Syukurku kepada Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus adalah gembalaku, tak kan kekurangan aku.
Tuhan Yesus adalah kekuatan dan perlindungan dalam hidupku.
Tak ada kata-kata yang sempurna yang dapat menggambarkan keagungan, kebaikan, kemurahan, cinta kasih dan pertolongan Tuhan Yesus dalam hidupku.

Berkali-kali aku dalam bahaya besar, tetap Tuhan Yesus selamatkan aku.
Berkali-kali aku lalai, Tuhan Yesus meluputkan aku.
Diambang kematian dan maut mengincar nyawaku hanya satu nama yang pertama kali muncul dalam hatiku yaitu Yesus. Suara itu berkata “panggil nama Yesus…Yesus…Yesus…” Maka ku panggil nama Tuhan Yesus.
Benarlah aku terbebas dari kuasa iblis dan kematian.
Kelegaan yang luar bisa menguasaiku dalam dadaku setelah lepas dari maut, semua karena satu nama yaitu Yesus.

Beberapa kali kuasa iblis mencobaiku dalam tidurku sehingga aku merasa sakit dan tidak bisa bergerak, aku hanya teringat akan nama Yesus kemudian kuteriakkan nama Tuhan Yesus dan aku terbebas.
Maut dan iblis tidak berhasil menangkapku karena mereka aku tolak dalam nama Tuhan Yesus.
Aku selamat karena Tuhan Yesus.

Dalam susahku; dalam kepahitan hidupku; dalam kemalanganku, tak ada seorang manusiapun datang menolongku.
Hanya Yesus lah yang menghibur dan menguatkan aku.
Jadi siapakah yang lebih berharga dan sangat baik bagi hidupku ?
Hanya Tuhan Yesus saja.

Dalam dosa aku bergumul, Yesus hapus dosaku dan beri aku kelegaan.
Kesempatan demi kesempatan Yesus berikan kepadaku untuk bertobat, aku sangat bersyukur.

Aku mengaku jikalau bukan karena pertolongan Tuhan Yesus, sudah lama aku mati secara jasmani tetapi aku masih hidup sekarangan ini. Semua kerena Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus sungguh besar kasih-Mu, kebaikan-Mu, kemurahan-Mu, perlingdungan-Mu dan pertolongan-Mu dalam hidupku.
Tak ada kata-kata yang sempurna bisa merangkumkan semua yang telah Tuhan Yesus lakukan dalam hidupku.
Engkau sungguh sangat baik Tuhan.
Aku bersyukur kepadamu untuk selamanya.
Tuhan Yesus adalah perisaiku, kekuatanku, perlindunganku, kota bentengku, kubu pertahananku, gunung batuku, kota keselamatanku, menara pembebasanku, batu karangku dan rajawaliku.
Engkau Tuhan yang agung yang layak untuk menerima hormat, sembah, pujian, penghormatan dan pengagungan untuk selamanya.
Hosana bagi sang Raja.
Terpujilah Tuhan Yesus, sejak dahulu sekarang dan untuk selamanya.
Amin.

ini puisi atau lagu ya? cerita ya?

nice post…thx bro :afro:

Saya mengalami banyak pengalaman keselamatan dari kematian didalam Tuhan YESUS. Boleh dikatakan ini adalah kesaksian.

  1. Waktu SMP saya pernah hampir mati diatas tempat tidur. Ketika itu saya tidur dari jam 9 pagi sampai magrib di sebuah kamar yang kosong milik kakaku. Tak ada orang di rumah ketika itu selain aku. Aku tiba-tiba terbangun dari tidurku ketika bunyi azan magrib di kampungku. Aku sadar itu magrib karena bunyi azan berkumandang selalu pada waktu itu. Tetapi yang aneh aku tidak bisa menggerakkan anggota tubuhku. Mataku tertutup, rohku/kesadaranku terbangun tetapi aku tidak bisa bergerak. Aku seperti bisa melihat sekitar ruangan kamarku walaupun mataku tertutup. Tiba-tiba aku melihat sesosok roh/sesuatu seperti manusia berwarna putih. Aku sebut sesuatu itu roh karena ia seperti hantu “casper” dalam cerita kartun. Roh itu berjalan kesana kemari mengelilingi tempat tidurku dan ia berjalan seperti sedang terbang melayang. Roh itu terus mondar mandir disekitar tempat tidurku kemudian ia ingin naik ke tempat tidurku. Aku jadi bingung apakah yang kulihat ini nyata atau mimpi. Tapi aku yakinkan diriku bahwa itu bukanlah mimpi. Rasa takut dan bimbang menguasai diriku. “Mungkinkah ini adalah Roh Tuhan atau malaikat yang sedang melindungiku?” atau “mungkinkah ini adalah roh setan atau iblis?” lebih kurang itu yang muncul dalam benakku. Jika itu Roh Tuhan atau malaikat kenapa rasa sangat takut menguasai diriku? bukankah seharusnya rasa damai dan suka cita. JIka roh itu adalah setan atau iblis tapi mengapa ia berwarna putih?

Tiba-tiba saja aku teringat akan cerita orang-orang kampung ketika itu bahwa dikampung itu pernah beberapa kali orang mati dalam tidur mereka. Aku jadi takut …jangan…jangan itu adalah roh setan yang ingin menangkapku diwaktu tidurku. Aku tidak ingin mati muda, Aku belum mau mati muda, itu kata hatiku waktu itu. Aku ingin lari tapi aku gak bisa bergerak. Aku ingin berteriak tapi gak bisa membuka mulutku. Roh itu makin mendekat dan rasa takut yang sangat menguasai diriku.

Tiba-tiba saja aku mendengar suatu suara dalam hatiku “panggil nama YESUS…panggil nama YESUS”. Aku heran apakah ini adalah suara hatiku atau siapa? Kenapa tiba-tiba ada suara didalam hatiku? Aku jadi tambah bingung serta panik.

Pada saat yang bersamaan aku jadi teringat waktu kecil aku sering dengar di sekolah minggu bahwa nama YESUS berkuasa mengalahkan kuasa setan. Semua cara telah kucoba tapi gak berhasil akhirnya aku putuskan untuk berdoa dalam hatiku kepada Tuhan YESUS agar melepaskanku jika roh itu adalah roh setan. Jika itu bukan roh setan aku minta maaf kalau salah sebut (jangan sampai yang kuusir ternyata ROH KUDUS). Akhirnya aku sebut nama YESUS. "Dalam nama YESUS jika engkau roh iblis yang berusaha menggangguku aku tolak di dalam nama YESUS, keluar dari tempat ini sekarang juga. Perkataan ini aku sebutkan beberapa kali tapi rasa taku masih menguasaiku. Aku perkatakan bukan dengan mulutku tapi dalam hatiku. Seketika itu juga aku mulai bisa menggerakkan anggota tubuhku satu persatu. Mulai dari jari kaki, jari tangan dan seterusnya sampai ke kelopak mataku. Rasa takut itu masih menguasaiku. Atmosphir/suasana angker seperti kematian yang menyesakkan dada di kamar itu. Mengerikan. Setelah aku berhasil membuka mataku …aku terus mencari pintu kamar lari terbiri-birit keluar dari kamar tanpa menoleh kebelakang dan keluar rumah.

Gak ada orang lain dirumah waktu itu. Aku berlari seperti orang lagi dikejar anjing pada malam hari. Itu pertama kalinya kurasakan ketakutan akan kematian. Aku yakin itu adalah suasana kematian. Gak bisa dijelaskan dengan kata-kata sederhana. Aku yakin waktu itu jika Tuhan YESUS tidak melepaskan aku aku sudah mati. Jika suara itu tidak berkata panggil nama YESUS aku mungkin sudah mati. Mungkin karena waktu itu aku tidur tidak berdoa. Lagi pula waktu itu aku masih remaja dan belum tahu banyak. Sejak saat itulah aku mulai menghargai hidup ini. Gak mau mati trus masuk neraka, sebab waktu itu aku sadar aku masih berdosa dan belum berbuat banyak bagi Tuhan.

Aku mengaku Tuhan Yesuslah yang telah menolongku dan itu sebuah muzizat besar bagiku. Aku masih hidup, puji Tuhan.

  1. Aku pernah menabarak seorang kakek yang mengendarai sepeda. Aku menabrak dia dengan sepeda motor karena tiba-tiba saja dia potong jalanku dan aku sedang dengan kecepatan tinggi. Walaupun sudah ku rem tapi tetap saja motor itu bergerak maju dengan cepatnya. Bang…kakek itu mental dan aku nabrak beberapa becak akhirnya masuk parit yang kosong. Yang pertama muncul dalam benakku jangan sampai kakek itu mati atau patah tulang, bisa mengerikan hidupku jadinya jika aku menyebabkan orang lain mati. Aku mungkin berharap dalam hati kepada Tuhan agar kakek itu tidak mati, puji Tuhan ia tidak mati.

Tiba-tiba saja semua orang kampung yang menyaksikan kejadian itu mengerumuni aku dan hendak memukulku beramai-ramai. Aku bayangkan wajahku hancur lebur. Dikampung itu sudah bisa jika orang kampung mencari keadilan sendiri dengan memukul dan membakar pelaku tidak kejahatan. Aku takut mati. Aku berdoa dalam hati agar Tuhan meluputkan aku agar jangan ada orang yang menyentuhku, hanya muzizat Tuhan yang bisa meluputkan aku. Aku berlutut dihadapan orang ramai sambil menyembah mereka agar memaafkan aku sambil memohon kepada Tuhan dalam hatiku. Benarlah muzizat terjadi tak satupu diantara mereka menyentuhku. Aku heran kenapa tidak jadi memukulku, aku yakin pasti beberapa pukulan wajib kena kepadaku. Ternyata baru aku sadari rupanya doaku dikabulkan Tuhan. (sesungguhnya lebih dari yang aku bisa ceritakan). Aku heran dan sekaligus takjub.

Kemudian aku mendengar seperti ada niatan dari korban dan keluarga korba ingin memanfaatkan kecelakaan itu untuk memperoleh keuntungan dari orang tuaku. Waktu itu aku masih SMP. Aku jadi khawatir kalau-kalau tuntutan uang perobatan dan pertanggung jawaban yang tinggi akan menyusahkan orang tuaku. Aku gak ingin ini terjadi. Tapi melihat parahnya kecelakaan itu aku yakin pasti kakek itu luka parah dan besarlah biaya perawatannya. Coba bayangkan orang yang sudah tua kena tabrak sepeda motor, kemungkinan buruk apa yang akan terjadi pada tubuhnya, apalagi sampai terlempar dan jatuh.

Aku harus selesaikan ini tanpa orangtuaku mengetahui hal ini. Tapi aku gak punya banyak uang hanya sekitar dua ratus ribu. Aku berdoa kepada Tuhan agar Tuhan membuat kakek itu tidak patah tulang dan tidak parah. Aku minta kepada Tuhan agar membuat kesehatan kakek itu pulih kembali dan agar kerusakan yang mungkin terjadi pada tubuh kakek tua itu disembuhkan/dipulihkan oleh Tuhan. Hanya itu yang aku tahu cara mengurangi biaya perobatan. Aku minta kepada Tuhan supaya mengerti keadaanku yang gak punya uang agar Tuhan bersedia menolongku membuat biaya perobatan dan perawatan kakek itu jadi murah. Aku hanya mikir bagaimana caranya agar biaya murah. Aku juga minta pada Tuhan (dalam hatiku) agar motorku dibuat tidak disita dan tidak dibawa ke kantor polisi.

Muzizat terjadi motorku dilepaskan dan dengan motor ku itu beserta beberapa orang kami mengantar korban kecelakaan ke klinik terdekat. Sesampainya disana aku langsung mencari tempat tersembunyi untuk berdoa, tapi tak ada satu pun. Yang ada hanya toilet. Tapi dalam hatiku gimana aku sampai tega berdoa kepada Tuhan dalam toilet. Aku teringat bahwa Tuhan akan mendengar doa yang diucapkan ditempat tersembunyi. Mau gak mau aku gak punya pilihan, karena darurat aku pergi ketoilet dan berdoa disana. Aku pergi ke toilet untuk berdoa supaya tidak diketahui oleh orang lain, sedangkan korban di rawat oleh dokter. Aku minta kepada Tuhan agar kaki kakek itu tidak patah tulang dan agar tubuh kakek itu disehatkan kembali. Aku juga minta agar biaya klinik jadi murah. Aku minta berulang-ulang dan minta maaf karena berdoa di toilet. Setelah selesai muzizat terjadi, ternyata korban hanya luka memar kecil pada tulang kering dan biaya klinik berserta obat-obatan tidak mencapai seratus ribu.

Hatiku sangat bersuka dan bergembira, aku yakin ini pasti muzizat Tuhan YESUS. Tuhan tidak membiarkan aku menanggung masalahku seorang diri yang masih anak remaja. Masalah kecelakaan ini tidak pernah sampai kepada orang tuaku. Motorku pun tidak rusak. Sungguh muzizat Tuhan YESUS aku lepas dari penghakiman masyarakat, motorku tidak rusak, motorku tidak ditahan dan tidak dilaporkan ke polisi, korban tidak mati, korban hanya luka memar pada kaki, biaya klinik yang murah dan dapat aku biayai sendiri, keluarga korban tidak menuntutku macam-macam. Mustahil ini semua terjadi jika bukan karena Tuhan YESUS. Ah leganya. Puji Tuhan. Ini muzizat besar bagiku.

  1. Diwaktu yang lain pada masa SMA aku hendak menjemput kakakku dari tepi jalan raya pada waktu magrib. Kulihat jalan di sisi kanan dan kiri kosong tetapi ada satu angkot yang jaraknya cukup jauh sedang menurunkan penumpang. Aku pikir sudah aman bagiku untuk menyebrang. Aku menyebrangi jalan dengan santai tetapi tiba-tiba saja BANG…aku terpental jatuh diatas aspal. Aku baru sadar kalau aku baru ditabrak sesuatu, rupanya pengendara sepeda motor yang sedang membawa 1 drum besar bensin. Bensin tercecer diseluruh lantai aspal basah.

Anehnya dengan benturan yang begitu keras aku tidak terluka apa-apa. Beberapa kendaraan yang lewat berhasil menghindari aku. Motorku hanya penyet kecil pada knalpot. Aku heran kenapa aku tidak terluka apa-apa dan bensin tidak terbakar dengan jumlah yang begitu banyak. Mustahil aku tidak apa-apa, setidaknya aku pasti harus patah tulang dan bensin terbakar serta motorku pecah dan bengkok. Tapi aku gak papa.

Aku yakin ini adalah muzizat Tuhan YESUS yang senantiasa melindungi aku. Banyak orang diluar sana yang hanya kecelakaan kecil langsung patah tulang atau mati, tetapi aku tidak mati.

Aku yakin jika aku berlindung kepada Tuhan serta hidup dalam kehendak-Nya maka aku akan senantiasa dilindungi dari malapetaka dan dari kelalaianku. Itu adalah janji Tuhan kepada Umat-Nya yaitu memberikan perlindungan secara jasmani dan rohani. Tuhan akan meluputkan umat-Nya yang berserah kepada-Nya.

Kecelakaan dan muzizat ini bukanlah yang terakhir.

  1. Sewaktu aku mengendarai skuter di Pulau Langkawi, aku terpeleset jatuh ke jalan yang menurun ditepi tebing dekat laut. Jalan itu sangat ramai dengan kendaraan beroda dua dan empat. BANG…menabarak minivan yang sedang menanjak ke atas aku terpental ke sana kemari kemudian menghantam kendaraan lain dan akhirnya berakhir di tepi parit yang kosong pada dinding tebing. Helem yang kukenakan ada dibawah minivan. Aku terdiam sejenak dan bingung apa yang terjadi. Semua orang melihatku dan semua kendaraan mencoba menghindari aku agar tidak menabarak. Jalan raya menjadi kacau dan jalan itu sempit serta menurun. Aku segera bangun dari jalan raya dan berusaha menarik sepeda motorku keluar dari jalan raya. Kulihat motor itu hancur bagian depannya (50%). Aku tersadar aku hanya luka lecet sedikit tanpa patah tulang dan tanpa cacat.

Aku heran bagaimana mungkin aku bisa tidak patah tulang serta bisa lepas dari maut dalam kecelakaan yang parah seperti itu. Aku bayangkan kepalaku bersama helem ku ada dibawah minivan, pasti aku sudah mati. Dengan kecelakaan yang seperti itu haruslah aku ada dirumah sakit dan … Tapi Muzizat Tuhan Sekali lagi menyertai dan melindungi aku. Aku yakin itu pasti muzizat Tuhan sebab aku berdoa dalam hatiku dalam perjalananku untuk melindungi aku dari malapetaka.

Kalau kubandingkan dengan teman sekelasku dan kenalanku yang juga mengalami kecelakaan sepeda motor mereka berkakhir tragis yaitu cacat, luka parah dan ada yang mati. Tetapi aku tidak apa-apa.

Aku harus akui bahwa kecelakaan itu juga karena kesalahan dan dosaku yang suka nonton porno. Itu adalah peringatan keras Tuhan bagiku agar berhenti nonton filem porno (aku pernah berjanji pada Tuhan tuk berhenti nonton porno pada waktu itu tapi gak kutepati). Bukan Tuhan yang menghukumku tetapi Tuhan izinkan kecelakaan itu terjadi dan pada saat bersamaan Tuhan melindungi aku dari kematian dan akibat yang lebih parah. Sejak saat itu aku bersyukur dan tobat. Itu semua karena pertolongan Tuhan YESUS.

  1. Diwaktu yang berlainan dan di lokasi berlainan aku pernah ditindih (seperti ada yang menindih tubuh dari atas) oleh kuasa gelap sebanyak tiga kali. Aku gak tahu kalau para pembaca pernah mengalami apa yang kualami. Tapi bagiku ini seperti cerita no. 1 diatas. Hanya saja pada cerita ini 2 kali saya tidak melihat sesuatu yang membuat saya tidak bisa bergerak ketika saya tidur diantara teman-teman saya dan seorang diri. Kengerian dan rasa takut yang mencekam sama seperti cerita no. 1. Aku akhirnya bisa lepas setelah menyebut nama Tuhan YESUS dan menengking kuasa gelap yang menyerangku dalam nama Tuhan YESUS.

Aku mengucapkannya dalam hati karena mulutku gak bisa dibuka. Aku tahu saat itu juga aku bisa mati, sebab aku pernah merasakannya. Sedangkan 1 kejadian lainnya ketika aku berada dikamarku sekarang ini. Malam itu aku tersadar aku seperti melihat dan merasakan suatu bayangan putih hinggap ke atas perutku, rasa sakit yang luar biasa menguasai perutku. Aku dapat merasakan ini pasti ulah iblis, ia ada disebelahku dan sedang berusaha menyusup untuk tidur di sebelahku. Akibatnya sakit yang gak tanggung kurasakan dalam perutku, itu bukan rasa sakit karena mau ke kamar mandi atau mau buang air besar atau karena angin duduk. Saya pernah mengalami sakit perut karena sebab-sebab yang saya sebutkan itu makanya saya dapat membedakan yang ini berbeda. Ini seperti sesuatu berusaha masuk kedalam perut saya dari atas permukaan perut saya. Sesuatu itu memaksa keras. Aku gak tahan, dan aku gak mau mati. Sekali lagi aku berdoa kepada Tuhan YESUS dalam hatiku dan menengking kuasa gelap itu dalam nama Tuhan YESUS. Akhirnya roh jahat itu hilang keluar. Aku terbebas lagi.

Ah pengalaman yang mengerikan dan berkali-kali Tuhan YESUS meluputkan aku. Aku menghargai hidup ku dan berterima kasih kepada Tuhan YESUS. Manusia tidak sanggup menolongku tetapi Tuhan YESUS selalu ada untukku setiap waktu. Pertolongan-Nya selalu tepat pada waktunya.

Cerita ini hanya beberapa dari pengalaman saya lainnya.