susahnya bersahabat dgn lawan jenis.

.kalo ga dia yg salah paham. .
ya pacarnya yg salah paham ke gw. :huh:

hmm?

hoh :char12:

wew…

gk ngerti…

kalo udah pacaran, emang harusnya ada boundary (batasan) yang lebih dari sebelom pacaran. Jadi lebih menghargai gitu, orang yang sudah mengikat komitmen sama orang lain. Meski emang maksud kita ngga ke sana, tapi tetep harus tau diri lah. :smiley:

ya yaa. makasih ortu :afro:

kalo susah coba untuk tidak melanjutkan niat bersahabat dengan lawan jenis.

memang sih banyaknya kejahatan pria terhadap wanita turut menjadi faktor yg menyebabkan pria sulit bersahabat dgn wanita(krn blom apa2 pria sudah dicurigai mulu mau macem2,terutama klo blom saling kenal).kadang pengen sekedar add friend di facebook aja blom apa2 dah direject duluan,begitu pula halnya di dunia nyata.ane kesian juga sama temen ane yg mengidap skizofrenia,blom apa2 kok udah divonis sbg ‘penjahat’ duluan oleh wanita2 yg dia dekati(pdhal dia blom melakukan apa2),pdhal klo bisa milih mungkin dia juga ga ingin seperti itu.

Sobat adik sudah punya pasangan, jd wajar pasangannya menjadi sedikit protektif dg sobat adik yang notabene pacarnya. Ya adik cukup jaga jarak dg sobat adik, bertemen baik tapi tidak perlu seakrab sewaktu sesama jomblo. Jaga perasaan pasangannya juga.

Hal ini biasa terjadi dalam dunia percintaan, tapi sejauh hal tsb tidak berlebihan dan tidak terlalu mengekang dapat ditolerir. Setiap pasangan yg punya komitmen, ada hukum yang tidak tertulis tapi lazim dipahami bahwa “menjaga perasaan pasangannya sudah wajar”. Antara pacar dg sobat, pasti pacar yg jd prioritas. Jika tidak mau terikat, ya jangan buat komitmen hanya sesederhana itu :slight_smile:

Note:
Tapi sih bagi siapa saja yang sudah punya pasangan dalam konteks pacar alias belum menikah dan masih setengah terikat, bertindaklah dg seimbang. Tetap respek terhadap pacar, hargain perasaan pacar tapi pertemenan yang lumrah tetap dapat disikapi dg wajar. Tidak perlu menutup diri dari dunia pertemenan (ato eksklusif hanya dg pacar saja), tapi berteman yang sehat dan murni dg semua orang. Selagi lajang adalah peluang untuk mengembangkan jati diri secara bebas di lingkup sosial.

Karna bagi yang sudah nikah, sudah totally different, keluarga sudah menjadi prioritas utama ketimbang pertemanan itu sendiri. Dan terikat total dan tanggungjawabnya juga sudah beda.

Salam :angel:

jangan nuntut orang lain memahami Shyalolin… ttp coba belajar memahami orang lain…

tapi tetap saja mau kita memahami orang lain kek apa juga ga menjamin klo orang lain jg mau memahami diri kita.terkadang lebih mudah utk cepat2 menjatuhkan vonis/nuduh sembarangan ketimbang berusaha memahami orang lain(versi orang ga mau repot).

s3 deh… Saya Setuju Sekali… :afro: