Sumber dana persembahan/perpuluhan/donasi lain-lain yang mencurigakan

Terkadang ada anggota jemaat yang memberikan persembahan/perpuluhan/donasi lain ke gereja dengan jumlah yang sangat besar, namun kalau dilihat dari pekerjaan orang tersebut sepertinya jumlah uang yang dipersembahkan itu tidak sebanding (terlalu besar) dengan lazimnya pendapatan orang dengan pekerjaan dan jabatan yang sama.

Misalnya, seorang PNS golongan 3, yang baru bekerja 2 tahun di kantor Pajak memberi sumbangan untuk renovasi gedung gereja sebesar 1 M, sedangkan orangtuanya bukanlah orang kaya yang punya warisan banyak, dan juga tidak punya usaha sampingan.

Bagaimana sikap gereja seharusnya bila ada anggota jemaat yang memberikan dana dalam jumlah besar ke gereja, yakni jumlah yang sepertinya tidak mungkin berasal dari pendapatannya yang asli?

termasuk money loundry atau tidak ya ? :rolleye0014:

Salam

Kalau di bank kita menyetor uang dalam jumlah besar (di atas Rp 500 juta klw ga salah) harus menuliskan asal dana tersebut.

Apa gereja perlu meniru kebijakan seperti itu?

Harus bro, itu tetap uang jemaat dan harus dipertanggungjawabkan, kalau tidak tau asal dananya nanti bisa dipergunakan oleh oknum-oknum tertentu. Uang sebesar itu harus bisa dipertanggungjawabkan.

Salam… :slight_smile:

Ya… uang yang bener2 bersih (no korupsi, nyopet dll) yang musti dipersembahkan ke gereja.
Uang kotornya (korupsi, nyolong, dll) sumbangkan sama saya saja.

Maap saya becanda…

Saya setuju kalau sumber dana jemaat harus jelas.
Dan semoga para pengurus Gereja lebih bijak dalam hal ini.
Kadang kalau sudah terima duid gede, pada ijo matanya…
Jadi hal macam sumber dana tsb menjadi “tidak penting”.

1 Koritus 10:25
Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani.

Hati nurani yang dimaksudkan adalah hati nurani kamu sendiri, jadi saat kita menerima sesuatu, kita tidak perlu merasa curiga macam-macam. Sebab itu bukan sebuah kesalahan saat gereja menerima persembahan yang kamu ceritakan, sebab tidak pantas kita mencurigai seseorang sebelum terbukti ia bersalah.

Namun demikian, pada ayat selanjutnya dituliskan demikian…

1 Korintus 10:27-29
Kalau kamu diundang makan oleh seorang yang tidak percaya, dan undangan itu kamu terima, makanlah apa saja yang dihidangkan kepadamu, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani.

Tetapi kalau seorang berkata kepadamu: “Itu persembahan berhala!” janganlah engkau memakannya, oleh karena dia yang mengatakan hal itu kepadamu dan karena keberatan-keberatan hati nurani.

Yang aku maksudkan dengan keberatan-keberatan bukanlah keberatan-keberatan hati nuranimu sendiri, tetapi keberatan-keberatan hati nurani orang lain itu.

Dijelaskan jika ada orang yang mengatakan itu hasil korupsi, dan ada orang yang merasakan keberatan-keberatan hati nurani entah mereka adalah jemaat atau tua-tua sidang atau bahkan masyarakat, maka seperti yang dikatakan oleh ayat diatas, sebaiknya kita tidak menerimanya. Dalam ayat 32, dijelaskan mengapa kita sebaiknya menolaknya, sebab jangan kita menimbulkan syak bagi mereka.

Demikian dasarnya yang harus dilakukan.

Gereja sebagai yayasan tidak memiliki kesalahan saat menerima sumbangan dari manapun juga, tanpa harus menyebutkan sumber atau asalnya (berdusta itu mudah, apalagi hanya diselember form) seperti bank. Mengapa bank perlu menyebutkan sumbernya. sebab uang di bank masih milik nasabah sedangkan uang yang disumbangkan bukan milik yang menyumbangkan lagi, termasuk bukan milik jemaat. Pertanggung jawaban pengelolaan dana adalah bagian lain dari legal yayasan.

kalo saya dulu pernah usul dimanaa gitu ya…

gimana kalau setiap Pemimpin Jemaat, atau Pelayan Tuhan, atau apalah yang gitu-gitu…
kan mereka ini bekerja demi Tuhan kan ya?

sehingga tidak bermotivasi untuk keuntungan pribadi, atau menumpuk harta, atau menerima sumber-sumber gak jelas itu…

gimana kalo para PEMIMPIN atau PELAYAN ini memberi TELADAN DARI DIRINYA SENDIRI DULU…

yaitu:
membuka & mempublikasi-kan pemasukan bulanan-pribadi-nya dia secara akuntable…
misal di website gereja nya atau ditempel di mading atau gimana gitu…
lha wong pak Basuki yang cuma wagub dan BUKAN pelayan Tuhan resmi aja BERANI…
masa pelayan Tuhan GAK BERANI untuk terus terang & JUJUR spt itu…

ada amen semuanya…

susah bahas klo hanya misal… :smiley:
ujung2nya menghakimi orang dan gereja :char11:

usul yang amat baik tetapi ngimpi kali yeeee. ;D
secara bakal ketahuan kemana larinya uang2 jemaat yg mayoritas ke perut yang itu2 juga.

hehehe…

ibarat TONG kosong nyaring bunyinya…
kalo di depan mimbar ngomongnya berbusa-busa orang harus JUJUR, TERUS TERANG, BERSERAH PADA TUHAN, dan segala kembang-kembang lainnya…

Nah, coba ngacung & angkat tangan…
“Pak Pendeta yang saya muliakan, gimana kalo Bapak Memberi TELADAN dan CONTOH kpd kami domba-domba yg berdosa ini, dengan MENCONTOHKAN KEJUJURAN dan KETERUSTERANGAN penghasilan Bapak yang Non-Profit oriented dan Tidak mengejar keuntungan itu”

kira-kira respon-nya apa ya…
hehe…

ayo siapa mau coba besok minggu…
hehe…

Matius 12:46-47
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.

Fitnah itu mudah dikatakan, tetapi saatnya akan tiba kamu harus mempertanggung jawabkan perkataanmu, walaupun hanya sepenggal ketikan kata saja. Allah melihat jauh sampai dalam hati manusia, ia tahu isi hati manusia.

Daud saat memiliki kesempatan mencelakakan Saul yang ia tahu jahat dan curang, mungkin jika disamakan jaman kini seperti gembala sidang yang diduga korupsi, Daud menjaga tangannya dari menjamah orang yang diurapi Tuhan (Saul), seperti jaman kini pendeta adalah orang yang menerima pengurapanNya juga (1 Samuel 24:6). Bahkan malaikat Mikael, dalam Yudas 1:9, disebutkan ia menjaga mulutnya dari menghujat dan menghakimi sembarangan, bukan menghujat dan menghakimi manusia tetapi Iblis sosok yang mungkin menurut kita patut dihujat dan dihakimi.

Sampai hari ini beberapa kasus pendeta yang dilaporkan polisi untuk disidang oleh orang-orang yang merasa lebih berhak memiliki uang, terbukti tidak bersalah secara hukum. Bagaimana kita bisa lebih lancang dari Daud, dari Mikael dan dari hukum negara dengan melontarkan fitnah seakan uang yang kita beri untuk gereja masih tetap menjadi uang kita. Jika anda tidak rela memberi jangan memberi! Jika sudah rela memberi, mengapa kamu masih merasa itu uang kamu dan kamu berhak menentukan untuk apa uang itu dipakai oleh gembala sidang kamu?

Di mexico sudah lazim drug dealer menyumbang gereja besar2an. ini salah satu contoh Lascano seorang katolik yang taat aktifis membangun gereja megah seluar 1000 acre atau sekitar 500 hektar kalau ukuran indonesia saya bisa bayangkan berapa puluh atau ratus milyard uang yang dikaluarkannya. Tapi dia juga seorang drug cartel yang terkenal kejam di mexico.

www.thefix.com/…/catholic-church-mexico-accused-taking-drug-money
In the decade since Mexico’s competing drug cartels began their bloody battles, the country’s media has published a long string of stories exposing the unholy financial ties between Mexico’s drug cartels and its Catholic clergy. Now the consecration of a massive new church in the Mexican province of Hidalgo is adding new fuel to the fire. A few months ago, the impoverished village celebrated the construction of an ostentatious 1,000-acre house of worship, dominated by a massive, gleaming silver cross. Modestly affixed to the church’s entrance is a bronze plaque praising the the project’s sole benefactor, Heriberto Lazcano, a man described as a “proud and committed Christian.” But as it turns out, Lazcano is more than a devout Catholic. He’s also one of the most feared and vicious drug lords in the country—a gangster who’s earned world-wide notoriety as the head of one of Mexico’s most ruthless drug cartels.

MEngenai apakah ini termasuk money laundry atau tidak.
SAya rasa tidak. Karena prinsip money laundry adalah untuk mengubah asal usul uang tersebut, dengan berkedok perdagangan / komersil. Jadi intinya uang / aset stelah dilakukan suatu transaksi tersebut tetap milik si pencuci atau org yg awalnya melepas uang tersebut.

Kalo dikasih kekgerja ya ga akan bisa, Kecuali ada konspirasi dengan pengelola gereja. :slight_smile:

intinya bro cadang data mengusulkan laporan keuangan yg terbuka agar bisa dipertanggungjawabkan, begitu terus kenapa pake ayat2 Tuhan segala untuk menolaknya secara nyata2 ? enak amat tuh menganggap yg sudah disumbang milik gereja tanpa pertanggung jawaban laporan keuangan artinya mau dipakai apapun umat tidak boleh tahu ?

gereja besar ribuan umat seharusnya berinisiatif membuat laporan keuangan sebagai ungkapan tanggung jawab pengelolaan dana milik Umat.

mungkin gereja besar ribuan umat perlu membuat laporan keuangan agar jelas kemana uang itu dipakai jadi bisa dianalisa, usaha kecil saja wajib bikin laporan keuangan, ya toh ? jemaat seharusnya kritis sebab uang gereja dimaksud untuk
pekerjaan Tuhan, bayangkan benny hinn menolak membuat laporan keuangan, uang sumbangan dipakai untuk pribadi, jet pribadi, Mansion2 megah, Kapal2 pesiar, belasan bodyguard2, Mobil2 mewah dllsb.
bandingkan dgn Rasul Paulus yg harus mencari nafkah sendiri krn tdk mau menjadi beban gereja2 yg dibesarkannya. meskipun ia berhak hidup dari sumbangan umat.

setuju mas !!!
dan domba biasanya ngikut pimpinannya…
mari kita tagih ke pimpinan kita masing-masing untuk memulainya…

mulai besok minggu yok…
kita NGACUNG, terus bilang:
Wahai Bapak yang saya Muliakan, mohon berilah contoh dan teladan Kejujuran dan Keterusterangan yang sudah diteladankan oleh Yesus sendiri…
hehe…

Paulus dalam perjalanannya ke asia mengumpulkan sumbangan2 utk jemaat Jerusalem dan kalau hamba Tuhan punya penghasilan sendiri akan lebih baik drpd hanya mengandalkan sumbangan.

Hal yg tragis pernah saya jumpai pada umat Tuhan yg sungguh2 menginjil di daerah kumuh yg tidak terjamah oleh gereja2 kinclong berkantong tebal, sayangnya tanpa penghasilan sendiri sungguh sulit menginjil di lahan kering spt itu, Umat Tuhan lebih baiknya punya ketrampilan yg bisa menghasilkan uang dan bisa diajarkan kepada orang2 susah di daerah2 kering, misal membuat kue, mie, makanan2, elektronik, montir, salon, jahit, beternak hewan/ ikan dll. jadi bukan hanya mengajarkan Firman Tuhan tetapi bisa membantu juga memberi ketrampilan untuk mencari nafkah di daerah2 kering yg jarang dijamah gereja.

Yang sedang dimasalahkan ini kan kalau saya drug dealer jualan sabu2 lalu hasilnya saya buat membangun gereja diatas tanah 500 hektar, Dimana semua orang tahu saya ini gembongnya shabu2.

Gereja boleh menerima sumbangan yang ratusan milyard itu atau tidak.

Sumbangan itu bukan berupa uang tapi berupa suatu komplek gereja serta asrama paderi2nya seluas 500 hiktar dengan sangat mewah dihiasi oleh salib besar dari perak pintu2 tembaga dll.

Jadi tidak perlu diperiksa keuangan gereja karena sumbangannya tidak dalam bentuk uang. Tentu orang ini juga menyumbang uang tapi mungkin tidak sebanding nilainya dengan sumbangannya berupa komplek paderi beserta gereja mewah ini.

terus terang saya juga setuju banget dgn hal-hal spt ini… mas…

jadi memang MANFAAT dan KONTRIBUSI-nya AMAT NYATA…
kaga cuma mendoakan dan ngajakin orang baca Alkitab doang…

Salah satu contoh riil yang sudah berjalan selama puluhan tahun misalnya di Yogyakarta, di bantaran Kali Code,
dimana seorang Hamba Tuhan yang bernama Alm. Mangunwijaya telah mengubah wajah bantaran kali yang kumuh & penuh kegiatan negatif menjadi berubah total & berhasil memberdayakan orang-orang disitu sehingga mereka punya ketrampilan sendiri dan bisa hidup sendiri…

Kebetulan memang Hamba Tuhan itu SEKOLAH ILMU BENERAN, yaitu Ilmu Arsitektur (jadi Gelarnya itu Gelar ILMU BENERAN) yang bisa dimanfaatkan untuk karya nyata itu…

Oleh sebab it, imho, saya rada prihatin & cukup sedih, ketika orang berlomba-lomba Sekolah Theologia sampai S-5 kehehe…
mending waktunya dihabiskan untuk SEKOLAH ILMU BENERAN, yang pada akhirnya bisa BENAR-BENAR ber KONTRIBUSI bagi domba-domba itu…
hehe…

tapi yah memang susah sih… soalnya Gelar itu (walaupun BUKAN ILMU BENERAN), tapi kan INVESTASI (alias MODAL) buat dipajang-pajang di spanduk di perempatan, bahwa DOKTOR, MASTER (tapi… hehehe…BUKAN ILMU BENERAN…)

well… memang apa daya, skearang lagi BOOMING bidang usaha baru bro: INDUSTRI FIRMAN TUHAN…
ehehe…

ini mah investasi beli tanah dr uang narkoba.

investasi tanah memang menjadi trend gereja saat ini, ada yg invest properti 25 M di australia,
ada pemimpin gereja yg anaknya mau membangun cabang gerejanya di atas tanah seluas 25 hektar,
maklum harga tanah naik terus coy, semoga bukan investasi tanah yg menguntungkan bagi si PERUT dan anak cucunya.