Status Tangkuban Perahu Dinaikkan Jadi Waspada

Status Tangkuban Perahu Dinaikkan Jadi Waspada

http://img259.imageshack.us/img259/30/tangkubanperahu.jpg

JAKARTA, KOMPAS.com — Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi akhirnya menaikkan status Gunung Tangkuban Perahu dari Normal menjadi Waspada. Peningkatan status ini terhitung sejak Kamis (21/2/2013) pukul 22.30. Masyarakat diimbau tidak mendekati kawah aktif dalam radius 1,5 km.

Kepala PVMBG Surono mengatakan, peningkatan status ini dilakukan setelah pada pukul 03.36 WIB, teramati adanya aktivitas tremor vulkanik dan disertai ditemukannya abu tipis halus pada pukul 06.00 WIB di sekitar bibir Kawah Ratu Gunung Tangkuban Perahu.

Aktivitas Tremor Vulkanik terjadi lagi saat ini selama 2 jam dengan amplitudo yang cenderung terus meningkat. “Sehubungan dengan peningkatan status tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan meningkatkan pemantauan secara intensif guna melakukan evaluasi kegiatan Gunung Tangkuban Perahu dan dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat,” kata Surono.

Dengan kenaikan status ini, masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Perahu diminta tidak mendekati kawah dalam radius 1,5 km. Sementara masyarakat yang bertempat tinggal dalam KRB II untuk selalu waspada dan tetap memperhatikan perkembangan gunung yang dikeluarkan oleh BPBD setempat.

Waspada, Tangkuban Parahu Steril dari Pedagang dan Pengunjung

Bandung - Setelah ditetapkan kenaikan status dari normal menjadi Waspada sejak Kamis (21/2/2013) malam pukul 22.30 WIB, Gunung Tangkuban Parahu pagi ini steril dari pedagang maupun pengunjung. Penutupan kawasan Gunung Tangkuban Parahu akan dilakukan hingga menunggu aktivitas gunung kembali normal seperti biasa.

“Karena aktivitas terjadi malam hari, mulai pukul 07.00 WIB ini kami meminta pedagang tidak berjualan. Begitu juga dengan pengunjung, tidak boleh masuk,” ujar Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Jabar Sigit Ujwalprana saat ditemui di pos pengamatan Pos Pengamatan Gn Tangkuban Parahu, Desa Cikole Kecamatan Lembang Kab Bandung Barat, Jumat (22/2/2013).

Ia mengatakan, penutupan kawasan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kita harus menjaga keselamatan para pengunjung dan pedagang,” katanya.

Pantauan detikcom, sejak gerbang masuk Gunung Tangkuban Parahu, petugas memberikan informasi pada pengunjung tentang status Waspada sehingga dilakukan penutupan. Akhirnya para pengunjung pun putar arah.

“Kalau pedagang, jumlahnya ada sekitar 900-an, termasuk pedagang asongan. Para pedagang ini 99 persen adalah masyarakat Kabupaten Bandung Barat, tepatnya warga Desa Cikole,” tutur Sigit.

Sigit menjelaskan sejak pukul 19.00 WIB hingga pukul 22.30 WIB tercatat ada kenaikan aktivitas.

“Dari tremor, ada abu vulkanik setebal 1 milimeter pada dedaunan disekitar kawah Ratu. Dan dari seismograf menunjukkan adanya peningkatan,” tuturnya.

Kawasan rawan bencana (KRB) III berada dari pusat Kawah Ratu hingga 1,5 km di sekitarnya. “Kita harus bisa membebaskan semua aktivitas di KRB III,” tutur Sigit.

Gunung Tangkuban Parahu yang tergolong gunung api aktif ini pernah dinaikkan statusnya dari level normal menjadi level waspada pada 23 Agustus 2012 lalu. Namun kemudian diturunkan kembali statusnya ke level normal pada 21 September 2012 karena adanya penurunan aktivitas vulkanik
http://news.detik.com/bandung/read/2013/02/22/112826/2176851/486/waspada-tangkuban-parahu-steril-dari-pedagang-dan-pengunjung?g991102485

Kalau baca di berita, gunung Lokon di Tomohon Sulawesi Utara erupsi melulu. Tapi udah lama begitu :tongue:

GBU