Surrender

Berserah aja ma Tuhan, biar kehendak Tuhan yg jadilah. Dengan kekuatan kita sendiri kita ga akan mampu, tapi kalo Tuhan campur tangan pasti hasilnya yg terbaik walaupun ya mungkin pertamanya buat kita kurang atau apa tapi setelah lama kita jalani itu ternyata memang yg terbaik untuk kita. Pengalaman hidupku sendiri, aku bener2 ngerasain hidup itu bukan berjalan dgn kekuatan kita, tp anugerah Allah ada di s’tiap jlan kehidupan kita Dia Bapa Yang baik, ga akan memanjakan anak-anakNya melainkan mendidiknya dengan tepat porsinya sesuai kebutuhan. So jgn pernah mengandalkan diri sendiri kita itu bisa apa sich ? dikasih pelajaran dikit aja ma Tuhan udah kita klepek2 ga berdaya kok. Namun jaman sekarang kita hidup banyak pelatihan motivasi membuat kita mengandalkan diri kita sendiri krena filosofinya manusia adalah tuhan bagi dirinya sendiri
nih ada videonya :
KEKUATAN PIKIRAN
Itu salah besar, manusia ga ada apa-apanya di hadapan Tuhan, berdosa pula tapi gitu2 Tuhan masih sayang sama manusia. Sampe2 Ia sendiri di atas kayu salib mati buat orang yg telah menyakiti hatiNya ! Bayangkan siapakah diri anda ? anda hebat ? ya, tapi bukan karena diri anda sendiri melainkan karena anugerah Allah saja ! Bukan karena benih ilahi atau raksasa dalam diri anda dibangunkan melalui pelatihan motivasi ! Di pelatihan motivasi diajarkan kita sendiri yang memegang kendali pikiran atas diri kita sendiri, tp alkitab berkata apa yg ditimbulkan manusia ujung-ujungnya jahat, jahat menyetir pikiran jahat malah tambah parah. Biarlah Roh Kudus yang menguasai pikiranmu, supaya pikiranmu benar dihadapan Tuhan jangan kita yg pegang kendali, malah tambah parah nanti. Serahkan hidupmu kepada Kristus biarlah Ia yg berdaulat atas seluruh aspek dalam kehidupanmu termasuk pikiran, jgn termakan kata2 motivator kita sendiri yg menentukan pikiran kita, namun berserah bukan berarti kita ga berjuang tetep harus berjuang. Intinya berserah penuh dalam segala aspek kehidupan kita hanya pada Yesus Kristus aja, dan jgn bersandar kpd diri kita sendiri. Maka dari itu kalo aku dihipnotis ogah, karena pikiran kita dipermainkan oleh orang yg menghipnotis, tp hidup harus punya prinsip aku punya prinsip cuma Kristus saja yg bisa berdaulat atas pikiranku, bukan org yg hipnotis. Dari awal aku sudah menolak mentah-mentah dia. Walaupun aku dianggap gimana gitu aku ga pernah peduli apa kata orang. Penutup :
Yeremia
17:5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
17:6 Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.
17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

amenn…

Sebenarnya tidak persis begitu, bro. Pada dasarnya kita manusia diciptakan memang dengan kelebihan tersembunyi. Karena itulah kita perlu merenungkan FirmanNya siang dan malam, bukan sekadar untuk mengenal Dia lebih dekat tapi juga untuk mengerti apa yang sudah “ditanamkanNya” dalam diri kita. Apa yang diajarkan 'dunia" sebenarnya bukan sesuatu yang baru, hanya saja mereka tidak mengajarkan secara lengkap – atau karena tertipu kesombongan mengira dirinyalah yang menemukan hal itu.

Contoh: visualisasi atau berpikir positif. Ada banyak buku, seminar, dan yang lainnya yang mengajarkan teknik-teknik ini seakan-akan itu sesuatu hal yang baru. Tapi coba kita renungkan ayat : “Apa pun yang kamu minta, percayalah bahwa kamu sudah menerimanya.”

Bagaimana kita bisa percaya kalau “sudah menerimanya”? Bukankah dengan mem-“visualisasi”-kan atau dengan “berpikir positif” bahwa kita sudah menerimanya?

Mengenai kekuatan tersembunyi seperti yang bro kutip di atas, coba renungkan lagi Kejadian 11:6 - mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.

Siapa “mereka” yang dimaksudkan dalam ayat itu? Kalau hanya terbatas orang-orang yang berniat membangun menara, untuk apa YHWH mencerai-beraikan mereka dengan menjadikan mereka berbicara dalam beragam bahasa? Perhatikan, YHWH mengatakan “mulai sekarang” pada saat itu. Dan, faktanya, kalau anda lihat perkembangan teknologi dalam bidang apa pun sekarang ini? Dari mendarat di bulan yang seratus tahun berselang hanyalah khayalan pengarang hingga ponsel yang setengah abad berselang hanya anda temui dalam film seri Star Trek, belum lagi kloning dan rekaya genetika.

Ada banyak kelebihan kita manusia yang tersembunyi dari diri kita sendiri. Kenapa tersembunyi? Karena kelebihan-kelebihan itu bisa memancing kita untuk jatuh ke dalam kesombongan. Bukan berarti YHWH mau menyembunyikan kekuatan itu untuk selamanya, tetapi Dia mau kita mengenalNya terlebih dulu sebelum menyadari kelebihan yang kita miliki agar kita tidak menjadi lebih jauh meninggalkan Dia. Kuncinya ada di FirmanNya, karena itu Dia berfirman: Takut akan TUHAN adalah permulaan ilmu pengetahuan.

Ckck…
Klo bnr bgto buat apa susah payah sekolah …
Soalny itu mengajrkan yang duniawi n kata2 motivasi dri para ilmuwan (filosofi) juga…
Sedngkn itu menntng keinginn TUHAN…

Selama anda hidup di dunia ini, tentu saja anda butuh bersekolah.

  1. Dengan bersekolah anda bisa bersosialisasi. Anda belajar untuk menghargai orang lain dan tidak bersikap egois. Pernah melihat anak yang selalu dituruti keinginannya dari pembantu hingga kakek-neneknya? Sebagian biasanya mulai berubah saat bersekolah karena benturan-benturan yang tidak pernah ditemuinya di rumah.

  2. Tahukah anda bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan uang? Buktinya Abraham membeli ladang untuk makam Sara dengan menimbang perak. Dan banyak bukti arkeologi yang menunjukkan uang adalah ciptaan manusia. Tapi sewaktu Yehushua berada di dunia ini dan mau masuk ke Bait Allah, dengan apa Dia membayar kalau bukan dengan uang? Tidak selalu segala sesuatu yang berasal dari dunia ini harus anda hindari atau tidak boleh digunakan, termasuk sekolah.

  3. Dengan tatanan kehidupan sekarang, kalau anda tidak bersekolah, selama anda bisa menghidupi diri sendiri dan terlebih keluarga, tentu saja silahkan berpendapat kalau sekolah tidak ada gunanya. Tapi kalau anda hanya menjadi beban orang lain karena tidak bersekolah, apakah itu yang dikehendaki YHWH untuk anda lakukan?

  4. Ada 2 cara untuk menerima suatu ilmu pengetahuan. (a) mengakui sepenuh hati bahwa ilmu itu berasal dari YHWH, dan (b) mengklaim bahwa dirinyalah yang menemukan ilmu tersebut.

  5. Ada 2 cara untuk memanfaatkan ilmu yang kita miliki: (a) untuk memuliakan namaNya dan (b) untuk meninggikan diri. Mana yang anda pilih, bro?

Sekadar catatan: filsuf bukan ilmuwan, bro. tolong dibedakan.

saya pernah baca buku motivator dengan bukunya penjualan terlaris…

mencontek dari Alkitab…

tentang TENTANG KEKUATAN PERCAYA…

Yesus sering berkata kepada murid2Nya; "dimanakah percayamu??

Jangan isinya, bro, sekadar komentar saja ada koq yg nyontek Alkitab. contohnya: siapa menabur angin dia menuai badai, habis gelap terbitlah terang.

biasanya motivator itu ambil sumber dalilnya campur aduk, bukan dr alkitab saja ada dari quran, vedha, budha, dsb… Maka dari itu dia kesannya ambigu, dan sinkretisme. Omongan kya gtu mau dipercaya ? terus kalopun pake ayat alkitab itu cuma di paksa2in doang artinya biar mirip, sebenernya beda jauh.

Ya, tapi cara penyampaiannya juga jangan seolah-olah ,manusia hebat dengan slogan : “kedahsyatan otak manusia”, “manusia hebat”. harusnya pake cara alkitabiah yg diawali dari kedaulatan Allah bukan berdasarkan kehebatan diri manusia, misalnya :
Sebelum dunia diciptakan Allah sudah menetapkan segala sesuatu, termasuk bagi diri kita sebagai orang percaya. Allah punya rencana bagi diri kita. Di dalam rencana tersebut, Allah menganugerahkan kepada kita talenta yang harus dikembangkan bagi Allah. Karena itu adalah anugerah Allah, maka kita harus bertanggung jawab atas hal itu yaitu digunakan hanya untuk kemuliaan Allah. Talenta itu harus kita gali, dengan memohon bimbingan ROH KUDUS dan banyak latihan misal kalo Tuhan menganugerahkan talenta untuk menyanyi maka latihan bernyanyi untuk pelayanan pekerjaan Tuhan. Supaya kita tahu apa yg talenta apa yg Tuhan kasih kepada kita maka kita berdoa, minta bimbingan ROH KUDUS untuk mengembangkan talenta yang dianugerahkan Tuhan kepada kita, karena itu adalah anugerah Allah maka jangan menyombongkan diri dengan talenta yang Tuhan Allah berikan kepada kita, dsb…
Kalo gini tetap menonjolkan kedaulatan Allah yang berkuasa di atas segala-galanya bukan menonjolkan kehebatan manusia dan juga bersandar pada Tuhan untuk menggali talenta tersebut dengan doa minta bimbingan ROH KUDUS untuk mengembangkan bakat/talenta yang dianugerahkan Tuhan Allah, kepada orang percaya. Ya memang cara yg aku ga sempurna tapi plg tidak sesuai dengan isi alkitab. Itu konsep motivasi pengembangan diri yg ada di benakku. Bukan dengan kata2 “otakmu luar biasa, bisa mengingat 500 ensiklopedia, dsb…”
Juga masalah visualisasi, itu konsep new age. referensi : http://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=260&res=jpz

Justru dari cara penyampaiannyalah kita tahu apakah dia berada di jalan yang benar atau tidak. Coba bandingkan dengan cara iblis menipu Hawa, “Kamu akan menjadi ‘seperti’ Allah.” Apakah iblis berbohong? Tidak juga. Hanya saja iblis tidak menjelaskan kalau “seperti Allah” itu sama saja dengan “menantang Allah” atau “berusaha menjadi Allah” yang mana merupakan dosa.

Sama seperti itu, saat mencobai Yehushua di padang gurun, iblis menggunakan kata-kata, “ada tertulis” seakan-akan yang tantangannya merupakan hal yang sejalan dengan kehendak YHWH. Dalam hal ini, iblis tidak bisa dikatakan berbohong, dia hanya mengutip secara “keluar dari konteks.” Bukankah mirip dengan kutipan “manusia itu hebat”? Hanya mengutip sepotong seperti itu, banyak sekali orang yang tertipu dan akhirnya sama seperti Hawa.

ya, saya setuju, cara penyampaiannya juga penting. Dan dari situ bisa kita uji apakah sesuai dengan alkitab tujuannya , dsb…

saya malah beranggapan Alkitab itu kitab yang benar2 sangat misteri yang lebih besar pengertiannya dari kondisi yang saya ketahui…

yang memberikan jalan untuk mengungkap KEBENARAN HIDUP… (bukannya mo promosi)

dulu saya juga banyak baca buku2 motivasi… yang mengatakan 100% diri dan pikiran kita ADALAH KONTROL KITA…

saya ga tau salah ato benar… itu… namun dulu saya mengebu2 membaca itu dan mengangaap semuanya adalah kebenaran yang pasti…

namun lama kelamaan SAYA TIDAK MENEMUKAN DIRI SAYA TENANG…

malah cenderung ambisi, suka kesal, ada saja yang saya anggap menghambat…
dan saya MENGANGGAP ITU KARENA SAYA HIDUP DI INDONESIA MERDEKA ini, dimana peraturan adat dan kebiasaaan adalah batas2 yang wajar…

saya jengkel… sangat jengkel…

saya tidak menemukan diri saya tenang…

malah MAKIN SUPER AMBISI… dan semakin tak tenang…

setelah itu pas kuliah…

temen kasih tau tentang Yesus : yang meninggalkan 99 domba di pegunungan hanya untuk 1 domba yang tersesat…
sebenarnya teman saya itu juga tidak terlalu serius, dan menurutku asal cuap saja (bisa terbukti dia smakin hancur pondasi imannya)

saya penasaran…
dan membaca sendiri dengan mata kepala sendiri…

smakin saya membaca, smakin membaca… smakin saya sadar seolah ditipu…

karena apa yang saya agungkan di buku motivasi adalah isi Alkitab juga…

JUDUL BUKUNYA YANG PALING SAYA INGAT : “UNLIMITED POWER” yang didasari dengan percaya akan diri sendiri memiliki potensi besar LEBIH DARI APA YANG SAYA KETAHUI…

he he… loecoe khan??

parahnya saya dulu tidak menganggap benar Yesus itu (karena taunya dari mulut kemulut dan juga khotbah, pengantar tidur digereja, ato pengantar kabur agar bisa main…

yah… biasa itu mah akal2an orang tua… dan agama yang hanya sbagai simbol saja… daripada atheis…

yang jelas HAL2 SPERTI ITU TIDAK MEMBERIKAN SAYA APAPUN SELAIN AMBISI… DAN TAK TENANG… RESAH… TAK TAU BERSANDAR KEPADA SIAPA… SELAIN DIRI SENDIRI DAN KEKUATAN DIRI SENDIRI…

terima kasih atas sharenya. Intinya ketika kita mengontrol diri kita sendiri maka akan semakin parah, apalagi dikatakan bahwa apa yg dipikirkan manusia selalu jahat. Sedangkan kalo kita menyerahkan pikiran kita dikuduskan dan dikendalikan Roh Kudus, maka pikiranmu akan jernih. Ditambah dengan membaca FT, semakin bertumbuh di dalam Kristus. amin. Buku2 motivasi hanya membuat kita menjadi ambissious person, tapi bible membuat kita menjadi a good person.

Wah…
Trima ksih atas pengertianny…
Tpi yg w mksd itu ilmu pengetahuan alam…
Yg sperti fisika math dll…
Yg tidak trmsk sosial sosialan…
Mm…

Maaf, bro, bukannya saya tidak berbahagia anda menemukan kebenaran. Tapi satu hal yang harus anda pahami: pengutipan di luar konteks tidak selalu berarti kutipannya salah 100%. Dalam hal ini: 100% diri kita dan pikiran kita adalah KONTROL KITA.

Bro, coba renungkan kembali: Kenapa YHWH, melalui Musa, memberikan pilihan “berkat” atau “kutuk” kepada bangsa Israel kuno? Kenapa Yehushua mengajar kita untuk “menjaga” lidah? Kenapa, melalui Paulus, Yehushua mengajar kita untuk “memikirkan hal-hal yang baik, yang kudus”?

Bukankah semua itu menunjukkan kalau sebenarnya YHWH mengaruniakan kontrol atas diri dan pikiran kita kepada kita? Tergantung pada kitalah apakah kita akan bertindak, atau hidup, sejalan dengan kehendakNya atau tidak. Tergantung pada kita apakah kita akan memikirkan kasih dan kebesaranNya atau janda sebelah rumah? Anda setuju?

Jadi, sebenarnya, Anthony Robbins tidak salah dalam mengatakan bahwa “100% diri kita dan pkiran kita adalah dalam KONTROL KITA.” Sebagaimana iblis yang menyesatkan dengan tidak menyajikan faktanya secara lengkap, Anthony Robbins juga tidak melengkapi pendapatnya bahwa “100% diri kita dan pikiran kita ada di bawah Kontrol kita untuk memuliakan namaNya atau membesarkan diri kita sendiri.”

Ingatlah bahwa Roh Kudus dikirim untuk “mengajari” kita, bukan untuk “mengendalikan” kita. Kendali tetap berada di tangan kita, bro, dan jangan pernah diserahkan kepada siapa pun karena YHWH tidak berniat untuk mengendalikan kita. YHWH menciptakan manusia untuk dengan kesadaran sendiri memilih menyembah Dia dan bukan menjadi robot yang menyembahNya karena tidak tahu atau tidak bisa berbuat yang lain dari itu.

Pada intinya tetap sama, bro. Sudah tentu kita tidak akan menemukan pelajaran aljabar dalam Alkitab, atau tata bahasa, atau reaksi kimia. Semua itu kita pelajari di luar Alkitab. Tetapi kembali ke intinya, kita manusia diciptakan dengan kebebasan untuk memilih (bukan kebebasan berkehendak sebagaimana yang dipercayai banyak orang). Kita bebas untuk memilih apakah mengikut YHWH atau menentang Dia. Tentu saja setiap pilihan dengan konsekwensi masing-masing karena sebagai ciptaan kita tidak mungkin berdiri sama tinggi dengan Pencipta kita kecuali Dia menghendaki begitu.

Satu contoh seperti teori evolusi. Pada saat pertama kali dicetuskan oleh Darwin, sel dianggap sebagai organisma terkecil yang sederhana. Perkembangan ilmu pengetahuan menunjukkan kalau sel merupakan sebuah struktur mandiri yang tidak kalah rumitnya dengan berbagai benda lain di dunia ini. Dipadukan dengan ilmu probabilitas manusia, kalau dihitung probabilitas akan terciptanya setumpuk kerumitan yang membentuk sebuah sel dari “kebetulan-kebetulan,” kita akan mendapati bahwa probabilitasnya adalah antara nol atau tidak mungkin. Dengan hasil seperti ini, kita dihadapkan pada dua pilihan: (1) bahwa semua memang diciptakan sebagaimana seperti yang tercatat dalam Alkitab, atau (2) menemukan jurus baru untuk membuktikan kesalahan teori penciptaan. Pada kenyataannya, banyak orang yang justru memilih pilihan kedua, bukan?

Dari segi ilmu sosial, kalau anda sempat mengikuti perkembangan ilmu ini, anda tentu menyadari trend masa kini adalah “mendidik anak tanpa kekerasan” yang dijabarkan sebagai “tanpa hukuman fisik.” Banyak orang Kristen yang mengikuti ajaran ini dengan label “mendidik dengan kasih.” Sayangnya, entah mereka sadar atau tidak, sistem 'mengasihi tanpa hukuman fisik" adalah sistem iblis yang bertentangan dengan kehendak YHWH.

Anda tidak percaya?

Wah. 3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar.

Bro, ini kata-kata YHWH sendiri yang disampaikan melalui Yohanes. Perhatikan bahwa Dia bukan hanya sekadar “menegor” yang dikasihiNya. Dia juga “menghajar” mereka. Fakta bahwa “tegor” dan “hajar” dicatat secara bersamaan dengan kata sambung “dan” seharusnya menyadarkan orang-orang bahwa yang satu menggunakan kata-kata dan yang lain menggunakan hukuman fisik.

Kalau YHWH sendiri menyatakan bahwa “hajaran” atau hukuman fisik merupakan bagian dari KasihNya, siapa manusia hingga menyatakan bahwa “menghukum anak dengan hukuman fisik” itu salah? Bukankah dengan menyatakan “hukuman fisik” sebagai kesalahan sama saja dengan menyatakan bahwa YHWH salah? Apakah itu bukan penghujatan namanya?

bahkan mereka yang tiap saat menggembar-gemborkan “bacalah FirmanNya dan renungkanlah siang dan malam,” kalau mereka berpendapat “hukuman fisik untuk anak” merupakan kesalahan – dan dengan begitu menyalahkan YHWH – bisakah anda bersikeras bahwa mereka benar?

Ya, tapi walaupun begitu Allah SUDAH TAHU apa yg akan terjadi pada manusia, manusia jatuh ke dalam dosa karena kehendak bebasnya Allah sudah tahu itu.

Trimakasih anda telah berbahagia untuk itu…
namun tujuan saya bukan membuat orang lain serasa terberkati oleh postingan saya…

saya tidak memasukkan konteks dan melakukan hal yang masuk dan keluar dalam konteks Alkitab… karena saya juga belum masuk ke pembahasan ALkitabnya…

karena memang orang yang pantas dibinasakan adalah orang yang pantas dibinasakan…

bagaimana mungkin seorang hamba… bisa berkata dan mengatur Tuhannya akan apa yang pantas bagi dirinya…

ini mala OOT…

karena lidah adalah sarana hati, hati yang penuh dengan kebusukan, iri dengki dan segala macam dosa bisa diwakilkan dosa…

karena memang kejarlah kekudusan, Sbab Dia adalah kudus…

apakah seorang hamba pantas memilih jalan apa yang pantas bagi dirinya??!!

gak… saya tidak setuju… jika anda kudus… boro2 anda mikir janda disebelah rumah anda…!!

taukah anda perjinahan?? yang tertulis di Hukum taurat?? digenapi Yesus…
namun BILA HANYA KAMU MEMBAYANGKAN NYA SAJA ENGKAU SUDAH BERJINAH…

PIKIRAN 100% MILIKMU…
namun hati yang sakit, hati yang terluka, hati yang mendendam, hati yang pedih, hati yang terlecehkan, hati yang merasa terbuang, dan kesakitan2 yang ditimbulkan karena itu…
jika ditilik dari PEMAHAMAN SEPRTI A R… dia tidak mampu mengontrol itu…

dalam antony robbins semuanya MENJADI AMBISI, KARENA SEMUANYA BISA DAN YAKIN BISA DIPEROLEH…

A R TIDAK MENGAJARKAN ROH, memaafkan dan kasih…

antony RObbins mengajarkan APA YANG KAMU PIKIR, ITU YANG AKAN KAMU DAPATKAN…
karena memang dalam diri kamu adalah terdapat kekuatan yang tak terbatas…

gak ngerti… semenjak kapan AR mengajak kita memuliakan NamaNya??

bagaimana anda bisa mengontrol ROH KUDUS?? coba ceritakan kepada saya!!

kamu saksi Yahowa ya??

tolong kamu bercerita…

Allah itu memang tidak mengontrol kamu, KEHENDAK BEBAS 100 %, MO BINASA ATO MO SELAMAT??

siapa yang bilang robot…
ada tuh tret YANG BERDASARKAN KEHENDAK BEBAS… BERCENGKRAMA DISANA AJA…

MOHON ANDA TIDAK OOT…

SAYA TIDAK TAU ANDA MENGIGAU DARI MANA…

Saya senang anda mendapat pengertian, bro. Tapi saya tidak merasa terberkati dengan pengalaman anda.

Dan saya sudah menjelaskan pada postingan sebelumnya kalau apa yang dilakukan Anthony Robbins itu mirip dengan gaya tipuan iblis yaitu, “menyajikan kebenaran secara tidak lengkap.” Saya tidak pernah mengatakan Anthony Robbins mengajak anda atau siapa pun memuliakan nama YHWH. Saya katakan bahwa ajaran Anthony Robbins itu “tidak lengkap” dan ketidaklengkapannya adalah dengan menghilangkan bagian “untuk memuliakan namaNya.”

Begitu pula mengenai Roh Kudus. Coba anda baca lagi postingan saya, bro. Adakah saya mengatakan “kita mengendalikan Roh Kudus”? Saya hanya mengatakan bahwa Roh Kudus itu untuk “mengajar” kita, atau dengan kata lain; “membimbing.” Yehushua tidak pernah menyatakan bahwa Roh Kudus 'mengendalikan" kita. Kalau Roh Kudus “tidak mengendalikan” kita, itu bukan berarti “kita yang mengendalikan Roh Kudus”, bro.

Segala hati yang sakit, hati yang terluka, hati yang mendendam, hati yang pedih, hati yang terlecehkan, hati yang merasa terbuang, dan kesakitan2 yang ditimbulkan karena itu yang anda sebutkan, kitalah yang menentukan apakah kita mau tenggelam di dalamnya atau melupakannya. Kita yang memilih apakah terus memikirkan sakit hati kita, terus mempertahankan luka hati kita, atau kita belajar untuk memaafkan dan melupakan. Anda boleh berdoa mati-matian sambil berpuasa hingga mati beneran meminta YHWH untuk menghapuskan semua sakit hati anda, tapi kalau anda sendiri tidak mengambil tindakan untuk mulai melupakan sakit hati anda dan memaafkan siapa pun yang menyakiti anda, doa anda akan sia-sia, bro.

Sebagaimana “apa pun yang kamu minta, percayalah bahwa kamu sudah menerimanya.” Kalau anda berdoa meminta sakit hati anda dihapuskan, tapi anda tetap memikirkannya dan mempertahankan sikap akibat sakit hati tersebut, apakah bisa dikatakan anda “sudah percaya kalau menerima jawaban doa anda”?

Saya bukan Saksi Yehovah. Dan saya juga tidak percaya adanya “kehendak bebas.” Bagi saya, manusia diciptakan dengan 'kebebasan memilih" apakah mengikut YHWH atau tidak, masing-masing dengan konsekwensinya.

Apakah saya OOT, maaf bila saya katakan bahwa anda tidak membaca postingan saya dengan kepala dingin tetapi dengan hati panas. Terlepas dari itu, tugas saya hanyalah menyampaikan, bukan menumbuhkan.

Hmm, ya, si AR mengajar sebagian kebenaran dan itu dapat jadi fitnah. Untuk menghapus luka batin itu ga bisa kita lakukan sendiri ! harus ditolong Roh Kudus sis, kalo ga kita ga mungkin sanggup mengampuni org yg menyakiti kita. Mutlak doa perlu, karena kalo secara manusia ga mungkin manusia bisa hapus ingatan yg menyakitkan dirinya, kecuali Roh Kudus yg menolong. Bukan kitalah yg berusaha mati2an/bertekad tidak mengingat lagi untuk tidak memikirkan luka hati namun Roh Kuduslah yang memampukan kita menghapus memori masa kelam yg penuh akar pahit sis. Roh Kuduslah yg bertindak, itu anugerahNya sis kalo kita bisa hapus akar pahit, kalo kita minta tolong Roh Kudus dgn sungguh2 pasti hati kita damai dan ga mikirin hal itu lagi.