Suara Tuhan or Iblis ??

Hi…

Gue mau nanya, bagaimana cara menghilangkan suara/bisikan tidak benar yang selalu mengganggu kita sehingga ketika selalu salah/tertekan dalam mengambil keputusan ???
Bagaimana cara membedakan suara itu datang dari Tuhan atau Iblis ???
Bagaimana cara menerima/peka terhadap suara Tuhan ???

Maaf kebanyakan nanya… Coz gue butuh banyak belajar… Baru lahir baru…

Thanks b4

GBU All :angel:

:slight_smile:
syalom kaverim…

sebelum dan sesudah dalam mengambil sebuah keputusan adalah berdoa dulu…Amsal 3:5-6… percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri tapi akuilah Dia dalam setiap lakumu maka Ia akan meluruskan jalanmu…

so terkadang kita yang mereka-reka sendiri dari TUhan atau bukan…Tuhan banyak memakai cara untuk membuktikan itu berasal dari Tuhan atau bukan…teman…traktat…tulisan…sharing…kotbah…saat teduh…dll…jadi tidak selalu melalui bisikan…suara…

peka akan suara Tuhan…suara Tuhan=firman Tuhan… bisa kita tau bukan dari suara…tapi dari apa saja yang Tuhan mau kita lihat…rasakan…alami…hadirat dan kehendakNya…

banyak berdoa…minta bimbingan Roh Kudus untuk bisa peka akan firman Tuhan dan suara Tuhan…pasti Tuhan akan tunjukkan itu kepada kamu…

tidak semua orang akan mengalami hal yang sama ketika mendengar bahkan berjumapa dengan TUhan… semua berbeda caranya… Tuhan yang berkehendak atas semua itu… He will show it to you…

Selamat ya atas reborn nya :afro:

Banyak bertanya adalah hal yang bagus, itu artinya anda mau belajar.

Hati-hati dengan bisikan suara dalam hati, atau pikiran atau pun suara audible.

Saya tidak anti, tetapi harap ambil sikap hati-hati, sebab hal ini dengan mudah bisa dimanipulasi oleh iblis.

Bagaimana biar anda tidak mudah atau TEPATNYA tidak bisa dimanipulasi oleh iblis, maka anda harus kenal dulu dengan suara aseli Tuhan.

Baca Alkitab dan renungkan tiap hari, ngeti ndak ngerti, pokoknya baca saja, karena akan ada masanya hal2 yang tidak kita mengerti akan dibukakan juga.

Jgn skip/lompati/hindari/tidak pernah baca bagian2 tertentu.

Dengan demikian anda akan mengenal suara aseli!

Maka anda akan lsg tahu : ini suara siapa, itu suara siapa.

Tuhan memberkati

Yup setodjo ma bro2 diatas, perbanyak ajah terima Firman, akan makin jelas adanya… :afro:

Weleh kog saya yg tertampar dgn postingan pak’e Moe? hihihi
Tapi saya setuju dgn postingan itu. :afro:

Selamat ya atas reborn nya :afro:

Banyak bertanya adalah hal yang bagus, itu artinya anda mau belajar.

Hati-hati dengan bisikan suara dalam hati, atau pikiran atau pun suara audible.

Saya tidak anti, tetapi harap ambil sikap hati-hati, sebab hal ini dengan mudah bisa dimanipulasi oleh iblis.

Bagaimana biar anda tidak mudah atau TEPATNYA tidak bisa dimanipulasi oleh iblis, maka anda harus kenal dulu dengan suara aseli Tuhan.

Baca Alkitab dan renungkan tiap hari, ngeti ndak ngerti, pokoknya baca saja, karena akan ada masanya hal2 yang tidak kita mengerti akan dibukakan juga.

Jgn skip/lompati/hindari/tidak pernah baca bagian2 tertentu.

Dengan demikian anda akan mengenal suara aseli!

Maka anda akan lsg tahu : ini suara siapa, itu suara siapa.

Tuhan memberkati
[/quote]
Thanks… tapi masalahnya, habis gue terlahir baru, gue melakukan dosa berat (yang tidak berkenan bagi Tuhan)… gimana neh ??? :’( :’( :’(

Gue mau nanya, bagaimana cara menghilangkan suara/bisikan tidak benar yang selalu mengganggu kita sehingga ketika selalu salah/tertekan dalam mengambil keputusan ???

Agar jelas membedakan mana suara yang benar dan tidak benar,
Spt kata Bro. Moe, harus tau dulu yang asli,
Yakni dengan mempelajari firman Tuhan yang tertulis, yaitu Alkitab.

Jika suara itu udah jelas-jelas tidak benar dan mengganggu pertumbuhan iman kita,
Misal, suara-suara agar kita kembali pada cara hidup lama yang salah,
Maka kemungkinan besar suara-suara itu berasal dari godaan kuasa gelap.

Saya tidak katakan bahwa semua godaan adalah berasal dari Iblis.
Namun bila sudah berulang-ulang suara-suara bersliweran di pikiran kita, maka kemungkinan besar itu berasal dari roh jahat.


Mengenai intimidasi,
Mungkin saja ada suara-suara yang mengatakan
Bahwa kamu ga cukup layak untuk Tuhan,
Bahwa kamu telah sangat mengecewakan dan membuat Tuhan marah,
Bahwa kamu tidak akan bisa lagi punya hubungan yang dekat seperti dulu dengan Tuhan,
Karena dosa yang sudah kamu perbuat.

Itu semua adalah intimidasi dan semua itu bukan berasal dari Tuhan.

Yesus sudah mati buat kita bahkan sebelum kita tau melakukan apa yang benar.
Yesus sudah mati untuk semua dosa kita, termasuk dosa yang akan kita lakukan kelak.

Tuhan lebih ingin kita diselamatkan daripada kita dibinasakan.
Tuhan lebih suka mengampuni dan memulihkan daripada membinasakan.

Dosa seberat apa sih yang bisa memisahkan kita dari Tuhan yang sudah bersedia mati untuk kita bahkan sebelum kita mengenal Dia?

Allah sudah tau apa dosa yang akan kita perbuat kelak,
Tapi toh Ia tetap mati di kayu salib untuk kita.

Lagipula dengan adanya rasa menyesal di hati,
Bukankah itu adalah dorongan Roh Kudus bagi kita untuk kembali lagi kepadaNya sebagaimana dahulu?

Jangan mau didakwa Iblis.

Ini adalah masa anugerah Allah, bukan masa penghukuman.
Jangan juga mau menghukum diri sendiri karena apa yang Allah sudah ampuni.

Rm 8:38-39
Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Rm 8:1
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.


Saya share sedikit mengenai pengalaman pribadi :

Dulu beberapa saat setelah saya lahir baru,
Setiap hari setiap menit (ini bener2) selalu muncul suara-suara di pikiran saya agar saya memikirkan hal-hal yang tidak baik.
Semua bayangan masa lalu yang tidak benar kembali ‘ingin’ muncul di pikiran saya (bahkan sering ‘mau’ muncul gambaran2 yang tidak pernah saya pikirkan sebelum bertobat).
Lalu disusul juga dengan suara-suara yang berusaha menggoyahkan iman saya pada Yesus Kristus.
Jadi yang saya hadapi waktu itu bukan hanya pikiran-pikiran buruk tapi juga suara-suara penggoyah iman.

Yang saya lakukan setiap hari bahkan setiap menit adalah memerangi semua pikiran dan suara yang jahat itu.

Setiap kali sebuah pemikiran buruk ‘mau’ muncul atau terlintas, saya segera menolak pemikiran itu dengan mengucapkan ‘aku tolak pikiran (…) di dalam nama Yesus Kristus’.

Setiap kali suatu suara buruk muncul di benak saya, saya segera menolak suara itu dengan mengucapkan hal sama spt yang saya tulis di atas.

Ini saya lakukan dari hari ke hari dan menit ke menit selama beberapa bulan.

Kalo inget masa lalu,
Saya seperti sedang bertinju dalam ronde yang sangat panjang.

Lama-kelamaan saya lelah juga…
Saya kemudian doa pada Tuhan,
‘Ini gimana Tuhan…???’

Kemudian Tuhan dengan baiknya memberi saya ayat :

Yes. 41:10
Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

Setelah ayat ini diberikan, peperangan belum berhenti,
Tapi saya jadikan ayat ini sebagai pegangan bahwa di depan ada kemenangan untuk saya.

Akhirnya setelah sekian waktu,
Saya tidak mengalami pikiran2 dan suara2 ini secara intens lagi.

Ada istilah peperangan rohani yang harus dilalui semua orang percaya.
Kuasa gelap akan berusaha sekuatnya untuk menjatuhkan iman, jika tidak bisa menjatuhkan iman, mereka akan berusaha membuat kita kembali pada dosa2 lama.
Termasuk di dalamnya adalah intimidasi.

Langkah2 peperangan rohani pribadi (just share aja) :

  1. Tolak suara atau pikiran yang mengganggu dengan ucapan di dalam nama Yesus Kristus (untuk mengusir kuasa gelap)
  2. Deklarasikan iman atau firman Tuhan
  3. Hindari diri dari memikirkan atau melakukan hal-hal yang bisa mengarah pada dosa (untuk menahan keinginan daging)
  4. Baca firman, buku-buku rohani dan ikut ibadah dengan lebih intens (agar roh kita makin kuat dan peka)

Peperangan rohani pribadi akan menguatkan otot rohani dari orang percaya sehingga ia siap untuk peperangan yang lebih besar berikutnya… :smiley: :smiley: :smiley:


Mudah2an nyambung dengan pengalaman Sist. Olivia…
Jika ga nyambung, mudah2an berguna bagi pembaca yang lain…
:cheesy: :cheesy: :cheesy:

Hope I can bless you…

1 Like

Kita memang sebagai manusia mempunyai kelemahan yaitu melakukan kesalahan/dosa,
tetapi serahkanlah hidupmu kepada Tuhan supaya Tuhan membentuk dan mengubah hidup kita.

tapi jika kamu ingin menjadi pemenang dan dan kuat maka tidak ada jalan lain selain meminta pertolongan Roh Kudus agar kita menjadi kuat dan tidak menjadi lemah karena perbuatan daging. untuk segera bangkit dan meninggalkan perbuatan dosa dan minta pertolongan dari Roh Kudus.

saya percaya Tuhan Yesus adalah Pengampun, dan akan mengampuni dosa kita
asal kita sadar akan dosa kita dan tidak mengulangnya… :afro:

GBU

Bertobatlah dan jangan melakukannya lagi…

Okz banget Manusia Biasa Saja…

Sesuai dengan yang gue alamin kok… Thanks banget…

Kalo mau lebih panjang luebar sharenya gpp kok gue suka banget…

GBU

Olivia boleh share dosa berat apa??
btw ttg pertobatan / reborn kamu…
IMHO John Calvin mengatakan: “Bahwa orang yang berdosa tidak dapat melakukan hal yang lain kecuali dosa”. Dengan demikian, Calvin ingin mengatakan bahwa tidak mungkin seseorang dapat bertobat, karena yang terus dilakukan oleh orang berdosa adalah dosa. Maka bagi Calvin, pertobatan itu hanya semata-mata adalah anugerah Allah. Seperti yang dikatakan oleh Paulus: ”Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu” Ef. 2:8,9

Jadi, apa sebenarnya pertobatan itu? Paling tidak Alkitab mengungkapkan ada beberapa jenis pertobatan, yaitu:
A. Pertobatan Secara Nasional

Pertobatan ini dilakukan secara nasional, artinya suatu pertobatan yang dilakukan bersama-sama dengan orang banyak, secara nasional, secara masal, semua orang yang berada dalam suatu negara. Misalnya bangsa Israel.

B.Pertobatan Sementara

Pertobatan Sementara adalah bentuk pertobatan yang tidak sungguh-sungguh juga. Pertobatan ini terjadi hanya sampai pada tingkat ”Penyesalan” saja. Orang yang menyesal itu belum tentu bertobat; sekalipun dalam pertobatan ada penyesalan, tetapi penyesalan belum tentu adalah pertobatan.

Menyesal itu hanya mengakui bahwa perbuatannya tidak benar; sekalipun penyesalan dilakukan dengan sikap yang menangis, sikap yang kecewa dan bertanya mengapa itu aku lakukan! Tetapi hanya sampai pada taraf itu saja.

3. Pertobatan Yang Diulang

Pertobatan ini terjadi, karena kejatuhan seseorang dan kemudian sungguh-sungguh dia kembali kepada Tuhan. Orang yang mengalami pertobatan diulang hanya terjadi satu kali dalam hidupnya. Sebenarnya dia sudah sungguh-sungguh bertobat kepada Tuhan, tetapi karena ada ancaman yang begitu mengerikan, menakutkan dan dia tidak kuat menanggung beban itu, maka saat itu dia menyangkal, dia tidak mengakui dirinya sebagai orang-orang Kristen.
Namun dalam perjalanan berikutnya, dia benar-benar sadar bahwa apa yang dilakukan itu tidak benar. Kemudian dia datang pada Tuhan, mengakui segala kegagalannya dan sungguh-sungguh bertobat, dia benar-benar berjanji untuk tidak mengulangi kegagalannya lagi. Maka ini disebut dengan ”Pertobatan yang Diulang”.
Alkitab memberikan contoh konkrit, misalnya dalam PL dalam diri raja Daud. Pada waktu dia berzinah dengan Betsyeba, bahkan merencanakan pembunuhan kepada Uria, suaminya. Maka pada saat Daud diingatkan oleh nabi Natan, dia benar-benar bertobat pada Tuhan. Maz. 51 merupakan jeritan pertobatannya. Dengan penuh kesadaran dia mengatakan: ”Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.” (51:7).

4. “Pertobatan Yang Benar” (Conversis Actualis Prima).

Pertobatan yang benar, terjadi dalam perjumpaan pribadi antara Allah dengan manusia secaa pribadi. Dia benar-benar bertemu dengan Tuhan Yesus secara pribadi; dia mengakui dirinya sebagai orang berdosa, dan tidak mungkin dapat menyelamatkan diri dengan cara apapun. Maka dia meminta agar Tuhan Yesus masuk dalam hatinya, dalam hidupnya dan dia benar-benar taat kepada Tuhan Yesus. Dia menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya pribadi. Dalam kalimat Latin dikatakan: Conversis Actualis Prima – Melaksanakan Pertobatan Yang Utama - Adanya pertamuan yang sangat berarti, yang sangat penting, yang sangat utama antara dirinya dengan Tuhan.

Pertobatan ini bukan karena orang banyak atau ikut-ikutan banyak orang, tetapi secara pribadi saya bertemu dengan Tuhan Yesus. Dia melahirbarukan saya (Yoh.3:3).
Mulai saat itu dia benar-benar memiliki kehidupan yang baru, kehidupan yang berjalan menurut Firman Tuhan, dia benar-benar takut pada Tuhan.

Tuhan Yesus berkata, jika ada seseorang yang sungguh-sungguh bertobat, maka ada sukacita yang besar di Sorga karena satu orang bertobat. Pertanyaan yang perlu kita gumulkan bersama adalah, sejauh mana pertobatan kita yang sesungguhnya? Apakah kita sudah ada dalam pertobatan yang susungguhnya?

Jika kita dalam pertobatan yang sesungguhnya, marilah kita jalani hidup ini dengan takut pada Tuhan, taat pada kehendak dan pimpinan-Nya, dan kita benar-benar menjadi teladan dalam kehidupan kita, baik dalam keluarga maupun dalam pekerjaan.

Tobat jangan pake emosi, tapi pake akal sehat. Kalo tobat dari bad habit pake emosi, cenderungnya malah jatuh terus.

(2 PETRUS 2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: “Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.” )

PS:Selamat bertobat My Friend. jangan balik lagi ke neraka

Tuhan Yesus Memberkati…

yup setuju seperti pendapat teman2 sebelumnya…
mengenal suara TUHAN melalui FIRMAN TUHAN sendiri…
tentunya ini tidak lepas juga dari IMAN.
karena IMAN kita berikan telinga untuk mendengar perkataan TUHAN…
yang akhirnya menerangi HATI DAN PIKIRAN.
SO…dlm mendengar suara TUHAN,akan kita temukan apa itu sangkal diri?
hasilnya pasti DAMAI SEJAHTERA,ketenangan dlm hidup. :slight_smile:

bisikan2 halus… :rolleye0019: setuju buat yang udah posting di atas… kalo aku sendiri sih untuk bisa bedainnya kalo suara Tuhan bikin damai sejahtera, walau kita bakalan malu tapi tenang, kalo suara Iblis agak memaksa dan bikin ngga tenang, bawaannya mo berantem mulu… :happy0025: banyak doa ya sist…

Baca Alkitab. Kalau suara itu tidak sesuai dengan Alkitab, udah! Buang pengalaman itu. Gak penting. Yang penting apa kata Firman Allah(Alkitab). Firman Allah adalah pribadi Allah itu sendiri.

Tetap tingkatkan iman sis. ,membaca dan mengerti Firman Allah dan tentunya melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya,dengan begitu kalau mendengar suara Tuhan pasti bawaannya santai dan damai di hati.Saya percaya Sis.Olivia bakal bisa membedakannya…GBU :slight_smile:

setuju dengan pendapat rekan-rekan yang diatas. Untuk kita bisa membedakan apakah itu suara Tuhan atau suara iblis ya dengan kita banyak membaca Firman Tuhan, kan itu perkataan Tuhan sendiri. Dan klo memang kamu bingung suara siapakah itu, mungkin sebelum kamu ambilkeputusan, kamu bisa share dulu dengan kakak pembina kamu di Gereja supaya kamu tidak salah langkah olivia.

Kalo kamu melakukan dosa setelah kamu lahir baru, gak usah takut. Namanya juga kita manusia yang hidup di dunia yang penuh dengan tipu muslihat. Kalo kamu udah tahu kamu berdosa buru-buru deh berdoa & bertobat, minta ampun sama Tuhan Yesus atas semua kesalahan yang telah kamu perbuat. Dan jangan lakukan dosa itu lagi. Kalo aku biasa pake istilah “TOMAT” & “TOPOK”, jadi jangan “TOMAT” (TObat & kuMAT), karena itu percuma aja, kita gak akan semakin dekat sama Tuhan, malah kita jadi menganggap melakukan dosa itu hal biasa. Tapi kita harus “TOPOK” (TObat & kaPOK), jadi setelah kita tahu dosa kita, ertoba minta ampun & jangan melakukan dosa lagi & berjalan dalam pengampunan & kasih TUhan bagi kita.

Gbu

kayaknya ini bukan persoalan rohani deh, tapi lebih ke psikologis deh…soalnya aku kayak kamu gitu banyak banget pertimbangan dan aku sering ngedenger suara2 didalam kepala dan kadang suara ini kayak bersaut2an gitu. coba untuk selalu santai dan yang terutama adalah jadi percaya diri. percaya kalo kamu tau apa yang terbaik bagi dirimu dan bukan untuk menyenangkan hati orang. beda suara tuhan sama iblis itu jelas beda! kamu mesti melihat lebih dalam, kalo suara iblis biasanya cenderung untuk menyenangkan keinginan dagaing. kamu harus kembali bertanya “apa semua ini perlu nggak” kalo nggak ya gak usah didenger. orang benar pasti punya roh kudus, orang bertobat ding. roh itu nanti yang menimbang2, benar ato salahnya. kalo tidak ada sukacita dan ketenangan berarti nggak usah diambil.

berdoa lah dalam mencari suara Tuhan, karena doa adalah nafas untuk orang kristen.

tapi perlu diingat, di dalam doa pun kita masih bisa diintimidasi oleh iblis, dan kadang juga kita masih bisa salah dengar… yang saya tekankan di sini adalah, ada atau tidaknya buah2 roh dalam suara tersebut.

misal km berdoa dan “mendengar” bahwa kamu harus melakukan A, tapi teliti dulu, ada buah roh kagak saat km mendengar" suara itu? buah roh di sini bisa liat sendiri di alkitab, bisa saja damai sejahtera, sukacita, dll.
dan tentunya suara itu juga harus di uji oleh firman, kalo sesuai, bisa jadi itu suara Tuhan(masih perlu diuji dengan buah roh tadi itu, karena iblis pun dapat menyesatkan lewat “firman”) dan kalo udah jelas melenceng dari firman, ya udah doa lagi aja

yang pasti mau jadi orang paling suci di dunia juga… sura2 akan tetap banyak didengar… mau yang baik ataupun yang jahat… kuncinya adalah kasih dan sabar… banyak2lah membaca firman TUHAN… ketika membaca… tangkaplah inti arti dan maksud yang tertulis… jika anda ingin melakukan sesuatu lakukanlah sebatas kemampuan anda… jangan berlebihan dan jangan dilebih2kan… untuk membedakan suara tersebut… selama suara tersebut mengajak, membangun, meneguhkan anda untuk mengasihi sesama dan kepentingan orang banyak… lakukanlah dengan sukacita… semakin lama…anda akan bisa membedakan…mengerti… suara tersebut… ingatlah lakukan sebatas kemampuan anda… jangan terpaksa dan memaksakan diri… biarkanlah dorongan dalam hati anda yang membimbing anda…

TUHAN YESUS memberkati…

apakah anda sering melakukan puasa?
kalau ya bgmn anda melakukannya?
kalau gk pernah, jgn dijawab mas bro,