Sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Saya yakin banyak orang setelah mendengar Injil, mereka percaya dan dari dalam hatinya akan mengalir, aliran-aliran air hidup, bersemangat ingin mewartakan kabar gembira Yesus Kristus.

Motivasi pertama adalah demi Yesus, sehingga semboyan: “Hidup adalah Kristus, mati adalah keuntungan”, memang tepat sekali.

Akan tetapi setelah gerejanya menjadi besar dan kekayaan mulai berlimpah, motivasi utama sudah ditinggalkan, sehingga semboyan: “Hidup adalah Kristus, mati adalah keuntung”. sudah tidak cocok lagi.
Sebab mereka mulai terikat kepada uang, hoby, kemewahan, dan kenikmatan duniawi.
Semboyan lebih cocok ditulis: “Hidup adalah uang, mati adalah nasib”.

Disinilah maka Yesus berkata:
Mat.19:23.
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”

Hal ini tidak berarti orang kaya tidak mungkin masuk sorga, tentu saja mungkin akan tetapi jumlahnya lebih sedikit dari pada orang miskin.

For the turning away of the simple shall slay them, and the prosperity of fools shall destroy them. Proverbs 1:32

Jadi kekayaan itu memang menghancurkan orang bebal.
Supaya tidak hancur, kita ada dua pilihan, yaitu tidak kaya atau tidak bebal.
Mau pilih yang mana?

Orang kaya yang sungguh bertobat, karena Lahir Kembali, memang tetap dapat jatuh kedalam dosa.

Tetapi igatlah Paulus di Roma 6 : 6

6:6 Karena kita tahu, bahwa [b]

  • manusia lama kita telah turut disalibkan,[/b] supaya
  • tubuh dosa kita hilang kuasanya,
  • agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.

Tiga hal itu menunjukkan bahwa manusia lama kita sudah disalibkan pada waktu dilahirkan kembali oleh Roh Kudus, sehingga STATUS ATAU NATURE KITA MENJADI KUDUS SELAMA LAMANYA.

  • Tubuh dosa kita yang lemah kehilangan kuasanya, kita memang masih dapat jatuh kedalam dosa, karena roh penurut, daging lemah.
    Tetapi Roh Kudus yang akan memampukan kita berjuang melawan kuasa dosa yang hendak menguasai kita lagi.
    Peringatan Roh Kudus akan menyadarkan anak Tuhan, supaya bertobat dari dosanya, tapi tidak pernah merubah statusnya yang telah KUDUS.

Karena semuanya itu adalah anugerah Allah, sehingga Allah lah melalui Roh Kudus merubah dari dalam diri anak Tuhan, itu yang menguatkan kita dan menyadarkan kita .

  • Jangan menghambakan diri lagi pada dosa.
    Dari situlah kita dapat menyaksikan kuasa Tuhan memelihara anak anak Tuhan.

Bukan hanya orang kaya, orang biasa pun demikian pergumulannya.

Memang orang kaya lebih berat godaannya dan perjuangannya, karena uang dapat mengatasi segala hal.

Membuat orang kaya suka lupa diri dan hidup TIDAK BERGANTUNG PADA TUHAN.

Itulah perjuangan orang kaya yang telah sungguh2 bertobat.

Contohnya yang punya Coldgate, mampu mempersembahkan perpuluhan 90 %.

Itulah mengapa ada FirmanNya yang berkata

Matius 20
16. Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir

Orang Kristen seharusnya takut kalau Firman ini menjadi nyata atas kehidupan mereka, karena itu bertobatlah setiap hari.

Namun prinsipnya baik orang kaya ataupun miskin, dua2nya bisa memuliakan Tuhan.

Salah satu cara melatih diri untuk tidak terikat dengan uang adalah memberikan perpuluhan. Itupun tentu saja harus dilakukan dengan hati yang benar.

jangankan orang kaya, bisa jadi, banyak orang yg berdiri diatas mimbar, malah terlempar ke neraka.

menjadi pdt, sama sekali tidak identik dengan selamat.

apalagi kalau sudah kelier2 melihat ungunya warna uang.

kl ada yg berdiri diatas mimbar dan mulai menunjuk nunjuk “kamu sesat , bla bla bla => … mari pindah ke tempatku saja”

gw malah curiga, jangan jangan nih orang ngiler ngincer duit dari jemaat yg bisa diambil dari kelompok lain.

kl modelnya sudah begini, … mamon akan membawanya ke neraka.

Ada berita yg pernah saya baca dulu

[b]Paus kecewa banyak pastor dan biarawati muda bergaya hidup mewah[/b]

Merdeka.com - Paus Fransiskus akhir pekan lalu mengatakan kepada para pastor dan biarawati muda Vatikan untuk tidak bergaya hidup mewah dengan menggunakan mobil keluaran terbaru atau telepon seluler teranyar.

Paus menganjurkan mereka untuk hidup lebih sederhana dan bersahaja, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Senin (8/7).

Sebagai bagian dari ajaran Gereja Katolik untuk lebih mendekatkan diri kepada kaum miskin, Paus menyatakan bergaya hidup mewah seperti itu bukanlah jalan menuju kebahagiaan.

“Saya merasa tersakiti jika melihat pastor atau biarawati menggunakan mobil keluaran terbaru. Kalian tidak bisa melakukan ini,” kata Paus.

“Mobil memang perlu untuk membantu pekerjaan, tapi tolong pilihlah yang sederhana saja. Jika kalian ingin mobil mewah maka pikirkan berapa banyak anak miskin yang mati kelaparan di berbagai belahan dunia,” ujar Paus mengingatkan.

Sejak menggantikan Paus Benediktus Maret lalu, Paus Fransiskus telah menerapkan sejumlah gaya hidup yang sederhana. Dia lebih memilih tinggal di rumah dinas Vatikan ketimbang apartemen kepausan yang mewah. Paus juga lebih memilih menggunakan mobil kepausan Ford Focus yang tidak terlalu mahal daripada mobil yang lebih mewah.

http://www.merdeka.com/dunia/paus-kecewa-banyak-pastor-dan-biarawati-muda-bergaya-hidup-mewah.html

Dunia menawarkan berbagai kenikmatan, yang dapat dipenuhi terutama apabila kita kaya. Mungkin memang orang kaya lbh sedikit yg masuk Sorga dibandingkan orang miskin, apalagi memang yg kaya juga jelas lbh sedikit dari yang miskin secara statistik.
Namun dari ayat Mat.19:23.
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”
Dalam contoh itu adalah orang kaya yg tergantung pada kekayaannya padahal kekayaannya adalah sia-sia
Berbeda dgn pemungut Zakheus seorang pemungut cukai yg kaya yg bersedia melepas kekayaannya dan Tuhan membenarkan dia(Luk 19:1-10)

Kekayaan adalah karunia Tuhan, krn memperbolehkan kita untuk makan dan minum dalam kesenangan, namun kekayaan tidak pernah boleh menjadi tujuan itu sendiri (1 Timotius 6:9-11), dan apabila seorang dalam pekerjaannya menjadi kaya, tidak boleh dia bermegah (Yeremia 9:2)

Kepada orang-orang diberikan karunia kekayaan dari Tuhan, diberikan pula peringatan bagi mereka

[b]1 Timotius 6:17-19[/b] (17) Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. (18) Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi (19) dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.”(Pengkhotbah 5:10)

Orang Kaya sukar masuk surga?
Kita jangan salah kaprah dulu,baik kaya atau miskin sama2 sukar kok masuk surga,
Yang menjadi pertanyaan bagaimana cara kita untuk mendapatkannya,mensykurinya,dan berbagi tentunya.
Saya Kasih contoh tentang perumpaan Orang Kaya dan Lazarus yang miskin (Lukas 16 ayat 19-30)
Dari Kisah ini kita bisa belajar,
Namun bukan belajar untuk menjadi kaya tetapi belajar bagaimana menjadi orang kaya yang diberkati.
Kita lupa kalau Abraham sendiri adalah orang kaya tetapi dia masuk surga kok.
Lalu apa yang bisa kita ambil dari Perumpamaan di ayat ini?
Dari ayat ini kita bisa lihat ada 5 kesalahan Orang Kaya.
1.Terlambat Bertobat,Lihat ayat 23-24… orang kaya ini sudah mati baru minta ampun.,sudah mati baru ingat Tuhan,terlambat!!
2.Tidak bersyukur…Ayat 25 Abraham berkata “Anak,ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu”
Dengan kata lain ayat ini ingin menyampaikan kalau orang kaya ini tidak pernah bersyukur atas apa yang dia dapatkan jika dibandingkan dengan lazarus,
3.Tidak bersaksi.Ayat 27 - 28 menunjukkan betapa orang kaya ini tidak Pernah Bersaksi, dia lupa saudaranya dia sombong dan hidup dengan kemewahan pribadinya sendiri sampai2 dia lupa kalau dia punya 5 saudara lagi yang belum bertobat.
4.Tidak mengindahkan Firman Tuhan, ayat 29 "Tetapi kata Abraham : ada pada mereka kesaksian Musa dan para Nabi ;baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
Dengan kata lain orang kaya ini tidak pernah membaca Alkitab selaku kesaksian para nabi, ini bahkan sering terjadi bukan hanya pada orang kaya tetapi manusia pada umumnya, kita sering sekali justru lebih suka membaca hal hal duniawi,ketimbang kitab yang berisikan firman Tuhan dan Kesaksian2 para Nabi.Sudah mati barulah Alkitab dibawa2 sampai ke kuburan,emang mau baca dikuburan??gak bisa!! gelap disana!
Dan yang terakhir apa?
5.Orang Kaya ini mengeraskan Hatinya.Ayat 30 Jawab Orang itu : Tidak, Bapa Abraham,.
Orang Kaya ini sudah salah tetap aja bersitegang dengan,berbantah2 dengan Abraham,pakai kata Tidak lagi.
Di dunia sering berkata tidak ,sudah mati sampai neraka tetap juga kelepasan berkata Tidak!

Semoga menjadi pelajaran berharga bagi kita.

Perumpamaan orang muda yang hartanya banyak berkata kepada Yesus; Semua sudah aku lakukan.

Yesus berkata, hanya satu yang belum, pergilah juallah hartamu dan ikutlah Aku.

Dan orang muda itu tidak berani melepaskan hartanya dan mengikut Yesus.

Demikian juga kalau Yesus bertanya kepada kita masing-masing,
Lepaskan semua hartamu dan ikutlah Aku !
Apa jawaban kita ?

Bagi orang miskin lebih mudah menjawab, YA, dan langsung mengikuti Yesus.
Bagi orang yang hartanya banyak, tentunya lebih sulit untuk menjawab, YA, sekalipun tentunya ada, kalau mereka benar-benar mencintai Yesus.

Disini sebabnya, maka Yesus berkata, kalau engkau mempunyai 2 tuan, yang satu mamon yaitu uang, yang lain Yesus, engkau harus memilih satu dan melepas yang lain.
Tidak mungkin engkau mengabdi kedua-duanya.

Jadi disini, bukan masalah dari mana uang didapatkan, bersyukur, bertobat, bersedekah, dsb,
Akan tetapi masalah sampai berapa jauh keterikatan kita pada uang.
Maka orang yang terlalu terikat pada uang, itu namanya memperhalakan uang, dan dibenci sama Tuhan.

Sebenarnya Yesus sedang menjustifikasi “semua” orang kaya (tanpa pandang bulu) atau “hanya” orang kaya seperti pada nats tersebut?

Artinya toh kaya atau miskin tak menjamin akan menjawab YA

Lagian kamu contohnya yang gagal aja, itu orang muda memang gagal dalam hal harta

Lihat contoh selanjutnya : Zakheus, itu juga orang kaya raya, yang akhirnya berjanji memberikan 4x lipat harta yang diperasnya selama ini

Orang muda yang kaya fokus pada perbuatan diri sendiri (“apa yang harus saya perbuat”), akhirnya dia tidak mampu mengikut Yesus.
Sedangkan pasal selanjutnya, Zakeus fokus kepada apa yang Yesus perbuat bagi dia. Akhirnya dia dengan suka rela memberikan hartanya bagi sesama.

Saya kira “hanya” orang kaya yang seperti dalam nats tersebut.

Bukan karena kayanya lantas ia tidak diterima di Surga dan juga bukan karena miskinnya lantas ia diterima di Surga. Sebab kaya atau miskin adalah kondisi dimana mempermudah atau mempersulit kita untuk menjadi taat dan hidup dalam kehendak Allah.

Amsal 30:8-9
Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

Baik kaya atau miskin keduanya berpotensi untuk berbuat dosa. Abraham mendapat kelimpahan kekayaan dunia juga Ishak, Yakub, Ayub, Daud dan banyak tokoh lainnya, sebaliknya Yeremia, Yohanes dan nabi-nabi yang lainnya hidup dalam keterbatasan. Keduanya kelompok orang tersebut sama-sama diperkenan Allah. Jadi sebenarnya bukan kekayaan yang TUHAN bicarakan dalam perumpamaan tesebut tetapi sikap kita.

Saya pribadi banyak jumpai orang miskin yang jahat, serakah sama serakahnya dengan orang kaya, bedanya si kaya serakah dalam kelimpahan dan si miskin serakah dalam kekurangannya. Mereka sama-sama hidup untuk uang dan demi uang. Mereka sama-sama dapat meninggalkan apa yang mulia, kudus, dan benar adil demi mendapatkan uang. Bukan bicara soal orang kaya, saya juga bicara tentang orang miskin. Apakah ada yang menyangkal?

Banyak orang mudah mengkritik orang yang kaya, karena ia tidak menikmati kekayaannya. Apalagi terhadap OKB (Orang Kaya Baru) tentu akan lebih sirik lagi, sebab dulunya sama-sama miskinnya tentu sekarang beda nasip menurut anggapannya. Orang yang miskin dan iri terhadap kekayaan orang kaya disekitarnya, itu bobotnya sama seperti orang kaya yang serakah dengan apa yang telah ia miliki. Keduanya sama-sama busuk di hadapan TUHAN.

Mari kita miliki hati yang tenang dan pikiran yang lurus memandang perkataan Yesus agar kita menerima Firman Allah dengan benar tanpa memihak.

Kita berpikir secara realistik saja,
apakah perkataan Yesus, masuk diakal atau tidak.
Mat.19:23.
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”

Lalu jawab sendiri, apa sebab orang kaya lebih sulit masuk sorga dari pada orang miskin ?
Ini tidak berarti orang kaya tempatnya neraka, dan orang miskin tempatnya sorga,
tentu tidak, tergantung orangnya dan banyak hal.

:afro: Amin.

saya pikir ini benar.

tetapi ada 1 masalah klasik dari orang kaya. Yaitu, orang kaya cenderung SOMBONG DAN TINGGI HATI, dan ini bisa menyeretnya kedalam neraka, walaupun ia mengaku percaya Yesus.

ehm… PERCAYA YESUS ITU TIDAK IDENTIK DENGAN KESELAMATAN KE SORGA.

Kalau hidupnya tetap ANGKUH, SOMBONG, BEJAD, PASTILAH MASUK KE NERAKA

Ada quote mengatakan, “Hanya orang sombong yang dapat merasakan kesombongan orang lain”

Saat seorang yang tidak sombong duduk bersama beberapa orang sombong yang saling menyombongkan harta benda mereka dan pencapaian mereka, saya pribadi cukup mendengar, menimpali sekali-kali dan menganggap semua angin lewat tanpa merasa terbebani apapun. Saya merasa ia tidak berdosa kepada saya, tetapi setelah bubaran, seorang teman dengan berapi-api menceritakan betapa sombongnya mereka dan dengan kejengkelan tingkat tinggi mengucapkan hal-hal yang sinis terhadapnya. Nah, ini bagi saya keduanya sama-sama sombong. Satu menyombongkan sesuatu yang dimiliki dan satu lagi menyombongkan sesuatu yang tidak dimiliki.

Amsal 25:14 Awan dan angin tanpa hujan, demikianlah orang yang menyombongkan diri dengan hadiah yang tidak pernah diberikannya.

Sombong dan meninggikan diri itu bukan monopoli orang kaya, tetapi orang miskin juga memilikinya dan keduanya keji dihadapan TUHAN. Pernah bertemu orang miskin yang tidak bersedia ditolong? Sebagian karena mereka merasa punya “harga diri” untuk tidak ditolong kelompok orang yang dibenci mereka, yaitu si sombong. Itu orang sombong bertemu orang sombong.

Saya setuju sekali,
orang kaya itu biasanya sombong dan harga dirinya tinggi.
Tersinggung sedikit saja, sudah tidak terima, dan membalas.

Demikian juga, jangan berpikir dengan modal percaya, cukup, pasti masuk sorga.
Saya kira tidak benar.

Hahha tepat sekali :afro: :afro: :afro:

Saya sependapat dengan saudara Krispus
Kita juga diberitahu bahwa kita sebaiknya jangan mengutuk orang-orang kaya dalam hati apalagi diucapkan (Pengkhotbah 10:20).
Tuhan lah yg akan meninggikan atau merendahkan seseorang