Sudutkan Ras China, Iklan Ramadhan di Malaysia di Cabut

Sebuah iklan Ramadhan yang ditayangkan oleh Stasiun 8TV dicabut setelah diprotes oleh berbagai pihak karena dianggap rasis dan menghina. Iklan dengan durasi 30 detik tersebut menampilkan seorang wanita keturunan China dengan pakaian ketat di pasar sambil menunjuk-nunjuk makanan di depan orang-orang yang berpuasa. Sekalipun pesannya agar menghormati bulan Ramadhan, namun hasilnya tidak seperti yang diharapkan.

Pihak 8TV melalui jejaring social Facebook menyatakan permintaan maafnya dan mengakui kesalahannya, padahal adegan tersebut dimaksudkan untuk “humor” namun sepertinya apa yang dirasakan masyarakat sama sekali tidak lucu.

"Dengan rendah hati meminta maaf, bila ada pihak yang tidak berkenan atas iklan tersebut. Pesan itu tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun,” demikian isi pernyataan tersebut.

Iklan tersebut dianggap menyudutkan minoritas China, bahkan masyarakat muslim sendiri tidak setuju dengan iklan tersebut. Saat ini masyarakat Malaysia sensitive dengan isu SARA. Di bulan September tahun lalu, sebuah televisi swasta di Malaysia juga terpaksa mencabut sebuah iklan yang menyangkut warga muslim karena dianggap dipengaruhi unsur Kristiani.

Iklan, terutama dalam tayangan media televisi memberikan pengaruh besar terhadap cara pandang masyarakat, terlebih lagi iklan layanan masyarakat. Untuk itu, perlu lebih cermat dalam melakukan sensor sebelum tayang. Karena isu SARA memang sangat sensitif di belahan bumi manapun.

Source : BBC Indonesia