Sudah tahukah Anda, apakah Armagedon itu?

Rekan-rekan semua,
ˇ Begitu mendengar kata ”Armagedon”, banyak
orang langsung membayangkan kehancuran besarbesaran—
perang nuklir, bencana alam yang dahsyat,
atau bahkan ”Armagedon lingkungan” yang
dipicu oleh pemanasan global. Menurut Alkitab,
kata ini sama sekali tidak memaksudkan hal-hal di
atas. Kalau begitu, apa yang dimaksud dengan
Armagedon?

Istilah ”Armagedon” (”Har–Magedon”) muncul
dalam buku Penyingkapan, atauWahyu, dalam Alkitab.
Kata itu memaksudkan sebuah perang yang
unik, ”perang pada hari besar Allah Yang Mahakuasa”,
ketika ”raja-raja seluruh bumi yang berpenduduk”
digerakkan untuk pertempuran terakhir
dengan Allah. Perang seperti itu juga disinggung
di banyak ayat lainnya.—Penyingkapan 16:
14-16; Yehezkiel 38:22, 23; Yoel 3:12-14; Lukas 21:
34, 35; 2 Petrus 3:11,12.

Apa yang terjadi dalam perang itu? Dengan bahasa
lambang, buku Penyingkapanmemberi tahu kita,
”Raja-raja di bumi dan bala tentara mereka berkumpul
untuk berperang melawan pribadi yang duduk
di atas kuda itu dan bala tentaranya.” ”Pribadi yang
duduk di atas kuda itu” adalah Putra Allah, Yesus
Kristus, yang dilantik Allah untuk memimpin pasukan
malaikat-pejuang untuk menaklukkan musuhmusuh
Allah. (Penyingkapan 19:11-16, 19-21) Yeremia
25:33 menyingkapkan banyaknya orang tidak
saleh yang akan dibinasakan, ”Orang-orang yang dibunuh
oleh Yehuwa pada hari itu akan bergelimpangan
dari ujung bumi sampai ke ujung bumi.”
Mengapa Armagedon harus terjadi? Bangsabangsa
menolak untuk mengakui kedaulatan Allah,
dan malah menyatakan kedaulatan mereka sendiri.
(Mazmur 24:1) Sikap memberontak mereka digambarkan
di Mazmur 2:2 sebagai berikut, ”Raja-raja
bumi mengambil posisi dan para pejabat tinggi berkumpul
secara terpadu melawan Yehuwa dan melawan
pribadi yang diurapinya.”

Pada dasarnya, para pemberontak ini seperti penduduk
gelap yang tidak saja mengklaim bumi sebagai
milik mereka, tetapi juga menyalahgunakan dan
merusaknya. Bangsa-bangsa dewasa ini sedang merusak
bumi dan mencemari lingkungannya. Firman
Allah menubuatkan situasi yang mengenaskan ini,
denganmengatakan, ”Bangsa-bangsamenjadi murka,
dan tibalah murka [Allah].” Allah akan ”membinasakan
orang-orang yang sedang membinasakan
bumi”. (Penyingkapan 11:18) Allah Yehuwa menetapkan
Armagedon sebagai cara untuk menyelesaikan
sengketa tentang siapa yang berhak memerintah
atas umatmanusia.—Mazmur 83:18.

Kapan Armagedon akan terjadi? Putra Allah dengan
jelas menyatakan, ”Sehubungan dengan hari
dan jamnya tidak ada yang tahu, malaikat-malaikat
di surga tidak, Putra pun tidak, kecuali Bapak.” (Matius
24:36) Sekalipun demikian, ketika berbicara tentang
Armagedon, Raja-Pejuang Yesus Kristus menambahkan
peringatan ini, ”Lihat! Aku akan datang
seperti pencuri. Berbahagialah orang yang tetap sadar.”
(Penyingkapan 16:15) Namun yang pasti, perang
global ini dikaitkan dengan kehadiran Kristus
yang menurut nubuat Alkitab sedang berlangsung
sekarang.

Armagedon hanya akan memusnahkan orangorang
jahat yang menolak untuk berubah, dan akan
ada ”kumpulan besar” orang-orang yang selamat.
(Penyingkapan 7:9-14) Mereka akan melihat terwujudnya
kata-kata ini, ”Hanya sedikit waktu lagi,
orang fasik tidak akan ada lagi; dan engkau pasti
akan memperhatikan tempatnya, dan ia tidak akan
ada. Tetapi orang-orang yang lembut hati akan memiliki
bumi, dan mereka akan benar-benar mendapatkan
kesenangan yang besar atas limpahnya kedamaian.”—
Mazmur 37:10,11

Sekarang, sudahkah Anda tahu, apakah Armagedon itu?

Salam,
Budi Halasan - Petojo :angel:

Armagedon atau Harmagedon adalah
perang terjadi di dunia antara YESUS dengan orang orang Kudus melawan Iblis dengan antikris dan pengikutnya, nabi palsu, dukun, mereka yang memiliki tanda “666”

Iblis, antikris dan pengikutnya di tawan dan di buang dalam lobang yang tak terduga dalamnya selama 1000 tahun.

Copy paste dari mana Mas Budi?

kalau kitab wahyu disebut penyingkapan sepertinya Alkitab saksi Yehova
Tuhan yesus memberkati
Han

Ya Bro,
Mungkin di paste dari Menara Pengawal atau dari Sedarlah.

Alkitabmu aneh bahasanya bro, itu alkitab yang asli dari Qumran Scroll yah ditambah injil2 lain dari perkamen yang ditemukan dalam bejana di Syria ? kok YESUS dilantik segala ? :coolsmiley: Yehuwa yang dimaksud = YEHOVA yah ? mungkin ini Alkitab Original yah… :mad0261:
Kalau pertanyaannya sudahkah Anda tahu, apakah Armagedon itu? Aku baru tahu dari Bro Budi nich… Thanks infonya yah, karena pengetahuanku yah Armagedon itu ya kaya yang dibintangi Bruce Willis ? :smiley: atau kalau kata orang Kristen itu adalah nama lembah MEGIDO di JIZREEL Valley maka namanya jadi Armagedon dimana akan menjadi Battlefield wow seru perang kaya jaman SAMKOK kali yah … ntar siapa yang jadi Sun Tzu nya ? :rolleye0014: untung ada yang sharing mengenai Armagadon , thanks bro Budi.

sesuai dengan nubuatan Yesus, sebelum wafat di atas kayu salib.

Matius 7:15 Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

2 Petrus 2:1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

Apa yang terjadi dalam perang itu? Dengan bahasa
lambang, buku Penyingkapanmemberi tahu kita,
”Raja-raja di bumi dan bala tentara mereka berkumpul
untuk berperang melawan pribadi yang duduk
di atas kuda itu dan bala tentaranya.” ”Pribadi yang
duduk di atas kuda itu” adalah Putra Allah, YESUS
KRISTUS, yang dilantik Allah
untuk memimpin pasukan
malaikat-pejuang
untuk menaklukkan musuhmusuh
Allah. (Penyingkapan 19:11-16, 19-21) Yeremia
25:33 menyingkapkan banyaknya orang tidak
saleh yang akan dibinasakan, ”Orang-orang yang dibunuh
oleh Yehuwa pada hari itu akan bergelimpangan
dari ujung bumi sampai ke ujung bumi
.”
Mengapa Armagedon harus terjadi? Bangsabangsa
menolak untuk mengakui kedaulatan Allah,
dan malah menyatakan kedaulatan mereka sendiri.
(Mazmur 24:1) Sikap memberontak mereka digambarkan
di Mazmur 2:2 sebagai berikut, ”Raja-raja
bumi mengambil posisi dan para pejabat tinggi berkumpul
secara terpadu melawan Yehuwa dan melawan
pribadi yang diurapinya.”

Bro Budi dari Pabrik Es PETOJO,

  1. Aku mau nanya kenapa YESUS pakai dilantik segala ? Emang YESUS kaya Presiden ? dilantik ntar diambil Sumpahnya ?
  2. Siapa yang jadi pasukan malaikat-pejuang ? Pejuang = Warior tidak sama dengan orang-orang Kudus ?
  3. Kalau dibilang yang berperang adalah YESUS KRISTUS di Armagedon kenapa jadi " Orang-orang yang
    dibunuh oleh Yehuwa pada hari itu akan bergelimpangan dari ujung bumi
    sampai ke ujung bumi "
    kenapa jadi YEHUWA yang membunuh ? Jadi YESUS KRISTUS = YEHUWA ?
    Dan kenapa jadi perangnya dari ujung bumi ke ujung bumi ?

Tolong di jawab ya Bro Budi dari Petojo .
JBU.

sudah masa pertempuran Tuhan Yesus dengan Antikrist

:happy0025:

:cheesy:
Dear All,

Sumber saya ambil dari Buku :
BERTUKAR PIKIRAN MENGENAI AYAT-AYAT ALKITAB; HALAMAN 65 - 69; PENERBIT PERKUMPULAN SISWA-SISWA ALKITAB; JAKARTA; CETAKAN 2003.


Armagedon

Definisi: Har Ma‧ge‧don′ dalam bahasa Yunani, yang berasal dari bahasa Ibrani dan diterjemahkan ’Armagedon’ oleh banyak penerjemah, berarti ”Gunung Megido”, atau ”Gunung Pertemuan Pasukan-Pasukan”. Alkitab menghubungkan nama itu, bukan dengan suatu bencana nuklir, tetapi dengan ”perang pada hari besar Allah Yang Mahakuasa” yang akan datang. (Pny. 16:14, 16) Nama ini secara khusus berlaku untuk ”tempat [bahasa Yunani, to′pon; yaitu keadaan]” para penguasa politik bumi dikumpulkan untuk melawan Yehuwa dan Kerajaan-Nya di tangan Yesus Kristus. Perlawanan demikian akan diperlihatkan melalui tindakan seluas dunia terhadap hamba-hamba Yehuwa di bumi, wakil-wakil yang kelihatan dari Kerajaan Allah.

Apakah umat manusia diizinkan Allah untuk menghancurkan bumi dengan apa yang disebut oleh beberapa orang sebagai ”Armagedon termonuklir”?
Mz. 96:10: ”Yehuwa telah menjadi raja. Tanah yang produktif [bahasa Ibrani, te‧vel′; bumi, yang subur dan dihuni, bola bumi yang dapat dihuni] juga menjadi kokoh sehingga tidak dapat digoyahkan.”
Mz. 37:29: ”Orang-orang adil-benar akan memiliki bumi, dan mereka akan mendiaminya selama-lamanya.”
Pny. 11:18: ”Bangsa-bangsa menjadi murka, dan tibalah murkamu, serta waktu yang ditetapkan . . . untuk membinasakan orang-orang yang sedang membinasakan bumi.”

Sebagaimana disebutkan dalam Alkitab, apa Armagedon itu?
Pny. 16:14, 16: ”Mereka adalah pernyataan-pernyataan yang diilhami oleh hantu-hantu dan mengadakan tanda-tanda, dan mereka pergi kepada raja-raja seluruh bumi yang berpenduduk, untuk mengumpulkan mereka menuju perang pada hari besar Allah Yang Mahakuasa. Lalu mereka mengumpulkan mereka ke tempat yang dalam bahasa Ibrani disebut Har–Magedon [Armagedon].”

Apakah Armagedon akan dilangsungkan di Timur Tengah saja?
Para penguasa dan bala tentara segala bangsa akan dikumpulkan untuk melawan Allah
Pny. 16:14: ”Mereka pergi kepada raja-raja seluruh bumi yang berpenduduk, untuk mengumpulkan mereka menuju perang pada hari besar Allah Yang Mahakuasa.”
Pny. 19:19: ”Aku melihat binatang buas itu [pemerintah politik manusia secara keseluruhan] dan raja-raja di bumi dan bala tentara mereka berkumpul untuk berperang melawan pribadi yang duduk di atas kuda itu dan bala tentaranya.”

Yer. 25:33: ”Orang-orang yang dibunuh oleh Yehuwa pada hari itu akan bergelimpangan dari ujung bumi sampai ke ujung bumi.”

Penggunaan nama Armagedon [Har–Magedon] tidak mengartikan bahwa peperangan itu akan dilangsungkan di suatu Gunung Megido harfiah
Gunung Megido harfiah tidak ada; yang ada hanya suatu gundukan tanah setinggi kira-kira 21 meter tempat terdapatnya puing-puing Megido kuno.

Raja-raja dan kekuatan militer dari ”seluruh bumi yang berpenduduk” tidak akan tertampung di Dataran Esdraelon harfiah, di bawah Megido. Dataran itu berbentuk segi tiga, panjangnya hanya 32 kilometer dan lebarnya 29 kilometer di ujung sebelah timur.—The Geography of the Bible (New York, 1957), Denis Baly, hlm. 148.

Nama itu cocok karena peranan Megido dalam sejarah; dataran di bawah Megido merupakan tempat peperangan-peperangan yang menentukan

Di sana, Yehuwa menyebabkan kekalahan Sisera, panglima tentara Kanaan, di hadapan Hakim Barak.—Hak. 5:19, 20; 4:12-24.
Tutmose III, firaun Mesir, mengatakan, ”Mengalahkan Megido berarti mengalahkan seribu kota!”—Ancient Near Eastern Texts Relating to the Old Testament (Princeton, N.J.; 1969), diedit oleh James Pritchard, hlm. 237.

Sebutan Megido (yang berarti ”Pertemuan Pasukan-Pasukan”) cocok karena Armagedon adalah suatu keadaan dunia ketika pasukan-pasukan dan pendukung-pendukung lain dari penguasa-penguasa segala bangsa akan terlibat.

Siapa atau apa yang akan dihancurkan di Armagedon?
Dan. 2:44: ”Allah yang berkuasa atas surga akan mendirikan suatu kerajaan . . . Kerajaan itu akan meremukkan dan mengakhiri semua kerajaan ini, dan akan tetap berdiri sampai waktu yang tidak tertentu.”
Pny. 19:17, 18: ”Aku juga melihat seorang malaikat berdiri di matahari, dan ia berseru dengan suara keras dan mengatakan kepada semua burung yang terbang di tengah langit, ’Kemarilah, berkumpullah ke perjamuan malam yang besar dari Allah, agar kamu makan bagian-bagian yang berdaging dari raja-raja dan bagian-bagian yang berdaging dari komandan-komandan militer dan bagian-bagian yang berdaging dari orang-orang kuat dan bagian-bagian yang berdaging dari kuda-kuda dan dari mereka yang duduk di atasnya, dan bagian-bagian berdaging dari semua, dari orang-orang merdeka dan juga dari budak-budak dan dari orang-orang kecil dan besar.’”

1 Yoh. 2:16, 17: ”Segala sesuatu yang ada di dunia—keinginan daging, keinginan mata, dan pameran sarana kehidupan seseorang—tidak berasal dari Bapak, tetapi berasal dari dunia. Selanjutnya, dunia ini sedang berlalu, demikian pula keinginannya, tetapi ia yang melakukan kehendak Allah akan tetap hidup untuk selamanya.”

Pny. 21:8: ”Mengenai pengecut, orang yang tidak beriman, orang yang menjijikkan karena hal-hal mereka yang kotor, pembunuh, orang yang melakukan percabulan, orang yang mempraktekkan spiritisme, penyembah berhala, dan semua pendusta, bagian mereka kelak ialah dalam danau yang menyala dengan api dan belerang. Ini berarti kematian yang kedua.”

Apakah pembinasaan itu akan bersifat kekal?
Mat. 25:46: ”Mereka ini [yang menolak untuk berbuat baik kepada ’saudara-saudara’ Kristus] akan masuk ke dalam kemusnahan abadi.”
2 Tes. 1:8, 9: ”Orang-orang yang tidak mengenal Allah dan yang tidak menaati kabar baik tentang Tuan kita, Yesus . . . akan menjalani hukuman pengadilan berupa kebinasaan abadi.”

Apakah ada yang selamat?
Zef. 2:3: ”Carilah Yehuwa, kamu semua yang lembut hati di bumi, yang telah mempraktekkan keputusan hukum-Nya. Carilah keadilbenaran, carilah kelembutan hati. Mungkin kamu akan disembunyikan pada hari kemarahan Yehuwa.”
Rm. 10:13: ”Setiap orang yang berseru kepada nama Yehuwa akan diselamatkan.”
Mz. 37:34: ”Berharaplah kepada Yehuwa dan ikutilah jalannya, dan ia akan meninggikan engkau untuk memiliki bumi. Pada waktu orang-orang fasik dimusnahkan, engkau akan melihatnya.”
Yoh. 3:16: ”Allah . . . memberikan Putra satu-satunya yang diperanakkan, agar setiap orang yang memperlihatkan iman akan dia tidak akan dibinasakan melainkan memperoleh kehidupan abadi.”
Pny. 7:9, 10, 14: ”Aku memandang, dan, lihat! suatu kumpulan besar dari orang-orang yang jumlahnya tidak seorang pun dapat menghitungnya, dari semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, mengenakan jubah putih; dan ada pelepah-pelepah palem di tangan mereka. Dan mereka terus berseru dengan suara keras, demikian, ’Kami berutang keselamatan kepada Allah kami, yang duduk di atas takhta, dan kepada Anak Domba.’ . . . ’Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesengsaraan besar.’”

Apa yang akan terjadi atas anak-anak kecil di Armagedon?
Alkitab tidak secara langsung menjawab pertanyaan itu, dan kita bukanlah hakim-hakimnya. Namun, Alkitab memang memperlihatkan bahwa Allah menganggap anak-anak kecil orang-orang Kristen sejati ”kudus”. (1 Kor. 7:14) Alkitab juga menyatakan bahwa pada zaman dahulu ketika Allah menghancurkan orang-orang fasik, Ia juga membinasakan anak-anak mereka. (Bil. 16:27, 32; Yeh. 9:6) Allah tidak ingin seorang pun dibinasakan, maka Ia memerintahkan agar suatu peringatan diserukan kini demi para orang tua maupun anak-anak. Tidakkah bijaksana bagi para orang tua untuk menempuh haluan yang akan mengakibatkan anak-anak diperkenan oleh Allah sekarang dan di Armagedon?

Apakah kasih Allah dilanggar dengan dibinasakannya orang-orang fasik?
2 Ptr. 3:9: ”Yehuwa . . . sabar kepada kamu karena ia tidak ingin seorang pun dibinasakan tetapi ingin agar semuanya bertobat.”
Luk. 18:7, 8: ”Tidakkah Allah pasti akan menyebabkan keadilan dilaksanakan bagi orang-orang pilihannya yang berseru kepadanya siang dan malam, sekalipun ia panjang sabar terhadap mereka? Aku memberi tahu kamu: Ia akan menyebabkan keadilan dilaksanakan atas mereka dengan cepat.”
2 Tes. 1:6: ”Memang adil-benar di pihak Allah untuk membalaskan kesengsaraan kepada mereka yang menimbulkan kesengsaraan atasmu [hamba-hamba-Nya].”

Apakah mungkin untuk bersikap netral?
2 Tes. 1:8: ”Ia melakukan pembalasan atas orang-orang yang [memilih untuk] tidak mengenal Allah dan yang tidak menaati kabar baik tentang Tuan kita, Yesus.”
Mat. 24:37-39: ”Sebab sama seperti zaman Nuh . . . mereka tidak memberikan perhatian sampai banjir itu datang dan menyapu bersih mereka semua, demikian pula kehadiran Putra manusia kelak.”
Mat. 12:30: ”Dia yang tidak di pihakku melawan aku, dan dia yang tidak mengumpulkan bersamaku menceraiberaikan.”
Bandingkan Ulangan 30:19, 20.

Pengaruh siapa mendorong bangsa-bangsa ke keadaan dunia yang akan mengakibatkan perang melawan Allah?
Pny. 16:13, 14: ”Aku melihat tiga pernyataan terilham yang najis yang rupanya seperti katak, keluar dari mulut naga itu [Setan si Iblis; Pny. 12:9] dan dari mulut binatang buas itu dan dari mulut nabi palsu itu. Sebenarnya, mereka adalah pernyataan-pernyataan yang diilhami oleh hantu-hantu dan mengadakan tanda-tanda, dan mereka pergi kepada raja-raja seluruh bumi yang berpenduduk, untuk mengumpulkan mereka menuju perang pada hari besar Allah Yang Mahakuasa.”
Bandingkan Lukas 4:5, 6; 1 Yohanes 5:19; juga Kisah 5:38, 39; 2 Tawarikh 32:1, 16, 17.

Salam,
BP

Oom Budi,
Tolong jawabannya bukanlah Literatur , tapi marilah kita diskusikan dan gali kebenaran … berdoa minta ROH KUDUS pimpin diskusi kita … coba nich :

  1. Aku mau nanya kenapa YESUS pakai dilantik segala ? Emang YESUS kaya Presiden ? dilantik ntar diambil Sumpahnya ?
  2. Siapa yang jadi pasukan malaikat-pejuang ? Pejuang = Warior tidak sama dengan orang-orang Kudus ?
  3. Kalau dibilang yang berperang adalah YESUS KRISTUS di Armagedon kenapa jadi " Orang-orang yang
    dibunuh oleh Yehuwa pada hari itu akan bergelimpangan dari ujung bumi
    sampai ke ujung bumi "
    kenapa jadi YEHUWA yang membunuh ? Jadi YESUS KRISTUS = YEHUWA ?
    Dan kenapa jadi perangnya dari ujung bumi ke ujung bumi ?
    Tolong saya bukan sedang diskusi dengan MESIN yang cuma tahu literatur , Tapi dengan Manusia ciptaan TUHAN yang HIDUP !
    Monggo Oom Budi jawab point per point tanpa jawaban Literatur ( kan biasanya juga kalau ngider ke rumah2 paling senang interaktif , ayo dong Oom )
    JBU

Dear All,

Saya jawab No. 1 dulu ya.

”Ketetapan Yehuwa” Tidak Dapat Gagal

”Biarlah aku menjelaskan ketetapan Yehuwa; Ia mengatakan kepadaku, ’Engkaulah putraku . . . Mintalah kepadaku, agar aku memberikan bangsa-bangsa sebagai milik pusakamu.’”—MAZMUR 2:7, 8.
ALLAH YEHUWA memiliki tujuan untuk umat manusia dan bumi. Bangsa-bangsa juga memiliki tujuan. Tetapi, tujuan keduanya saling bertolak belakang! Hal ini tidak mengherankan, sebab Allah berfirman, ”Karena seperti langit lebih tinggi daripada bumi, demikianlah jalan-jalanku lebih tinggi daripada jalan-jalanmu, dan pikiranku daripada pikiranmu.” Maksud-tujuan Allah pasti digenapi, sebab Ia selanjutnya berfirman, ”Karena sama seperti turunnya hujan deras dan salju dari langit dan tidak kembali ke tempat itu, melainkan mengenyangkan bumi sehingga mengeluarkan hasil dan bertunas, dan benih diberikan kepada penabur dan roti kepada orang yang makan, demikianlah firmanku yang keluar dari mulutku. Itu tidak akan kembali kepadaku tanpa hasil, tetapi pasti akan melaksanakan apa yang kusukai, dan akan berhasil dalam apa yang kusuruhkan kepadanya.”—Yesaya 55:9-11.

2 Mazmur pasal 2 menandaskan bahwa maksud-tujuan Allah sehubungan dengan Raja Mesianik-Nya pasti digenapi. Penggubahnya, Raja Daud dari Israel zaman dahulu, diilhami Allah untuk menubuatkan suatu masa yang penting tatkala bangsa-bangsa dalam keadaan rusuh. Para penguasa mereka akan menentang Allah Yehuwa dan Pribadi yang Diurapi-Nya. Tetapi, sang pemazmur juga bernyanyi, ”Biarlah aku menjelaskan ketetapan Yehuwa; ia mengatakan kepadaku, ’Engkaulah putraku . . . Mintalah kepadaku, agar aku memberikan bangsa-bangsa sebagai milik pusakamu dan ujung-ujung bumi sebagai milikmu’.”—Mazmur 2:7, 8.

3 Bagaimana ”ketetapan Yehuwa” mempengaruhi bangsa-bangsa? Apa pengaruhnya terhadap umat manusia secara umum? Sesungguhnya, apa pengaruhnya terhadap semua orang yang takut akan Allah yang membaca Mazmur pasal 2?
Bangsa-Bangsa dalam Keadaan Rusuh

4 Sewaktu menyinggung tentang tindakan bangsa-bangsa dan para pemimpin mereka, sang pemazmur memulai gubahannya dengan kata-kata, ”Mengapa bangsa-bangsa dalam keadaan rusuh dan kelompok-kelompok bangsa terus menggumamkan perkara kosong? Raja-raja bumi mengambil posisi dan para pejabat tinggi berkumpul secara terpadu melawan Yehuwa dan melawan pribadi yang diurapinya.”—Mazmur 2:1, 2.

5 Apa ”perkara kosong” yang ’terus digumamkan’ oleh kelompok-kelompok bangsa dewasa ini? Bukannya menerima Pribadi yang Diurapi Allah—Mesias, atau Kristus—bangsa-bangsa ”terus menggumamkan”, atau menyusun siasat demi, kelangsungan wewenang mereka. Kata-kata Mazmur pasal 2 ini juga tergenap pada abad pertama M sewaktu orang Yahudi dan pejabat Romawi bekerja sama untuk membunuh Calon-Raja dari Allah, Yesus Kristus. Akan tetapi, penggenapan utamanya dimulai pada tahun 1914 ketika Yesus dilantik sebagai Raja di surga. Sejak itu, tidak satu pun badan politik di bumi yang mengakui Raja yang Allah takhtakan ini.

6 Apa maksud sang pemazmur sewaktu ia bertanya ’mengapa bangsa-bangsa menggumamkan perkara kosong’? Tujuan mereka itulah yang kosong , sia-sia, dan pasti gagal. Mereka tidak dapat mewujudkan perdamaian dan keharmonisan untuk bumi ini. Terlebih lagi, mereka bahkan berani menentang pemerintahan Allah. Sesungguhnya, mereka secara terpadu telah bersikap bermusuhan dan bersatu untuk melawan Yang Mahatinggi dan Pribadi yang Diurapi-Nya. Sungguh bodoh!
Raja Terlantik dari Yehuwa yang Berkemenangan

7 Para pengikut Yesus menerapkan kata-kata Mazmur 2:1, 2 kepadanya. Sewaktu dianiaya karena iman, mereka berdoa, ”Tuan Yang Berdaulat [Yehuwa], engkaulah Pribadi yang menjadikan langit dan bumi dan laut dan segala sesuatu di dalamnya, dan yang melalui roh kudus berfirman melalui mulut bapak leluhur kami Daud, hambamu, ’Mengapa bangsa-bangsa menjadi rusuh dan orang-orang merenungkan perkara-perkara kosong? Raja-raja bumi mengambil posisi dan penguasa-penguasa berkumpul secara terpadu melawan Yehuwa dan melawan pribadi yang diurapinya.’ Demikian pula, Herodes [Antipas] maupun Pontius Pilatus bersama orang-orang dari bangsa-bangsa dan orang-orang Israel sesungguhnya berkumpul di kota ini melawan hambamu yang kudus, Yesus, yang telah engkau urapi.” (Kisah 4:24-27; Lukas 23:1-12) Ya, pada abad pertama ada persekongkolan menentang hamba Allah yang terurap, Yesus. Akan tetapi, Mazmur ini akan memiliki penggenapan lain berabad-abad kemudian.

8 Sewaktu Israel zaman dahulu memiliki raja manusia, seperti misalnya Daud, bangsa-bangsa dan penguasa kafir berkumpul bersama melawan Allah dan pribadi terurap yang Ia takhtakan. Tetapi, bagaimana dengan zaman sekarang? Bangsa-bangsa dewasa ini tidak mau tunduk kepada tuntutan dari Yehuwa dan sang Mesias. Oleh karena itu, mereka mengatakan, ”Marilah kita memutuskan pengikat-pengikat mereka dan membuang tali-tali mereka dari kita!” (Mazmur 2:3) Pembatasan apa pun yang diberlakukan oleh Allah dan Pribadi yang Diurapi-Nya akan ditentang oleh para penguasa dan bangsa-bangsa. Tentu saja, upaya apa pun untuk memutuskan dan membuang tali-tali itu akan percuma.

Yehuwa Menertawakan Mereka
9 Yehuwa tidak terpengaruh oleh upaya apa pun yang dikerahkan para penguasa bangsa-bangsa untuk mewujudkan kedaulatan mereka sendiri. Mazmur pasal 2 ini melanjutkan, ”Pribadi yang duduk di surga akan tertawa; Yehuwa sendiri akan menertawakan mereka.” (Mazmur 2:4) Allah tetap melaksanakan maksud-tujuan-Nya seolah-olah para penguasa itu tidak ada. Ia menertawakan kesombongan mereka. Biarkan saja mereka membual tentang niat hati mereka. Bagi Yehuwa, mereka adalah bahan tertawaan. Ia menertawakan tentangan mereka yang sia-sia.

10 Di ayat-ayat lain dalam mazmurnya, Daud melantunkan nyanyian tentang orang-orang dan bangsa-bangsa yang memusuhi Allah, ”Engkau, oh, Yehuwa, Allah yang berbala tentara, adalah Allah Israel. Bangunlah untuk memalingkan perhatianmu kepada semua bangsa. Janganlah mengasihani para pengkhianat yang mencelakakan. Mereka kembali pada waktu malam; mereka terus menggonggong seperti anjing dan pergi mengelilingi kota. Lihat! Mereka berbual-bual dengan mulut mereka; pedang ada di bibir mereka, karena siapakah yang mendengarkan? Tetapi engkau, oh, Yehuwa, akan menertawakan mereka; engkau akan mengejek semua bangsa.” (Mazmur 59:5-8) Yehuwa menertawakan bualan dan kerusuhan bangsa-bangsa yang dengan bodoh melawan Dia.

11 Kata-kata dalam Mazmur pasal 2 menguatkan iman kita bahwa Allah dapat mengatasi masalah apa pun. Kita dapat yakin bahwa Ia senantiasa melaksanakan kehendak-Nya dan tidak pernah mengabaikan hamba-hamba-Nya yang loyal. (Mazmur 94:14) Kalau begitu, apa yang terjadi sewaktu bangsa-bangsa berupaya melawan maksud-tujuan Yehuwa? Menurut mazmur ini, Allah ”akan berbicara kepada mereka dalam kemarahannya”, seakan-akan dengan suara gelegar guntur yang mengerikan. Selain itu, ”dalam ketidaksenangannya yang panas”, seolah-olah dengan sambaran petir yang hebat, ”ia akan menggelisahkan mereka”.—Mazmur 2:5.

Raja yang Allah Lantik
12 Apa yang selanjutnya Yehuwa katakan melalui sang pemazmur pasti menggelisahkan bangsa-bangsa. Allah menyatakan, ”Aku, aku telah melantik rajaku di Zion, gunungku yang kudus.” (Mazmur 2:6) Gunung Zion adalah sebuah bukit di Yerusalem, tempat Daud ditakhtakan sebagai raja atas seluruh Israel. Tetapi sang Raja Mesianik tidak akan bertakhta di kota itu atau di tempat mana pun di bumi. Sebenarnya, Yehuwa telah melantik Yesus Kristus sebagai Raja Mesianik pilihan-Nya di Gunung Zion surgawi.—Penyingkapan 14:1.

13 Sang Raja Mesianik kini berbicara. Ia berkata, ”Biarlah aku menjelaskan ketetapan Yehuwa [yang telah membuat perjanjian untuk Kerajaan itu dengan Putra-Nya]; ia [Allah Yehuwa] mengatakan kepadaku, ’Engkaulah putraku; aku, hari ini, aku telah menjadi bapakmu.’” (Mazmur 2:7) Yesus memaksudkan perjanjian Kerajaan ini sewaktu ia memberi tahu rasul-rasulnya, ”Kamulah orang-orang yang berpaut bersamaku dalam cobaan-cobaanku; dan aku membuat perjanjian dengan kamu, sebagaimana Bapakku telah membuat perjanjian denganku, untuk suatu kerajaan.”—Lukas 22:28, 29.

14 Seperti yang dinubuatkan di Mazmur 2:7, Yehuwa mengakui Yesus sebagai Putra-Nya sewaktu ia dibaptis dan dengan membangkitkannya kepada kehidupan roh. (Markus 1:9-11; Roma 1:4; Ibrani 1:5; 5:5) Ya, Raja dari Kerajaan surgawi ini adalah Putra satu-satunya yang Allah peranakkan. (Yohanes 3:16) Sebagai keturunan Raja Daud, Yesus memiliki hak yang tidak dapat diganggu-gugat untuk menjadi raja. (2 Samuel 7:4-17; Matius 1:6, 16) Menurut mazmur ini, Allah memberi tahu Putra-Nya, ”Mintalah kepadaku, agar aku memberikan bangsa-bangsa sebagai milik pusakamu dan ujung-ujung bumi sebagai milikmu.”—Mazmur 2:8.

15 Sang Raja—Putra Allah sendiri—punya kedudukan persis di bawah Yehuwa. Yesus adalah hamba Yehuwa yang telah dicobai namun tetap loyal dan dapat diandalkan. Selain itu, Yesus mendapat milik pusaka, atau warisan, sebagai Putra Sulung Allah. Sesungguhnya, Yesus Kristus ”adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung dari antara semua ciptaan”. (Kolose 1:15) Ia hanya perlu meminta dan Allah pun ’memberikan bangsa-bangsa sebagai milik pusakanya dan ujung-ujung bumi sebagai miliknya’. Yesus mengajukan permintaan ini sebagai pribadi yang ’kesukaannya ada pada putra-putra manusia’ dan karena hasratnya yang kuat untuk melaksanakan kehendak Bapak surgawinya sehubungan dengan bumi dan umat manusia.—Amsal 8:30, 31.

Ketetapan Yehuwa terhadap Bangsa-Bangsa
16 Karena Mazmur pasal 2 ini sedang digenapi sekarang, selama kehadiran Yesus Kristus yang tidak kelihatan, apa yang bakal menimpa bangsa-bangsa? Sang Raja segera akan melaksanakan pernyataan Allah, ”Engkau akan mematahkan mereka [bangsa-bangsa] dengan tongkat kekuasaan dari besi, engkau akan menghancurkan mereka seperti sebuah bejana tukang tembikar.”—Mazmur 2:9.

17 Tongkat raja-raja zaman dahulu melambangkan wewenang seorang raja. Beberapa tongkat kekuasaan dibuat dari besi, seperti tongkat yang disebutkan dalam mazmur ini. Bahasa kiasan yang digunakan di sini menunjukkan betapa mudahnya Kristus sang Raja akan menghancurkan bangsa-bangsa. Hantaman kuat tongkat besi akan menghancurkan bejana tanah liat tukang tembikar hingga berkeping-keping.

18 Apakah para penguasa bangsa-bangsa mutlak mengalami kehancuran itu? Tidak, karena sang pemazmur mengimbau mereka dengan kata-kata ini, ”Sekarang, hai, raja-raja, terapkan pemahaman; biarkanlah dirimu dikoreksi, hai, hakim-hakim bumi.” (Mazmur 2:10) Raja-raja diimbau untuk mengindahkan dan menerapkan pemahaman. Mereka harus mempertimbangkan kesia-siaan rencana mereka, yang bertolak belakang dengan apa yang akan dilakukan Kerajaan Allah demi kepentingan umat manusia.

19 Untuk memperoleh perkenan Allah, raja-raja di bumi perlu mengubah haluan mereka. Mereka diperingatkan untuk ’melayani Yehuwa dengan takut dan bersukacita dengan gemetar’. (Mazmur 2:11) Bagaimana seandainya mereka melakukan hal itu? Sebaliknya dari menjadi rusuh, atau resah, mereka dapat bersukacita atas masa depan yang ditawarkan oleh sang Raja Mesianik. Para penguasa bumi harus menanggalkan kesombongan dan keangkuhan yang mencirikan pemerintahan mereka. Selain itu, mereka harus mengadakan perubahan tanpa menunda-nunda dan menerapkan pemahaman sehubungan dengan keunggulan kedaulatan Yehuwa yang tak tertandingi dan kekuasaan Allah serta Raja Mesianik-Nya yang tak terkalahkan.

”Ciumlah sang Putra”
20 Mazmur pasal 2 selanjutnya mengulurkan undangan yang berbelas kasihan kepada para penguasa bangsa-bangsa. Ketimbang berkumpul secara terpadu untuk melawan Allah, mereka dinasihati, ”Ciumlah sang putra, agar Ia [Allah Yehuwa] tidak menjadi berang dan kamu tidak binasa dari jalan itu, karena kemarahannya mudah berkobar.” (Mazmur 2:12a) Apabila Tuan yang Berdaulat Yehuwa mengeluarkan ketetapan, itu mesti ditaati. Ketika Allah menakhtakan Putra-Nya, para penguasa di bumi seharusnya berhenti ”menggumamkan perkara kosong”. Mereka seharusnya segera mengakui sang Raja dan menaati dia sepenuhnya.

21 Mengapa mereka harus ’mencium sang putra’? Pada masa ketika mazmur ini digubah, ciuman adalah pernyataan persahabatan dan digunakan untuk menyambut para tamu yang berkunjung ke rumah seseorang dan di sana mereka dapat menikmati keramahtamahan. Ciuman juga dapat mengartikan tindakan kesetiaan. (1 Samuel 10:1) Dalam Mazmur 2:12 ini, Allah memerintahkan bangsa-bangsa untuk mencium, atau menyambut, Putra-Nya sebagai Raja yang terlantik.

22 Orang-orang yang menolak mengakui wewenang Raja yang Allah pilih sesungguhnya menghina Yehuwa. Mereka menyangkal kedaulatan universal Yehuwa dan wewenang serta kesanggupan-Nya untuk memilih Raja yang terbaik guna memerintah umat manusia. Para penguasa bangsa-bangsa akan mendapati bahwa kemurkaan Allah akan menimpa mereka secara mendadak, tatkala mereka mencoba melaksanakan rencananya sendiri. ”Kemarahannya mudah berkobar”, atau menyambar dengan cepat tanpa ada yang dapat menahannya. Para penguasa bangsa-bangsa harus menerima peringatan ini dengan penuh syukur dan bertindak selaras dengannya. Kehidupan dipertaruhkan.

23 Mazmur yang dramatis ini ditutup dengan kata-kata, ”Berbahagialah semua orang yang berlindung kepadanya [Yehuwa].” (Mazmur 2:12b) Masih ada kesempatan bagi orang-orang untuk memperoleh keselamatan. Demikian pula halnya bagi para penguasa secara perorangan yang selama ini mendukung rencana bangsa-bangsa. Mereka dapat lari kepada Yehuwa, yang menyediakan perlindungan di bawah pemerintahan Kerajaan-Nya. Tetapi mereka harus bertindak sebelum Kerajaan Mesianik menghancurkan bangsa-bangsa penentang.

24 Jika kita rajin mempelajari Alkitab dan menerapkan nasihatnya dalam kehidupan, kita dapat menjalani kehidupan yang lebih memuaskan bahkan sekarang juga dalam dunia yang sarat masalah ini. Dengan menerapkan nasihat Alkitab, kita akan menikmati hubungan keluarga yang lebih bahagia dan terbebas dari banyak kekhawatiran dan ketakutan yang melanda dunia ini. Dengan mengikuti pedoman Alkitab, kita memiliki keyakinan bahwa kita sedang menyukakan sang Pencipta. Tidak ada pribadi selain sang Penguasa Universal yang dapat memberikan jaminan untuk ”kehidupan sekarang dan yang akan datang” setelah Ia membersihkan bumi dari orang-orang yang menentang apa yang benar dengan menolak pemerintahan Kerajaan.—1 Timotius 4:8.

25 ”Ketetapan Yehuwa” tidak dapat gagal. Sebagai Pencipta kita, Allah tahu apa yang terbaik bagi umat manusia dan akan melaksanakan maksud-tujuan-Nya untuk memberkati umat manusia yang taat dengan kedamaian, kepuasan, dan keamanan yang langgeng di bawah Kerajaan dari Putra yang dikasihi-Nya. Mengenai zaman kita, Daniel sang nabi menulis, ”Pada zaman raja-raja itu, Allah yang berkuasa atas surga akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan pernah binasa. . . . Kerajaan itu akan meremukkan dan mengakhiri semua kerajaan ini, dan akan tetap berdiri sampai waktu yang tidak tertentu.” (Daniel 2:44) Jadi, sekaranglah masa yang genting untuk ’mencium sang putra’ dan melayani Tuan yang Berdaulat, Yehuwa!

[Catatan Kaki]
Pada mulanya, Raja Daud adalah ’pribadi terurap’ dan ”raja-raja bumi” adalah para penguasa Filistin yang mengumpulkan pasukan mereka untuk melawannya.
Ayat-ayat lain dalam Kitab-Kitab Yunani Kristen juga memperlihatkan bahwa Yesus adalah Pribadi yang Diurapi Allah yang ditunjukkan dalam Mazmur pasal 2. Hal ini tampak jelas apabila Mazmur 2:7 diperbandingkan dengan Kisah 13:32, 33 dan Ibrani 1:5; 5:5. Lihat juga Mazmur 2:9 dan Penyingkapan 2:27

Sumber Diambil dari Majalah Menara Pengawal 15 Juli 2004 Halaman 15 - 20.

Salam,
Budi Halasan - Petojo

Sumber Diambil dari Majalah Menara Pengawal 15 Juli 2004 Halaman 15 - 20.

majalah menara pengawal adalah ssy

mereka percaya tidak ada neraka.
hanya 144.000 saja yang masuk sorga.
. . .
. . .
. . .

Oom Budi , Thanks atas USAHA nya … :afro: tapi lagi2 Oom Copas Literatur ! please deh ah… You are not Machine ok ?! apalagi pada tahun 1914 ketika YESUS dilantik sebagai Raja di surga. Oom Tolong deh jangan becanda … :’( :azn: emang Tuhan bicara ke Raja DAUD ada pelantikan di Th 1914. ?! Yehuwa melantik Yesus jadi raja baru di Tahun 1914 please deh Oom … saya mencoba menyelami pikiran anda , bukan sipembuat literatur Oom , Injil tidak pernah bicara … bahkan Tuhan YESUS sendiri tidak pernah berpesan wanti - wanti bahwa Beliau akan dilantik di Bukit Zion sorga pula ? ( bukan di Israel ) apalagi Tuhan Yesus bilang ntar th 1914 yah.? aku cari di Penyingkapan ama Daniel juga kaga nyingkap-nyingkap hehehe :happy0025: :mad0261:
Wasalam,
TGK.