Survey & sharing: Mengapa saya tidak mau menjadi kristen yang Protestan.

Sekarang pertanyaannya saya tujukan kepada semua orang kristen yang bukan kristen protestan.

Mohon ditanggapi.

Setelah ditanggapi, mereka yang protestan yang tidak setuju boleh menyanggah.

salah satu hal mutlak dalam kekristenan adalah apostolik…

protestan jelas sudah tidak apostolik, ajarannya sporadis, tak punya jaminan, berskala pribadi, subyektif, terlalu kreatif, tidak terdokumentasi dengan baik, protestanisme juga ajaran yang sama sekali tidak mengindahkan sejarah pemikiran kristen… sehingga sungguh bener2 baru, tanpa kaitan dengan alur perkembangan iman kristen itu sendiri… dan faktanya gerakan protestanisme ini kian tidak jelas, buahnya buruk… protestanisme tidak punya wibawa dalam berbagai hal, entah itu dalam politik ataupun sosial… bagi saya protestanisme dengan berbagai polapikir paradoksnya sungguh tidak menarik… :smiley:

Saya tidak tahu apakah kata “mbah” dalam nama id anda menunjukan ketuaan anda atau bukan, tetapi yang jelas anda provokator.

Sebagai seorang katolik, saya benar-benar yakin bahwa gereja katolik adalah gereja yang benar sesuai dengan ajaran Yesus.
Dengan keyakinan ini. saya sama sekali tidak takut gereja katolik dikritik, dicacat dan dijelekkan orang, seperti yang selama ini terjadi dimana dikatakan bahwa paus itu adalah 666, antichrist, berdoa kepada Maria, adanya purgatory dsb.

Dari ucapan anda diatas, yang mengatakan bahwa saya adalah provokator, dapat saya mengerti dan maklumi, sebab berarti anda tidak begitu yakin akan agama anda, sehingga anda takut kalau segala sesuatu yang terselubung dibalik tirai tersingkap.

Sebab seandainya ada orang katolik yang mengatakan, mengapa dia tidak mau masuk kristen protestan, dengan alasan yang mengkritik protestan, tentunya anda bisa menangkal dan memberikan pencerahan yang benar.
Mengapa takut !

he he, Katolik sebagai agama yang besar, dihormati dan di segani, koq ada oknumnya sperti TS ini, menunjukkan seolah Katolik itu memiliki borok, padahal boroknya ada di otak sang TS,

ngapain sih keluarin jorok hati kamu sang TS, hanya untuk memenangkan fikiran picik kamu, bahwa protestan itu HAL YANG MENJIJIKKAN BAGIMU?

santai aja kali bos, toh lu juga mati, dimakan cacing, dan itu tidak membuatmu menjadi Tuhan…

Idem mas ignas dengan tambahan:

Beli Alkitab ditoko buku lalu dirikan gereja?

Enggak dech… :tongue:

TS nya lagi bakar2 emang dah tradisi he. . .he. . .

Heran, mengapa orang protestan pada takut dengan treat diatas itu sebenarnya ada apa !

bagi saya

Re: Survey & sharing: Mengapa saya tidak mau menjadi Kristen yang Protestan.

itu gampang banget jawabnya… dan seharusnya yang jawab memang bukan orang protestan.

kalau:

Re: Survey & sharing: Mengapa saya harus menjadi Kristen yang Protestan.

itu sungguh susah… kenapa ya? :onion-head33: tapi yang jelas karena saya memang bukan orang protestan… :smiley:

Tambahan:

Karena protestan mempunyai kesalahan berpikir dan kegagalan berpikir,

Inilah kesalahan berpikir protestan terhadap ajaran Katolik.

Kalian membandingkan Tuhan Yesus dengan Maria, sedangkan tidak terbersit sedikitpun kami untuk membandingkan Tuhan dan Manusia!

Tuhan adalah Sang Maha Tinggi, tidak akan ada yang dapat menyamainya!

Maria adalah manusia yang dikaruniai, diberkati, sehingga mendapat kemuliaan, walaupun demikian, jauuuuhhhhhhhhh dibawah Tuhan Allah…

Maria, hanya dapat kalian bandingkan dengan manusia lainnya, bukan dengan Tuhan Allah!

Inilah kesalahan berpikir yang sangat fatal dan berisiko tinggi terhadap pemalsuan ajaran Gereja Katolik, yang mewarisi ajaran Rasuli!

Ini berlaku untuk semua protestan yang salah dan gagal berpikir, termasuk krispus dkk!

Mengapa sejarah menjadi penting?

Karena Alkitab hanya memuat sebagian pengajaran dari Tradisi Suci para Rasul, yang mana, sebagian lagi Tradisi Suci para Rasul tidak dimasukkan kedalam Alkitab, sebab bisa dibayangkan, seberapa tebal Alkitab kita kalau semua pengajaran para Rasul dijadikan Alkitab.

Yang paling menarik adalah semua Gereja yang didirikan oleh para Rasul, baik Gereja Katolik Roma maupun begitu banyak Gereja Katolik Orthodox, namun tak satupun yang berbeda iman akan Kristus, mengenai Maria dll.

Tidakkah kalian bertanya-tanya mengapa ribuan tahun kemudian, gereja-gereja sempalan warisan marthin luther menjadi sangat berbeda dengan Gereja-Gereja para Rasul?

Kamu lupa, ada 120 ribu denominasi yang berbeda ajarannya, ada yang baptis bayai, ada yang tidak, ada yang baptis percik, ada yang tidak, ada yang baptis selam, tenggelam dll, ada yang bahasa roh, ada yang anti, ada gereja lutheran dkk yang menaruh patung didalam gereja, ada yang menuduh berhala dll, saling menuduh sesat, lalu dimana “roh” yang anda klaim itu? Adakah Roh Allah mengajarkan sampai 120 ribu denominasi, 120 ribu ajaran yang berbeda? Roh Allah yang benar menurut kamu? Bukankah semuanya mengklaim “back to bible” dan “Solascriptura”? Yang mana mas? ;D ;D ;D :2funny:

Perhatikan bahwa semua Gereja yang didirikan oleh para Rasul, Gereja Katolik Roma dan Gereja-Gereja Katolik Orthodox mempunyai ajaran iman yang sama selama ribuan tahun, sebelum muncul “roh” sebanyak 120 ribu!

Tanya kenapa…

Debat seperti ini tidak ada akhirnya dan akan selalu muncul pertanyaan yang sama dan berulang. Pemahaman kaum Protestan tidak lepas dari praktek yang terjadi yang memunculkan gerakan reformasi. Dasar dari pemikiran Protestan tidak terkait dengan (Bunda) Maria, patung Yesus yang disalib dstnya tapi pada praktek “keagamaan” yang waktu itu dinilai sudah melenceng dari Alkitab. Penentuan hanya Alkitab didasari karena diluar Alkitab (bisa dan sangat mungkin) memunculkan praktek-praktek yang bisa melenceng dari Firman Tuhan karena kalau sudah terjadi akan sangat sulit menentukan benar dan salah.

Denominasi dan interpretasi Alkitab yang berbeda-beda antar denominasi Protestan adalah kelemahan gereja-gereja (aliran-aliran) Protestan namun di satu sisi juga adalah kekuatan kaum Protestan yang menghindari terjadinya pemusatan kekuasaan dan pendapat hanya dari seseorang yang (bisa jadi) salah dan cenderung tidak sempurna. Tuhan yang akan menyempurnakan Gereja-Nya yang tidak sempurna, penuh kelemahan ini pada waktu-Nya.

Silahkan dijelaskan lebih lanjut… Apa yang dimaksudkan dengan sesuatu yang terselubung!

Inilah mengapa saya menyebut anda provokator.

Semua orang tahu, seorang yang berada dalam denominasi Katholik atau denominasi Protestan mereka ada karena sejarah keluarganya, atau karena ia kebetulan bertobat dalam pelayanan gereja tersebut.

Jujur saja kepada kita semua disini anda mejadi seorang Katholik setelah atau sesudah anda mengetahui adanya “sesuatu yang terselubung dibalik tirai” gereja Protestan?

Sebab seandainya ada orang katolik yang mengatakan, mengapa dia tidak mau masuk Kristen protestan, dengan alasan yang mengkritik protestan, tentunya anda bisa menangkal dan memberikan pencerahan yang benar. Mengapa takut !

Apakah disini tempat para salesman denominasi menjual gerejanya??? Apa yang hendak anda mulai dengan topik anda? Mengapa anda tidak menginjil kepada muslim atau konghucu atau budha dan hindu yang banyak di negeri kita, kepada para atheis yg sudah mulai bertambah jumlahnya? Biarlah mereka memutuskan didalam denominasi manakah mereka ditobatkan dan mengenal Kristus.

Jika ada seorang dari agama lain yang baru saja bertobat, mengenal Kristus dan kemudian masuk dalam forum Kristen ini dengan harapan mendapatkan pencarahan, apa yang mereka dapat. Jika ia bertobat di Katholik ia akan membenci Protestan karena anda, dan jika ia bertobat di Protestan ia akan membenci dan mengangagp sampah Katholik. Mereka menjadi pembenci-pembenci saudara sendiri. Benarlah kata Yesus tentang hal ini…

Matius 23:15
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat Protestan dan orang-orang Farisi Katholik, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.


Yohanes 15:12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.

kalau yg dikatakan itu emang benar, harusnya dari dulu sampai sekarang2 ini gak ada gereja protestan dong mbah. Anda lagi nglindur, teler pa lagi ngibul mbah.

oya? jadi praktek keagamaan yang dinilai melenceng dari alkitab itu yang mana? indulgensia? itu ada di alkitab, orang katolik sejak jaman purba bisa mempertanggungjawabkannya… tapi faktanya bukan hanya indulgensia, tapi banyak hal bukan… katolik “dinilai” orang2 yang merasa berhak “menilai” sebagai yang melenceng dari alkitab… itu sah-sah saja… itu masuk akal, didalam organisasi manapun ada ketidak sepahaman.

sekarang saya tanya kepada anda, ada berapa aliran yang memakai alkitab saja? apakah mereka tidak ada yang melenceng?

justru dengan alkitab saja itulah peluang pelencengan itu terbuka lebar… tulisan alkitab menjadi sangat bebas di ekspos dan di ekploitasi demi apapun. degan alkitab saja tidak pernah ada jaminan, tidak pernah ada kepastian hukum.

bayangkan jika di negara ini penegakan hukum hanya pake KUHP saja, tanpa pengadilan… tanpa otoritas dan kewenangan… hancur negara ini, kepastian hukum tidak ada… orang boleh menfsirkan sesuka mereka. ini gila… dan ini terjadi dalam fenomena protestanisme…

saya melihat bahwa solascriptura itu bukanlah hal yang nyata, hanya merupakan solusi, atau tepatnya sebuah pelarian dari krisis kepemimpinan, ketiadaan kredibilitas, ketidak percayaan publik… untuk membenarkan hal itu, maka kalimat mitos solascriptura di luncurkan… tapi itu tidak nyata, tidak pernah ada solascriptura didalam prakteknya.

itulah krisis kepemimpinan, itulah krisis kredibilitas, ketidak percayaan publik, sehingga efeknya, publik menjadi main hakim sendiri, karena semua orang berhak menjadi hakim… kalau dalam kehidupan bernegara ini adalah situasi chaos, dalam protestanisme terjadilah “chaos” ajaran… jika mempertahan pelarian solascriptura, maka tidak akan pernah sembuh dari kelemahan2 ini… bagaimana caranya solascriptura tanpa alkitab agar mono interpretasi? mission impossible… dan saya yakin itu juga bukan kehendak Tuhan, karena sesungguhnya solascriptura tidak ada di alkitab.

Pernyataan anda tersebut bisa dipaparkan dgn lebih jelas, saudara ignatius? Krn saya tidak tahu kalau indulgensia ada di Alkitab

Sejarah mencatat dulu pernah tidak benar dan sekarang sudah benar kembali. Itulah mengapa disebut sejarah! Sejarah untuk dipelajari bukan untuk diributkan. Protestan sendiri mengalami perjalanan pasang surut dan melahirkan banyak cabang-cabang yang berdiri sendiri. Semua belajar dari kesalahan masa lalu agar masa depan kita menjadi lebih baik.

2 Timotius 3:16
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Karena itulah kita menuliskan kejatuhan Daud, Salomo, Patrus. Kita mendapati kekeliruan Paulus, kelalaian dan kelemahan yang terjadi pada masa-masa lampau agar dimasa kedepan kita menjadi lebih baik.

Ibrani 11:40
Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.

@ Ignatiusloyola : Debat yang tiada habisnya. Saya tidak ingin masuk ke definisi dan praktek indulgensia yang ditentang tapi bisa ditunjukkan dimana bagian Alkitab yang secara jelas menunjukkan praktek indulgensia karena bagi saya menarik dan saya tidak merasa pernah membaca bagian indulgensia dalam Alkitab?

Sola scriptura bukan pelarian dan memang bukan Alkitab dan tidak menggantikan Alkitab namun dalam keterbatasan pemahaman dan praktek Sola scriptura kaum Protestan meyakini Tuhan yang memimpin pemahaman dalam keterbatasan itu maka itu dalam penafsiran Alkitab tidak bisa dilakukan semena-mena dengan mengatasnamakan Sola scriptura.

Kaum Protestan tidak pernah menekankan mono interpretasi atau satu pendapat tunggal paling benar dan paling tinggi tingkatannya namun lebih kepada pertemuan orang-orang yang dianggap memiliki kredibilitas rohani untuk merumuskan suatu masalah tertentu (konsili). Tidak sempurna karena dalam konsili pun bisa memunculkan perdebatan dan ketidaksepahaman yang besar namun yang paling diinginkan adalah untuk menghindari kemungkinan penekanan kepada suara seorang tokoh yang dianggap paling benar yang mana sebagai manusia cenderung (bisa) salah.

Kehendak Tuhan agar umat percaya bersatu seperti Bapa dan Anak adalah satu untuk mengerjakan misi Allah di dunia lewat umat-Nya. Dalam keterbatasan dan ketidaksempurnaan, umat Protestan percaya Allah bekerja dan berkarya untuk memelihara dan menjaga umat kepunyaan-Nya (termasuk umat Katolik yang memiliki satu Tuhan, satu iman, satu baptisan)

Salah satu saya menolak jadi protestan adalah karena tidak adanya indulgensia :smiley: :tongue:

Ayatnya:

“Apa yang kau ikat dan lepas dibumi, terikat dan terlepas disurga”

“Apabila kamu mengampuni dosa seseorang, dosanya terampuni, kalau kamu menyatakan dosanya tetap ada, maka dosanya tetap ada”

Salam

Saya dilahirkan dan dibesarkan di keluarga protestan pentakostal, besar di pentakosta, karismatik, dan reformed, dan akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam Gereja Rasuliah dibawah yurisdiksi Kepatriarkan Moskow Rusia.

Perjalanan tersebut tidaklah mudah karena justru para penentang keputusan saya datang bukan dari orang yang jauh dari saya. Mereka yang dekat di hati saya pada mulanya menentang semua itu. Sampai kini pun masih banyak yang menganggap saya aneh lah, kepahitan lah, dll. Namun justru disitulah saya bisa tersenyum geli. Tuduhan adanya “kepahitan”, “dendam” dll itulah yang membuat saya semakin bisa melihat dengan jelas wajah sejati protestantisme, wajah saya yang dulu.

Saya mau tidak mau harus meninggalkan protestantisme karena saya harus jujur terhadap kenyataan dan nurani saya sendiri. Saya harus jujur bahwa paham protestan sola scriptura, misalnya, bukanlah paham yang bisa saya mengerti. Saya harus jujur bahwa saya tidak mungkin memahaminya, dan jika saya mengaku bahwa saya memahaminya, maka saya sedang menipu diri saya sendiri. Saya harus jujur bahwa tradisi dan hidup mistika adalah tulang punggung kekristenan. Tanpa itu, maka sesungguhnya yang ada adalah sesuatu yang anti-kristen, sesuatu yang tampak mirip dengan kristen tapi sebenarnya bukan kristen.

Back to the bible: satu-satunya kelompok di Alkitab PB yang sangat kuat berpegang pada adat istiadat dan tradisi nenek moyang adalah kelompok Farisi. Kelompok ini menyetarakan otoritas Kitab Suci dengan tradisi yang telah diberikan kepada mereka, sehingga mereka dikecam oleh Yesus.