SURGA: apakah TUJUAN HIDUP ataukah REWARD krn HIDUP SESUAI ESENSI IMAN?

Mau nanya nih teman-teman…

TIDAK ADA JAWABAN SALAH ATAU BENAR ya…
cuma pengen tahu interpretasi pribadi masing-masing aja…

  1. Surga adalah TUJUAN HIDUP saya.
    Saya Hidup karena Saya Bertujuan SUPAYA MASUK SURGA…

ataukah:

  1. Surga adalah REWARD atas HIDUP saya yang berusaha SESUAI dengan ESENSI KEIMANAN?
    Saya berusaha untuk HIDUP dengan Se-BAIK & se-BENAR nya agar bermanfaat bagi setidaknya komunitas & lingkungan di sekitar saya… & Alhamdulilah kalau ternyata masuk Surga

Mohon dibantu pencerahannya…
salam,

Seharusnya di pernyataan no. 2 juga disertakan alasannya kenapa anda berusaha untuk HIDUP dengan se-BAIK dan se-BENAR nya.

Thanks masukannya…
udah saya tambahin di atas ya mas…
mas aleph milih yg mana?

Alhamduliah saya pilih no.3

Dimana saja asal bersama Yesus saya ikut.
Ada Yesus ada Bapa, ada Bapa ada kehidupan.
Walau manusia sebut itu neraka asalkan ada Yesus pasti bahagia.
Walau manusia sebut itu surga tetapi tanpa Yesus sama dengan maut.

Kalau saya dulu pilih no 2. Saya juga anggap orang beragama (yang pilih no 1), itu orang munafik. Karena mereka berbuat baik, tapi ujung-ujungnya untuk diri sendiri, yaitu masuk surga.
Orang seharusnya dengan tulus berbuat baik untuk sesamanya, bukan untuk mendapatkan imbalan apa-apa, termasuk imbalan surga.

Tapi menjalani kehidupan no 2 juga gak gampang. Dalam banyak keadaan kepentingan sendiri (atau kepentingan orang-orang yang saya kasihi) akhirnya didahulukan, meskipun mengorbankan kepentingan orang lain.
Saya berpikir, kalau begini apa bedanya dengan orang beragama yang saya kritik sebagai munafik?

Sampai akhirnya saya menemukan ‘agama’ yang lain dari yang lain. ‘Agama’ ini memberitahukan kabar gembira bahwa kita tidak dituntut untuk berbuat baik, karena Tuhan tahu bahwa kita tidak akan mampu. ‘Agama’ ini bilang bahwa Tuhan sendiri menjelma jadi manusia dan menolong manusia, bahkan sampai mati di kayu salib untuk menghapuskan tuntutan-tuntutan perbuatan baik manusia.
Saya tinggal perlu percaya saja. Tuhan tidak mengiming-imingi dengan surga lagi, melainkan langsung diberikan. Bukan juga mengancam-ancam dengan neraka karena kesalahan sudah dihapuskan.

Karena karya Tuhan untuk saya ini, saya bisa dengan free berbuat baik, tanpa tuntutan dan ancaman. KasihNya juga yang menginspirasi, memotivasi dan empower saya untuk berbuat baik. Luar biasa bukan? ada Tuhan yang sebaik itu.

Kalau mas cadang sendiri nomer berapa?

Kadang saya mikirnya begini :

Sesudah mati, kita diperhadapkan pada dua jalan.

  • Di sebelah kanan melihat Yesus di neraka.
  • Sebelah kiri melihat taman yang sangat indah dan sejuk, banyak bidadari cantik, aktor yang tampan2, penuh kedamaian, dll.

Apa pilihan kita, Ke mana kita melangkah ?

GBU

Lho… jawaban pertanyaannya yang mana? kok jaka sembung main golok… kagak nyambung jack

Katanya gak ada jawaban yang benar atau salah ? ;D
Koq pake jaka sembung segala :cheesy:

GBU

Berarti mas alep lebih condong ke nomor 2 ya?
thanks mas…

Kalo saya memang nomor 2 kok…
Saya berusaha berbuat baik (yang saya tahu amat susah) bukan karena ingin dianggap baik atau apapun, tapi simply it is the right thing to do…
juga bukan supaya masuk neraka atau surga…
juga bukan karena disuruh oleh tulisan di alkitab…
juga bukan sebagai pelengkap bahwa kalau beriman itu harus berbuat atau apalah teorinya gitu…
Banyak sekali yang menginspirasi saya & memberi teladan itu, Abraham, Konfusius, Siddharta Gautama, Yesus, Ibu Teresa, Mahatma Gandhi, Warren Buffet, Romo Mangun, Gus Dur, dan banyakkkk sekali…

Doing good things are simply the right thing to do… (menurut saya sendiri lho… maklum iman saya masih dangkal sekali…)

saya setuju kok dengan istilah nya mas aleph…
berbuat baik dengan ikhlas…
tanpa embel-embel pamrih & iming-iming
tanpa dipaksa atau tertekan atau demi meraih sesuatu…

Perkara saya setelahnya masuk neraka… ya udah… memang baru segitu kapasitas saya… mau diapain?
masa Tuhan disogok biar tiket saya diganti jurusan surga? ehehe…

Lha iya emang…
Tapi mana jawabannya? ehehe…

Jawab:
Kedua nomer baik nomer1 maupun nomer 2 ada benarnya karena Firman Allah juga menyatakan antara lain seperti itu.

GBU

Nah ini mendingan… thanks ya…
tapi kalau anda sendiri, sekarang ini, dalam hidup anda hari ini, melaksanakan yang mana?

Lebih memilih opsi ketiga (yang tidak ada) yaitu mempercayakan hidup saya sepenuhnya kepada Tuhan.

Karena kalau dibilang reward, sebenarnya tidak layak. Karena keselamatan yang saya peroleh adalah reward dari kesalehan dan kebenaran Yesus yang diperhitungkan Bapa kepada saya atas nama Yesus, bukan kesalehan saya.
Kalau dibilang sorga adalah tujuan hidup, sebenarnya tujuan kita terutama adalah Dia.

GBU

Kalau saya hidup mempunyai opsi unt memilih surga , tentu semua org jg akan memilihnya.
Tetapi kembali kepada: acuan dalam hidup .
unt saya Kebenaran mutlak itu=alkitab, oleh krn itu hidup saya pun memakainya sbg acuan.

Ternyata Alkitab mengatakan lain bhw Sorga itu bukan pilihan/tujuan yg bisa di akses.
Disana dikatakan Sorga itu karunia.
Apakah karunia=reward?, saya pikir bukan krn pada karunia tdk dibutuhkan suatu prestasi awal, krn karunia itu hanya tergantung mutlak pada yg pemberinya tanpa ada modal khusus dr penerimanya.

Saya berusaha untuk HIDUP dengan Se-BAIK & se-BENAR nya agar bermanfaat bagi setidaknya komunitas & lingkungan di sekitar saya... & Alhamdulilah kalau ternyata masuk Surga
Itu sangat baik , ttp masalah sorga itu hakNya unt diberikan kesiapapun yg di karuniainya.Gby

Ikutan ya, saudara cadangdata…

Boleh bikin opsi sendiri kan ?

  1. Surga adalah HADIAH dari Allah kepada mereka yg hidup dalam Kristus dan mentaati perintah-Nya.
    Tujuan hidup sy: berusaha selalu Takut pada Allah, pikul salib, ikut Tuhan Yesus dgn berpegang pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang dan melakukannya dgn sukacita, bukan menganggap kewajiban adalah beban SUPAYA Allah SENANG (:)).
    Soal masuk surga, pasrah pada Tuhan. ;D

Bukan, saya bukan no 2.
Saya beda dengan anda. Kalau anda berusaha berbuat baik dengan ikhlas, kalau saya gak berusaha berbuat baik. Cuma menikmati Kasih Tuhan saja.

Kalau saya tangkep dari anda, anda pokoknya berusaha berbuat baik aja ya? Tanpa ada standar…pokoknya berasa sudah berusaha aja cukup ya? Meskipun ngaku terinspirasi Mahatma Gandi, Konfusius dll, tapi kriterianya pokoknya sudah berusaha, mas sudah cukup puas ya?

salam bro cadang… :wink:

maap bro, sebelumnya sy mo nanya dulu dunk…
untuk pernyataan bro yg nomor 1:

emang surga itu letaknya atau kita bisa terimanya kapan sih…? apakah selama kita hidup(di dunia ini) atau nanti setelah kematian kita…?
klo surga itu baru bisa kita terima nti setelah kematian kita, loh kok orang bisa bilang itu tujuan hidup yah…??

menurut sy ini aneeh sekali bro… tujuan orang hidup kok nti sih setelah kematian… jd namanya bukan tujuan hidup doonk, tp tujuan kematian namanya bro… hehehehe :char11:

utk pernyataan yg nomor 2:

yg ini menurut sy lebih aneh lagi bro… masak orang baru mau melakukan sesuatu kebaikan atau mau melakukan semua perintah agama sesuai imannya, karena merasa akan mendapat Hadiah atau Reward atas kebaikan yg dia lakukan itu sih bro… ini berarti dia minta pamrih atau tidak ikhlas melakukannya doonk…??
menurut anda, pantaskah orang tsb mendapatkan reward jika memiliki pamrih…?
misalkan ada seseorang yg memberikan sumbangan kpd fakir miskin…
lalu kalo dia ditanyakan apa alasannya berbuat seperti itu… dan dia jawab, “ooh, itu karena perintah agama yg sy imani karena bila sy berbuat sesuai perintah tsb, nti setelah sy meninggal, sy akan hidup nyaman disurga”…

waah, wah… klo memang demikian maka nti disurga akan terdapat banyak sekali dihuni ol orang2 yg pamrih, mau ambil keuntungan, dan tidak mau rugi… tidak ada orang yg berbuat baik karena suka-rela melakukannya… :ashamed0004:

salam,

Jika boleh saya gabungkan antara premis 1 dan 2 adalah demikian:
“Saya hidup bertujuan untuk masuk surga yang mana surga itu adalah hadiah atas hidup saya…”
jika premis saya mendekati kebenaran secara logika, maka buat apa anda hidup, toh surga itu adalah hadiah, sedangkan hadiah tsb adalah tujuan anda?berarti dengan sendirinya anda tidak melakukan “Kasih”
karena kalo kasih tidak ada embel2 mengharapkan sesuatu ntah itu hadiah atau apapun namanya.
maaf saya belum bisa menjawab jika pertanyaannya agak ambigu seperti hal diatas.
alangkah baiknya anda memberikan penjelasan sedikit mengenai kedua premis yg anda utarakan.
Terimakasih…
Salam…
GBU
:afro:

Hatur nuhun atas sharing nya…
mari kita belajar bersama…

Ayo… ayo… yang lain lagi…

nah… ini baru diskusi yang sesungguhnya diskusi…
bukan main hujat alias as-bun…

:afro:

komment saya:

1bukan saya yg dipilih Tuhan, tapi:

Yohanes: 15
15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.

Efesus: 1
1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

2 setelah dipilih, terusss ngapain? berbuah.
Yohanes: 15
15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

3 gimana caranya berbuah? tinggal di dalam Yesus, dan Yesus tinggal di dalam kamu.
[ tinggal=abide=menghuni, mendiami (rumah, tempat tinggal) ] ; [ ye=you ]

Yohanes: 15
15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

15:4 Abide in me, and I in you. As the branch cannot bear fruit of itself, except it abide in the vine; no more can ye, except ye abide in me.

tambahan dari keluaran 25 & 29:
25:8 And let them make me a sanctuary; that I may dwell among them.
29:46 And they shall know that I am the LORD their God, that brought them forth out of the land of Egypt, that I may dwell among them: I am the LORD their God.

4 gimana caranya tinggal di dalam Yesus? [dwell=menghunu,mendiami]

P. Baru: I Yohanes: 4
4:16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

P. Baru: I Yohanes: 4
4:15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.

P. Baru: I Yohanes: 4
4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

I Yohanes: 4
4:8 He that loveth not knoweth not God; for God is love.
4:15 Whosoever shall confess that Jesus is the Son of God, God dwelleth in him, and he in God.
4:16 And we have known and believed the love that God hath to us. God is love; and he that dwelleth in love dwelleth in God, and God in him.

5 apa akibat tidak berbuah? dipotong/dibuang.

Yohanes: 15
15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

6 mengapa tidak berbuah? banyak:

6 alasan #1 = kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit
Matius: 13
13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
13:22 He also that received seed [benih] among the thorns [semak duri] is he that heareth [=hear] the word; and the care of this world, and the deceitfulness [kecurangan,kebohongan] of riches, choke [mencekik] the word, and he becometh unfruitful.

6 alasan #2 = kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan nafsu,berahi,gairah,syahwat.
Markus: 4
4:19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah
menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
4:19 And the cares of this world, and the deceitfulness of riches, and the lusts [nafsu,berahi,gairah,syahwat]
of other things entering in, choke the word, and it becometh unfruitful.

6 alasan #3 = tangan atau kaki menyesatkan
Matius: 18
18:8 Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal.

6 alasan #4 = mata menyesatkan
Matius: 18
18:9 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.

bersambung ke bagian 2
alamat bagian 2: