Statement menkominfo yang terdengar "pintar"

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring lagi-lagi bikin ulah. Ia menyeret-nyeret persoalan keyakinan umat agama ke dalam polemik video porno. Keterlaluan!

Tadi pagi, saat pertemuan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Polri, Tifatul mengungkapkan keseriusan untuk menuntaskan kasus perederan video syur yang mirip dengan artis Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari.

http://chossi.files.wordpress.com/2009/10/tifatul-sembiring.jpg

Tifatul menegaskan, “orang-orang yang mirip-mirip” ini harus segera ditindak. Dari itu, perlu ada jawaban betul atau tidak bahwa itu mirip artis atau tidak.

“Kalau yang mirip ini tidak dituntaskan, akan panjang implikasinya,” tutur Tifatul kepada wartawan di kantornya Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pagi ini (Kamis, 17/6).

Namun, sayangnya, pengungkapan niat baik itu, tak dikemas Tifaltul dengan baik. Polemik video yang amoral dibandingkan dengan perbedaan keyakinan umat Islam dan Nasrani soal penyaliban Nabi Isa. :mad0261:

Tifatul mengatakan, bagi umat Islam, orang yang mirip Nabi Isa itu yang disalib di bukit Kalvari atau Golgota. Sementara umat Nasrani menganggap, Yesus Kristus itu sendiri yang disalib. :char12:

“Perbedaan ini kemudian berimplikasi panjang,” terangnya.

Menteri Tifatul harusnya tahu, persoalan keyakinan yang berusia ribuan tahun itu, dan yang sebenarnya tak pernah diungkit-ungkit kedua umat beragama sebagai perbedaan yang jadi alasan untuk berseteru, tak pantas diangkat dalam kerangka penuntasan video porno!

Tifatul pun harusnya tahu, peristiwa penyaliban merupakan momen suci bagi umat Nasrani yang dirayakan tiap tahun di Jumat Agung. Peristiwa penyaliban yang sakral itu tak pantas dibanding-bandingkan dalam tragedi moral Ariel Cs!

Menteri Tifatul seakan mendramatisir, perbedaan keyakinan soal penyaliban di bukit Kalvari itu telah jadi polemik panjang. Padahal, soal keimanan tak pantas dijadikan polemik. Apakah Pak Tif tidak tahu kalau keimanan itu tak perlu diperdebatkan, karena itu persoalan individu dengan Tuhan-nya!

Sekali lagi, saat Tifatul mengungkit peristiwa penyaliban, mereka sedang membahas tentang pornografi dalam media. Apa kaitan?

Tak sekali ini Tifatul bikin ulah. Pernah pula Presiden SBY menegurnya lewat pidato di Istana Negara, menyinggung soal Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, tentang konten multimedia. RPM ini menuai kecaman banyak pihak terutama dari kalangan media massa.

Presiden secara terbuka memberi teguran kepada seluruh menteri yang suka nyelonong soal penyusunan Peraturan Pemerintah, Menteri atau RUU.

“Ada pemikiran atau rencana untuk menyusun sebuah PP atau RUU maka wajib untuk melaporkan kepada Presiden melalui Seskab atau Mensesneg tentang pemikiran atau rencana itu,” terang SBY di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/2).

Lanjut SBY, setelah Presiden memberikan disposisi maka bisa dimulai untuk menyusun rancangan peraturan. Tak berhenti di situ, menteri harus melaporkan kembali rancangan peraturan itu dalam sidang, baik terbatas atau paripurna demi mendapat persetujuan sebelum diterbitkan.

“Saya berharap para menteri tidak mengeluarkan statemen yang terlalu dini atau jajarannya yang bisa timbulkan salah persepsi di kalangan masyarakat luas,” ujar SBY.

Perhatikan kalimat SBY. Ia berharap menteri-menterinya tidak keluarkan pernyataan yang bisa timbulkan salah persepsi di kalangan masyarakat luas.

Sekarang, sebelum nasi jadi bubur, lebih baik Pak Tif cabut pernyataannya soal peristiwa penyaliban itu. Atau, Pak SBY, silakan Anda tegur lagi menteri Anda yang satu itu. Sebelum semua jadi salah tanggap. Ingat, dalam pengalaman kita berbangsa belakangan ini, kerukunan umat beragama begitu mudah pecah oleh persoalan sepele. Bisakah pernyataan Tifatul itu dianggap sepele?[ald]

http://www.rakyatmerdeka.co.id

imannya tifatul, mirip apa aseli ya?

siapakah yang disalibkan oleh media masa? ariel-luna atau yang diserupakan?

kalau tdk sanngup membuktikan, kira2 masuk ke kitab sucinya tdk? biar menambah daftar panjang perdebatan yg sdh ada

:smiley:

imannya masih diragukan ke aseli’annya, ntar mau diperiksa ama keaseliannya ama Dia aja dah…

Dari awal dia muncul di media, muka dia mah muak bangat gw liatnya, pengen muntah.
kayak gitu jadi menteri… fuihhhhhhhh

wah sabar bro… mungkin emang orang kaya dia belom pantes jadi menkom (mentri komunikasi) wong komunikasinya dia aja masih amburadul gitu

Mukanya tifatul mirip sama tukang bakso deket rumah deh

susah memang terang dan gelap tak akan pernah bersatu, dalam pemikiran dan pemahaman tidak akan pernah sama

didoakan saja supaya dia jadi “Saulus yang menjadi Paulus”

hehehehe

:slight_smile:
GBU

Mungkin banyak rakyat indo kecewa ada mentri komunikasi sprti ini, ehm… saya pribadi (kalo misalnya jadi presiden) akan mengganti mentri ini

Ada suatu kejadian kecil yang luput dari perhatian sebagian awak media massa ketika Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menggelar diskusi soal video asusila yang diduga diperankan selebritis cantik Luna Maya, Ariel Peterpan, dan Cut Tari, Jumat (18/6/2010) di Kementerian Kominfo, Jakarta.

Saat itu, Tifatul, yang sehari sebelumnya didesak Komisi I DPR RI untuk turut membantu polisi menuntaskan kasus video tersebut, mendorong Mabes Polri untuk segera mengungkapkan pelaku. Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun mengatakan, soal mirip-mirip ini perlu diluruskan karena banyak menghabiskan energi masyarakat.

Dirinya kemudian mengatakan, soal mirip ini pun pernah terjadi dalam sejarah. Umat Islam, katanya, meyakini bahwa orang yang disalib di Bukit Golgota bukan Nabi Isa, melainkan seseorang yang mirip dengannya. Sementara itu, umat Kristiani, lanjutnya, meyakini bahwa yang disalib adalah Yesus. Soal mirip ini, sambung Tifatul, ternyata berimplikasi panjang dalam sejarah.

Saat itu, tak ada yang protes ketika pernyataan tersebut meluncur dari mulut Tifatul. Turut hadir dalam diskusi tersebut Ketua Dewan Pers Bagir Manan, Wakil Kepala Bareskrim Mabes Polri Irjen Pol Dik Dik Mulyana, dan lainnya. Namun belakangan, kecaman di dunia maya merebak, terutama setelah berita berjudul “Ngebet Buka Topeng Ariel Cs, Tifatul Bawa-bawa Nabi Isa dan Yesus” ditayangkan. Tifatul dinilai tidak pada tempatnya membuat analogi kasus video asusila dengan keyakinan umat beragama.

Setelah berlangsung tiga hari, akhirnya pada Minggu (20/6/2010) Tifatul angkat suara melalui akun jejaring sosialnya di Facebook dan Twitter. Menurut Tifatul, dirinya tak bermaksud mengaitkan aspek teologi apa pun ketika menyampaikan analogi tersebut.

Ungkapan saya adalah fakta sejarah. Dan ungkapan saya bersifat netral-netral saja. Saya tidak pernah mengaitkan video porno dengan kedua tokoh tersebut,” tulis Tifatul. :mad0261:

Dengan adanya klarifikasi tersebut, Tifatul berharap, polemik soal analogi tersebut dapat diakhiri. “Semoga klarifikasi ini dapat menjelaskan secara lengkap dan tuntas duduk persoalan polemik tersebut. Terima kasih atas kemaklumannya dan mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Semoga menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak, termasuk untuk saya pribadi,” ujarnya.

sumber yahoo


ternyata jago ngeles juga… luthu :ashamed0004:

Dengan mengambil perumpamaan seperti itu, mungkin pak Tifaful sedang dalam persimpangan keyakinan. :smiley:
Mari kita doakan, semoga pak Tifaful menemukan JALAN YANG LURUS itu

Bisa2 muncul lagi orang yang mirip Tifatul bikin video porno, banyak yang mirip kan? :onion-head25:

yang lucu nya dia berkata :

Ungkapan saya adalah fakta sejarah. Dan ungkapan saya bersifat netral-netral saja. Saya tidak pernah mengaitkan video porno dengan kedua tokoh tersebut,

dapat dari mana pelajaran sejarah dia ?

Lah nabi isa dengan Tuhan Yesus khan beda…
kalo yang diserupakan itu nabi isa… ttp kalo yang disalib itu Tuhan Yesus

nabi isa di kitab mereka # Yesus Kristus dlm Alkitab koq :afro:

saya sepakat :smiley:

mungkin yang dipikirkan itu Kristus terus…jadi terbawa-bawa

mari kita doakan saja

:slight_smile:
GBU

Kalau kita menelusuri proses berpikir Pak Tifatul dari penggunaan analogi tersebut, kita dapat menyimpulkan posisi pribadi dia sendiri terhadap kasus video porno tersebut, yaitu Pak Tifatul mempercayai bahwa video porno tersebut adalah orang yang mirip Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari.

Pertanyaan yang lebih penting adalah mengapa Pak Tifatul membelokkan isu hukum menjadi isu kepercayaan? Mengapa hal yang dapat dicari pembuktian secara objektif lalu disimpangkan menjadi isu subjektif?

Sayamah kasihan melihat Ariel, Luna dan Cut Tari, lepas dari benar tidaknya mereka melakukan perzinahan dan direkam kemudian beredar secara luas, mereka adalah manusia…manusia bisa khilaf.

Ya kalaupun pak Tifatul bawa-bawa nabi Isa, Yesus Kristus, demi menenangkan umat beragama lain supaya tidak ngamuk, ya tidak apa-apa, umat Kristen tidak rugi…Tuhanpun tidak dirugikan. Saya baca-baca diluaran mereka (Ariel, Luna, Cut) sudah di fatwa mati, diusulkan untuk dihukum dengan cara di cambuk dan dirajam sampai mati apabila vidio yang tersebar itu memang benar mereka. Saya terus terang kalau bersalah ya dihukumlah sesuai hukum negara, namun kalau dihukum cambuk dan rajam sampai mati?..Walaupun itu sah menurut agama mereka, dalam hati kecil saya, saya tidak setuju…

Seharusnya memang tidak demikian…
Hukum kita bukan hukum islam dan negara kita juga bukan negara islam.
Dan yang seharusnya di hukum ya penyebar videonya bukan pelaku sexnya, kecuali pelaku memang melakukannya karena tujuan tertentu.

BTW ada yang tau situs videonya, share donk wakakakakakkakakakakakakaa ( mupeng)

Lebih baik tidak menghujatnya… Kasih menutupi segala sesuatu… kalo memang rekan-rekan memiliki kasih… langsung komentar di twitter dia atao tulis surat pembaca menuntut klarifikasi dengan tegas dan jelas… tp jangan membicarakannya di belakang…

Memang dari sudut pandang kita apa yang dia sampaikan sangat tidak pantas, tapi tidak berarti memberikan kita kesempatan untuk memburukkan dia. Tunjukkanlah kasih kepada dia… Saya kasihan dengan dia, dia perlu di doakan…

betul betul betul