Standard Moral Memberi dalam Perjanjian Baru ??

Apakah Standard Moral Memberi Perjanjian Baru Lebih Rendah dari pada Standard Moral Perjanjian Lama??

Perjanjian Lama Sepersepuluh dari Penghasilan…

Perjanjian Baru ??
Suka-Suka Ke Ikhlasan Hati saja…
Dorongan Roh Kudus ===> Maaf, ini Keikhlasan Hati Model Baru

atau Bagaimana ??

Saya Sendiri Berpendapat, Memberi dalam Perjanjian Baru adalah Berkorban,

seperti Teladan yg sudah Tuhan Yesus Lakukan, bahwa Dia sudah Memberikan NyawaNya untuk kita supaya kita mendapatkan Keselamatan

Dari Awalnya Tuhan Yesus sudah mengajarkan Standard Moral yg Tinggi dalam hal Memberi…

Memberi Dengan Batas Sepersepuluh dr Penghasilan Hanya SAMA dengan Perjanjian Lama, orang2 Hukum Taurat melakukannya…

Kalau Kita Benar2 Mengasihi Tuhan Yesus, sdh seharusnya kita Memberi dengan BerKorban seperti Teladan Tuhan Yesus…

harta sm jiwa beda bro.
Mang km bs korbanin sepersepuluh jiwa.
Ga usa binun2
klo mo korban harta seperspluh. Tp klo jiwa ya sepenunhnya. Thx

Sebenarnya anda Belum memberikan Pendapat atas Pertanyaan saya…
Apakah Standard Moral Memberi Perjanjian Baru Lebih Rendah dari pada Standard Moral Perjanjian Lama??

Apakah Maksudnya Kalau Jiwa/Hidup Sepenuhnya Milik Tuhan, Kalau Harta nanti dulu…

atau Apakah anda Setuju dgn Pendapat saya Kalau Jiwa/Hidup Sepenuhnya Milik Tuhan, itu sdh Termasuk Harta saya??

standart moral perjanjian baru tentulah lebih tinggi dari perjanjian lama karena dalam perjanjian baru ajarannya dalah ajaran Tuhan Yesus sendiri yang adalah Tuhan yangtidak bisa salah

didalam kolecte (sering di kait kaitkan dengan persepuluhan ) standart memberinya juga lebih tinggi dari perjanjianlama , yaitu seluruh kehidupan.

Tidak ada yang salah dengan persepuluhan pada zamannya (perjanjian lama) yang salah adalah pengertiannya,
kalau dulu persepuluhan diberi untuk orang lewi yang bekerja dibait Allah ==untuk bait allah zman dulu adalah gereja yang di yerusalem dimana tiap imam kolectan didaerah masing masingharus membawanya ke yerusalem,

Maka untuk zaman sekarang Bait allah itu bukan lagi Gereja/gereja melainkan adalah orang miskin, jadi hasil dari kolectae seharusnya diberikan pada orang miskin (sedekah)

juallah hartamu dan berikan pada orang miskin

GBUj

Moralitas memberi jemaat mula-mula Perjanjian Baru, memberi seluruh harta-bendanya. Itulah sebabnya suami-istri Ananias dan Safira merasa malu jika tidak memberi seluruhnya sehingga mereka berdusta bahwa mereka juga sudah memberi seluruhnya.

Act 5:1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
Act 5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
Act 5:3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?

Tetapi orang-orang jaman sekarang berkata persepuluhan tidak berlaku sambil memberi sesukanya yaitu uang receh seribuan - lima ribuan - sepuluh ribuan. Dikiranya Tuhan adalah tukang parkir atau gembel. Padahal Tuhan berkata di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Berilah sebesar-besarnya untuk Tuhan, supaya hati kita melekat kepadaNya :slight_smile:

ya engga lah masak lebih kecil . Sama aja. ya itu hartamu, tp kn jiwamu ciptaan tuhan . Km bs korbankn jwmu ke iblis ato Dia Yme. Tinggal pilih gunain hartamu bgmn. Kalo harta materi ya kasih sm yg butuh. Mo 1/10 ato stengah ato apalah . Di agama sblah malah cm 2.5persen. Yesus memang ngajarin kesederhanaan krn itu takdhirny dan ia emg ga butuh kaya utk menggenapi takdir allah. Tp kalo kaya tp baek apa ga boleh. Kalo km kaya km bs bantu orang scr lebih d materi. Kalo km pendeta km bs bantu org lebih d spiritual. Jd emg beda2 peranny tp bs saling mlngkapi

Karena udeh nyebut2 Spiritual…aye’ terpaksa deh Turun Tangan mau ikut campur dikit soal masalah MEMBERI …

Gak gampang lho seseorang bisa sampai Tahap memberi karena ia “LEVELNYA” sudah jauh diatas yg namanya Kebahagiaan Phisycal dan Kebahagiaan Emotional…yaitu sudah di Level Kebahagiaan Spiritualnya
Begini perumpamaannya :

Orang yg masih mengejar Kebahagiaan Physicalnya :
maka ia mengedepankan tanggan dengan Telapak Tangannya menghadap keatas dalam doa2 nya, isi doanya PENUH dengan PERMINTAAN2 untuk memuaskan Kepuasan Kedagingannya…minta2 hal2 yg MATERI kepada Allah…masih Materialistis dan Konsumtif hidupnya !
Dia baru merasa BAHAGIA kalau punya Rumah yg Milyaran. Mobil yg Milyaran, Baju yg Mewah2…semua serba “wah”

Orang yg mengejar Kebahagiaan Emotional :
Ia baru bahagia bila DISANJUNG, DIHORMATI, DI ELU2 KAN…dan tanganya IDEM DITO seperti yg diatas yaitu masih menengadahkan telapak tangannya keatas …masih model Peminta minta kepada Allah

Orang yg mencapai Kebahagiaan Spiritual :
Maka posisi tangannya saat berdoa malahan menghadapkan Telapak Tangannya kebawah…yaitu Posisi Memberkati dan Memberi…kepada sesamanya manusia…ia sangat suka sekali melakukan yg dianjurkan YESUS, Allah Juruselamatku itu :“Apa yg engkau lakukan kepada sesamamu manusia…anggaplah engkau melakukannya untuk-Ku !”Orang lapar kau kasih makan, Orang Telanjang kau berikan pakaian dan jubahmu, orang Tunawisma kau berikan tumpangan orang yg di “penjara” kau jenguk dan lawat !"

Nah ITU lah Standard Moral yg Tuhan Yesusku inginkan dari kita yg menyebut dirinya Kristian = Pengikut KRISTUS.
Bahkan dalam Goa Kubur-Nya pun, Ia melakukan apa yg Rasul Petrus tuliskan…:

1 Petrus 3 :
18 Sebab juga KRISTUS telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,
19 dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara (Alam Kubur),

Nah gimana udehan pada NGARTI yg diminta dalam Standard Moral kita oleh-Nya ?

iya gan, maksud ane pendeta bs memberi ilmu sipritual yg uda d ajarin ktab. Shg ilmunya dpt d jalanin n drasakan manpaatnya gan.
Trus org kaya juga ga ada salahnya yg salah kalo kayanya karena swatu yg ga halal. Ato ga mau memberi ato pelid. Hidup kaya tu kan bs dmanpaatkan jg buat org laen . Bgmnpun materi itu kita butuh namun sckupny.

ini pernyataan jenengan:

ini juga pernyataan jenengan:

kesimpulan kulo:

Jenengan belum sama sekali melakukan sesuai pernyataan jenengan,

Sebab jika jenengan sudah melakukannya, maka jenengan tidak bisa membuat thread ini, sebab sudah di alam Barzah.

Kulo sendiri belum melakukan sesuai pernyataan jenengan di atas.

Perjanjian Lama hukum memberi dibawah hukum Taurat yang mengandung hukuman. Saat YESUS membuka meterai Perjanjian Baru dengan darahNya, maka kita tidak lagi dibawah hukuman hukum Taurat. Artinya perintah itu bukan datang dari luar tubuh kita sebagai kewajiban yang memaksa kita melakukan sesuatu dengan ancaman hukuman dan hadiah, tetapi hukum Taurat itu ditaruh dalam hati kita, sehingga perintah itu lahir dari dalam diri kita sendiri mendorong kita untuk melakukan apa yang dituntut oleh hukum Taurat (Taurat yang memerintah dalam hati).

Standart moralnya tidak berbeda, tidak lebih baik dan tidak juga lebih buruk, sebab hukum Taurat itu adalah Firman Tuhan, dan apa yang di FirmankanNya, tetap sampai seluruhnya tamat digenapkan (bukan tamat secara parsial). Apa yang dalam Perjanjian Lama jelaskan tentang memberi, memiliki standart moral yang sama dengan memberi yang sekarang kita ketahui, sebab walau hukum itu datang dari luar tubuh (hukum Taurat) yang memaksa untuk ditaati, sebenarnya juga merupakan didikan Allah agar bangsa Israel memiliki standart moral yang sama dengan kita pahami sekarang didalam KRISTUS.

Memberi suka-suka dalam Perjanjian Baru, adalah tidak tepat. Kalimat itu dipakai segelintir orang yang cinta akan uang dan menghendaki memberi sesuatu menurut apa yang terendah dari yang ia rela berikan tanpa merasa bersalah atau tertuduh. Hal itu tidak Alkitabiah (lahir dari kedagingan).

Seluruh hidup kita adalah milik KRISTUS, demikian juga segala yang kita miliki bukan milik kita lagi, tetapi milik Tuhan. Tetapi bukan juga artinya adalah milik gereja, sebab apa yang sebut milik Tuhan bukan identik dengan properti gereja. Dua hal itu adalah berbeda. Benar hidup kita dan apa yang kita miliki adalah kepunyaan Tuhan karena kita telah ditebus dengan darahNya, tetapi menjadi milik gereja setelah kita berikan kepada organisasi atau yayasan gereja tersebut. Jadi tidak benar kalau ada yang bilang perpuluhan Perjanjian Baru itu harusnya 100%, sebab apa yang disebut perpuluhan itu adalah persembahan khusus agar ada makan dalam rumah Tuhan, bukan pajak Tuhan.

Mengenali persembahan atau pemberian ada tiga jenis persembahan dalam bentuk uang yang dapat kita pelajari dalam Alkitab. Pertama adalah pemberian untuk orang miskin (Kristen tidak mengenal istilah zakat, sedekah atau sejenisnya), kedua adalah pemberian kepada janda dan anak yatim/yatim piatu dan ketiga adalah pemberian untuk rumah Tuhan yang dikenal dengan sebutan hukum perpuluhan (persepuluhan). Ketiganya berbeda dan memiliki dasar yang berbeda pula, tidak bisa disamakan dan tidak juga dapat disubtitusikan.

Pemberian yang pertama, terhadap orang miskin disekitar kita, pernah saya share disini dalam threat tentang perpuluhan, kedua dan ketiga belum sempat saya jabarkan dan beri dasar-dasar ayatnya. Kalau ada yang minat saya akan share, kalau tidak saya juga tidak akan “lempar mutiara ke lumpur.”

GBU

catatan: baru kutemukan link yang saya maksud Komentar dari pendeta yang tidak setuju dengan injil kemakmuran dan per10an - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com

Ataupun lempar lumpur ke mutiara :tongue:

maksud saya cape cape nulis yang bener, eh buat mainan aja disini yang dibahas yang tidak -tidak, berlanjut dengan maki-maki, fitnah dan bicara yang tidak jelas dan ulang-ulang memenuhi halaman threat seakan topiknya luar biasa padahal isinya diulang-ulang, ca pe deh . . .

sebenarnya menarik topik tentang memberi, sebab jarang di gereja diajarkan tentang memberi yang benar, sama seperti topik tentang sex di gereja mana berani dikupas abis, jadi akhirnya bayak yang “buta” sama seperti memberi, main tubruk aja…

:afro: :afro: :afro:

Orang yg masih mengejar Kebahagiaan Physicalnya :
maka ia mengedepankan tanggan dengan Telapak Tangannya menghadap keatas dalam doa2 nya, isi doanya PENUH dengan PERMINTAAN2 untuk memuaskan Kepuasan Kedagingannya…minta2 hal2 yg MATERI kepada Allah…masih Materialistis dan Konsumtif hidupnya !
Dia baru merasa BAHAGIA kalau punya Rumah yg Milyaran. Mobil yg Milyaran, Baju yg Mewah2…semua serba “wah”

vs

Orang yg mencapai Kebahagiaan Spiritual :
Maka posisi tangannya saat berdoa malahan menghadapkan Telapak Tangannya kebawah…yaitu Posisi Memberkati dan Memberi…kepada sesamanya manusia…ia sangat suka sekali melakukan yg dianjurkan YESUS, Allah Juruselamatku itu :“Apa yg engkau lakukan kepada sesamamu manusia…anggaplah engkau melakukannya untuk-Ku !”Orang lapar kau kasih makan, Orang Telanjang kau berikan pakaian dan jubahmu, orang Tunawisma kau berikan tumpangan orang yg di “penjara” kau jenguk dan lawat !"


anda benar

memberi ala PL yaitu model per10an ke gedung gereja dgn mengharap TINGKAP LANGIT DIBUKA (tangan dibuka keatas)

vs

memberi ala PB yaitu versi Matius 25:35-40,
memberi karena mengasihi dan belas kasihan (tangan menghadap ke bawah)

memang memiliki tingkat Kebahagiaan spiritual yg berbeda. :afro:

Tuh kasetnya muncul lagi di atas , Gimana tuh mas :huh:
Barusan diomongin

udahlah jangan nyampah / ngejunk deh

tapi sudahlah percuma saja, paling bentar lagi ya diulang lagi. pasti itu :smiley:

EDIT : tuh ga sampe 10 menit… junk-quenn sudah membuktikan …. :happy0062:

Loh mas ?
Berasa jadi kaset ya, padahal banyak orang loh di atas :onion-head23:

y kurang lebih kaya gt bro

ingat gan yg dbtalken hukum tauratny bkn hukum yg di perjanjian lama.
Hukum taurat kn uda di bongkar pasang ma org munapik2. Tp klo prjanjian bruny bd lg. Jd prjanjian lm bknkah msh brlaku gan.

good :afro: :afro: :afro:

Cuma kalau di lukas 16:16 , kitab para nabi (PL) berlaku sampai jaman yohanes.
Sekarang ,kan zaman yohanes udah lewat.
Gimana tuh ???
NB: lukas 16:16 bukan kaset tapi KITAB (suci ?)
GBU