SPI 3: "DID JESUS SPEND SATURDAY IN HELL?"

“Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, (turun ke dalam kerajaan maut)…”
(Pengakuan Iman Rasuli)

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”
Yesus Kristus bekrata kepada salah seorang penjahat yang disalibkan bersama-Nya, sesaat sebelum wafat (Luk. 23:43)

Pernahkah Anda bertanya-tanya, di manakah Yesus Kristus melewatkan 3 hari setelah kematian dan sebelum kebangkitan-Nya? Apakah dalam neraka seperti klaim Pengakuan Iman Rasuli?
Kalau ya, apakah itu artinya Yesus berdusta memberi janji palsu kepada penjahat di sisi-Nya?

Pengakuan Iman Rasuli atau Alkitab yang keliru?

Apa yang dilakukan Yesus di sana? Apakah Yesus ke neraka untuk memberitakan Injil? (1Ptr. 3:18-20; 4:4-6) Kepada siapa? Bagaimana caranya? Kapan? Untuk apa? Apa ini berarti masih ada harapan bagi orang yang mati sebelum percaya?

Temukan jawabannya dalam:
Seminar Pembinaan Iman (SPI) 3 Paskah 2014:
“DID JESUS SPEND SATURDAY IN HELL?”

oleh: Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M.

Senin, 17 Maret 2014; Pkl. 19.00 WIB
di Gereja Kebangunan Kalam Allah Indonesia (GKKAI) Tenggilis,
Jln. Raya Tenggilis Mejoyo 87, Surabaya

Bagi yang memerlukan transportasi, silahkan menghubungi:
Tommy (087851642420)
Wardy (08121702455)

Profil Pembicara:
Pdt. Yakub Tri Handoko, S.Th., M.A., Th.M. adalah gembala sidang Gereja Kristus Rahmani Indonesia (GKRI) Exodus, Surabaya sekaligus sebagai Pendiri dan Dosen Tetap di Sekolah Theologi Awam Reformed (STAR). Beliau menyelesaikan studi Sarjana Theologi (S.Th.) di Sekolah Tinggi Alkitab Surabaya (STAS); Master of Arts (M.A.) in Theological Studies di International Center for Theological Studies (ICTS), Pacet, Mojokerto; dan Master of Theology (Th.M.) di International Theological Seminary, Los Angeles, U.S.A. Sejak tahun 2007, beliau sedang menyelesaikan studi Doctor of Philosophy (Ph.D.) part-time di Evangelische Theologische Faculteit, Belgia. Beliau ditahbiskan menjadi pendeta di sinode GKRI tanggal 27 Maret 2011. Beliau menikah dengan Ev. Nike Pamela, M.A. dan dikaruniai 2 orang anak yaitu Calvin Gratia Handoko dan Aurel Fide Handoko.