Swepping Warga Malaysia di Indonesia

Bendera Hanya Ingin Jumpa Pers dengan Menlu Malaysia & KBRI

Jakarta - Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) mengaku diajak polisi jumpa pers bersama untuk mengklirkan masalah sweeping warga Malaysia. Namun Bendera menolak.

“Bendera hanya mau jumpa pers kalau bersama Menlu Malaysia dan KBRI di Malaysia sehingga jelas,” ujar Koordinator Bendera, Mustar Bona Ventura, pada detikcom, Jumat (11/10/2009) pukul 08.30 WIB.

Mustar menuturkan, kepolisian meminta Bendera untuk bersama-sama melakukan jumpa pers, namun Bendera menolak. Kepolisian akhirnya tetap melakukan jumpa pers sendiri pada Rabu (9/9) di markas Bendera di eks kantor PDI di Jl Diponegoro, Jakarta Pusat.

“Kalau (jumpa pers) dengan kepolisian untuk apa? Nggak ada manfaatnya. Polisi hanya ingin jumpa pers itu seolah-olah sudah aman dan nggak ada perlawanan lagi dari teman-teman Bendera,” dalihnya.

Mustar menuturkan, pasca sweeping warga Malaysia di Diponogoro pada Selasa (8/9), posko Bendera sempat dijaga pihak kepolisian. Namun hingga kini dia tidak pernah diperiksa polisi.

“Kalau dipanggil ke Mabes Polri belum ada, tapi kalau intimidasi dan teror sudah ada. 2 Hari berturut-turut pasca sweeping di Diponogoro, posko kita dikepung polisi. Sampai 2 malam,” ungkap eks aktivis Forkot ini.

Pada Rabu 9 September, Dubes RI di Malaysia Da’i Bachtiar dipanggil Menlu Malaysia untuk menjelaskan aksi sweeping Bendera tersebut.

“Pak Dubes juga tadi sudah memberitahukan bahwa Kapolri telah memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa mereka yang terlibat dalam aksi sweeping tersebut, dan sekarang pemeriksaan itu sedang berlangsung,” ungkap Minister Counsellor Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Kuala Lumpur, Widyarka Ryananta.

Dalam jumpa pers Rabu 9 September di kantor Bendera, polisi menyangkal membiarkan aksi sweeping Bendera. “Sebetulnya yang dilakukan bukan sweeping, tapi upaya menanamkan jiwa nasionalisme membagikan bendera ke pengguna jalan,” kata Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Chrysnanda Dwi Laksana.

Sumber : DETIK.COM

Hmm… kemaren juga sempet liat berita ini di TV…
Ga hanya bagi bendera aja sih…
Tapi emang mereka meminta kepada pemakai jalan untuk memperlihatkan kartu identitas…

Katanya sang reporter, kalo mereka menemukan ada yang berwarga negara Malaysia,
akan disuruh pulang kembali ke Malaysia…

Hmm… kalo hanya sekedar bagi2 bendera sih gpp yah…
Tapi kalo memang ternyata ada unsur “pengusiran” gitu, kayanya udah salah deh…

Hanya opini sih…

nama juga sweeping … blesed