Susahnya orang kaya masuk sorga..?

ada ayat alkitab yg berkata:

matius 19:16-26
(ORANG MUDA YG KAYA)

… Ayat21
Kata Yesus kepadanya: 'jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang2 miskin, maka engkau akan beroleh harta disorga, kemudian datanglah ke mari dan ikut Aku…

  1. Yesus berkata kepada murid2Nya: 'Aku berkata kepdmu, sesungguhnya sukar sekali bagi orang kaya masuk kedalam kerajaan sorga.

  2. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dlm Kerajaan Allah…

Dan juga dikatakan pada ayat yg lain…

Pada Markus 10:17-27
tentang orang kaya yg sukar masuk kerajaan Sorga,

juga tertulis juga di
Lukas 18:18-27.

Dan Yesus malah lebih brkenan akan seorang janda miskin,
[Lukas 21:1-4]

Ketika Yesus mengangkat muka-Nya. Ia melihat orang2 kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan.

Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan 2 peser ke dalam peti itu.

Lalu Ia berkata: "AKU berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin MEMBERI LEBIH BANYAK dari pada SEMUA Orang itu.

Sebab mereka semua memberi persembahannya dari KELIMPAHANNYA, tetapi janda ini memberi dari KEKURANGANNYA."

Demikianlah ayat2 dimana Yesus tidak terlalu berkenan dgn ORANG KAYA…

Yesus juga berkata: bahwa ORANG KAYA ITU TERLALU Bnyk mendapat PENGHIBURAN dalam hidup mereka…

Seperti kita ketahui juga yg telah terjadi di Indonesia, bhwa hukum2 di Indonesi bs di beli dngn Duit…

Dan bnyk lagi yg tak saya sebutkan…

betul…orang yang mengandalkan kekayaan untuk perkara Sorga

Kebanyakan orang kepingin jadi kaya. Kaya didunia dan disurga. Itulah idam2an kita semua.
Namun Tuhan Yesus sudah memberi peringatan bahwa orang kaya duniawi susah masuk surga. Terutama pada masa antikrist nanti kalau tidak diberi tanda tidak boleh dagang. Yang kaya akan kehilangan semua kekayaannya kalau tidak boleh dagang. Tapi hanya tiga setengah tahun saja. Oleh sebab itu siapa yang membanggakan kekayaannya mau tidak mau akan ikut antikrist.

Wah ga kayak biasanya nich Alice memberi comment serius ;D

Susah ya masuk ke surga klo orang kaya? … :rolleye0014:

Klo gitu dikasihkan aja semua ke saya ;D hehehhee saya kan ingin kaya :afro: ;D

Anda pasti masuk ke surga… :smiley:

Saya… nanti aja tunggu putusan papa Yesus dulu ; :smiley:

salam :afro:

he he…
Asal ngomong aja layaknya bro liberty…

Orang kaya yg hendak membagi kekayaan mereka juga sbg berkat bagi orang miskin dan yg membutuhkan…
Jg ga akan mungkin memberikannya kepada kamu…

Brenti deh ngarap,
he he

Bolehlah jika aku kaya menjadi berkat untuk kemuliaan Tuhan. jikalau aku kaya hanya menimbung harta…? Tuhan pasti kecewa berat…

Aku hanya pengen kaya hanya untuk Tuhan, diluar itu aku takut jadi kaya karena bisa lupa segalanya…

jadi boleh kayak gak neh?hehe

boleh2 saja…kalo kaya jangan lupakan gawe bro…hehehe

ga boleh kalau ga bagi2 ma kita2… wkekeke…

Jadi kaya dan sgt kaya tidak apa2 koq. Tuhan khan ingin anak2Nya hidup berkelimpahan. Namun Tuhan jg ingin berkat yg diberikan kpd anak2Nya tdk dinikmati sendiri. Biarlah dng berkat itu, anak2 Tuhan boleh menjadi berkat bagi orang lain. Semakin diberkati, semakin rendah hati dan dermawan. Sayangnya banyak anak2Nya saat diberkati besar menjadi egois, lupa akan nazarnya, menjadi sombong, dan mentuhankan kekayaannya . Satu kaki di perahu Tuhan, satu kaki di perahu Mamon.

Menurut gawe kekayaan itu hanya fatamorgana bro…seberapa banyakpun kita mengumpulkan harta tiada guna…kalau ga bangkrut jadi orang miskin/kembali kekodrat asalnya, yang terakhir sudah tentu di tinggal mati…kan cuma semu belaka…

Betul bro lomeru…Kekayaan bisa jadi spt fatamorgana. Saat Tuhan memberkati maka kekayaan bisa berlimpah ruah, tapi saat Tuhan tdk lg memberkati bahkan mengambilnya maka kekayaan bisa hilang dalam sekejap…Asalkan manusia tidak melenceng dari tujuan Tuhan memberkatinya, sy rasa berkat itu akan langgeng.

setujuh ^^

kalau begitu saya mau tanya

Bolehkah seorang pendeta mempunyai bidang kerja yg lain selain pelayanan di gereja? :slight_smile:

Banyak teman saya beranggapan klo pendeta itu lebih “materialistis”… :huh:
karena bayak pendeta yang rumah 3, mobil 4, dsb sedangkan jemaat gereja tersebut banyak yang “kekurangan” (artinya = rohani dan jasmani) :smiley:

:rolleye0014: sedangkan klo dibandingkan dengan katholik, Romo atau Suster dilarang… dan berusaha hidup sederhana.

mohon masukkan nya

salam

boleh saja…hanya pendeta tugasnya khan bukan hanya penyelenggara kebaktian saja, ttp di sela2 kebaktian dia juga mempunyai tugas menggembalakan jemaatnya.

masa … mentolo seh…seandainya jemaatnya ada keperluan mendadak dan mendesak ingin bertemu bapak gembalanya …dijawab… " Oh…Bapak Gembala sedang nego dengan custumer … ngurus tender besar"…

he…he… lucu kan.

kalo mau bisnis… biar bisnisnya yang diuruskan orang lain… dan sbg gembala memang semestinya fokus dengan kebutuhan jemaatnya.

Pendeta punya rumah mewah dan mobil mewah … boleh aja…dan ngga salah
lawong diberkati Tuhan …

Emang kadang mulut orang membingungkan … pendetanya miskin … bilang …pendeta kurang urapan …hidupnya tidak diberkati , pendeta kaya dibilang… materialistis… duniawi.
Susah kalo nurutin apa kata orang :huh:

Iya…kurasa bener bu alice…asal pelanyanan ga terganggu ga jadi masalah…

Asalkan sang pendeta bisa lebih mengedepankan pelayanannya drpd pekerjaan duniawinya, sy sih ok aja. Pelayanan hrs lebih utama krn ini menyangkut jiwa drpd banyak orang / jemaat, dan pelayanan adalah panggilan kudus.

Namun demikian dan sangat disayangkan, berdasarkan pengamatan sy di gereja sy yg banyak pendetanya adalah orang bisnis, hanya 1 atau 2 org saja pdt yg dpt menjaga komitmen pelayanannya. Nuansa yg timbul di grj tsb adalah pembedaan antara jemaat biasa2 dng jemaat kaya / jemaat yg potensial jadi rekan bisnis si pdt. Sikap yg ditunjukkan si pdt thd jemaat biasa jg beda. Misalkan, saat si jemaat biasa minta tolong pemberkatan rumah maka yg datang adalah pembantu si pdt. Tapi bila jemaat kaya maka pemberkatan rumah dilakukan oleh si pdt sendiri. Nah kalo sdh jd spt itu maka gereja telah jadi sarang penyamun yg suatu saat nanti akan diobrak-abrik Tuhan.

mgkn sdkt menambahkan…

bedakan gembala ama pendeta sih…
kl gembala mestinya uda fulltimer
tp kl pendeta sih gak 100% fulltimer, masih ada berbisnis…

kl mnrt gw boleh2 aja kok pendeta berbisnis…misalnya ketika org bisnisman konseling soal masalah2 bisnis ke pendeta itu tp sang pendeta lum punya pengalaman jadi bisnisman so(mnrt gw) jawaban2 yg dia berikan bs jadi gak mengena ke org tsb…

Aku hanya pengen kaya hanya untuk Tuhan, diluar itu aku takut jadi kaya karena bisa lupa segalanya… :afro: :afro:

Pendeta sudah digaji penuh untuk melayani dan gaji sudah cukup untuk hidup, masih bisnis, saya kira perlu dipertanyakan. Dia sudah terpanggil untuk melayani atau tidak.

Kecuali memang dia pendeta sukarela tanpa gaji, mau makan dari mana kalau tidak bisnis.

Pendeta sebaiknya memang hidup sederhana saja karena dia sedang mempromosikan masalah Rohani.
Pendeta dipanggil seperti Paulus. Mataku tidak tertuju pada hal2 yang kelihatan karena hal2 yang kelihatan sementara saja. Mataku tertuju pada perkara2 diatas.

Oleh sebab itu Paulus rela tidak punya rumah.

Kalau pendeta senang kemewahan dunia pas kotbah ayat2 itu lalu kelihatan janggal.

Penginjil tidak boleh pasang tarif kalau dipanggil untuk kotbah di gereja miskin. Percaya Tuhan pasti mencukupi.

Yang model begini saya rasa akan lebih efective dalam mempromosikan masalah2 rohani.

Mempromisikan dan mengatakan apa gunanya punya segala harta kalau jiwanya binasa, tapi dia sendiri gila harta, akan sangat tidak disengani anggota.

Pendeta yang saya lihat dihargai secara lahir batin oleh jemaatnya adalah yang tidak lagi gila kemewahan, hidup jujur dan sederhana.

Sebaliknya pendeta kaya dihargai semu oleh jemaatnya karena kaya. Penghargaannya sebatas dipermukaan saja.

Karena itulah TUHAN sendiri berfirman: Mat. 19:12 Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."

Itulah sebabnya dalam Gereja Katolik seorang pastor tidak diperkenangkan kawin supaya dia 100% hanya melayani umatnya demi kerajaan sorga dan tidak lagi mengikatkan diri dengan kenikmatan daging dan dunia. Karena itu Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."