kepada bulannya” karena penekanan ayat ini adalah pada suatu periode, bukan pada suatu saat tertentu.

“Dan Sabat berganti Sabat”, “ÛMIDÊY SYABÂT BESYABATÕ” sebenarnya berarti dari minggu berganti minggu sejajar dan berpasangan dengan bulan berganti bulan. Tujuh hari adalah satu minggu (one week) atau satu sabat, oleh karena itu sering dijumpai ungkapan menghitung sekian sabat alias sekian minggu (week) .

  • Imamat 23:15
    LAI TB, Kemudian kamu harus menghitung, mulai dari hari sesudah sabat itu, yaitu waktu kamu membawa berkas persembahan unjukan, harus ada genap tujuh minggu;
    KJV, And ye shall count unto you from the morrow after the sabbath, from the day that ye brought the sheaf of the wave offering; seven sabbaths shall be complete:
    Hebrew,
    וּסְפַרְתֶּם לָכֶם מִמָּחֳרַת הַשַּׁבָּת מִיֹּום הֲבִיאֲכֶם אֶת־עֹמֶר הַתְּנוּפָה שֶׁבַע שַׁבָּתֹות תְּמִימֹת תִּהְיֶֽינָה׃
    Translit. interlinear, ÛSEFARTEM (dan menghitung) LÂKHEM (kepada kalian) MIMOKHORAT (dari hari berikut) HASYABÂT (sabat itu) MÏYÕM (dari hari) HAVÏ’AKHEM (kalian membawa) 'ET-‘OMER (berkas) HATENÛFÂH (persembahan unjukan itu) SYEVA’ (tujuh) SYABÂTÕT (sabat, minggu) TEMÏMOT (genap) TIHYEYNÂH (ia akan menjadi)

Targum Yonathan memberi penjelasan Yesaya 66:23 tentang MIDÊY-KHODESY BEKHÂDSYÕ dengan pada saat permulaan bulan (bulan baru) dalam bulan yang bersangkutan, demikian pula dengan ÛMIDÊY SYABÂT BESYABATÕ adalah pada saat permulaan hari dalam minggu (week) yang bersangkutan dengan tiga pengertian yakni:

  1. setiap hari dalam minggu/ pekan (each day in a week) yang bersangkutan;
  2. setiap minggu/ pekan (every week); dan
  3. hari pertama minggu/ pekan tersebut (first day of the week) .

Sabat dalam konteks Yesaya 66:23 adalah suatu periode bukan hari Sabtu. Ungkapan yang sama dapat dikaji sebagai perbandingan dalam ayat lain:

  • Bilangan 28:10
    LAI TB, Itulah korban bakaran Sabat pada tiap-tiap Sabat, di samping korban bakaran yang tetap dan korban curahannya.
    KJV, This is the burnt offering of every sabbath, beside the continual burnt offering, and his drink offering.
    Hebrew,
    עֹלַת שַׁבַּת בְּשַׁבַּתֹּו עַל־עֹלַת הַתָּמִיד וְנִסְכָּֽהּ׃ ס
    Translit. interlinear, 'OLAT (korban bakaran) SYABAT (sabat) BESYABATÕ (kepada sabatnya) 'AL-'OLAT (di samping korban bakaran) HATÂMÏD (yang tetap) VENISKÂH (dan korban curahan)

“Tiap-tiap sabat”, SYABAT BESYABATÕ, harfiah “sabat kepada sabatnya”, di atas juga merupakan suatu periode, bukan merujuk kepada suatu hari.

Korban bakaran pada suatu sabat tertentu tidak boleh dipersembahkan lagi pada sabat berikutnya, hanya untuk sabat itu saja. Jika sabat berlalu dan korban itu tidak dipersembahkan, maka ia menjadi tidak sah, tidak dapat diperbaharui pada sabat berikutnya. Masing-masing korban dipersembahkan menurut waktunya masing-masing yang telah ditetapkan (Bilangan 28:2).

Seluruh umat manusia pasti datang ke hadapan Allah, hal ini tidak saya bantah karena Perjanjian Baru pun menegaskan demikian. Seluruh umat manusia itu datang bukan untuk “menguduskan” hari Sabtu, tetapi menghadap Allah untuk menyembah-Nya.


BULAN DAN SABAT TELAH BERHENTI UNTUK MENGIKAT ORANG Kristen (Kolose 2:16) dan sulit masuk akal untuk menyarankan bahwa bayangan-bayangan ini akan dikembalikan lagi :

  • Kolose 2:16-17
    2:16 LAI TB, "Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya [1], bulan baru [2] ataupun hari Sabat [3];
    KJV, Let no man therefore judge you in meat, or in drink, or in respect of an holyday, or of the new moon, or of the sabbath days:
    TR, μη ουν τις υμας κρινετω εν βρωσει η εν ποσει η εν μερει εορτης η νουμηνιας η σαββατων
    Translit. interlinear, mê {janganlah} oun {karena itu} tis {ada orang} humas {kamu} krinetô {mengkritik} en brôsei {dalam hal makan} ê en {atau dalam} posei {hal minum} ê en merei {atau mengenai} heortês {hari raya} ê {atau} noumênias {bulan bary} ê {atau} sabbatôn {hari-hari sabat}

2:17 LAI TB, semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah KRISTUS.
KJV, Which are a shadow of things to come; but the body is of CHRIST.
TR, α εστιν σκια των μελλοντων το δε σωμα του χριστου
Translit. interlinear, ha {(hal-hal) yang, relative pronoun - nominative plural neuter} estin {adalah, verb - present indicative - third person singular} skia {bayang-bayang, noun - nominative singular feminine} tôn {(dari hal-hal yang)} mellontôn {yang akan/ harus datang, verb - present active participle - genitive plural neuter} to {the, this, that, one, he, she, it, etc. definite article - nominative singular neuter, } de {tetapi (sekarang), conjunction, but, and, etc. – also, and, but, moreover, now} sôma {TUBUH, noun - nominative singular neuter} tou {dari, definite article - genitive singular masculine} khristou {KRISTUS, noun - genitive singular masculine}

Berdasarkan kemenangan KRISTUS atas segala musuh rohani, maka tidak ada tempatnya apabila orang menjatuhkan hukuman atas dasar soal makanan dan minuman atau mengenai hari-hari raya. Dalam hubungan ini Paulus menunjuk kepada setiap faham yang menggantungkan keselamatan pada ketaatan agamawi yang ditunjukkan dengan ketaatan dalam menghormati peraturan makanan atau ketatnya mentaati peraturan-peraturan hari sudi.

Orang Yahudi bersalah dalam hal ini dan bisasanya pendekatan-pendekatan semacam ini seringkali dilakukan oleh guru-guru palsu. Paulus memakai bayangan dan wujudnya sebagai gambaran dari hubungan agama ritual dan YESUS KRISTUS. Lambang atau kiasan apapun yang dipakai semuanya bukanlah realitas.

Kita kaji lebih dalam ayat diatas, selain makanan dan minuman, ada tiga hal lainnya yang ditulis oleh Paulus:

[1] “hari raya”, ‘merei heortês’, yaitu hari-hari raya orang Yahudi yang terdiri atas:

a. פסח - PESAKH, hari raya Paskah
b. חג המצות - KHAG HAMATSAH, hari raya roti tidak beragi
c. ספירת העומר - SFIRAT HA’OMER, hari raya buah sulung
d. חג שבועות - KHAG SYAVUOT, hari raya Pentakosta
e. ראש השנה - ROSY HASYANAH, hari raya sangkakala
f. יום כיפור - YOM KIPUR, hari raya pendamaian
g. סכות - SUKOT, hari raya tabernakel

Artikel terkait : HARI-HARI RAYA DALAM ALKITAB, di hari-hari-raya-dalam-alkitab-vt219.html#p459

[2] “bulan baru”, ‘noumênias’ yang merupakan kewajiban orang Yahudi mempersembahkan korban bakaran.

  • Bilangan 28:11
    LAI TB, Pada bulan barumu haruslah kamu mempersembahkan sebagai korban bakaran kepada TUHAN: dua ekor lembu jantan muda, seekor domba jantan, tujuh ekor domba berumur setahun yang tidak bercela,
    KJV, And in the beginnings of your months ye shall offer a burnt offering unto the LORD; two young bullocks, and one ram, seven lambs of the first year without spot;
    Hebrew,
    וּבְרָאשֵׁי חָדְשֵׁיכֶם תַּקְרִיבוּ עֹלָה לַיהוָה פָּרִים בְּנֵֽי־בָקָר שְׁנַיִם וְאַיִל אֶחָד כְּבָשִׂים בְּנֵי־שָׁנָה שִׁבְעָה תְּמִימִֽם׃
    Translit. Interlinear, UVERÂ’SYÊY {dan pada permulaan} KHÂDSYÊYKHEM {bulan-bulan kalian} TAQRÏVU {kalian harus mempersembahkan} 'OLÂH {korban bakaran} LAYEHOVÂH {kepada TUHAN} PÂRÏM {lembu-lembu jantan} BENÊY-VÂQÂR {umur muda} SYENAYIM {dua} VE’AYIL {dan domba jantan} 'EKHÂD {satu} KEVÂSÏM {domba-domba kecil} BENÊY-SYÂNÂH {umur setahun} SYIV’ÂH {tujuh} TEMÏMIM {tanpa cacat}

[3] “hari sabat”, ‘sabbatôn’, Sabtu hari ketujuh yang merupakan sabat mingguan, termasuk juga tahun sabat.

Kata ‘sabbatôn’ yang dimaksud bukanlah sabat tahunan, hari pertama dari hari raya Yahudi karena hari-hari raya ini sudah termasuk pada point [1] di atas, kata ini jelas merujuk kepada Sabtu hari ketujuh yang merupakan Sabat Yahudi.

Jika kata ‘sabbatôn’ jika ditafsirkan menjadi sabat “bayangan” dengan merujuk kepada sabat yaitu hari pertama hari raya, niscaya penafsiran ini bakal tabrakan dengan kata ‘merei eortês’ yang benar-benar merupakan hari raya.

Yosefus dalam 'Antiquities III.10, 1 dengan jelas sekali menulis bahwa ‘sabbatôn’ yang dimaksud adalah Sabtu hari ketujuh dengan menulis ‘sabbata’, dalam bentuk jamak, penyalinan dari kata Aram ‘sabbatah’.

Ketiga hal inilah yang senantiasa diusahakan oleh kalangan Yahudi-Kristen agar diterapkan di kalangan Kristen non-Yahudi. Dan Paulus seringkali mengkritisinya bahkan menyebut mereka adalah anjing-anjing (Reff : KEBENARAN SEJATI, Filipi 3:1-21 di kebenaran-sejati-filipi-3-1-21-vt1621.html#p6219 ).


  • 1 Tawarikh 23:31
    LAI TB, dan pada waktu mempersembahkan segala korban bakaran kepada TUHAN, pada hari-hari Sabat, bulan-bulan baru, dan hari-hari raya, menurut jumlah yang sesuai dengan peraturan yang berlaku bagi mereka, sebagai tugas tetap di hadapan TUHAN.
    KJV, And to offer all burnt sacrifices unto the LORD in the sabbaths, in the new moons, and on the set feasts, by number, according to the order commanded unto them, continually before the LORD:
    Hebrew,
    וּלְכֹל הַעֲלֹות עֹלֹות לַיהוָה לַשַּׁבָּתֹות לֶחֳדָשִׁים וְלַמֹּעֲדִים בְּמִסְפָּר כְּמִשְׁפָּט עֲלֵיהֶם תָּמִיד לִפְנֵי יְהוָֽה׃
    Translit., ULEKHOL HA’ALOT 'OLOT LAYEHOVÂH LASYABÂTOT LEKHODÂSYÏM VELAMO’ADÏM BEMISPÂR KEMISYPÂT 'ALÊYHEM TÂMÏD LIFNÊY YEHOVÂH

  • 2 Tawarikh 8:13
    LAI TB, sesuai dengan apa yang menurut perintah Musa ditetapkan sebagai korban untuk setiap hari, yakni pada hari-hari Sabat, pada bulan-bulan baru, dan tiga kali setahun pada hari-hari raya: pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun.
    LAI TB, Even after a certain rate every day, offering according to the commandment of Moses, on the sabbaths, and on the new moons, and on the solemn feasts, three times in the year, even in the feast of unleavened bread, and in the feast of weeks, and in the feast of tabernacles.
    Hebrew,
    וּבִדְבַר־יֹום בְּיֹום לְהַעֲלֹות כְּמִצְוַת מֹשֶׁה לַשַּׁבָּתֹות וְלֶחֳדָשִׁים וְלַמֹּועֲדֹות שָׁלֹושׁ פְּעָמִים בַּשָּׁנָה בְּחַג הַמַּצֹּות וּבְחַג הַשָּׁבֻעֹות וּבְחַג הַסֻּכֹּֽות׃
    Translit., UVIDVAR-YOM BEYOM LEHA’ALOT KEMITSVAT MOSYEH LASYABÂTOT VELEKHODÂSYÏM VELAMO’ADOT SYÂLOSY PE’ÂMÏM BASYÂNÂH BEKHAG HAMATSOT UVEKHAG HASYÂVU’OT UVEKHAG HASUKOT

  • 2 Tawarikh 31:3
    LAI TB, Raja memberi sumbangan dari harta miliknya untuk korban bakaran, yakni: korban bakaran pada waktu pagi dan pada waktu petang, korban bakaran pada hari-hari Sabat dan pada bulan-bulan baru dan pada hari-hari raya, yang semuanya tertulis di dalam Taurat TUHAN.
    KJV, He appointed also the king’s portion of his substance for the burnt offerings, to wit, for the morning and evening burnt offerings, and the burnt offerings for the sabbaths, and for the new moons, and for the set feasts, as it is written in the law of the LORD.
    Hebrew,
    וּמְנָת הַמֶּלֶךְ מִן־רְכוּשֹׁו לָעֹלֹות לְעֹלֹות הַבֹּקֶר וְהָעֶרֶב וְהָעֹלֹות לַשַּׁבָּתֹות וְלֶחֳדָשִׁים וְלַמֹּעֲדִים כַּכָּתוּב בְּתֹורַת יְהוָֽה׃
    Translit., UMENÂT HAMELEKH MIN-REKHUSYO LÂ’OLOT LE’OLOT HABOQER VEHÂ’EREV VEHÂ’OLOT LASYABÂTOT VELEKHODÂSYÏM VELAMO’ADÏM KAKÂTUV BETORAT YEHOVÂH

  • Nehemia 10:33
    KJV, untuk roti sajian, untuk korban sajian yang tetap, untuk korban bakaran yang tetap, untuk hari-hari Sabat, bulan-bulan baru dan masa raya yang tetap, untuk persembahan-persembahan kudus dan korban-korban penghapus dosa, untuk mengadakan pendamaian bagi orang Israel serta segala pekerjaan di rumah Allah kami.
    KJV, For the shewbread, and for the continual meat offering, and for the continual burnt offering, of the sabbaths, of the new moons, for the set feasts, and for the holy things, and for the sin offerings to make an atonement for Israel, and for all the work of the house of our God.
    Hebrew,
    לְלֶחֶם הַֽמַּעֲרֶכֶת וּמִנְחַת הַתָּמִיד וּלְעֹולַת הַתָּמִיד הַשַּׁבָּתֹות הֶחֳדָשִׁים לַמֹּועֲדִים וְלַקֳּדָשִׁים וְלַחַטָּאֹות לְכַפֵּר עַל־יִשְׂרָאֵל וְכֹל מְלֶאכֶת בֵּית־אֱלֹהֵֽינוּ׃ ס
    Translit., LELEKHEM HAMA’AREKHET UMINKHAT HATÂMÏD ULE’OLAT HATÂMÏD HASYABÂTOT HEKHODÂSYÏM LAMO’ADÏM VELAQODÂSYÏM VELAKHATÂ’OT LEKHAPÊR 'AL-YISRÂ’ÊL VEKHOL MELE’KHET BÊYT-'ELOHÊYNU

Ketiga ‘moment’ inilah – hari Sabtu (Sabat Mingguan), bulan baru, hari raya – yang merupakan bayangan dan wujudnya adalah YESUS KRISTUS.
Bukannya suatu perintah melakukan ritual agamawi dengan memelihara hari-hari tertentu. Dalam Ayat itu pula sudah jelas diutarakan Paulus bahwa tidak ada tempatnya apabila orang menjatuhkan hukuman atas dasar soal makanan dan minuman atau mengenai hari-hari raya termasuk hari sabtu sebagai hari “sabat”.

Bandingkan dengan Artikel ini : Permasalahan : KRISTUS ATAU TAURAT?

  • Wahyu 15:4
    “Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu.”

Amin.

Sumber : Yohannes/Biblika

bab 9 HARI SABAT, HARI PERHENTIAN, IBRANI 4:1-16

TANYA :

Dalam Ibrani 4:1-16, apakah Allah berbicara ttg hari Sabat bahwa kita harus mengikuti ketetapanNya atau berbicara ttg hal lain?

JAWAB :

Baiklah kita kaji bersama beberapa ayat itu menurut arti lexicon bahasa Aslinya, terjemahan secara STATIC kata-per-kata, seperti sajian terjemahan KING JAMES VERSION (KJV), bukan terjemahan secara tafsir suatu denominasi tertentu :

  • Ibrani 4:9
    LAI TB, Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah.

Naskah-naskah bahasa asli Yunani :
Bizantine text, αρα απολειπεται σαββατισμος τω λαω του θεου
Tischendorf Text, αρα απολειπεται σαββατισμος τω λαω του θεου
Wescott & Hort (TW) αρα απολειπεται σαββατισμος τω λαω του θεου
Textus Receptus (TR), αρα απολειπεται σαββατισμος τω λαω του θεου
Translit, ara apoleipetai sabbatismos tô laô tou theou

Ibrani 4:9 dalam bahasa asli Yunani tidak menulis “hari perhentian” atau “hari ketujuh”, bandingkan dengan terjemahan KJV di bawah ini.

KJV : There remaineth therefore a rest to the people of God.

Kita cek kata-per-kata :

Translit. interlinear, ara {oleh karena itu} apoleipetai {ia disisakan} sabbatismos {perhentian} tô laô {bagi umat} tou theou {Allah}

Tidak ada kata “hari” dalam text bahasa aslinya, entah mengapa terjemahan LAI menambah kata “hari”. Ayat di atas sama sekali tidak menyebutkan bahwa “hari Sabat bagi umat Allah” melainkan “perhentian bagi umat Allah”, bahkan tidak ada kata “hari” (Yunani ‘ημερα - hêmera’) di sana.

Tidak semua kata Sabat bermakna/ dimaknakan “hari Sabtu” :

Kata ‘σαββατισμος - sabbatismos’, “perhentian” mirip dengan bentukan kata dengan imbuhan pe- dan -an dalam bahasa Indonesia misalnya ‘hagiasmos’, “pengudusan” (Roma 6:19) dari kata ‘hagiazô’, “menguduskan”; ‘hagnismos’, “pentahiran” (Kisah Para Rasul 21:26) dari kata ‘hagnizô’, “mentahirkan”; ‘aspasmos’, “penghormatan” dari kata ‘aspazomai’, “memberi salam”; ‘baptismos’, “pembaptisan” (Ibrani 6:2) dari kata ‘baptizô’, “membaptiskan”; dan lain-lain. Kata ]Sabat sendiri bukanlah kata Yunani melainkan berasal dari kata Ibrani שבת syin-bet-tav, ‘syabat’, arti harfiahnya adalah “beristirahat”, “berhenti”.

Maka, kata ‘sabbatismos’ sama sekali bukan hari Sabat, bukan pula hari Sabtu.

Lanjutan ayat :

  • Ibrani 4:10
    LAI TB, Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.
    KJV, For he that is entered into his rest, he also hath ceased from his own works, as God did from his.

TR , ο γαρ εισελθων εις την καταπαυσιν αυτου και αυτος κατεπαυσεν απο των εργων αυτου ωσπερ απο των ιδιων ο θεος
Translit, ho gar eiselthôn eis tên katapausin autou kai autos katepausen apo tôn ergôn autou hôsper apo tôn idiôn ho theos

Bandingkan dengan terjemahan The Orthodox Jewish Brit Chadasha (ORTHJBC) dibawah ini :

“For whoever has entered into the menukhah of Hashem has also rested from his ma’asim, just as Hashem rested from his.”

Kita cek kata-per-kata :

Translit Interlinear : ho {yang} gar {karena} eiselthôn {masuk} eis {ke dalam} tên katapausin {perhentian} autou {-Nya} kai {dan} autos {ia} katepausen {berhenti} apo {dari} tôn ergôn {pekerjaan} autou {-Nya} hôsper {sama seperti} apo {dari} tôn idiôn {-Nya sendiri} ho theos {Allah itu}"

Perhatikan kata ‘ωσπερ - hôsper’ alias “sama seperti”. Apakah kata ini berhubungan dengan hari Sabat, atau bermakna berhenti dari pekerjaan?

Hari ketujuh adalah Sabtu, hari Sabtu adalah Sabat, tetapi Sabat bukan hanya hari Sabtu.


Mari kita kaji teliti lagi, apakah “perhentian” yang dimaksud itu adalah hari Sabtu atau bahkan punya makna khusus?

  • Ibrani 4:11
    LAI TB, Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam ‘perhentian’ itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.
    KJV, Let us labour therefore to enter into that rest, lest any man fall after the same example of unbelief.

TR, σπουδασωμεν ουν εισελθειν εις εκεινην την καταπαυσιν ινα μη εν τω αυτω τις υποδειγματι πεση της απειθειας
Translit, spoudasômen oun eiselthein eis ekeinên tên katapausin hina mê en tô autô tis hupodeigmati pesê tês apeitheias
Interlinear, spoudasômen {kita berusaha} oun {oleh karena itu} eiselthein {masuk} eis {ke dalam} ekeinên {itu} tên katapausin {perhentian} hina {supaya} mê {tidak} en {di dalam} tô autô {-nya} tis {seseorang} hupodeigmati {contoh} pesê {ia jatuh} tês apeitheias {dari ketidaktaatan, ketidakpercayaan}

Tentu ayat di Ibrani 4:11 tidak bisa ditafsirkan/diterjemahkan bebas begini, “Karena itu baiklah kita memelihara hari Sabtu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.”

Perhatikan bahwa kata “perhentian” dalam Ibrani 4:11 bukanlah ‘sabbatismos’ tetapi ‘katapausis’ yang biasanya digunakan untuk “tempat” dan bukan “hari”.

Bandingkan dengan ayat ini :

  • Kisah Para Rasul 7:49
    LAI TB, Langit adalah takhta-Ku, dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku. Rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, demikian firman Tuhan, tempat apakah yang akan menjadi ‘perhentian’-Ku?
    KJV, Heaven is my throne, and earth is my footstool: what house will ye build me? saith the Lord: or what is the place of my rest?

TR, ο ουρανος μοι θρονος η δε γη υποποδιον των ποδων μου ποιον οικον οικοδομησετε μοι λεγει κυριος η τις τοπος της καταπαυσεως μου
Translit, ho ouranos moi thronos hê de gê upopodion tôn podôn mou poion oikon oikodomêsete moi legei kurios ê tis topos tês katapauseôs mou
Interlinear, ho ouranos {langit} moi {-Ku} thronos {takhta} hê de {dan} gê {bumi} upopodion {tumpuan} tôn podôn {kaki} mou {-Ku} poion {apakah} oikon {rumah} oikodomêsete {kalian akan membangun} moi {bagi-Ku} legei {firman} kurios {Tuhan} ê {atau} tis {apakah} topos {tempat} tês katapauseôs {perhentian} mou {-Ku}


Ibrani 4:1-13 adalah nasehat untuk masuk ke dalam perhentian, bukan tentang menguduskan hari Sabtu. Memasuki perhentian berarti beristirahat dari jerih-lelah manusia sendiri, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan penciptaan pada hari ketujuh. Karena itu dalam kesempurnaannya, tujuan seperti itu sebenarnya adalah sesuatu yang berada di luar hidup ini. Namun mereka yang mendapat keselamatan dan hidup baru di dalam Kristus sungguh sudah mulai mengalami hal itu, kini dan di sini.

Umat Kristiani perlu untuk rajin dan sungguh-sungguh berusaha masuk kepada perhentian, jangan sampai seorang pun jatuh di jalan, dan menjadi seperti orang Israel di padang gurun, yaitu menjadi contoh lain yang sama dengan ketidaktaatan yang tak percaya.

  • Matius 11:28-29,
    “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”

Mereka yang sudah mengambil langkah yang menentukan dan menjadi orang percaya secara Kristiani, sedang memasuki perhentian. Mereka sudah mulai menikmati suatu berkat, yang masih juga akan disempurnakan. Memiliki perhentian itu memang mencakup keduanya, sekarang sudah, namun belum sempurna.

Perhentian yang dijanjikan Allah tidak hanya untuk di dunia ini, tetapi juga di surga (Ibrani 4:7-8; 13:14). Bagi orang-orang percaya, masih ada perhentian abadi di surga (Yohanes 14:1-3; Ibrani 11:10,16). Memasuki perhentian yang terakhir ini berarti berhenti bekerja, menderita, dan dianiaya seperti biasa dialami dalam kehidupan kita di bumi ini (Wahyu 14:13), mengambil bagian dalam perhentian Allah sendiri, dan mengalami sukacita, kesenangan, kasih, dan persekutuan dengan Allah dan orang-orang kudus lainnya untuk selama-lamanya.

Semoga bermanfaat.

Amin.

Sumber : Yohannes/ Biblika

Bab 10 MANUSIA UNTUK HARI SABAT

  • Markus 2:27
    LAI TB, Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,
    KJV, And he said unto them, The sabbath was made for man, and not man for the sabbath:
    TR, και ελεγεν αυτοις το σαββατον δια τον ανθρωπον εγενετο ουχ ο ανθρωπος δια το σαββατον
    Translit Interlinear, kai {lalu} elegen {Ia berkata} autois {kepada mereka} to sabbaton {hari sabat} dia {demi} ton anthrôpon {manusia} egeneto {diadakan} oukh {bukan} ho anthrôpos {manusia} dia {demi} to sabbaton {hari sabat}

Antara manusia dan Sabat, manusia diciptakan terlebih dahulu baru menyusul Sabat yang dijadikan untuk kebaikannya. Hari Sabat tidak diciptakan terlebih dahulu sehingga manusia harus tunduk kepadanya. Oleh karena itu Sabat dimaksudkan untuk kesejahteraan manusia, hukum Allah menghendaki demikian, bukan sebaliknya yaitu Sabat bertentangan dengan kesejahteraan manusia. Antara kesejahteraan manusia dan Sabat, senantiasa kesejahteraan manusia yang mendapat prioritas. Jika kesejahteraan manusia bertabrakan dengan Sabat, maka kesejahteraan manusia itulah yang harus didahulukan. Jika ada pekerjaan yang harus dilakukan pada hari Sabat, kesejahteraan manusia menghendaki demikian sedangkan ketentuan Sabat melarang, maka tentu saja kesejahteraan manusia lebih dipentingkan dan pekerjaan itu tetap dilakukan.

Tidak ada seorang pun yang dapat melarang manusia melakukan sesuatu untuk kesejahteraannya pada hari Sabat, demikian yang ditulis oleh Rasul Paulus.

  • Kolose 2:16
    LAI TB, Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;
    KJV, Let no man therefore judge you in meat, or in drink, or in respect of an holyday, or of the new moon, or of the sabbath days:
    TR, μη ουν τις υμας κρινετω εν βρωσει η εν ποσει η εν μερει εορτης η νουμηνιας η σαββατων
    Translit Interlinear, mê {janganlah} oun {karena itu} tis {ada orang} humas {kamu} krinetô {mengkritik} en brôsei {dalam hal makan} ê en {dalam} posei {hal minum} ê en merei {atau mengenai} heortês {hari raya} ê {atau} noumênias {bulan bary} ê {atau} sabbatôn {hari-hari sabat}

Kata “menghukum” di sini menggunakan kata Yunani ‘κρινω - krinô’ menyatakan suatu pendapat tentang benar atau salah. Hal ini berarti bahwa karena kita sudah dilepaskan oleh Kristus dari kejahatan yang mengelilingi kita, karena kita sudah dibebaskan dari melakukan hukum Taurat, maka tidak seorang pun dapat duduk di atas kursi pengadilan dan menghukum kita baik karena kita tidak mentaati aturan tentang makan, minum, hari raya, bulan baru maupun hari Sabat. Kita tidak bertanggung jawab kepada manusia dalam hal-hal ini, tetapi kepada Yesus Kristus, dan tidak seorang pun yang memiliki hak untuk meletakkan beban-beban itu ke atas pundak kita karena Yesus Kristus telah melepaskan beban itu.

Hari Sabat yang dimaksud adalah Sabat hari ketujuh alias Sabtu dan bukan sabat hari raya (permulaan dan akhir suatu hari raya) karena hari-hari raya itu pun ditulis terpisah.

Manusia yang dimaksud dalam Markus 2:27 bukanlah seluruh umat manusia yang ada di muka bumi karena hari Sabat tidak pernah ditujukan kepada seluruh umat manusia untuk membebani mereka, tetapi hari Sabat ditujukan khusus kepada bangsa Israel yang dengan tegas disebut sebagai “manusia”.

  • Yehezkiel 34:30-31
    LAI TB, Dan mereka akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, Allah mereka, menyertai mereka dan mereka, kaum Israel, adalah umat-Ku, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
    KJV, “Thus shall they know that I the LORD their God am with them, and that they, even the house of Israel, are my people, saith the Lord GOD. And ye my flock, the flock of my pasture, ARE MEN, and I am your God, saith the Lord GOD.”

Hebrew,
וְיָדְעוּ כִּי אֲנִי יְהוָה אֱלֹהֵיהֶם אִתָּם וְהֵמָּה עַמִּי בֵּית יִשְׂרָאֵל נְאֻם אֲדֹנָי יְהוִֽה׃
וְאַתֵּן צֹאנִי צֹאן מַרְעִיתִי אָדָם אַתֶּם אֲנִי אֱלֹהֵיכֶם נְאֻם אֲדֹנָי יְהוִֽה׃ פ
Translit Interlinear, VEYAD’U (dan mereka akan mengetahui) KI (bahwa) 'ANI (Aku) YEHOVAH (TUHAN) 'ELOHEYHEM (Allah mereka) 'ITAM (bersama mereka) VEHEMAH (dan mereka) 'AMI (umat-Ku) BEYT (rumah) YISRA’EL (Israel) NE’UM (firman) 'ADONAY (Tuhan) YEHOVIH (ALLAH) VE’ATEN (dan kalian) TSO’NI (domba-domba-Ku) TSO’N (domba) MAR’ITI (gembalaan-Ku) 'ADAM (manusia) 'ATEM (mereka adalah) 'ANI (Aku) 'ELOHEYKHEM (Allah kalian) NE’UM (firman) 'ADONAY (Tuhan) YEHOVIH (ALLAH)

Lembaga Alkitab Indonesia tidak menerjemahkan ungkapan " אדם אתם ; 'ADAM 'ATEM" harfiah “mereka adalah manusia”, bandingkan dengan terjemahan King James Version, “are men”.

Talmud Babilonia dalam bagian “Bava Metzia” vol. 114. 2 dan “Zohar in Exodus” vol. 35. 4 menulis bahwa bangsa Israel disebut " אדם - 'ADAM", manusia, tetapi bangsa kafir penyembah berhala dan bangsa-bangsa lain di dunia ini tidak disebut manusia melainkan anjing dan binatang (lihat artikel ANJING, di anjing-vt636.html )

Saat mengucapkan perkataan dalam Markus 2:27, Yesus Kristus sedang berhadapan dengan orang Yahudi dan Dia menggunakan ungkapan yang sama kepada mereka tentang manusia. Bandingkan pula dengan ayat ini:

  • Matius 15:26
    LAI TB, Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
    KJV, But he answered and said, It is not meet to take the children’s bread, and to cast it to dogs.
    TR, ο δε αποκριθεις ειπεν ουκ εστιν καλον λαβειν τον αρτον των τεκνων και βαλειν τοις κυναριοις
    Translit Interlinear, ho {ia} de {tetapi} apokritheis {menjawab} eipen {berkata} ouk {tidak} estin {(itu) adalah} kalon {baik} labein {mengambil} ton arton {roti} tôn teknôn {anak-anak} kai {dan} balein {melemparkan} tois kunariois {kepada anjing-anjing (kecil/ puppy)}

“Anak-anak”, ‘τεκνων - teknôn’ adalah orang Yahudi sebagai suatu bangsa dan umat Allah dalam pengertian luas, sedangkan bangsa lain tidak disebut anak. “Roti”, ‘αρτος - artos’ yang dimiliki oleh bangsa Yahudi adalah mujizat Yesus Kristus dalam pelayanan-Nya menyembuhkan penyakit dan mengusir roh-roh jahat. “Anjing”, ‘κυναριον - kunarion’, adalah istilah kalangan Yahudi bagi bangsa kafir. Yesus Kristus tidak berbicara menggunakan suara hati-Nya melainkan menggunakan ungkapan umum di kalangan Yahudi. Orang Yahudi biasa mengatakan bangsa kafir sebagai hewan buas di padang, kerbau, kambing dan keledai.

Suatu ilustrasi dari Zohar in Exodus:

Seorang raja menyediakan makan malam bagi putra-putranya. Sementara mereka makan daging yang terhidang, raja ini memberikan tulang-tulang kepada anjing, tetapi karena putra-putranya tidak menyenangkan hati sang Raja, maka diberikannya daging yang terhidang kepada anjing-anjing. Demikianlah ketika bangsa Israel melakukan kehendak Allah, mereka makan sehidangan di meja Allah dan pesta itu disediakan bagi mereka, serta sisa-sisa makanan diberikan kepada bangsa kafir, tetapi saat mereka tidak melakukan kehendak Allah, maka pesta itu diberikan buat anjing termasuk segala sisa-sisa makanan.

Jelas sekali perbedaan antara anak-anak dan anjing, yang satu diterapkan kepada orang Yahudi dan yang lain diterapkan kepada bangsa kafir. Makanan mereka pun berbeda dan dengan mudah ditelaah bagaimana Yesus Kristus menggunakan ungkapan ini dan pandangan apa yang digunakan oleh-Nya.

Pelaksanaan Sabat hari ketujuh hanya ditujukan kepada bangsa Israel.

  • Keluaran 31:16-17
    LAI TB, Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal. Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.
    KJV, Wherefore the children of Israel shall keep the sabbath, to observe the sabbath throughout their generations, for a perpetual covenant. It is a sign between me and the children of Israel for ever: for in six days the LORD made heaven and earth, and on the seventh day he rested, and was refreshed.

Hebrew,
וְשָׁמְרוּ בְנֵֽי־יִשְׂרָאֵל אֶת־הַשַּׁבָּת לַעֲשֹׂות אֶת־הַשַּׁבָּת לְדֹרֹתָם בְּרִית עֹולָֽם׃
בֵּינִי וּבֵין בְּנֵי יִשְׂרָאֵל אֹות הִוא לְעֹלָם כִּי־שֵׁשֶׁת יָמִים עָשָׂה יְהוָה אֶת־הַשָּׁמַיִם וְאֶת־הָאָרֶץ וּבַיֹּום הַשְּׁבִיעִי שָׁבַת וַיִּנָּפַֽשׁ׃ ס
Translit Interlinear, VESYAMRU (dan mereka harus memelihara) VENEY-YISRA’EL (anak-anak Israel) 'ET-HASYABAT (Sabat itu) LA’ASOT (untuk melakukan) 'ET-HASYABAT (Sabat itu) LEDOROTAM (antar generasi mereka) BERIT (perjanjian) 'OLAM (kekal) BEYNI (antara Aku) UVEYN (dan antara) BENEY (anak-anak) YISRA’EL (Israel) ‘OT (tanda) HIV’ (ia) LE’OLAM (hingga selama-lamanya) KI-SYESYET (karena enam) YAMIM (hari) 'ASAH (Dia menjadikan) YEHOVAH ( TUHAN) 'ET-HASYAMAYIM (langit itu) VE’ET-HA’ARETS (dan bumi itu) UVAYOM (dan pada hari) HASYEVI’I (ketujuh itu) SYAVAT (Dia berhenti) VAYINAFASY (dan beristirahat)

Tulisan dalam “Zohar in Exodus” dengan tegas menulis bahwa ayat di atas ditujukan kepada bangsa Israel saja dan bukan untuk bangsa lain di dunia ini, bahkan bangsa Yahudi tidak pernah terpikir bahwa bangsa kafir akan memelihara Sabat mereka. Bukan hanya itu saja, selain bangsa kafir tidak boleh memelihara Sabat, bangsa kafir ini akan dihukum mati jika memelihara Sabat. Debarim Rabba bagian 1 vol. 234.4 menulis bahwa orang kafir yang memelihara Sabat sebelum ia disunat harus dihukum mati karena perintah Sabat tidak ditujukan kepada mereka.

BUKAN MANUSIA UNTUK HARI SABAT adalah tandingan dari ungkapan SABAT UNTUK MANUSIA. Manusia lebih dulu eksis ketimbang Sabat dan mereka mengutamakan kesejahteraan lebih daripada Sabat.

Jakarta, September 2003

Disalin dari Yohannes/Biblika

Bab 11a SABAT BUKAN BERMAKNA HARI SABTU

SABAT

Hari Sabtu adalah שָׁבַת - SYABAT (perhentian), namun Sabat bukan bermakna hari Sabtu.

Kata Sabat, Ibrani " שבת " syin-bet-tav, “SYABAT” berasal dari kata kerja dengan akar kata yang sama, yang berarti “berhenti”, “beristirahat”, “membuang” (Keluaran 12:15), “tidak melalaikan” (Imamat 2:13), “merayakan” (Imamat 23:32), “melenyapkan” (Imamat 26:6). Selain dari makna “berhenti”, kata-kata lain itu mengandung makna “menghentikan”.

  • Kejadian 2:2
    LAI TB, Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, ‘berhentilah’ Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
    KJV, And on the seventh day God ended his work which he had made; and he rested on the seventh day from all his work which he had made.
    Hebrew,
    וַיְכַל אֱלֹהִים בַּיֹּום הַשְּׁבִיעִי מְלַאכְתֹּו אֲשֶׁר עָשָׂה וַיִּשְׁבֹּת בַּיֹּום הַשְּׁבִיעִי מִכָּל־מְלַאכְתֹּו אֲשֶׁר עָשָֽׂה׃
    Translit interlinear, VAYKHAL {dan menyelesaikan} 'ELOHIM {Allah} BAYOM {pada hari} HASYEVI’I {ketujuh itu} MELA’KHTO {dari pekerjaan-Nya} 'ASYER {yang} 'ASAH {Dia menjadikan} VAYISYBOT {dan Dia berhenti} BAYOM {pada hari} HASYEVI’I {ketujuh itu} MIKOL-MELA’KHTO {dari segala pekerjaan-Nya} 'ASYER {yang} 'ASAH {Dia menjadikan}

  • Keluaran 5:5
    LAI TB, Lagi kata Firaun: 'Lihat, sekarang telah terlalu banyak bangsamu di negeri ini, masakan kamu hendak ‘menghentikan’ mereka dari kerja paksanya!
    KJV, And Pharaoh said, Behold, the people of the land now are many, and ye make them rest from their burdens.
    Hebrew,
    וַיֹּאמֶר פַּרְעֹה הֵן־רַבִּים עַתָּה עַם הָאָרֶץ וְהִשְׁבַּתֶּם אֹתָם מִסִּבְלֹתָֽם׃
    Translit interlinear, VAYO’MER {dan berkata} PAR’OH {Firaun} HEN-RABIM {lihatlah banyak} 'ATAH {sekarang} 'AM {bangsa} HA’ARETS {tanah ini} VEHISYBATEM {dan engkau menghentikan} 'OTAM {mereka} MISIVLOTAM {dari beban mereka}

HARI SABAT

Kata Sabat, Ibrani syin-bet-tav, " שָׁבַת - SYABAT " sering dihubungkan dengan hari Sabtu atau hari ketujuh. Sebenarnya kata “HARI-SABAT” itu sendiri terdiri atas dua kata yakni “YOM” (hari) dan " שבת - SYABAT" (Sabat). Jika kata " שבת - SYABAT" itu berdiri sendiri tanpa kata “YOM” (hari), seyogianya tidak diterjemahkan dengan “hari Sabat”, melainkan Sabat saja.

Perjanjian Lama banyak menulis kata " שבת - SYABAT" yang bukan merupakan “hari” yaitu kata " שבת - SYABAT" yang berdiri sendiri yang maknanya cukup luas yaitu “perhentian” dari segala aspeknya.

Istilah “Sabtu” dalam bahasa Indonesia, diserap dari bahasa Arab, berpadanan dengan kata Ibrani “YOM SYEVI’I”, hari ketujuh". Bandingkan kedua bahasa itu di bawah ini:

Minggu :
Ibrani : RI’SYON atau 'EKHAD
Arab : AHAD

Senin :
Ibrani : SYENI
Arab : ITSNAIN

Selasa :
Ibrani : SYELISYI
Arab : TSULATSA

Rabu :
Ibrani : REVI’I
Arab : ARBA’A

Kamis :
Ibrani : KHAMISYI
Arab : KHAMIS

Jumat :
Ibrani : SYISYI
Yunani kuno : APHRODITES
Arab : JUMU’AH

Sabtu :
Ibrani : SYEVI’I atau SYABAT
Arab : SABTU

Ayat-ayat yang menulis tentang “YOM HASYABAT”, “hari Sabat”:

  • Keluaran 20:8
    LAI TB, Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat
    KJV, Remember the sabbath day, to keep it holy.
    Hebrew,
    ָכֹור אֶת־יֹום הַשַּׁבָּת לְקַדְּשֹֽׁו ׃
    Translit, ZAKHOR 'ET-YOM HASYABAT LEQADESYO"

  • Keluaran 20:11
    LAI TB, Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
    KJV, For in six days the LORD made heaven and earth, the sea, and all that in them is, and rested the seventh day: wherefore the LORD blessed the sabbath day, and hallowed it.
    Hebrew,
    כִּי שֵֽׁשֶׁת־יָמִים עָשָׂה יְהוָה אֶת־הַשָּׁמַיִם וְאֶת־הָאָרֶץ אֶת־הַיָּם וְאֶת־כָּל־אֲשֶׁר־בָּם וַיָּנַח בַּיֹּום הַשְּׁבִיעִי עַל־כֵּן בֵּרַךְ יְהוָה אֶת־יֹום הַשַּׁבָּת וַֽיְקַדְּשֵֽׁהוּ׃ ס
    Translit, KI SYESYET-YAMIM 'ASAH YEHOVAH 'ET-HASYAMAYIM VE’ET-HA’ARETS 'ET-HAYAM VE’ET-KAL-'ASYER-BAM VAYANAKH BAYOM HASYEVI’I 'AL-KEN BERAKH YEHOVAH 'ET-YOM HASYABAT VAYQADESYEHU"

  • Keluaran 31:15
    LAI TB, Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, hari kudus bagi TUHAN: setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati.
    KJV, Six days may work be done; but in the seventh is the sabbath of rest, holy to the LORD: whosoever doeth any work in the sabbath day, he shall surely be put to death.
    Hebrew,
    שֵׁשֶׁת יָמִים יֵעָשֶׂה מְלָאכָה וּבַיֹּום הַשְּׁבִיעִי שַׁבַּת שַׁבָּתֹון קֹדֶשׁ לַיהוָה כָּל־הָעֹשֶׂה מְלָאכָה בְּיֹום הַשַּׁבָּת מֹות יוּמָֽת׃
    Translit, SYESYET YAMIM YE’ASEH MELA’KHAH UVAYOM HASYEVI’I SYABAT SYABATON QODESY LAYHOVAH KOL-HA’OSEH MELA’KHAH BEYOM HASYABAT MOT YUMAT"

  • Keluaran 35:3
    LAI TB, Janganlah kamu memasang api di manapun dalam tempat kediamanmu pada hari Sabat.
    KJV, Ye shall kindle no fire throughout your habitations upon the sabbath day.
    Hebrew,
    לֹא־תְבַעֲרוּ אֵשׁ בְּכֹל מֹשְׁבֹֽתֵיכֶם בְּיֹום הַשַּׁבָּֽת׃ פ
    Translit, LO’-TEVA’ARU 'ESY BEKHOL MOSYEVOTEYKHEM BEYOM HASYABAT

  • Bilangan 15:32
    LAI TB, Ketika orang Israel ada di padang gurun, didapati merekalah seorang yang mengumpulkan kayu api pada hari Sabat.
    KJV, And while the children of Israel were in the wilderness, they found a man that gathered sticks upon the sabbath day.
    Hebrew,
    וַיִּהְיוּ בְנֵֽי־יִשְׂרָאֵל בַּמִּדְבָּר וַֽיִּמְצְאוּ אִישׁ מְקֹשֵׁשׁ עֵצִים בְּיֹום הַשַּׁבָּֽת׃
    Translit, VAYIHYU VENEY-YISRA’EL BAMIDBAR VAYIMTSE’U 'ISY MEQOSYESY 'ETSIM BEYOM HASYABAT

  • Bilangan 28:9
    LAI TB, Pada hari Sabat: dua ekor domba berumur setahun yang tidak bercela, dan dua persepuluh efa tepung yang terbaik sebagai korban sajian, diolah dengan minyak, serta dengan korban curahannya.
    KJV, And on the sabbath day two lambs of the first year without spot, and two tenth deals of flour for a meat offering, mingled with oil, and the drink offering thereof
    Hebrew,
    וּבְיֹום הַשַּׁבָּת שְׁנֵֽי־כְבָשִׂים בְּנֵֽי־שָׁנָה תְּמִימִם וּשְׁנֵי עֶשְׂרֹנִים סֹלֶת מִנְחָה בְּלוּלָה בַשֶּׁמֶן וְנִסְכֹּֽו׃
    Translit, UVEYOM HASYABAT SYENEY-KHEVASIM BENEY-SYANAH TEMIMIM USYENEY 'ESRONIM SOLET MINKHAH BELULAH VASYEMEN VENISKO

  • Ulangan 5:12
    LAI TB, Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Sabat, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
    KJV, Keep the sabbath day to sanctify it, as the LORD thy God hath commanded thee.
    Hebrew,
    שָׁמֹור אֶת־יֹום הַשַּׁבָּת לְקַדְּשֹׁו כַּאֲשֶׁר צִוְּךָ ׀ יְהוָה אֱלֹהֶֽיךָ ׃
    Translit, SYAMOR 'ET-YOM HASYABAT LEQADESYO KA’ASYER TSIVEKHA YEHOVAH 'ELOHEYKHA

  • Ulangan 5:15
    LAI TB, Sebab haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh TUHAN, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat.
    KJV, And remember that thou wast a servant in the land of Egypt, and that the LORD thy God brought thee out thence through a mighty hand and by a stretched out arm: therefore the LORD thy God commanded thee to keep the sabbath day.
    Hebrew,
    וְזָכַרְתָּ כִּי־עֶבֶד הָיִיתָ ׀ בְּאֶרֶץ מִצְרַיִם וַיֹּצִאֲךָ יְהוָה אֱלֹהֶיךָ מִשָּׁם בְּיָד חֲזָקָה וּבִזְרֹעַ נְטוּיָה עַל־כֵּן צִוְּךָ יְהוָה אֱלֹהֶיךָ לַעֲשֹׂות אֶת־יֹום הַשַּׁבָּֽת׃ ס
    Translit, VEZAKHARTA KI-'EVED HAYITA BE’ERETS MITSRAYIM VAYOTSI’AKHA YEHOVAH ‘ELOHEYKHA MISYAM BEYAD KHAZAQAH UVIZROA’ NETUYAH 'AL-KEN TSIVEKHA YEHOVAH 'ELOHEYKHA LA’ASOT’ET-YOM HASYABAT

  • Nehemia 10:31
    LAI TB, Dan bilamana penduduk negeri membawa barang-barang dan berbagai-bagai gandum untuk dijual pada hari Sabat, kami tidak akan membelinya dari mereka pada hari Sabat atau pada hari yang kudus. Dan kami akan membiarkan begitu saja hasil tanah pada tahun yang ketujuh dan tidak akan menagih sesuatu hutang.
    KJV, And if the people of the land bring ware or any victuals on the sabbath day to sell, that we would not buy it of them on the sabbath, or on the holy day: and that we would leave the seventh year, and the exaction of every debt.
    Hebrew,
    וְעַמֵּי הָאָרֶץ הַֽמְבִיאִים אֶת־הַמַּקָּחֹות וְכָל־שֶׁבֶר בְּיֹום הַשַּׁבָּת לִמְכֹּור לֹא־נִקַּח מֵהֶם בַּשַּׁבָּת וּבְיֹום קֹדֶשׁ וְנִטֹּשׁ אֶת־הַשָּׁנָה הַשְּׁבִיעִית וּמַשָּׁא כָל־יָֽד׃
    Translit, VE’AMEY HA’ARETS HAMVI’IM ‘ET-HAMAQAKHOT VEKHOL-SYEVER BEYOM HASYABAT LIMKOR LO’-NIQAKH MEHEM BASYABAT UVEYOM QODESY VENITOSY ‘ET-HASYANAH HASYEVI’IT UMASYA’ KHOL-YAD"

  • Nehemia 13:15
    LAI TB, Pada masa itu kulihat di Yehuda orang-orang mengirik memeras anggur pada hari Sabat, pula orang-orang yang membawa berkas-berkas gandum dan memuatnya di atas keledai, juga anggur, buah anggur dan buah ara dan pelbagai muatan yang mereka bawa ke Yerusalem pada hari Sabat. Aku memperingatkan mereka ketika mereka menjual bahan-bahan makanan
    KJV, In those days saw I in Judah some treading wine presses on the sabbath, and bringing in sheaves, and lading asses; as also wine, grapes, and figs, and all manner of burdens, which they brought into Jerusalem on the sabbath day: and I testified against them in the day wherein they sold victuals.
    Hebrew,
    בַּיָּמִים הָהֵמָּה רָאִיתִי בִֽיהוּדָה ׀ דֹּֽרְכִֽים־גִּתֹּות ׀ בַּשַּׁבָּת וּמְבִיאִים הָעֲרֵמֹות וְֽעֹמְסִים עַל־הַחֲמֹרִים וְאַף־יַיִן עֲנָבִים וּתְאֵנִים וְכָל־מַשָּׂא וּמְבִיאִים יְרוּשָׁלִַם בְּיֹום הַשַּׁבָּת וָאָעִיד בְּיֹום מִכְרָם צָֽיִד׃
    Translit, BAYAMIM HAHEMAH RA’ITI VIHUDAH DOREKHIM-GITOT BASYABAT UMEVI’IM HA’AREMOT VE’OMESIM 'AL-HAKHAMORIM VE’APH-YAYIN ‘ANAVIM UTE’ENIM VEKHOL-MASA’ UMEVI’IM YERUSYALAIM BEYOM HASYABAT VA’A’ID BEYOM MIKHRAM TSAYID"

  • Nehemia 13:17
    "Lalu aku menyesali pemuka-pemuka orang Yehuda, kataku kepada mereka: 'Kejahatan apa yang kamu lakukan ini dengan melanggar kekudusan hari Sabat?
    KJV, Then I contended with the nobles of Judah, and said unto them, What evil thing is this that ye do, and profane the sabbath day?
    Hebrew,
    וָאָרִיבָה אֵת חֹרֵי יְהוּדָה וָאֹמְרָה לָהֶם מָֽה־הַדָּבָר הָרָע הַזֶּה אֲשֶׁר אַתֶּם עֹשִׂים וּֽמְחַלְּלִים אֶת־יֹום הַשַּׁבָּֽת׃
    Translit, VA’ARIVAH ‘ET KHOREY YEHUDAH VA’OMERAH LAHEM MAH-HADAVAR HARA’ HAZEH 'ASYER 'ATEM 'OSIM UMEKHALELIM 'ET-YOM HASYABAT

  • Keluaran 16:23
    LAI TB, Lalu berkatalah Musa kepada mereka: “Inilah yang dimaksudkan TUHAN: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi.”
    KJV, And he said unto them, This is that which the LORD hath said, To morrow is the rest of the holy sabbath unto the LORD: bake that which ye will bake to day, and seethe that ye will seethe; and that which remaineth over lay up for you to be kept until the morning.
    Hebrew,
    וַיֹּאמֶר אֲלֵהֶם הוּא אֲשֶׁר דִּבֶּר יְהוָה שַׁבָּתֹון שַׁבַּת־קֹדֶשׁ לַֽיהוָה מָחָר אֵת אֲשֶׁר־תֹּאפוּ אֵפוּ וְאֵת אֲשֶֽׁר־תְּבַשְּׁלוּ בַּשֵּׁלוּ וְאֵת כָּל־הָעֹדֵף הַנִּיחוּ לָכֶם לְמִשְׁמֶרֶת עַד־הַבֹּֽקֶר׃
    Translit, VAYO’MER ‘ALEHEM HU’ 'ASYER DIBER YEHOVAH SYABATON SYABAT-QODESY LAYEHOVAH MAKHAR 'ET 'ASYER-TO’FU 'EFU VE’ET 'ASYER-TEVASYELU BASYELU VE’ET KOL-HA’ODEF HANIKHU LAKHEM LEMISYMERET 'AD-HABOQER

Note:
“Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN”,
שבתון ; SYABATON {perhentian} " שבת קדש ; SYABAT-QODESY" {Sabat kudus} ליהוה ; LAYHOVAH {bagi TUHAN} מחר ; MAKHAR {besok}

  • Keluaran 16:25
    LAI TB, Selanjutnya kata Musa: “Makanlah itu pada hari ini, sebab hari ini adalah sabat untuk TUHAN, pada hari ini tidaklah kamu mendapatnya di padang.”
    KJV, And Moses said, Eat that to day; for to day is a sabbath unto the LORD: to day ye shall not find it in the field.
    Hebrew,
    וַיֹּאמֶר מֹשֶׁה אִכְלֻהוּ הַיֹּום כִּֽי־שַׁבָּת הַיֹּום לַיהוָה הַיֹּום לֹא תִמְצָאֻהוּ בַּשָּׂדֶֽה׃
    Translit, VAYO’MER MOSYEH ‘IKHLUHU HAYOM KI-SYABAT HAYOM LAYEHOVAH HAYOM LO’ TIMTSA’UHU BASADEH

Note:
Hari ini adalah sabat untuk TUHAN, כי שבת ; KI-SYABAT {karena Sabat} היום ; HAYOM {hari itu} ליהוה ; LAYEHOVAH {bagi TUHAN}"

  • Keluaran 16:26
    LAI TB, Enam hari lamanya kamu memungutnya, tetapi pada hari yang ketujuh ada sabat; maka roti itu tidak ada pada hari itu.
    KJV, Six days ye shall gather it; but on the seventh day, which is the sabbath, in it there shall be none.
    Hebrew,
    שֵׁשֶׁת יָמִים תִּלְקְטֻהוּ וּבַיֹּום הַשְּׁבִיעִי שַׁבָּת לֹא יִֽהְיֶה־בֹּֽו׃
    Translit, SYESYET YAMIM TILQETUHU UVAYOM HASYEVI’I SYABAT LO’ YIHYEH-BO"

Note:
Tetapi pada hari yang ketujuh ada sabat, וביום ; UVAYOM {dan pada hari} השביעי ; HASYEVI’I {ketujuh itu} שבת ; SYABAT {Sabat}

Bab 11b SABAT BUKAN BERMAKNA HARI SABTU

(lanjutan dari Bab 11a … dikarenakan aturan ForumKristen maksimal 20000 karakter dlm 1 postingan)

Hari Pertama Hari Raya yang dijadikan “Sabat”:

  • Imamat 16:29- 31
    16:29 LAI TB, Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu, yakni pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu.
    16:30 LAI TB, Karena pada hari itu harus diadakan pendamaian bagimu untuk mentahirkan kamu. Kamu akan ditahirkan dari segala dosamu di hadapan TUHAN.

16:31 LAI TB, Hari itu harus menjadi sabat, hari perhentian penuh, bagimu dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya.
KJV, It shall be a sabbath of rest unto you, and ye shall afflict your souls, by a statute for ever.
Hebrew,
שַׁבַּת שַׁבָּתֹון הִיא לָכֶם וְעִנִּיתֶם אֶת־נַפְשֹׁתֵיכֶם חֻקַּת עֹולָם׃
Translit, SYABBAT SYABBATON HI’ LAKHEM VE’INITEM 'ET-NAFSYOTEYKHEM KHUQAT 'OLAM

Hari Sabat yang dimaksud dalam Imamat 16:31 adalah Hari Raya Pendamaian ( יום כיפור - YOM KIPUR(IM)) yang jatuh pada tanggal 10 bulan ketujuh (Tisyri).

Bandingkan :

  • Imamat 23:27
    1LAI TB, Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN.
    KJV, Also on the tenth day of this seventh month there shall be a day of atonement: it shall be an holy convocation unto you; and ye shall afflict your souls, and offer an offering made by fire unto the LORD.
    Hebrew,
    אַךְ בֶּעָשֹׂור לַחֹדֶשׁ הַשְּׁבִיעִי הַזֶּה יֹום הַכִּפֻּרִים הוּא מִקְרָא־קֹדֶשׁ יִהְיֶה לָכֶם וְעִנִּיתֶם אֶת־נַפְשֹׁתֵיכֶם וְהִקְרַבְתֶּם אִשֶּׁה לַיהוָה׃
    Translit, ‘AKH BE’ASOR LAKHODESY HASYEVI’I HAZEH YOM HAKIPURIM HU’ MIQRA’-QODESY YIHYEH LAKHEM VE’INITEM 'ET-NAFSYOTEYKHEM VEHIQRAVTEM 'ISYEH LAYEHOVAH (Baca: Adonay)

Hari Pendamaian (Imamat 23:26-31). Hari ini dirayakan pada tgl 10 bulan ketujuh, dan merupakan hari ‘perkumpulan kudus’, pada saat mana orang merendahkan diri, berpuasa dan mengadakan pendamaian karena dosa. Hari itu dirayakan hanya sekali setahun (Keluaran 30: 10). Hari Raya ini adalah hari penitensi meriah yang diadakan oleh Allah agar terhapuslah semua kesalahan dan noda tahunan yang belum diampuni. Imam besar sendiri harus memimpin upacara liturgis serta memasuhi Tempat yang Mahakudus. Yesus Kristus, Imam Besar definitif, melalui perantaraan-Nya memperoleh pengampunan Allah sehingga manusia diperkenankan oleh Allah, dan inilah arti dan makna Hari Raya Yom Kippur. Hari ini merupakan hari perkumpulan kudus di mana orang-orang merendahkan diri, berpuasa dan mengadakan pendamaian karena dosa-dosa bangsa.

Hari Sabtu adalah Sabat Yahudi, tetapi Sabat bukan hanya Sabtu karena ada hari lain yang juga merupakan Sabat meskipun bukan hari Sabtu. Istilah " שבת - SYABAT" bermakna “berhenti” dan “beristirahat”, bahkan ada pula tahun yang disebut tahun Sabat. Demikian pula dengan “hari raya pendamaian” (“YOM KIPUR”) disebut sebagai SABAT, bahkan asal ada hari pertemuan kudus (“MIQRÂ’-QODESY”) maka hari itu pun merupakan SABAT termasuk hari pertama hari raya Yahudi. Ada juga SABAT BESAR (The Sabbath before Passover PESAKH/ PASKAH), Ibrani ( שבת הגדול - SYABAT HAGADOL).

Penyembelihan anak domba Paskah pada ערב פסח - 'EREV PESAKH (hari persiapan Paskah, Keluaran 12:6 bandingkan Yohanes 19:14) yaitu tanggal 14 bulan Nisan, disebut juga hari persiapan Sabat (Matius 27:62, Markus 15:42, dan Lukas 23:54) karena Hari Raya Paskah pun merupakan Sabat. פסח - PESAKH atau Paskah Yahudi merupakan hari Sabat yang tidak jatuh pada hari Sabtu . Berdasarkan penelitian sebagian pakar Alkitab, Paskah Yahudi di zaman itu (Shabbath 87b) jatuh pada hari Rabu, tanggal 14 bulan Nisan. Maka, Rabu sore hingga Kamis sore adalah Sabat Paskah. Rasul Yohanes menyebut hari itu sebagai שבת הגדול - SYABAT HAGADOL Sabat Besar/ Sabat Agung :

  • Yohanes 19:14, 31
    19:14LAI TB, Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: “Inilah rajamu!”
    KJV, And it was the preparation of the passover, and about the sixth hour: and he saith unto the Jews, Behold your King!
    Orthodox Jewish Bible, Now Erev Pesach was fast approaching, the sha’ah (hour, time) being about the shishit (sixth, the sixth hour, about noon, i.e., with Erev Pesach coming at sundown), and Pilate says to those of Yehudah, Hinei you Melech!!
    TR, ην δε παρασκευη του πασχα ωρα δε ωσει εκτη και λεγει τοις ιουδαιοις ιδε ο βασιλευς υμων
    Translit, ên {(itu) adalah} de {adapun} paraskeuê {persiapan} tou paskha {paskah} hôra {jam}de {itu} hôsei {kira2} hektê {(jam) ke-enam} kai {lalu} legei {ia berkata} tois ioudaiois {kepada orang2 yahudi} ide {inilah} ho basileus {raja} humôn {kalian}

19:31 LAI TB, Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib – sebab Sabat itu adalah hari yang besar – maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
KJV, The Jews therefore, because it was the preparation, that the bodies should not remain upon the cross on the sabbath day, (for that sabbath day was an high day,) besought Pilate that their legs might be broken, and that they might be taken away.
Ortodox Jewish Bible, Therefore, those of Yehudah, vibahlt (since) it was Preparation Day [with Chag and Shabbos fast approacing], they did not want the geviyot to be left on Ha-Wtz (Tree) [Ex 12:16; Dt 21:22-23, Josh 8:29; 10:26-27] during Shabbos, for it was Shabbat HaGadol [Vayikra 23:11], requested Pilate to have the legs broken and the geviyot taken away.
TR, οι ουν ιουδαιοι ινα μη μεινη επι του σταυρου τα σωματα εν τω σαββατω επει παρασκευη ην ην γαρ μεγαλη η ημερα εκεινου του σαββατου ηρωτησαν τον πιλατον ινα κατεαγωσιν αυτων τα σκελη και αρθωσιν
Translit interlinear, hoi oun {lalu} ioudaioi {(orang2) Yahudi} hina {karena} mê {tidak} meinê {tinggal} epi {diatas} tou staurou {salib} ta sômata {tubuh/ jasad} en {pada} tô sabbatô {(hari) sabat} epei {karena} paraskeuê {persiapan} ên ên {itu adalah} gar megalê {yang besar} hê hêmera {hari} ekeinou {itu} tou sabbatou {sabat} êrôtêsan {mereka meminta} ton pilaton {pilatus} hina {supaya} kateagôsin {dipatahkan} autôn {mereka} ta skelê {kaki-kaki} kai {lalu} arthôsin {mereka diambil}

Sebelumnya dalam Yohanes 19:14, rasul Yohanes menyebut “EREV PESAKH” (yang dalam kalender Yahudi adalah 14 Nisan), dalam ayat 31 ini, Rasul Yohanes menyebut “SYABAT HAGADOL”. Tradisi bangsa Israel selalu menempatkan hari pertama Hari Raya sebagai “Sabat” yang tidak jatuh pada hari Sabtu. Maka dalam hal ini tanggal 15 Nisan adalah “hari Sabat” (hari Raya Israel yang dijadikan/ diperlakukan sebagai “sabat”; yaitu “sabat” yang tidak jatuh pada hari Sabtu).
Catatan :

  Setelah abad ke-2 Masehi terdapat perubahan-perubahan dalam adat Yahudi, SYABAT HAGADOL yang dimaksud kemudian merujuk pada hari Sabat (hari Sabtu) terakhir menjelang Hari Paskah 15 Nisan. Dalam Talmud (Shabbath 87b) menulis bahwa tanggal 15 Nisan, hari dimana bani Israel keluar dari Mesir dibawah pimpinan Musa adalah jatuh pada hari Kamis. Sehingga hari Sabtu terakhir sebelumnya jatuh pada tanggal 10 Nisan. Tanggal 10 Nisan ini adalah hari dimana orang-orang Israel mempersiapkan anak-domba Paskah untuk disembelih (Keluaran 12:3). 

Jadi, hari “SABAT” adalah hari “perhentian”, baik hari Sabtu atau hari apa saja yang dijadikan “perhentian”.

Sumber : Yohannes/ Biblika

Bab 12 HARI SABAT UNTUK BANGSA ISRAEL

Pengudusan hari SABAT (Ibrani " שבת - SYABAT" adalah perintah Allah secara ekslusif kepada bangsa Israel, bukan kepada bangsa lain ataupun kepada orang Kristen. Simak ayat di bawah ini yang ditandai dengan huruf KAPITAL :

  • Keluaran 31:13
    “Katakanlah KEPADA ORANG ISRAEL, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu.”

  • Keluaran 31:16
    “Maka haruslah ORANG ISRAEL MEMELIHARA HARI SABAT, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.”

  • Imamat 24:8
    “Setiap hari Sabat ia harus tetap mengaturnya di hadapan TUHAN; itulah DARI PIHAK ORANG ISRAEL SUATU KEWAJIBAN perjanjian untuk selama-lamanya.”

  • 2 Tawarikh 2:4
    “Ketahuilah, aku hendak mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN, Allahku, untuk menguduskannya bagi Dia, supaya di hadapan-Nya dibakar ukupan dari wangi-wangian, tetap diatur roti sajian dan dipersembahkan korban bakaran pada waktu pagi dan pada waktu petang, pada hari-hari Sabat dan bulan-bulan baru, dan pada perayaan-perayaan yang ditetapkan TUHAN, Allah kami, sebab SEMUANYA ITU ADALAH KEWAJIBANORANG ISRAEL UNTUK SELAMA-LAMANYA.”

Mengapa Bangsa Israel Menguduskan Hari Sabtu?

Sebelum ke pokok permasalahannya, mari kita pahami 2 kata ini : “firman” (" דבר - DÂVÂR’) Allah, dengan “perintah” (" מצוה - MITSVÂH") :

  • Bilangan 15:31
    LAI TB, sebab ia telah memandang hina terhadap firman TUHAN dan merombak perintah-Nya; pastilah orang itu dilenyapkan, kesalahannya akan tertimpa atasnya.
    KJV, Because he hath despised the word of the LORD, and hath broken his commandment, that soul shall utterly be cut off; his iniquity shall be upon him
    Hebrew,
    כִּי דְבַר־יְהוָה בָּזָה וְאֶת־מִצְוָתֹו הֵפַר הִכָּרֵת תִּכָּרֵת הַנֶּפֶשׁ הַהִוא עֲוֹנָה בָהּ׃ ף
    Translit, KÏ DEVAR-YEHOVÂH BÂZÂH VE’ET-MITSVÂTO HÊFAR HIKÂRÊT TIKÂRÊT HANEFESY HAHIV’ 'AVONÂH VÂH

Firman Allah diatas ditujukan langsung “kepada” bangsa Israel, namun ada manfaatnya “bagi” saya sebagai orang Kristen. Anda tentu dapat membedakan antara firman yang “langsung” kepada anda dengan firman yang tidak langsung “bagi” anda.

Contoh lainnya :

  • Kejadian 8:16
    “Keluarlah dari bahtera itu, engkau bersama-sama dengan isterimu serta anak-anakmu dan isteri anak-anakmu;”

  • Kejadian 12:1
    “Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: ‘Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;’”

Apakah dua ayat yang saya kutip di atas merupakan firman Allah yang “langsung” ditujukan “kepada” anda?


Tentang Sabat, Mari kita kaji ayat ini :

  • Keluaran 20:8
    LAI TB, Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
    KJV, Remember the sabbath day, to keep it holy.
    Hebrew,
    זָכֹור אֶת־יֹום הַשַּׁבָּת לְקַדְּשֹׁו׃
    Translit, ZÂKHÕR 'ET-YÕM HASYABÂT LEQADESYÕ

Di era Perjanjian Baru, Yesus Kristus tidak pernah minta agar para murid “ingat” akan Sabat, justru pesan mengingat dari Yesus Kristus ini berbeda :

  • Matius 6:1
    LAI TB, Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga.
    KJV, Take heed that ye do not your alms before men, to be seen of them: otherwise ye have no reward of your Father which is in heaven.
    TR, προσεχετε την ελεημοσυνην υμων μη ποιειν εμπροσθεν των ανθρωπων προς το θεαθηναι αυτοις ει δε μηγε μισθον ουκ εχετε παρα τω πατρι υμων τω εν τοις ουρανοις
    Translit, PROSEKHETE TÊN ELEÊMOSUNÊN HUMÔN MÊ POIEIN EMPROSTHEN TÔN ANTHRÔPÔN PROS TO THEATHÊNAI AUTOIS EI DE MÊGE MISTHON OUK EKHETE PARA TÔ PATRI HUMÔN TÔ EN TOIS OURANOIS

  • Matius 7:15
    LAI TB, Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
    KJV, Beware of false prophets, which come to you in sheep’s clothing, but inwardly they are ravening wolves.
    TR, προσεχετε δε απο των ψευδοπροφητων οιτινες ερχονται προς υμας εν ενδυμασιν προβατων εσωθεν δε εισιν λυκοι αρπαγες
    Translit, PROSEKHETE DE APO TÔN PSEUDOPROPHÊTÔN HOITINES ERKHONTAI PROS GUMAS EN ENDUMASIN PROBATÔN ESÔTHEN DE EISIN LUKOI HARPAGES

  • Matius 16:6
    LAI TB, Yesus berkata kepada mereka: ‘Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.’"
    [/color]KJV, Then Jesus said unto them, Take heed and beware of the leaven of the Pharisees and of the Sadducees.
    TR, ο δε ιησους ειπεν αυτοις ορατε και προσεχετε απο της ζυμης των φαρισαιων και σαδδουκαιων
    Translit, HO DE IÊSOUS EIPEN AUTOIS HORATE KAI PROSEKHETE APO TÊS ZUMÊS TÔN PHARISAIÔN KAI SADDOUKAIÔN

Di era Perjanjian Lama, bukan hanya hari Sabat yang harus di"ingat" oleh bangsa Israel, melainkan masih ada hal-hal lain yang harus di"ingat". Perhatikan saja pola kata “ingat” dalam Keluaran 20:8 di atas:

  • Ulangan 7:18
    LAI TB, maka janganlah engkau takut kepada mereka; ingatlah selalu apa yang dilakukan TUHAN, Allahmu, terhadap Firaun dan seluruh Mesir,
    KJV, Thou shalt not be afraid of them: but shalt well remember what the LORD thy God did unto Pharaoh, and unto all Egypt;
    Hebrew,
    לֹא תִירָא מֵהֶם זָכֹר תִּזְכֹּר אֵת אֲשֶׁר־עָשָׂה יְהוָה אֱלֹהֶיךָ לְפַרְעֹה וּלְכָל־מִצְרָיִם׃
    Translit, LO’ TÏRÂ’ MÊHEM ZÂKHOR TIZKOR 'ÊT 'ASYER-'ÂSÂH YEHOVÂH 'ELOHEYKHA LEFAR’OH ÛLEKHÂL-MITSRÂYIM

  • Ulangan 24:9
    LAI TB, Ingatlah apa yang dilakukan TUHAN, Allahmu, kepada Miryam pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir.
    KJV, Remember what the LORD thy God did unto Miriam by the way, after that ye were come forth out of Egypt.
    Hebrew,
    זָכֹור אֵת אֲשֶׁר־עָשָׂה יְהוָה אֱלֹהֶיךָ לְמִרְיָם בַּדֶּרֶךְ בְּצֵאתְכֶם מִמִּצְרָיִם׃ ס
    Translit, ZÂKHÕR 'ÊT 'ASYER-'ÂSÂH YEHOVÂH 'ELOHEYKHA LEMIRYÂM BADEREKH BETSÊ’TKHEM MIMITSRÂYIM

  • Ulangan 25:17
    LAI TB, Ingatlah apa yang dilakukan orang Amalek kepadamu pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir;
    KJV, Remember what Amalek did unto thee by the way, when ye were come forth out of Egypt;
    Hebrew,
    זָכֹור אֵת אֲשֶׁר־עָשָׂה לְךָ עֲמָלֵק בַּדֶּרֶךְ בְּצֵאתְכֶם מִמִּצְרָיִם׃
    Translit, ZÂKHÕR 'ÊT 'ASYER-'ÂSÂH LEKHA 'AMÂLÊQ BADEREKH BETSÊ’TKHEM MIMITSRÂYIM

Kita pula kaji ayat-ayat ini :

  • Keluaran 20:9
    enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,

Di Mesir, bangsa Israel bekerja “tujuh” hari seminggu tanpa istirahat.

  • Keluaran 20:10
    tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

  • Keluaran20:11
    Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Sabat harus diingat oleh segenap bani Israel, Alasan pertamanya adalah ayat 11 di atas. Tetapi, masih ada alasan kedua mengapa bangsa Israel harus mengingat dan menguduskan hari Sabtu, yaitu:

  • Ulangan 5:15
    LAI TB, Sebab haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh TUHAN, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat.
    KJV, And remember that thou wast a servant in the land of Egypt, and that the LORD thy God brought thee out thence through a mighty hand and by a stretched out arm: therefore the LORD thy God commanded thee to keep the sabbath day.
    Hebrew,
    וְזָכַרְתָּ כִּי־עֶבֶד הָיִיתָ בְּאֶרֶץ מִצְרַיִם וַיֹּצִאֲךָ יְהוָה אֱלֹהֶיךָ מִשָּׁם בְּיָד חֲזָקָה וּבִזְרֹעַ נְטוּיָה עַל־כֵּן צִוְּךָ יְהוָה אֱלֹהֶיךָ לַעֲשֹׂות אֶת־יֹום הַשַּׁבָּת׃ ס
    Translit, VEZÂKHARTÂ KÏ-'EVED HÂYÏTÂ BE’ERETS MITSRAYIM VAYOTSI’AKHA YEHOVÂH ‘ELOHEYKHA MISYÂM BEYÂD KHAZÂQÂH UVIZROA’ NETÛYÂH 'AL-KÊN TSIVEKHA YEHOVÂH 'ELOHEYKHA LA’ASÕT 'ET-YÕM HASYABÂT

Perhatikan ungkapan yang sama “itulah sebabnya” dalam Keluaran 20:11 dengan “itulah sebabnya” menurut Ulangan 5:15 di atas.

Bangsa Israel harus mengingat dan menguduskan hari Sabtu dengan alasan persis seperti di atas yaitu bahwa mereka dahulu adalah budak di Mesir dan mereka dikeluarkan dari sana oleh Allah. Anda dan saya tidak pernah menjadi budak di Mesir, Jadi 'ngapain kita harus menguduskan hari Sabtu?

Umat Kristiani/ orang2 percaya tidak menguduskan hari sabtu sebagai hari sabat, juga tidak menguduskan hari minggu sebagaimana orang Israel/Yahudi menguduskan hari sabat. Orang Kristen tidak mengubah sabat dan orang Kristen tidak dibawah Taurat.
Umat Kristiani beribadah pada hari Minggu (harinya Dominggo, hari Tuhan) sebagai anamnesis, peringatan Kebangkitan Kristus yaitu kemenangan Kristus dari maut yang membawa semua orang percaya menjadi warga Kerajaan Surga dan menjadi pewaris-pewarisnya.

Amin.

Sumber : Yohannes/ Biblika

Bab 13 TINDAKAN YANG DILARANG DILAKUKAN PADA HARI SABAT OLEH KALANGAN YUDAISME

Bersumber dari Hukum Taurat, Kalangan Yahudi memegang teguh peraturan sabat yang didasarkan dari :

Quote:
Mitsvot ke-108:
TIDAK BOLEH BEPERGIAN PADA HARI SABAT KELUAR DARI BATAS TEMPAT KEDIAMAN MASING-MASING

  • Keluaran 16:29,
    “Perhatikanlah, TUHAN telah memberikan sabat itu kepadamu; itulah sebabnya pada hari keenam Ia memberikan kepadamu roti untuk dua hari. Tinggallah kamu di tempatmu masing-masing, seorangpun tidak boleh keluar dari tempatnya pada hari ketujuh itu.” –
    “RE’Û KÏ-YEHOVÂH NÂTAN LÂKHEM HASYABÂT ‘AL-KÊN HÛ’ NOTÊN LÂKHEM BAYÕM HASYISYÏ LEKHEM YÕMÂYIM SYEVÛ 'ÏSY TAKHTÂV ‘AL-YÊTSÊ’ 'ÏSY MIMEQOMÕ BAYÕM HASYEVÏ’Ï”

Mitsvot ke-109:
MENGUDUSKAN HARI SABAT

  • Keluaran 20:8,
    “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:” –
    “ZÂKHÕR 'ET-YÕM HASYABÂT LEQADESYÕ”

Mitsvot ke-110:
TIDAK MELAKUKAN PEKERJAAN PADA HARI SABAT

  • Keluaran 20:10,
    “tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.” -
    “VEYÕM HASYEVÏ’Ï SYABÂT LAYHOVÂH ‘ELOHEYKHA LO’-TA’ASEH KHOL-MELÂ’KHÂH 'ATÂH ÛVINKHA-ÛVITEKHA 'AVDEKHA VA’AMÂTKHA ÛVEHEMTEKHA VEGÊREKHA 'ASYER BISY’ÂREYKHA”

Mitsvot ke-111:
BERISTIRAHAT PADA HARI SABAT

  • Keluaran 23:12,
    “Enam harilah lamanya engkau melakukan pekerjaanmu, tetapi pada hari ketujuh haruslah engkau berhenti, supaya lembu dan keledaimu tidak bekerja dan supaya anak budakmu perempuan dan orang asing melepaskan lelah.” –
    “SYÊSYET YÂMÏM TA’ASEH MA’ASEYKHA ÛVAYÕM HASYEVÏ’Ï TISYBOT LEMA’AN YÂNÛAKH SYÕREKHA VAKHAMOREKHA VEYINÂFÊSY BEN-'AMÂTEKHA VEHAGÊR”

  • Keluaran 35:3,
    “Janganlah kamu memasang api di manapun dalam tempat kediamanmu pada hari Sabat.” –
    “LO’-TEVA’ARÛ 'ÊSY BEKHOL MOSYEVOTÊYKHEM BEYÕM HASYABÂT”

Quote dari : 613-mitsvot-vt218-20.html#p449

Dari ayat-ayat diatas, dirincikan kegiatan-kegiatan yang tergolong “bekerja” sebagai berikut :

Sumber: Misynah Syabbat 7:2

  1. Menabur
  2. Membajak
  3. Menuai
  4. Mengikat berkas-berkas (gandum, dan lain-lain)
  5. Mengirik
  6. Menampi
  7. Memilih
  8. Menggiling
  9. Mengayak
  10. Membuat adonan
  11. Membakar (roti, dan lain-lain)
  12. Menggunting (bulu domba, dan lain-lain)
  13. Mencuci pakaian
  14. Memukul (kain, dan sejenisnya)
  15. Mengecat (kain, dan sejenisnya)
  16. Memintal
  17. Menenun
  18. Membuat sosok kain dua rangkap
  19. Menenun dua lembar benang
  20. Memisahkan dua lembar benang
  21. Mengikat
  22. Melepaskan ikatan
  23. Menjahit dua potong kain
  24. Merobek
  25. Memasang perangkap
  26. Menyembelih hewan
  27. Menguliti hewan
  28. Menggaram daging
  29. Membalut kulit
  30. Mengikis kulit
  31. Menggunting kuku
  32. Menulis dua buah huruf
  33. Menghapus dua buah huruf
  34. Membangun (rumah)
  35. Merobohkan (rumah)
  36. Memadamkan api
  37. Menyalakan api
  38. Memukul dengan palu
  39. Membawa barang dari rumah ke tempat umum

Daftar tentang 39 larangan kerja pokok itu diilhami oleh instruksi kerja pembangunan Tabernakel.

Penggunaan angka 40-1 berasal dari ekspresi אלה הדברים - ELEH HADEVARIM (“inilah firman-firman”) dalam Keluaran 35:1 .

Menurut Shabbat b. 97b bar. , seorang rabbi membuat perhitungan sbb.: Jika kata jamak דברים - DEVARIM sama dengan dua hal, maka דברים - DEVARIM plus artikel ( הדברים - HADEVARIM ) sama dengan 3; sementara itu kata אלה - 'ELEH berjumlah 36; alhasil 3+36 = 39.

Rabbi Abbahu membuat perhitungan lain, yakni: אלה - 'ELEH = 36, דבר – DAVAR (tunggal) = 1 hal, הדברים - HADEVARIM (jamak) = 2 hal, jadi 36+ 1 +2 = 39.

Sementara rabbi-rabbi dari sekolah di Kaesaria menghitung sbb.: א – ALEF = 1, ל – LAMED = 30, ה – HE = 8, jadi 1 +30+8 = 39.

Konsekwensi Pelanggaran Sabat :

Sabat harus dilaksanakan secara murni dan konsekuen, plus sanksinya berat :

  • Keluaran 31:14
    LAI TB, Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya.
    KJV, Ye shall keep the sabbath therefore; for it is holy unto you: every one that defileth it shall surely be put to death: for whosoever doeth any work therein, that soul shall be cut off from among his people.
    Hebrew,
    וּשְׁמַרְתֶּם אֶת־הַשַּׁבָּת כִּי קֹדֶשׁ הִוא לָכֶם מְחַֽלְלֶיהָ מֹות יוּמָת כִּי כָּל־הָעֹשֶׂה בָהּ מְלָאכָה וְנִכְרְתָה הַנֶּפֶשׁ הַהִוא מִקֶּרֶב עַמֶּֽיהָ׃
    Translit, ÛSYEMARTEM ‘ET-HASYABÂT KÏ QODESY HIV’ LÂKHEM MEKHALELEYHÂ MÕT YÛMÂT KÏ KOL-HÂ’OSEH VÂH MELÂ’KHÂH VENIKHRETÂH HANEFESY HAHIV’ MIQEREV 'AMEYHÂ

Orang Israel yang melanggar hari Sabat akan dihukum mati dengan cara rajam, dilontari dengan batu sampai mati :

  • Keluaran 35:2
    Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada perhentian kudus bagimu, yakni sabat, hari perhentian penuh bagi TUHAN; setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, haruslah dihukum mati.

Bandingkan dengan kisah ini :

  • Bilangan 15:32-36
    15:32 Ketika orang Israel ada di padang gurun, didapati merekalah seorang yang mengumpulkan kayu api pada hari Sabat.
    15:33 Lalu orang-orang yang mendapati dia sedang mengumpulkan kayu api itu, menghadapkan dia kepada Musa dan Harun dan segenap umat itu.
    15:34 Orang itu dimasukkan dalam tahanan, oleh karena belum ditentukan apa yang harus dilakukan kepadanya.
    15:35 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Orang itu pastilah dihukum mati; segenap umat Israel harus melontari dia dengan batu di luar tempat perkemahan.”
    15:36 Lalu segenap umat menggiring dia ke luar tempat perkemahan, kemudian dia dilontari dengan batu, sehingga ia mati, seperti yang difirmankan TUHAN kepada Musa

Ada kalangan Kristen yang mengklaim melaksanakan hukum Sabat dengan konsekwen, namun yang mereka lakukan itu sebenarnya hanya “sabat-sabatan”. Kalau Hukum Sabat yang sebenarnya itu rumit/ keras sanksinya, maka dari itu orang Farisi begitu rewel terhadap Yesus ketika Dia dinilai “melanggar Sabat”.

Atikel terkait :
LARANGAN SABAT, di 4-hari-sabat-untuk-manusia-vt975.html#p11108

Bab 14 Pada Hari Apa Biasanya Yesus Beribadah?

Ada suatu “aliran Kristen” yang mempermasalahkan kalangan Kristen beribadah pada hari minggu, dengan dasar bahwa Yesus beribadah pada hari sabat berdasarkan Lukas 4:16. Apakah dalil ini cukup untuk dapat mempersalahkan sebagian besar kalangan Kristen yang lain pada hari Minggu? Mari kita kaji ayatnya :

  • Lukas 4:16
    LAI TB, Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
    KJV, And he came to Nazareth, where he had been brought up: and, as his custom was, he went into the synagogue on the sabbath day, and stood up for to read.
    TR, και ηλθεν εις την ναζαρετ ου ην τεθραμμενος και εισηλθεν κατα το ειωθος αυτω εν τη ημερα των σαββατων εις την συναγωγην και ανεστη αναγνωναι
    Translit. interlinear, kai {dan} êlthen {Dia datang} eis {kedalam} tên nazaret {Nazaret} hou {dimana} ên {Dia adalah} tethrammenos {sudah diberi makan (dibesarkan)} kai {dan} eisêlthen {Dia pergi} kata {menurut} to eiôthos {kebiasaan} autô {-Nya} en {pada} tê hêmera {hari} tôn sabbatôn {sabat} eis {kedalam} tên sunagôgên {sinagoga} kai {dan} anestê {Dia bangkit} anagnônai {untuk membaca}

Jika kita ingin mengikuti “kebiasaan” Yesus Kristus, niscaya bukan hanya pada hari Sabat saja, tetapi juga harus masuk ke sinagoga, dan pergi ke Nazaret.

Kata “kebiasaan” dalam Lukas 4:16 diterjemahkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia dari kata Yunani εθô - ethô atau ειωθα-eiôtha, ayat di atas menulis ειωθος - eiôthos sesuai dengan kaidah tata bahasa Yunani yaitu ditulis dalam bentuk verb - second perfect active passive - accusative singular neuter . Kata yang sama juga digunakan dalam ayat ini:

  • Markus 10:1
    LAI TB, Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situpun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula.
    KJV, And he arose from thence, and cometh into the coasts of Judaea by the farther side of Jordan: and the people resort unto him again; and, as he was wont, he taught them again.
    TR, κακειθεν αναστας ερχεται εις τα ορια της ιουδαιας δια του περαν του ιορδανου και συμπορευονται παλιν οχλοι προς αυτον και ως ειωθει παλιν εδιδασκεν αυτους
    Translit., kakeithen anastas erkhetai eis ta horia tês ioudaias dia tou peran tou iordanou kai sumporeuontai palin okhloi pros auton kai hôs eiôthei palin edidasken autous

Kata yang sama εθô - ethô juga digunakan di sini, ditulis ειωθει - eiôthei sesuai dengan kaidah tata bahasa Yunani ditulis dalam bentuk verb - pluperfect active indicative - third person singular .
Kalangan Yahudi Orthodoks, dalam The Orthodox Jewish Brit Chadasha (Perjanjian Baru Yudaisme Ortodoks) baik Lukas 4:16 maupun Markus 10:1, menerjemahkan kata ‘ethô’ dengan kata Ibrani מנהג - MINHAG, “kebiasaan”, sesuatu yang lazim dilakukan seperti halnya “kebiasaan” Yesus Kristus ke Yerusalem pada hari raya, “kebiasaan” Yesus Kristus berdoa di bukit Zaitun, “kebiasaan” orang Yahudi membubuhi mayat dengan rempah-rempah.

Kebiasaan bukanlah kewajiban atau keharusan. Kebiasaan adalah sesuatu yang biasa – tetapi tidak wajib – dikerjakan, suatu pola untuk melakukan tanggapan terhadap situasi tertentu dan yang dilakukannya secara berulang untuk hal yang sama.

Kebiasaan saya adalah minum kopi di pagi hari, apakah saya diharuskan atau wajib minum kopi tiap pagi? Masyarakat dewasa ini sudah “biasa” menggunakan hand-phone, apakah mereka diwajibkan mempunyai hand-phone?

  • Matius 27:15
    LAI TB, Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak.
    KJV, Now at that feast the governor was wont to release unto the people a prisoner, whom they would.
    TR, κατα δε εορτην ειωθει ο ηγεμων απολυειν ενα τω οχλω δεσμιον ον ηθελον
    Translit., kata de heortên eiôthei ho hêgemôn apoluein hena tô ochlô desmion hon êthelon

Apakah “diharuskan” bagi wali negeri membebaskan orang hukuman?

Maka, Yesus Kristus sudah “biasa” beribadah ke sinagoga, demikian pula orang Kristen sudah “biasa” beribadah di gereja. Berhubung orang Yahudi beribadah pada hari Sabtu, maka Yesus Kristus pun beribadah pada hari itu. Jika seandainya mereka beribadah pada hari Jumat, Yesus Kristus pun beribadah pula pada hari Jumat. Yang ditekankan bukan “hari” tetapi “pergi ke rumah ibadah”.

Kebiasaan bukanlah keharusan atau kewajiban. Kebiasaan Yesus Kristus adalah “masuk ke rumah ibadat”, penekanannya bukan pada hari Sabtu tetapi “masuk ke rumah ibadat”, “mengajar”, “menyembuhkan sakit-penyakit”, dan lain-lain.

  • Matius 4:23
    Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

  • Matius 9:35
    Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

  • Markus 1:21
    Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.

Apakah Yesus Kristus hanya mengajar pada hari Sabtu saja? Ternyata tidak, Dia mengajar “tiap-tiap hari”. Kebiasaan Yesus Kristus tidak terletak pada hari, tetapi pada tindakan-Nya yaitu mengajar, dan Yesus Kristus senantiasa mengajar tiap-tiap hari.

  • Matius 26:55
    Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: “Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku.”

  • Markus 14:49
    Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi haruslah digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci.

  • Lukas 19:47
    Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia,

Berhubung kalangan Advent berasal dari kalangan yang “menyucikan” hari Sabtu, maka tentu saja mereka menekankan “pada hari Sabat”, padahal yang penting dalam Lukas 4:16 adalah “masuk ke rumah ibadat”.

Jika seandainya Yesus Kristus hidup sebagai manusia di abad ini, maka Yesus akan “masuk” ke Masjid pada hari Jumat, ke Gereja pada hari Minggu serta ke Gereja Advent dan sinagoga Yahudi pada hari Sabtu karena kebiasaan-Nya adalah beribadah. Yesus Kristus masuk ke rumah ibadah bukan saja pada hari Sabtu.

Dasar Umat Kristiani Beribadah pada Hari Minggu (hari pertama dalam minggu/pekan) :

  • Kisah Para Rasul 20:7,
    LAI TB, Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya.
    Terjemahan Lama, Maka pada hari jang pertama didalam minggu itu tatkala kami berhimpun memetjahkan roti, bertuturlah Paulus dengan mereka itu sebab maksudnja hendak berlajar pada keesokan harinja sambil melandjutkan utjapannja sehingga sampai tengah malam.
    KJV, And upon the first day of the week, when the disciples came together to break bread, Paul preached unto them, ready to depart on the morrow; and continued his speech until midnight.
    The Orthodox Jewish Brit Chadasha, “And on Yom Rishon, when we met for a firen tish, Rav Sha’ul was giving a shiur to them, since he would have to depart in the boker and was having to extend the message until chatzot halailah.”
    TR, εν δε τη μια των σαββατων συνηγμενων των μαθητων του κλασαι αρτον ο παυλος διελεγετο αυτοις μελλων εξιεναι τη επαυριον παρετεινεν τε τον λογον μεχρι μεσονυκτιου
    Translit. interlinear, en {pada} de {dan} tê mia {pertama} tôn sabbatôn {pekan/week} sunêgmenôn {datang bersama-sama} tôn mathêtôn {murid-murid} tou klasai {memecah-mecah} arton {roti} ho paulos {paulus} dielegeto {berdialog} autois {dengan mereka} mellôn {siap} exienai {berangkat} tê epaurion {hari berikutnya} pareteinen {melanjutkan} te ton logon {perkataan} mekhri {hingga} mesonuktiou {tengah malam}

Hari Minggu (Lord’s day) berasal dari bahasa Latin dies dominica: “hari Tuhan”. Dalam bahasa Yunani “kureakê hêmera” (Wahyu 1:10). Hari Minggu ialah hari pertama pekan, hari yang menyusul hari Sabat. Pada hari itu diperingati kebangkitan Yesus serta penampakan-penampakan-Nya kepada para pengikut-Nya selama santapan bersama.

  • Markus 16:2
    LAI TB, Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.
    Terdjemahan Lama, Maka waktu dini hari, pada hari jang pertama didalam minggu itu, datanglah mereka itu kekubur, ketika matahari terbit.
    KJV, And very early in the morning the first day of the week, they came unto the sepulchre at the rising of the sun.
    The Orthodox Jewish Brit Chadasha, And at Shachrit on Yom Rishon, the first day of the shavu’a, the shemesh just coming up, they come to the kever.
    TR, και λιαν πρωι της μιας σαββατων ερχονται επι το μνημειον ανατειλαντος του ηλιου
    Translit. interlinear, kai {dan} lian {sangat} prôi {pagi} tês mias {pertama} sabbatôn {pekan/ week} erchontai {mereka datang} epi {ke} to mnêmeion {kuburan} anateilantos {terbit} tou hêliou {matahari}

Ibadah Kristen pada hakikatnya adalah “anamnêsis” (peringatan) tentang peristiwa Paskah yang menyatakan kemenangan maksud karya Allah yang menyelamatkan. Karena itulah berlaku sukacita dan pujian. Hari pertama ini juga cocok sebagai peringatan hari pertama dalam penciptaan ketika Allah menciptakan terang, dan kenyataan bahwa hari Pentakosta Kristen jatuh pada hari Minggu. Selanjutnya mungkin sudah menjadi pengharapan bagi orang Kristen mula-mula, bahwa kedatangan kembali Yesus akan terjadi pada hari-Nya sendiri.

Bukti tertua berkaitan dengan perayaan hari pertama dalam setiap minggu oleh orang Kristen, terdapat dalam ayat berikut:

  • 1 Korintus 16:2,
    LAI TB, Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing - sesuai dengan apa yang kamu peroleh - menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang.
    Terdjemahan Lama, Pada tiap-tiap hari Ahad, hendaklah kamu masing-masing menjimpankan uang didalam persimpanannja sendiri atas kadarnja, supaja djangan pada masa aku datang, baharu hendak dikumpulkan.
    KJV, Upon the first day of the week let every one of you lay by him in store, as God hath prospered him, that there be no gatherings when I come.
    The Orthodox Jewish Brit Chadasha, Every Yom Rishon of each week, each of you by himself make something farnumen, storing up according to his hakhnasah, so that collections need not be made when I come.
    TR, κατα μιαν σαββατων εκαστος υμων παρ εαυτω τιθετω θησαυριζων ο τι αν ευοδωται ινα μη οταν ελθω τοτε λογιαι γινωνται
    Translit. interlinear, kata {pada} mian {pertama} sabbatôn {pekan/ week} hekastos {setiap orang} humôn {dari kamu} par {dari} eautô {dia sendiri} tithetô {menyimpan} thêsaurizôn {dalam perbendaharaan} ho ti an {seperti} euodôtai {perolehan} hina {supaya} mê {tidak} hotan {pada waktu} elthô {aku datang} tote {pada waktu itu} logiai {pengumpulan} ginôntai {ada}

Kisah Para Rasul 20:7 di atas lebih khusus dan barangkali menunjukkan kelanjutan penggunaan kalender orang Yahudi oleh orang Kristen, di mana hari Tuhan dimulai pada hari Sabtu petang ketika matahari terbenam. Kesediaan non-Yahudi untuk menerima perhitungan orang Yahudi ini sebagai bukti kuat bahwa hari itu dirayakan.

Ibadah Umat Kristiani melanjutkan hal-hal yang sudah dilakukan jemaat Kristus mula-mula ini yang pada hakikatnya adalah “anamnêsis” (peringatan) tentang peristiwa Paskah yang menyatakan kemenangan maksud karya Allah yang menyelamatkan. Karena itulah berlaku sukacita dan pujian. Hari pertama ini juga cocok sebagai peringatan hari pertama dalam penciptaan ketika Allah menciptakan terang, dan kenyataan bahwa hari Pentakosta Kristen jatuh pada hari Minggu. Selanjutnya mungkin sudah menjadi pengharapan bagi orang Kristen mula-mula, bahwa kedatangan kembali Yesus akan terjadi pada hari-Nya sendiri, yaitu hari Minggu.

Blessings in Christ,
BP

Artikel terkait :

  • Tuduhan/ Salah paham : Mustahil kristen bisa jawab : Mana perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu?, di mana-perintah-tuhan-untuk-beribadah-pada-hari-minggu-vt1176.html#p3619

  • HARI RAYA PENTAKOSTA /KHAG SYAVU’OT, di hari-hari-raya-dalam-alkitab-vt219.html#p460

  • HARI TUHAN – HARI MINGGU - KURIAKE HEMERA hari-tuhan-hari-minggu-kuriake-hemera-vt564.html#p1116

Appendix I. SABAT

(Ibrani שַּׁבָּת - SYABAT, dari bermakna, ‘berhenti’, ‘melepaskan’). Alkitab menetapkan bahwa satu dari 7 hari harus diindahkan sebagai hari suci bagi Allah. Dari alasan yang dikemukakan untuk mengindahkan sabat dalam Kesepuluh Hukum, kita ketahui bahwa istirahat sabat itu ditetapkan sendiri oleh Allah saat penciptaan. Karena itu sabat adalah tata tertib penciptaan

  • Keluaran 20:8-11
    20:8 LAI TB, Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
    KJV, Remember the sabbath day, to keep it holy.
    Hebrew,
    זָכֹור אֶת־יֹום הַשַּׁבָּת לְקַדְּשֹֽׁו ׃
    Translit, ZÂKHÕR 'ET-YÕM HASYABÂT LEQADESYÕ
    LXX, μνησθητι την ημεραν των σαββατων αγιαζειν αυτην
    Translit, MNÊSTHÊTI TÊN HÊMERAN TÔN SABBATÔN HAGIAZEIN AUTÊN

20:9 LAI TB, enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
KJV, Six days shalt thou labour, and do all thy work:
Hebrew,
שֵׁשֶׁת יָמִים תַּֽעֲבֹד וְעָשִׂיתָ כָּל־מְלַאכְתֶּֽךָ ׃
Translit, SYÊSYET YÂMÏM TA’AVOD VE’ÂSÏTÂ KOL-MELA’KHTEKHA
LXX, εξ ημερας εργα και ποιησεις παντα τα εργα σου
Translit, HEX HÊMERAS ERGA KAI POIÊSEIS PANTA TA ERGA SOU

20:10 LAI TB, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
KJV, But the seventh day is the sabbath of the LORD thy God: in it thou shalt not do any work, thou, nor thy son, nor thy daughter, thy manservant, nor thy maidservant, nor thy cattle, nor thy stranger that is within thy gates:
Hebrew,
וְיֹום הַשְּׁבִיעִי שַׁבָּת ׀ לַיהוָה אֱלֹהֶיךָ לֹֽא־תַעֲשֶׂה כָל־מְלָאכָה אַתָּה ׀ וּבִנְךָֽ־וּבִתֶּךָ עַבְדְּךָ וַאֲמָֽתְךָ וּבְהֶמְתֶּךָ וְגֵרְךָ אֲשֶׁר בִּשְׁעָרֶֽיךָ ׃
Translit, VEYÕM HASYEVÏ’Ï SYABÂT LAYHOVÂH ‘ELOHEYKHA LO’-TA’ASEH KHOL-MELÂ’KHÂH 'ATÂH ÛVINKHA-ÛVITEKHA 'AVDEKHA VA’AMÂTKHA ÛVEHEMTEKHA VEGÊREKHA 'ASYER BISY’ÂREYKHA
LXX, τη δε ημερα τη εβδομη σαββατα κυριω τω θεω σου ου ποιησεις εν αυτη παν εργον συ και ο υιος σου και η θυγατηρ σου ο παις σου και η παιδισκη σου ο βους σου και το υποζυγιον σου και παν κτηνος σου και ο προσηλυτος ο παροικων εν σοι
Translit, TÊ DE HÊMERA TÊ HEBDOMÊ SABBATA KURIÔ TÔ THEÔ SOU OU POIÊSEIS EN AUTÊ PAN ERGON SU KAI HO HUIOS SOU KAI HÊ THUGATÊR SOU HO PAIS SOU KAI HÊ PAIDISKÊ SOU HO BOUS SOU KAI TO HUPOZUGION SOU KAI PAN KTÊNOS SOU KAI HO PROSÊLUTOS HO PAROIKÔN EN SOI

20:11 LAI TB, Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
KJV, For in six days the LORD made heaven and earth, the sea, and all that in them is, and rested the seventh day: wherefore the LORD blessed the sabbath day, and hallowed it.
Hebrew,
כִּי שֵֽׁשֶׁת־יָמִים עָשָׂה יְהוָה אֶת־הַשָּׁמַיִם וְאֶת־הָאָרֶץ אֶת־הַיָּם וְאֶת־כָּל־אֲשֶׁר־בָּם וַיָּנַח בַּיֹּום הַשְּׁבִיעִי עַל־כֵּן בֵּרַךְ יְהוָה אֶת־יֹום הַשַּׁבָּת וַֽיְקַדְּשֵֽׁהוּ׃ ס
Translit, KÏ SYÊSYET-YÂMÏM 'ÂSÂH YEHOVÂH 'ET-HASYÂMAYIM VE’ET-HÂ’ÂRETS 'ET-HAYÂM VE’ET-KÂL-'ASYER-BÂM VAYÂNAKH BAYOM HASYEVÏ’Ï 'AL-KÊN BÊRAKH YEHOVÂH 'ET-YOM HASYABÂT VAYQADESYÊHU
LXX, εν γαρ εξ ημεραις εποιησεν κυριος τον ουρανον και την γην και την θαλασσαν και παντα τα εν αυτοις και κατεπαυσεν τη ημερα τη εβδομη δια τουτο ευλογησεν κυριος την ημεραν την εβδομην και ηγιασεν αυτην
Translit, EN GAR HEX HÊMERAIS EPOIÊSEN KURIOS TON OURANON KAI TÊN GÊN KAI TÊN THALASSAN KAI PANTA TA EN AUTOIS KAI KATEPAUSEN TÊ HÊMERA TÊ HEBDOMÊ DIA TOUTO EULOGÊSEN KURIOS TÊN HÊMERAN TÊN HEBDOMÊN KAI HÊGIASEN AUTÊN

Dalam peristiwa penciptaan kata sabat tidak muncul. Tapi akar kata dari mana perkataan itu dijabarkan, ada (Kejadian 2:2). Karya penciptaan berlangsung 6 hari; pada hari ketujuh Allah istirahat (harfiah ‘berhenti’) dari pekerjaan-Nya.

    • Kejadian 2:2,
      “Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.”

Dengan demikian timbul perbedaan antara 6 hari kerja dan 1 hari istirahat. Ini benar, walaupun 6 hari kerja itu dimengerti sebagai jangka waktu yg lebih panjang dari 24 jam. Bahasanya adalah bahasa manusiawi, karena Allah bukanlah Pekerja yang lelah, yang memerlukan istirahat. Namun pola itu ditetapkan di sini untuk diikuti oleh manusia.

Keluaran 20: 11 menyatakan bahwa Allah ‘beristirahat’ (Ibrani VAYANAKH) pada hari ketujuh, dan Keluaran 31: 17 mengemukakan bahwa la berhenti dari pekerjaan-Nya dan’ disegarkan’ (wayyinnafasy).

  • Keluaran 31:16-17
    31:16 Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.
    31:17 Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat."

Bahasanya sengaja bernada keras, agar manusia mengerti kepentingan memandang sabat sebagai hari di mana ia sendiri harus beristirahat dari pekerjaannya sehari-hari.

Bertentangan dengan uraian di atas, pendapat lain mengatakan bahwa sabat berasal dari Babel. Benar, kata Babel sabbatum berhubungan dengan kata Ibrani yang serupa, namun arti kedua kata itu sangat berbeda. Pertama, bagi orang Babel satu minggu adalah 5 hari. Penelitian atas tulisan-tulisan pada lempeng-lempeng batu mengungkapkan, bahwa hari-hari yang dinyatakan sebagai sabbatum bukanlah hari-hari berhenti kerja. Data-data perjanjian dari Mari (Tell el-Hariri) menunjukkan bahwa pekerjaan dilaksanakan kadang-kadang dalam jangka waktu beberapa hari lamanya, tanpa berhenti pada setiap hari ketujuh. Alkitab jelas mengaitkan asal mula sabat dengan contoh yang dilakukan Allah sendiri.

Hukum ke-4 memerintahkan untuk mengindahkan sabat. Kejadian tidak pernah menyebut sabat terpisah dari penciptaan. Namun ada singgungan tentang jangka waktu 7 hari (lihat Kejadian 7:4, 10; 8: 10, 12; 29:27 dab). Dapat dicatat kisah Ayub yg menceritakan 7 putranya mengadakan pesta masing-masing pada harinya sendiri-sendiri. Ini diiringi doa-doadan korban-korban oleh Ayub demi anak-anak itu (Ayub 1:4,5). Kegiatan ini bukan hanya satu kali dan tidak pernah terulang lagi, melainkan kegiatan yg dilakukan secara teratur. Hal ini mungkin merupakan peturjuk ibadah pada hari pertama dalam putaran suatu kurun hari. Setidak-tidaknya prinsip bahwa 1 hari dari 7 hari dikuduskan bagi Tuhan, nampaknya sudah diakui di sini.

Dalam Keluaran 16:21-30 disebut secara langsung tentang sabat yg dikaitkan dengan pemberian ‘manna’.

  • Keluaran 16:21-30
    16:12 “Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu.”
    16:13 Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu.
    16:14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi.
    16:15 Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: “Apakah ini?” Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: “Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu.
    16:16 Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa.”
    16:17 Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit.
    16:18 Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya.
    16:19 Musa berkata kepada mereka: “Seorang pun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi.”
    16:20 Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka.
    16:21 Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu.
    16:22 Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.
    16:23 Lalu berkatalah Musa kepada mereka: “Inilah yang dimaksudkan TUHAN: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi.”
    16:24 Mereka membiarkannya di tempatnya sampai keesokan harinya, seperti yang diperintahkan Musa; lalu tidaklah berbau busuk dan tidak ada ulat di dalamnya.
    16:25 Selanjutnya kata Musa: “Makanlah itu pada hari ini, sebab hari ini adalah sabat untuk TUHAN, pada hari ini tidaklah kamu mendapatnya di padang.
    16:26 Enam hari lamanya kamu memungutnya, tetapi pada hari yang ketujuh ada sabat; maka roti itu tidak ada pada hari itu.”
    16:27 Tetapi ketika pada hari ketujuh ada dari bangsa itu yang keluar memungutnya, tidaklah mereka mendapatnya.
    16:28 Sebab itu TUHAN berfirman kepada Musa: “Berapa lama lagi kamu menolak mengikuti segala perintah-Ku dan hukum-Ku?
    16:29 Perhatikanlah, TUHAN telah memberikan sabat itu kepadamu; itulah sebabnya pada hari keenam Ia memberikan kepadamu roti untuk dua hari. Tinggallah kamu di tempatmu masing-masing, seorang pun tidak boleh keluar dari tempatnya pada hari ketujuh itu.”
    16:30 Lalu beristirahatlah bangsa itu pada hari ketujuh.

Sabat di sini dinyatakan sebagai anugerah Tuhan (ayat 29), yang diperuntukkan bagi istirahat dan kepentingan umat (ayat 30). Orang tidak usah bekerja pada hari sabat (yaitu untuk mengurnpulkan manna) karena jatah ganda sudah disediakan pada hari ke-6.

Dengan demikian sabat dikenal oleh Israel, dan perintah untuk mengmdahkannya wajib dimengerti. Dalam Kesepuluh Hukum dijelaskan bahwa sabat adalah milik Tuhan. Sebab itu pertama-tama sabat adalah hari-Nya, dan alasan dasar untuk mengmdahkan sabat ialah bahwa hari itu adalah kepunyaan-Nya. Sabat adalah hari yg telah diberkati-Nya dan dikhususkan-Nya untuk peringatan. Ini tidak bertentangan dengan Kesepuluh Hukum yang dinyatakan dalam Ulangan 5: 12 dab. Dalam bagian Alkitab ini umat diperintahkan untuk mengmdahkan sabat dengan cara sebagaimana telah diperintahkan Tuhan (acuannya adalah Keluaran 20:8-11), dan bahwa sabat milik Tuhan dinyatakan lagi (ayat 14). Namun suatu alasan tambahan bersifat imbuhan diberikan dalam pelaksanaan perintah itu. Israel diperintahkan mengindahkan sabat juga agar ‘hambamu laki-laki dan hambamu perernpuan dapat beristirahat sama seperti engkau’. Di sini kemanusiaan ditekankan; tapi di sinijuga ditekankan bahwa sabat diadakan untuk manusia. Israel pernah menjadi budak di Mesir dan sudah dibebaskan; Israel harus menerapkan belas kasihan sabat terhadap orang-orang yg berada di bawah kekuasaan mereka, karena orang-orang itu adalah budak.

Dalam Kitab-kitab Pentateukh lainnya peraturan mengenai sabat dicatat. Menarik sekali bahwa acuan mengenai sabat ada dalam setiap kitab dari ke-4 Kitab terakhir Pentateukh. Kejadian menyajikan tentang istirahat ilahi; ke-4 Kitab lainnya menekankan tentang penetapan hari sabat. Hal ini menunjukkan pentingnya lembaga sabat itu. Peraturan mengenai sabat dapat dikatakan integral dan esensial bagi dasar hukum PL, yaitu Pentateukh (lihat Keluaran 31:13-16; 34:21; 35:2 dab; Imamat 19:3,30; 23:3, 38 ).

Terkait dengan ini muncullah pentingnya peraturan sabat berupa hukuman berat yang dikenakan terhadap orang yang mengingkari sabat. Ada seorang laki-laki mengumpulkan ranting-ranting kayu pada hari sabat. Untuk perbuatan ini pernyataan khusus dari Tuhan diundangkan, bahwa laki-laki itu harus dibunuh. (Lihat J Weingrecn, From Bible to Mishna, 1976, him 83 dst.) Dia menyangkal prinsip dasar sabat, yakni bahwa hari itu adalah milik Tuhan dan karenanya harus diindahkan sesuai perintah Tuhan :

  • Bilangan 15:32-36
    15:32 Ketika orang Israel ada di padang gurun, didapati merekalah seorang yang mengumpulkan kayu api pada hari Sabat.
    15:33 Lalu orang-orang yang mendapati dia sedang mengumpulkan kayu api itu, menghadapkan dia kepada Musa dan Harun dan segenap umat itu.
    15:34 Orang itu dimasukkan dalam tahanan, oleh karena belum ditentukan apa yang harus dilakukan kepadanya.
    15:35 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Orang itu pastilah dihukum mati; segenap umat Israel harus melontari dia dengan batu di luar tempat perkemahan.”
    15:36 Lalu segenap umat menggiring dia ke luar tempat perkemahan, kemudian dia dilontari dengan batu, sehingga ia mati, seperti yang difirmankan TUHAN kepada Musa.

Rumusan-rumusan para nabi didasarkan pada Pentateukh. ‘Sabat’ sering dihubungkan dengan ‘bulan baru’ (2 Raja 4:23; Amos 8:5; Hosea 2: 11; Yesaya 1:13; Yehezkiel 46:3). Apabila nabi-nabi seperti Hosea (Hosea 2: 11) rnenyebut hukuman ilahi terhadap bulan baru, sabat dan pesta lain, para nabi bukannya mengutuk begitu saja; mereka mengutuk penyalahgunaan sabat dan peraturan-peraturan Pentateukh lainnya.

Namun para nabi memang menunjuk kepada berkat-berkat yang menyertai perlakuan yang benar terhadap sabat. Ada orang yang mengotori sabat dan berbuat jahat pada hari itu (Yesaya 56:2-4), dan adalah keharusan menjauhi hal-hal demikian. Menurut suatu bagian yang dianggap klasik (Yesaya 58: 13), Yesaya mengemukakan berkat-berkat yang menyertai perlakuan yang benar terhadap sabat. Hari itu bukanlah hari pada saat mana orang boleh berbuat apa saja menurut kemauannya, melainkan hari di mana ia harus melakukan kehendak Tuhan. Bukannya manusia, melainkan Tuhan-lah yang boleh menentukan bagaimana hari sabat harus diperlakukan. Mengakui bahwa hari itu suci bagi Tuhan akan membawa pengalaman yang sungguh-sungguh akan janji-janji-Nya,

Selama zaman Persia, mengindahkan sabat diberi penekanan lagi, Larangan kegiatan dagang pada hari Sabat (Amos 8:5) dan mengangkut barang-barang pada hari Sabat (Yeremia 17:21 dab) yg telah diketahui sebelum Pembuangan, ditetapkan lagi oleh Nehemia (10:31; 13: 15-22). Tapi selama masa antar Perjanjian, suatu perubahan terjadi perlahan-lahan terhadap pengertian mengenai maksud sabat. Di sinagoge-sinagoge hukum Taurat dipelajari pada hari sabat. Lama-kelamaan tradisi lisan berkembang di lingkungan masyarakat Yahudi, dan perhatian lebih dipusatkan kepada hal-hal kecil dalam memperingati hari itu.

Dua traktat dari Misyna, Shabbath dan Erubim menyajikan ajaran tentang bagaimana sabat harus diperingati "secara rinci. Rincian tata cara dan tradisi manusia yang menjadi beban atas perintah-perintah Allah - itulah yg dikecam Tuhan Yesus. Kecaman-kecaman-Nya bukan ditujukan kepada lembaga sabat itu sendiri maupun ajaran PL. Tapi la menentang goiongan Farisi yang telah menjadikan Firman Tuhan tidak berpengaruh akibat tradisi lisan yang membebani Firman itu. Kristus menyebut diriNya adalah Tuhan atas hari Sabat :

  • Markus 2:28
    jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."

Dengan penyataan itu Ia bukannya meremehkan makna dan pentingnya sabat, dan sama sekali tidak menentang peraturan PL. la semata-rnata menunjukkan arti sabat yang sesungguhnya bagi manusia, dan menyatakan hak-Nya untuk berbicara karena Ia sendiri adalah Tuhan dari sabat. Sebagai Tuhan dari sabat, Yesus Kristus pergi ke sinagoge pada hari Sabat, sesuai kebiasaan-Nya (Lukas 4:16) Cara-Nya memperingati sabat sesuai peraturan PL guna mengindahkan hari itu suci bagi Tuhan.

Dalam ketidaksetujuan-Nya dengan orang Farisi (Matius 12:1-14; Markus 2:23-28; Lukas 6: 1-11) Tuhan Yesus menunjukkan kepada masyarakat Yahudi kesalahpahaman mereka mengenai perintah-perintah PL. Mereka telah membuat pengudusan sabat lebih keras daripada yg diperintahkan Allah sendiri. Tidak salah makan padahari Sabat, sekalipun makanan itu harus didapat dengan memetik gandum di ladang. Juga tidak salah berbuat baik pada hari Sabat. Menyembuhkan adalah perbuatan belas kasihan, dan Tuhan dari hari Sabat itu penuh belas kasihan (lihat juga Yohanes 5: 1-18; Lukas 13:10-17; 14:1-6).

Pada hari pertama Tuhan bangkit dari kematian, justru orang Kristen berkumpul pada hari yang pertama itu untuk beribadah kepada Kristus yang bangkit (Wahyu 1: 10). Hari ini adalah hari Tuhan, dan dengan demikian adalah “sabat” yang telah ditetapkan pada penciptaan.

Appendix II

MITSVOT (PERINTAH) TENTANG PRAKTEK SABAT DAN TAHUN YOBEL : Mitsvot 210 – 226

Reff : 613-mitsvot-vt218-20.html#p444

Quote:
TENTANG PRAKTEK SABAT DAN TAHUN YOBEL

Perintah ke-226:
MEMBERI HAK MENEBUS TANAH DI TAHUN YOBEL

  • Imamat 25:24
    LAI TB, Di seluruh tanah milikmu haruslah kamu memberi hak menebus tanah.
    KJV, And in all the land of your possession ye shall grant a redemption for the land.
    Hebrew,
    וּבְכֹל אֶרֶץ אֲחֻזַּתְכֶם גְּאֻלָּה תִּתְּנוּ לָאָרֶץ׃ ס
    Translit, ÛVEKHOL 'ERETS 'AKHUZATKHEM GE’ULÂH TITENÛ LÂ’ÂRETS

Perintah ke-225:
TIDAK MEMETIK BUAH-BUAH POHON DI TAHUN YOBEL

  • Imamat 25:11
    LAI TB, Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya.
    KJV, A jubile shall that fiftieth year be unto you: ye shall not sow, neither reap that which groweth of itself in it, nor gather the grapes in it of thy vine undressed.
    Hebrew,
    יֹובֵל הִוא שְׁנַת הַחֲמִשִּׁים שָׁנָה תִּהְיֶה לָכֶם לֹא תִזְרָעוּ וְלֹא תִקְצְרוּ אֶת־סְפִיחֶיהָ וְלֹא תִבְצְרוּ אֶת־נְזִרֶיהָ
    Translit, YÕVÊL HIV’ SYENAT HAKHAMISYÏM SYÂNÂH TIHYEH LÂKHEM LO’ TIZRÂ’Û VELO’ TIQTSERÛ ‘ET-SEFÏKHEYHÂ VELO’ TIVTSERÛ 'ET-NEZIREYHÂ

Perintah ke-224:
TIDAK MENUAI APA TUMBUH SENDIRI DI LADANG DI TAHUN YOBEL

  • Imamat 25:11, idem

Perintah ke-223:
TIDAK MENANAMI TANAH, TIDAK MELAKUKAN PEKERJAAN PADA POHON-POHON, DI TAHUN YOBEL

  • Imamat 25:11, idem

Perintah ke-222:
MEMELIHARA TAHUN YOBEL DENGAN BERISTIRAHAT DAN MEMBIARKAN TANAH TIDAK DITANAMI

  • Imamat 25:10
    LAI TB, Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.
    KJV, And ye shall hallow the fiftieth year, and proclaim liberty throughout all the land unto all the inhabitants thereof: it shall be a jubile unto you; and ye shall return every man unto his possession, and ye shall return every man unto his family.
    Hebrew,
    וְקִדַּשְׁתֶּם אֵת שְׁנַת הַחֲמִשִּׁים שָׁנָה וּקְרָאתֶם דְּרֹור בָּאָרֶץ לְכָל־יֹשְׁבֶיהָ יֹובֵל הִוא תִּהְיֶה לָכֶם וְשַׁבְתֶּם אִישׁ אֶל־אֲחֻזָּתֹו וְאִישׁ אֶל־מִשְׁפַּחְתֹּו תָּשֻׁבוּ׃
    Translit, VEQIDASYTEM ‘ÊT SYENAT HAKHAMISYÏM SYÂNÂH ÛQERÂ’TEM DERÕR BÂ’ÂRETS LEKHOL-YOSYEVEYHÂ YÕVÊL HIV’ TIHYEH LÂKHEM VESYAVTEM 'ÏSY 'EL-'AKHUZÂTÕ VE’ÏSY 'EL-MISYPAKHTÕ TÂSYUVÛ

Perintah ke-221:
MENGHITUNG TAHUN-TAHUN YOBEL, TAHUN DEMI TAHUN DAN MENGELOMPOKKAN MASA TUJUH TAHUN

  • Imamat 25:8
    LAI TB, Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun.
    KJV, And thou shalt number seven sabbaths of years unto thee, seven times seven years; and the space of the seven sabbaths of years shall be unto thee forty and nine years.
    Hebrew,
    וְסָפַרְתָּ לְךָ בַע שַׁבְּתֹת שָׁנִים שֶׁבַע שָׁנִים שֶׁבַע פְּעָמִים וְהָיוּ לְךָ יְמֵי בַע שַׁבְּתֹת הַשָּׁנִים תֵּשַׁע וְאַרְבָּעִים שָׁנָה׃
    Translit, VESÂFARTÂ LEKHA SYEVA’ SYABETOT SYÂNÏM SYEVA’ SYÂNÏM SYEVA’ PE’ÂMÏM VEHÂYÛ LEKHA YEMÊY SYEVA’ SYABETOT HASYÂNÏM TÊSYA’ VE’ARBÂ’ÏM SYÂNÂH

Perintah ke-220:
MENGUMPULKAN ORANG UNTUK MENDENGARKAN TAURAT PADA AKHIR TAHUN KE TUJUH

  • Ulangan 31:12
    LAI TB, Seluruh bangsa itu berkumpul, laki-laki, perempuan dan anak-anak, dan orang asing yang diam di dalam tempatmu, supaya mereka mendengarnya dan belajar takut akan TUHAN, Allahmu, dan mereka melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat ini,
    KJV, Gather the people together, men and women, and children, and thy stranger that is within thy gates, that they may hear, and that they may learn, and fear the LORD your God, and observe to do all the words of this law: Hebrew,
    הַקְהֵל אֶת־הָעָם הָאֲנָשִׁים וְהַנָּשִׁים וְהַטַּף וְגֵרְךָ אֲשֶׁר בִּשְׁעָרֶיךָ לְמַעַן יִשְׁמְעוּ וּלְמַעַן יִלְמְדוּ וְיָרְאוּ אֶת־יְהוָה אֱלֹהֵיכֶם וְשָׁמְרוּ לַעֲשֹׂות אֶת־כָּל־דִּבְרֵי הַתֹּורָה הַזֹּאת׃
    Translit, HAQHÊL 'ET-HÂ’ÂM HÂ’ANÂSYÏM VEHANÂSYÏM VEHATAF VEGÊREKHA 'ASYER BISY’ÂREYKHA LEMA’AN YISYME’Û ÛLEMA’AN YILMEDÛ VEYÂR’Û 'ET-YEHOVÂH 'ELOHÊYKHEM VESYÂMRÛ LA’ASÕT 'ET-KÂL-DIVRÊY HATÕRÂH HAZO’T

Perintah ke-219:
TIDAK MENAHAN DIRI MEMBERI PINJAMAN KEPADA ORANG MISKIN KARENA PENGHAPUSAN HUTANG DI TAHUN SABAT

  • Ulangan 15:9
    LAI TB, Hati-hatilah, supaya jangan timbul di dalam hatimu pikiran dursila, demikian: Sudah dekat tahun ketujuh, tahun penghapusan hutang, dan engkau menjadi kesal terhadap saudaramu yang miskin itu dan engkau tidak memberikan apa-apa kepadanya, maka ia berseru kepada TUHAN tentang engkau, dan hal itu menjadi dosa bagimu.
    KJV, Beware that there be not a thought in thy wicked heart, saying, The seventh year, the year of release, is at hand; and thine eye be evil against thy poor brother, and thou givest him nought; and he cry unto the LORD against thee, and it be sin unto thee. Hebrew,
    הִשָּׁמֶר לְךָ פֶּן־יִהְיֶה דָבָר עִם־לְבָבְךָ בְלִיַּעַל לֵאמֹר קָרְבָה שְׁנַת־הַשֶּׁבַע שְׁנַת הַשְּׁמִטָּה וְרָעָה עֵינְךָ בְּאָחִיךָ הָאֶבְיֹון וְלֹא תִתֵּן לֹו וְקָרָא עָלֶיךָ אֶל־יְהוָה וְהָיָה בְךָ חֵטְא׃
    Translit, HISYÂMER LEKHA PEN-YIHYEH DÂVÂR’IM-LEVÂVKHA VELÏYA’AL LÊ’MOR QORVÂH SYENAT-HASYEVA’ SYENAT HASYEMITÂH VERÂ’ÂH ‘ÊYNKHA BE’ÂKHÏKHA HÂ’EVYÕN VELO’ TITÊN LÕ VEQÂRÂ’ 'ÂLEYKHA ‘EL-YEHOVÂH VEHÂYÂH VEKHA KHÊTE’

Perintah ke-218:
TIDAK MEMINTA PENGEMBALIAN PINJAMAN SESUDAH LEWAT TAHUN SABAT

  • Ulangan 15:2
    LAI TB, Inilah cara penghapusan itu: setiap orang yang berpiutang harus menghapuskan apa yang dipinjamkannya kepada sesamanya; janganlah ia menagih dari sesamanya atau saudaranya, karena telah dimaklumkan penghapusan hutang demi TUHAN.
    KJV, And this is the manner of the release: Every creditor that lendeth ought unto his neighbour shall release it; he shall not exact it of his neighbour, or of his brother; because it is called the LORD’s release. Hebrew,
    וְזֶה דְּבַר הַשְּׁמִטָּה שָׁמֹוט כָּל־בַּעַל מַשֵּׁה יָדֹו אֲשֶׁר יַשֶּׁה בְּרֵעֵהוּ לֹא־יִגֹּשׂ אֶת־רֵעֵהוּ וְאֶת־אָחִיו כִּי־קָרָא שְׁמִטָּה לַיהוָה׃
    Translit, VEZEH DEVAR HASYEMITÂH SYÂMÕT KOL-BA’AL MASYÊH YÂDÕ ‘ASYER YASYEH BERÊ’ÊHÛ LO’-YIGOS 'ET-RÊ’ÊHÛ VE’ET-‘ÂKHÏV KÏ-QÂRÂ’ SYEMITÂH LAYEHOVÂH

Perintah ke-217:
MENGHAPUS HUTANG DI TAHUN KETUJUH

  • Ulangan 15:2, idem

Perintah ke-216:
MENIUP SANGKAKALA PADA TAHUN SABAT

  • Imamat 25:9
    LAI TB, Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu.
    KJV, Then shalt thou cause the trumpet of the jubile to sound on the tenth day of the seventh month, in the day of atonement shall ye make the trumpet sound throughout all your land.
    Hebrew,
    וְהַעֲבַרְתָּ שֹׁופַר תְּרוּעָה בַּחֹדֶשׁ הַשְּׁבִעִי בֶּעָשֹׂור לַחֹדֶשׁ בְּיֹום הַכִּפֻּרִים תַּעֲבִירוּ שֹׁופָר בְּכָל־אַרְצְכֶם׃
    Translit, VEHA’AVARTÂ SYÕFAR TERÛ’ÂH BAKHODESY HASYEVI’Ï BE’ÂSÕR LAKHODESY BEYÕM HAKIPURÏM TA’AVÏRÛ SYÕFÂR BEKHOL-'ARTSEKHEM

Perintah ke-215:
TIDAK MEMETIK BUAH POHON DI TAHUN SABAT

  • Imamat 25:5
    LAI TB, Dan apa yang tumbuh sendiri dari penuaianmu itu, janganlah kautuai dan buah anggur dari pokok anggurmu yang tidak dirantingi, janganlah kaupetik. Tahun itu harus menjadi tahun perhentian penuh bagi tanah itu.
    KJV, That which groweth of its own accord of thy harvest thou shalt not reap, neither gather the grapes of thy vine undressed: for it is a year of rest unto the land.
    Hebrew,
    אֵת סְפִיחַ קְצִירְךָ לֹא תִקְצֹור וְאֶת־עִנְּבֵי נְזִירֶךָ לֹא תִבְצֹר שְׁנַת שַׁבָּתֹון יִהְיֶה לָאָרֶץ׃
    Translit, ‘ÊT SEFÏAKH QETSÏRKHA LO’ TIQTSÕR VE’ET-‘INEVÊY NEZÏREKHA LO’ TIVTSOR SYENAT SYABÂTÕN YIHYEH LÂ’ÂRETS

Perintah ke-214:
TIDAK MENUAI APA TUMBUH SENDIRI DI LADANG DI TAHUN SABAT

  • Imamat 25:5, idem

Perintah ke-213:
TIDAK MELAKUKAN PEKERJAAN PADA POHON-POHON DI TAHUN SABAT

  • Imamat 25:4
    LAI TB, tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi.
    KJV, But in the seventh year shall be a sabbath of rest unto the land, a sabbath for the LORD: thou shalt neither sow thy field, nor prune thy vineyard.
    Hebrew,
    וּבַשָּׁנָה הַשְּׁבִיעִת שַׁבַּת שַׁבָּתֹון יִהְיֶה לָאָרֶץ שַׁבָּת לַיהוָה שָׂדְךָ לֹא תִזְרָע וְכַרְמְךָ לֹא תִזְמֹר׃
    Translit, ÛVASYÂNÂH HASYEVÏ’IT SYABAT SYABÂTÕN YIHYEH LÂ’ÂRET SYABÂT LAYEHOVÂH SÂDEKHA LO’ TIZRÂ’ VEKHARMEKHA LO’ TIZMOR

Perintah ke-212:
TIDAK MENANAMI TANAH DI TAHUN SABAT

  • Imamat 25:4, idem

Perintah ke-211:
BERHENTI MENAMAMI TANAH DI TAHUN SABAT

  • Keluaran 23:11
    LAI TB, tetapi pada tahun ketujuh haruslah engkau membiarkannya dan meninggalkannya begitu saja, supaya orang miskin di antara bangsamu dapat makan, dan apa yang ditinggalkan mereka haruslah dibiarkan dimakan binatang hutan. Demikian juga kaulakukan dengan kebun anggurmu dan kebun zaitunmu.
    KJV, But the seventh year thou shalt let it rest and lie still; that the poor of thy people may eat: and what they leave the beasts of the field shall eat. In like manner thou shalt deal with thy vineyard, and with thy oliveyard.
    Hebrew,
    וְהַשְּׁבִיעִת תִּשְׁמְטֶנָּה וּנְטַשְׁתָּהּ וְאָכְלוּ אֶבְיֹנֵי עַמֶּךָ וְיִתְרָם תֹּאכַל חַיַּת הַשָּׂדֶה כֵּן־תַּעֲשֶׂה לְכַרְמְךָ לְזֵיתֶךָ׃
    Translit, VEHASYEVÏ’IT TISYMETENÂH ÛNETASYTÂH VE’ÂKHELÛ 'EVYONÊY 'AMEKHA VEYITRÂM TO’KHAL KHAYAT HASÂDEH KÊN-TA’ASEH LEKHARMEKHA LEZÊYTEKHA

Perintah ke-210:
MEMBIARKAN TANAH TIDAK DITANAMI DI TAHUN SABAT

  • Keluaran 23:11, idem


Appendix IIB

II. TAHUN SABAT - TAHUN YOBEL

Istilah “Tahun Sabat” ini mengacu kepada ketentuan yg dibuat mengenai Tanah Perjanjian.

  • Imamat 25:2-5 Tahun Sabat dan Tahun Yobel
    25:1 TUHAN berfirman kepada Musa di gunung Sinai:
    25:2 “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu telah masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, maka tanah itu harus mendapat perhentian sebagai sabat bagi TUHAN.
    25:3 Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu,
    25:4 tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi.
    25:5 Dan apa yang tumbuh sendiri dari penuaianmu itu, janganlah kautuai dan buah anggur dari pokok anggurmu yang tidak dirantingi, janganlah kaupetik. Tahun itu harus menjadi tahun perhentian penuh bagi tanah itu.
    25:6 Hasil tanah selama sabat itu haruslah menjadi makanan bagimu, yakni bagimu sendiri, bagi budakmu laki-laki, bagi budakmu perempuan, bagi orang upahan dan bagi orang asing di antaramu, yang semuanya tinggal padamu.
    25:7 Juga bagi ternakmu, dan bagi binatang liar yang ada di tanahmu, segala hasil tanah itu menjadi makanannya.
    25:8 Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun.
    25:9 Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu.
    25:10 Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.
    25:11 Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya.
    25:12 Karena tahun itu adalah tahun Yobel, haruslah itu kudus bagimu; hasil tahun itu yang hendak kamu makan harus diambil dari ladang.
    25:13 Dalam tahun Yobel itu kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya.
    25:14 Apabila kamu menjual sesuatu kepada sesamamu atau membeli dari padanya, janganlah kamu merugikan satu sama lain.
    25:15 Apabila engkau membeli dari sesamamu haruslah menurut jumlah tahun sesudah tahun Yobel, dan apabila ia menjual kepadamu haruslah menurut jumlah tahun panen.
    25:16 Makin besar jumlah tahun itu, makin besarlah pembeliannya, dan makin kecil jumlah tahun itu, makin kecillah pembeliannya, karena jumlah panenlah yang dijualnya kepadamu.
    25:17 Janganlah kamu merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takut akan Allahmu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.
    25:18 Demikianlah kamu harus melakukan ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-Ku serta melakukannya, maka kamu akan diam di tanahmu dengan aman tenteram.
    25:19 Tanah itu akan memberi hasilnya, dan kamu akan makan sampai kenyang dan diam di sana dengan aman tenteram.
    25:20 Apabila kamu bertanya: Apakah yang akan kami makan dalam tahun yang ketujuh itu, bukankah kami tidak boleh menabur dan tidak boleh mengumpulkan hasil tanah kami?
    25:21 Maka Aku akan memerintahkan berkat-Ku kepadamu dalam tahun yang keenam, supaya diberinya hasil untuk tiga tahun.
    25:22 Dalam tahun yang kedelapan kamu akan menabur, tetapi kamu akan makan dari hasil yang lama sampai kepada tahun yang kesembilan, sampai masuk hasilnya, kamu akan memakan yang lama.”

Penebusan tanah :
25:23 “Tanah jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku.
25:24 Di seluruh tanah milikmu haruslah kamu memberi hak menebus tanah.
25:25 Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga harus menjual sebagian dari miliknya, maka seorang kaumnya yang berhak menebus, yakni kaumnya yang terdekat harus datang dan menebus yang telah dijual saudaranya itu.
25:26 Apabila seseorang tidak mempunyai penebus, tetapi kemudian ia mampu, sehingga didapatnya yang perlu untuk menebus miliknya itu,
25:27 maka ia harus memasukkan tahun-tahun sesudah penjualannya itu dalam perhitungan, dan kelebihannya haruslah dikembalikannya kepada orang yang membeli dari padanya, supaya ia boleh pulang ke tanah miliknya.
25:28 Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk mengembalikannya kepadanya, maka yang telah dijualnya itu tetap di tangan orang yang membelinya sampai kepada tahun Yobel; dalam tahun Yobel tanah itu akan bebas, dan orang itu boleh pulang ke tanah miliknya.”

Penebusan rumah :
25:29 “Apabila seseorang menjual rumah tempat tinggal di suatu kota yang berpagar tembok, maka hak menebus hanya berlaku selama setahun mulai dari hari penjualannya; hak menebus berlaku hanya satu tahun.
25:30 Tetapi jikalau rumah itu tidak ditebus dalam jangka waktu setahun itu, rumah itu secara mutlak menjadi milik si pembeli turun-temurun; dalam tahun Yobel rumah itu tidaklah bebas.
25:31 Tetapi rumah-rumah di desa-desa yang tidak dikelilingi pagar tembok haruslah dianggap sama dengan ladang-ladang di negeri itu, atasnya harus ada hak menebus dan dalam tahun Yobel rumah itu harus bebas.
25:32 Mengenai rumah-rumah di kota-kota orang Lewi, hak menebus rumah-rumah itu ada pada orang-orang Lewi untuk selama-lamanya.
25:33 Sekalipun dari antara orang Lewi yang melakukan penebusan, tetapi rumah yang terjual di kota miliknya itu haruslah bebas dalam tahun Yobel, karena segala rumah di kota-kota orang Lewi adalah milik mereka masing-masing di tengah-tengah orang Israel.
25:34 Dan padang penggembalaan sekitar kota-kota mereka janganlah dijual, karena itu milik mereka untuk selama-lamanya.”

Perlakuan terhadap orang miskin :
25:35 “Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga tidak sanggup bertahan di antaramu, maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu.
25:36 Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba dari padanya, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu dapat hidup di antaramu.
25:37 Janganlah engkau memberi uangmu kepadanya dengan meminta bunga, juga makananmu janganlah kauberikan dengan meminta riba.
25:38 Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, untuk memberikan kepadamu tanah Kanaan, supaya Aku menjadi Allahmu.
25:39 Apabila saudaramu jatuh miskin di antaramu, sehingga menyerahkan dirinya kepadamu, maka janganlah memperbudak dia.
25:40 Sebagai orang upahan dan sebagai pendatang ia harus tinggal di antaramu; sampai kepada tahun Yobel ia harus bekerja padamu.
25:41 Kemudian ia harus diizinkan keluar dari padamu, ia bersama-sama anak-anaknya, lalu pulang kembali kepada kaumnya dan ia boleh pulang ke tanah milik nenek moyangnya.
25:42 Karena mereka itu hamba-hamba-Ku yang Kubawa keluar dari tanah Mesir, janganlah mereka itu dijual, secara orang menjual budak.
25:43 Janganlah engkau memerintah dia dengan kejam, melainkan engkau harus takut akan Allahmu.
25:44 Tetapi budakmu laki-laki atau perempuan yang boleh kaumiliki adalah dari antara bangsa-bangsa yang di sekelilingmu; hanya dari antara merekalah kamu boleh membeli budak laki-laki dan perempuan.
25:45 Juga dari antara anak-anak pendatang yang tinggal di antaramu boleh kamu membelinya dan dari antara kaum mereka yang tinggal di antaramu, yang dilahirkan di negerimu. Orang-orang itu boleh menjadi milikmu.
25:46 Kamu harus membagikan mereka sebagai milik pusaka kepada anak-anakmu yang kemudian, supaya diwarisi sebagai milik; kamu harus memperbudakkan mereka untuk selama-lamanya, tetapi atas saudara-saudaramu, orang-orang Israel, janganlah memerintah dengan kejam yang satu sama yang lain.
25:47 Apabila seorang asing atau seorang pendatang di antaramu telah menjadi mampu, sedangkan saudaramu yang tinggal padanya jatuh miskin, sehingga menyerahkan dirinya kepada orang asing atau pendatang yang di antaramu itu atau kepada seorang yang berasal dari kaum orang asing,
25:48 maka sesudah ia menyerahkan dirinya, ia berhak ditebus, yakni seorang dari antara saudara-saudaranya boleh menebus dia,
25:49 atau saudara ayahnya atau anak laki-laki saudara ayahnya atau seorang kerabatnya yang terdekat dari kaumnya atau kalau ia telah mampu, ia sendiri berhak menebus dirinya.
25:50 Bersama-sama dengan si pembelinya ia harus membuat perhitungan, mulai dari tahun ia menyerahkan dirinya kepada orang itu sampai kepada tahun Yobel, dan harga penjualan dirinya haruslah ditentukan menurut jumlah tahun-tahun itu; masa ia tinggal pada orang itu haruslah dihitung seperti masa kerja orang upahan.
25:51 Jikalau jumlah tahun itu masih besar, maka dari harga pembeliannya harus dikembalikan sebagai penebus dirinya menurut jumlah tahun itu.
25:52 Jika waktu yang masih tinggal sampai kepada tahun Yobel sedikit lagi saja, maka ia harus membuat perhitungan dengan orang itu; menurut jumlah tahun itulah ia harus membayar uang tebusan dirinya.
25:53 Demikianlah ia harus tinggal padanya sebagai orang upahan dari tahun ke tahun. Janganlah ia diperintah dengan kejam oleh orang itu di depan matamu.
25:54 Tetapi jikalau ia tidak ditebus dengan cara demikian, maka ia harus diizinkan keluar dalam tahun Yobel, ia bersama-sama anak-anaknya.
25:55 Karena pada-Kulah orang Israel menjadi hamba; mereka itu adalah hamba-hamba-Ku yang Kubawa keluar dari tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu.”

Imamat 25:2 menyatakan " VESHAVTAH HA’ARETS SYABAT, 'maka tanah itu harus mendapat perhentian '. Hal itu juga disebut ‘perhentian istirahat’ dan ‘tahun perhentian’ (Imamat 25:4, 5). Sesudah 6 tahun masa tanam, pemeliharaan dan panen, tanah dibiarkan tidak ditanami selama 1 tahun. Tanaman yang tumbuh sendiri di ladang itu diperuntukkan bagi orang miskin dan sisanya bagi hewan :

  • Keluaran 23:11
    tetapi pada tahun ketujuh haruslah engkau membiarkannya dan meninggalkannya begitu saja, supaya orang miskin di antara bangsamu dapat makan, dan apa yang ditinggalkan mereka haruslah dibiarkan dimakan binatang hutan. Demikian juga kaulakukan dengan kebun anggurmu dan kebun zaitunmu.

  • Ulangan 15 :2-18
    15:2 Inilah cara penghapusan itu: setiap orang yang berpiutang harus menghapuskan apa yang dipinjamkannya kepada sesamanya; janganlah ia menagih dari sesamanya atau saudaranya, karena telah dimaklumkan penghapusan hutang demi TUHAN.
    15:3 Dari seorang asing boleh kautagih, tetapi piutangmu kepada saudaramu haruslah kauhapuskan.
    15:4 Maka tidak akan ada orang miskin di antaramu, sebab sungguh TUHAN akan memberkati engkau di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk menjadi milik pusaka,
    15:5 asal saja engkau mendengarkan baik-baik suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segenap perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini.
    15:6 Apabila TUHAN, Allahmu, memberkati engkau, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, maka engkau akan memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak akan meminta pinjaman; engkau akan menguasai banyak bangsa, tetapi mereka tidak akan menguasai engkau.
    15:7 Jika sekiranya ada di antaramu seorang miskin, salah seorang saudaramu di dalam salah satu tempatmu, di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka janganlah engkau menegarkan hati ataupun menggenggam tangan terhadap saudaramu yang miskin itu,
    15:8 tetapi engkau harus membuka tangan lebar-lebar baginya dan memberi pinjaman kepadanya dengan limpahnya, cukup untuk keperluannya, seberapa ia perlukan.
    15:9 Hati-hatilah, supaya jangan timbul di dalam hatimu pikiran dursila, demikian: Sudah dekat tahun ketujuh, tahun penghapusan hutang, dan engkau menjadi kesal terhadap saudaramu yang miskin itu dan engkau tidak memberikan apa-apa kepadanya, maka ia berseru kepada TUHAN tentang engkau, dan hal itu menjadi dosa bagimu.
    15:10 Engkau harus memberi kepadanya dengan limpahnya dan janganlah hatimu berdukacita, apabila engkau memberi kepadanya, sebab oleh karena hal itulah TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu dan dalam segala usahamu.
    15:11 Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu."
    15:12 “Apabila seorang saudaramu menjual dirinya kepadamu, baik seorang laki-laki Ibrani ataupun seorang perempuan Ibrani, maka ia akan bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh engkau harus melepaskan dia sebagai orang merdeka.
    15:13 Dan apabila engkau melepaskan dia sebagai orang merdeka, maka janganlah engkau melepaskan dia dengan tangan hampa,
    15:14 engkau harus dengan limpahnya memberi bekal kepadanya dari kambing dombamu, dari tempat pengirikanmu dan dari tempat pemerasanmu, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kauberikan kepadanya.
    15:15 Haruslah kauingat, bahwa engkau pun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau ditebus TUHAN, Allahmu; itulah sebabnya aku memberi perintah itu kepadamu pada hari ini.
    15:16 Tetapi apabila dia berkata kepadamu: Aku tidak mau keluar meninggalkan engkau, karena ia mengasihi engkau dan keluargamu, sebab baik keadaannya padamu,
    15:17 maka engkau harus mengambil sebuah penusuk dan menindik telinganya pada pintu, sehingga ia menjadi budakmu untuk selama-lamanya. Demikian juga kauperbuat kepada budakmu perempuan.
    15:18 Janganlah merasa susah, apabila engkau melepaskan dia sebagai orang merdeka, sebab enam tahun lamanya ia telah bekerja padamu dengan jasa dua kali upah seorang pekerja harian. Maka TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala sesuatu yang kaukerjakan.”

Untuk menenangkan kekuatiran umat Israel akan kekurangan, Tuhan rnenjarnin bahwa tahun ke-6 akan menyediakan cukup tuaian buat 3 tahun (Imamat 25 :20 dab). Sejak saat itu 'tahun perhentian ’ ini diberlakukan di Israel (Nehemia 10:31; I Makabe 6:49, 53; bandingkan Josephus. Antiquities 12. 378; 14. 206). Imamat 26:34-43; 2 Tawarikh 36:21; Yeremia 3414-22 mengacu kepada kemarahan Tuhan terhadap pelanggaran atas peraturan in i.

Puncak tahun-tahun sabat dicapai pada setiap thn yg ke-50. Inilah YUBILLUM (lbrani YOVEL, ‘domba jantan’, mengacu kepada ‘terompet’ - tanduk domba-jantan - dengan mana tahun itu dirayakan). Sanksi-sanksi tahun sabat diterapkan dengan keras. Disamping itu hak milik dikembalikan kepada pemilik aslinya. Hutang-hutang dinyatakan lunas, dan orang Ibrani yang menjadi budak akibat hutang dibebaskan. Saat itu adalah saat pengucapan syukur dan tindak penerapan iman bahwa Allah akan menyediakan pangan (Imamat 25:8 dst).

Makna tidak mengolah tanah pada setiap tahun ke-7, tidak hanya terletak pada prinsip-prinsip kimia pertanahan, Juga bukannya mengikuti pola 7 tahun putaran tanpa panen dari orang Kanaan yang diikuti oleh 7 tahun kelimpahan. Dalam naskah, tanah itu dibiarkan tidak diolah selama 1 tahun. (Lihat C.H Gordon, Ugaritic Literature, 1949, hIm 5 dst.) Alasan utama untuk ketentuan ini terletak pada pernyataan bahwa istirahat pada tahun ke-7 itu adalah sabat peristirahatan, baik untuk tanah itu maupun untuk Allah (Imamat 25:2, 4). Di sini jelas adanya hubungan dengan lembaga sabat yang didasarkan atas karya penciptaan Tuhan. Sejalan dengan ini unsur-unsur lain perlu diperhatikan, yakni bahwa manusia hukanlah satu-satunya pemilik tanah, dan ia tidak mempunyai hak milik untuk selama-larnanya, tapi mempunyainya dalam. kepercayaan di bawah Tuhan (Imamat 25:23). Orang Israel juga harus ingat bahwa ia tidak memiliki apa pun berdasarkan hak warisan, karena ia dulu adalah budak di Mesir (Ulangan 15: 15). Kemurahan hati didasari rasa terima kasih.

Sumber:

  • The New Bible Dictionary Vol. 2, Inter-Varsity Press: Leichester - London, © 1988, p. 335-337

KEPUSTAKAAN.
J Orr, The Sabbath Scripturally and Practically Considered, 1886;
N. H Snaith, The Jewish New Year Festival, 1947;
J Murray, Principles of Conduct, 1957, hlm 30-35;
W Rordorff, Sunday, 1968;
F.N Lee, The Covenantal Sabbath, 1972;
R, T Beckwith dan W Stott, This is the Day, 1978;
W Stott, NIDNIT3, hlm 405-415;
A Lemaire, RB 80, 1973, hlm 161-185;
S Bacchiocchi, From Sabbath to Sunday: A Historical Investigation of the Rise of Sunday Observance in Early Christianity, 1977.

Artikel terkait :
Penggunaan Tahun Secara Kudus (Imamat 25:1-55), di hari-hari-raya-dalam-alkitab-vt219.html#p18372

@bro kahlil _gibson

saya lagi-lagi mempunyai permemintaan yang sama

saya minta tolong pada anda

tolong lock juga thread ini.

karena thread ini hanya untuk memberi informasi saja

dan untuk diskusi sudah ada thread sebelah

yg berjudul “hari sabat”

terimkasih bro kahlil

Gbu