Suami Istri ingin membatasi jumlah anak, pake kondom/KB/spiral apakah dosa ?

suami istri ingin membatasi jumlah anak, 2 anak cukup, pake kondom, KB, spiral , dll , apakah dosa ? mohon masukan dari teman2 … thx.

Kalau soal spiral, saya bilang berdosa, sebab sudah terjadi pembuahan, jadi termasuk memusnahkan kehidupan yang menjadi hak Tuhan.

Kalau pakai kondom, steril, dsb. saya tidak bisa bilang berdosa atau tidak, akan tetapi disini membuktikan bahwa iman kita itu masih suam-suam kuku, panas tidak, dinginpun tidak.

Kita masih kurang percaya pada Tuhan, yang kita yakini bahwa Tuhan sangat mengasihi kita.
Kita tidak berani menyerahkan hidup kita seutuhnya kepada Tuhan, kita masih takut menderita, kita masih kurang percaya kepada Tuhan, kita masih mau memintari Tuhan.

Kalau kita tidak taat pada Tuhan,
Tuhan merencanakan kita akan diberi anak 5 orang, lalu kita berkata sama Tuhan, tidak mau Tuhan, pokoknya saya mau cuma 2 orang.
Anda nilai sendiri perbuatan itu bersalah terhadap Tuhan atau tidak ?

Syalom.

Kalau kita tidak taat pada Tuhan, Tuhan merencanakan kita akan diberi anak 5 orang, lalu kita berkata sama Tuhan, tidak mau Tuhan, pokoknya saya mau cuma 2 orang. Anda nilai sendiri perbuatan itu bersalah terhadap Tuhan atau tidak ?

mbah gimbal , dari mana anda tahu kalo Tuhan yg merencanakan kita diberi anak 5 orang, bukan akibat perbuatan kita sendiri ? kecuali kalo Tuhan pernah berbicara dgn saya, barulah saya tahu kehendak Tuhan.

setahu saya, siapa yg berbuat , itu yg bertanggung jawab. suami istri yg berbuat, suami istri yg tidak terkontrol menghasilkan anak, lantas mengatakan ini kehendak Tuhan ? suami istri yang berbuat , Tuhan yang bertanggung jawab ?

saya ilustrasikan sbb : di kota jakarta orang seorang wanita gemuk yg ingin kurus, ia sudah banyak mengikuti program diet di berbagai klinik pelangsingan, berbagai program sudah dia ikuti , namun karena si wanita gemuk ini tidak dapat mengontrol/ mengendalikan nafsu makanannya, banyak aturan dari program diet tsb yg dilanggar sehingga wanita gemuk tsb tidak bisa kurus. lantas orang gemuk tsb berkata, “Ini sudah Kehendak Tuhan” Aku sudah ditakdirkan Tuhan untuk menjadi wanita gemuk seumur hidup. si wanita yg berbuat tidak disiplin dalam program diet , akibatnya tidak bisa langsing, kog nama Tuhan dibawa-bawa ? Tuhan yang disalahkan ??

ilustrasi lainnya, manusia sering berperilaku sembarangan terhadap alam, menebang hutan ilegal , membuang sampah sembarangan, hingga akibatnya menyebabkan banjir & tanah longsor. namun manusia tidak mau mengaku kalo itu kesalahannya… ketika dituding sebagai biang penyebab banjir & tanah longsor, manusia berkelit dgn argumen, Itu bencana alam , cobaan dari Tuhan . itu sudah kehendak Tuhan … manusia yang berbuat , Tuhan yang bertanggung jawab ? menggelikan sekali …

hai manusia , cobalah untuk berjiwa ksatria , berani berbuat , berani bertanggung jawab. … karena akibat kesalahan manusia sendiri janganlah menyalahkan Tuhan/ membawa2 nama Tuhan …

ilustrasi lainnya lagi…

Gereja pada abad 18 pertengahan , melakukan penyiksaan & pembantaian besar besaran terhadap mereka yg dianggap menentang ajaran gereja… puluhan ribu orang yg menentang gereja dibunuh , disiksa & dibakar hidup hidup… katanya atas perintah gereje yg mengatasnamakan Tuhan … oknum gereja melakukan tindakan biadab ini dengan mengatasnamakan Tuhan . mereka beranggapan tindakan mereka atas perintah Tuhan . lagi lagi nama Tuhan dibawa-bawa sebagai alasan untuk pembenaran tindakan pribadi …

apa menurut mbah gimbal tindakan gereja abad 18 yg membunuh & mengambil hak hidup manusia secara kejam yang mengatas namakan Tuhan dapat dibenarkan ???

berlindung di balik nama Tuhan untuk kepentingan pribadi / kelompok / pembenaran pendapat pribadi/kelompok ,apakah dapat dibenarkan ??

Jangan terlalu ekstrim mbah, Tuhan tidak mungkin melarang kita menggunakan otak kita untuk mengurangi jumlah anak, kalau kita “main terus”, terus sampai 11 anaknya, mau bilang “ini kehendak Tuhan”.

Tidak ada yang salah dengan kondom dan sebagainya, kalau ada di Bible tidak boleh menggunakan kondom, baru saya bilang salah. Jangan pernah melebih-lebihkan dan mengurang-ngurangi apa yang tertulis di Bible… :wink:

kalo saya sih…
ASAL JANGAN dipakai untuk membatasi agar Tidak Punya Anak dengan Selingkuhan atau partner one night stand aja…
ehehe…

Jangan terlalu ekstrim mbah, Tuhan tidak mungkin melarang kita menggunakan otak kita untuk mengurangi jumlah anak, kalau kita “main terus”, terus sampai 11 anaknya, mau bilang “ini kehendak Tuhan”.

Tidak ada yang salah dengan kondom dan sebagainya, kalau ada di Bible tidak boleh menggunakan kondom, baru saya bilang salah. Jangan pernah melebih-lebihkan dan mengurang-ngurangi apa yang tertulis di Bible…

benar sekali . berani berbuat berani tanggung jawab… masa manusia yang berbuat , manusia yang " main terus " sampai akhirnya kebobolan, Tuhan yang disalahkan ?? :afro:

Saya sih sudah membahasanya di sini:

Barangkali ada yang mau berkenan membacanya…
Hanya sebagai gambaran… dan renungan kita…
Coba kita pikirkan bahwa semua yang terjadi di dunia ini tidak luput dari pengamatan TUHAN… tentang hal kelahiran dan kematian juga tidak luput dari kehendak TUHAN… jadi … bila kita adalah orang2 yang percaya pada TUHAN… biarlah TUHAN yang berkehendak untuk kita memiliki anak sesuai kehendak TUHAN… bila ada pemikiran jika kita tidak memakai KB bisa memiliki anak 11 atau lebih… pernahkah kita melihat banyaknya kejadian pasangan yang subur dan tidak memakai KB namun anaknya ada yang hanya 1, 3, atau lebih dari 11… bahkan ada yang tidak memiliki anak…??? TUHAN tidak mengatakan sangat berdosa jika memakai KB namun yang pasti itu suatu bentuk ketidak percayaan pada TUHAN yang akan mengatur segalanya… jika ada orang yang berkeras untuk memakai KB… seperti yang TUHAN bilang… tunggu aja saatnya… ^^ pasti ada pengalaman menarik…

Kalau Tuhan mengatakan tidak berdosa ya tidak apa-apa bro, seprti yg saya katakan diatas, kita hanya harus bijk menggunakan teknologi itu.

Tidak berarti tidak percaya kuasa Tuhan…^^

pandangan sy pribadi :

  • pilihlah alat kontrasepsi buatan yg tidak bersifat abortifacients.
    contohnya yg bersifat abortifacients yg jangan dipakai adalah : pil mini, dll.

  • memakai alat kotrasepsi buatan buatan bukan karena benci punya anak, tetapi karena alasan yg reasonable and serious.

silahkan saja itu persepsi anda sendiri… sebab pernyataan anda akan kontradiktif… ketika anda menyatakan percaya pada TUHAN dan TUHAN pasti memelihara kita … namun disisi lain ada rasa takut punya anak kebanyakan dan takut ga bisa memeliharannya… sehingga pake KB… memang hal ini akan menjadi peperangan pikiran dan kehendak di dalam diri kita antara berserah dan mengutamakan TUHAN dan kepentingan/ keegoisan diri sendiri… itulah dinamika kehidupan dan perjalanan hidup yang dihadapi… dan jika akhirnya seseorang itu berkeras untuk tetap ber KB… ya seperti yang TUHAN bilang… tunggu saja saatnya… sebenarnya pasti banyak pengalaman2 dari orang2 yang ber KB… bila ada teman2 yang sudah memakainya dan mau menuliskannya disini… ^^ seperti yang saya tuliskan di link tersebut… semoga bisa menjadi masukkan… ^^

Argumentasi di atas mirip begini :

A. Percayakah Anda, berkat berasal dari TUhan dan Tuhan memelihara umatNya ?
B. jawab: ya percaya donk

A. Kalau begitu silahkan saat ini borong TV, mesin cuci, AC, kulkas dll. Belanja sebanyak-banyaknya.
B. ???

GBU

Tidak akan kontradiktif bro, otak kita ini juga karya Tuhan, dan digunakan untuk memanage kehidupan kita. Semua teknologi itu bisa digunakan untuk tujuan baik, tapi terkadang disalahgunakan juga.

Kalau kita percaya pemeliharaan Tuhan ya jga diri juga… :slight_smile:

tentu saja berbeda sebab yang menentukan kita memiliki anak atau tidak adalah TUHAN… ^^
cobalah renungkan mengapa ada pasangan subur yang tidak pernah memakai KB namun memiliki anak ada yang 1, 3 ,bisa 11 atau lebih namun ada juga yang tidak memiliki anak… sedangkan keinginan membeli barang itu murni dari diri sendiri/ kehendak sendiri bukan TUHAN lohhh…

jaga diri dari apa yahhh…?? ^^

Dalam segala hal bro, jaga diri dr penyakit, termasuk perencanaan anak. Kita kan punya kuasa mengolah bumi tuh, termasuk segala isinya.

Jadi jgn katakan klo penggunaan kondom, spiral itu seakan-akan mengekspresikan ketidakpercayaan kita terhadap Tuhan. Hanya harus bijak menggunakan teknologi, itu aja. :smiley:

Loh beli barang banyak-banyak, rejeki kan Tuhan yang ngasih ? Ngapain pusing, kalau hemat-hemat berdosa tidak percaya TUhan :smiley:
Bikin anak juga sebanyak-banyaknya nanti kita yang bertbuat TUhan yang tanggung jawab :tongue:

GBU

@Rennati
Anak itu TUHAN yang memberi brooo… menolak memiliki anak berarti menolak pemberian TUHAN… jika saja anda mengerti bahwa anak itu anugerah TUHAN yang terbesar buat manusia… lambang berkat dan lambang keselamatan… yahhh… namanya juga berdiskusi… masing2 memiliki persepsi dan pendapat masing… ^^

@Dya :slight_smile:
hahahaha… bisa aja anda… ^^ ingat yang memberikan kita anak adalah TUHAN… kecuali jika anda mengatakan manusia… itulah mengapa saya menuliskan tulisan2 sebelumnya…

seorang anak adalah suatu pribadi yang utuh… dimana mereka masing2 memiliki roh bebas yang diberikan dari TUHAN… dengan kata lain… sebagai orang tua kita hanya dititipkan dan diberi tanggung jawab oleh TUHAN untuk mengantar dan memberi mereka bekal untuk hidup di dunia sampai mereka bisa menentukan sendiri akan hidup mereka… membesarkan anak adalah suatu wujud pelayanan kita pada TUHAN… tentunya TUHAN yang MAHA kaya tidak akan membiarkan kita kelaparan untuk membesarkan anak2 kita… jadi menolak memiliki anak… berarti menolak kesempatan mendapat berkah yang sangat besar dari TUHAN… ^^ itulah mengapa TUHAN mengatakan memakai KB adalah wujud ketidak percayaan manusia padaNYA…

ini sih hanya masukkan saja buat teman2 …^^ mungkin jika suatu saat nanti … telah mengalami segala sesuatunya… dan mengerti akan kehendak TUHAN… ingatlah akan apa yang telah TUHAN sampaikan…

semoga bermanfaat…
TUHAN YESUS memberkati…

Saya tidak menolak bro, saya cuma memberikan pengertian lebih lanjut, kan kita diberikan kuasa untuk memanage segala hal, ya walaupun hasilnya Tuhan yg menentukan…^^

Betul :afro:
Percaya kepada Tuhan tidak identik dengan menolak untuk berpikir dan mengelola.

Ibaratnya begini : mati hidup di tangan Tuhan, jadi kalau motong jalan main seruduk aja. Kalau pakai lihat kiri kanan dan tunggu timing yang tepat (dengan melihat lampu merah), artinya tidak percaya TUhan. Toh Tuhan lindungi, kalau sudah ajal pasti mati kalau belum ajal pasti gak kenapa-napa. :smiley:

Harusnya kalau benar-benar mau bersandar pada Tuhan, berdoa donk : “Tuhan ingin kami punya anak berapa?” Sikap tidak peduli dan menolak untuk berpikir dan mengelola tanggung jawab yang diberikan pada kita tidak identik dengan sikap percaya.

GBU

Saya setuju bro. banyak manusia sekarang yang menganggap segala sesuatunya itu dari Tuhan. Memang benar sih, tapi manusia itu sendirilah yang berperan dalam hal tersebut.
Jadi jangan salah kaprah mengambil kesimpulannya. Tuhan tau yang kita mau, bahkan melebihinya