Tak seorangpun mencari Allah (Roma 3:11)

Alkitab berkata dalam Roma 3:11 “Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun mencari Allah.”
Mengapa Rasul Paulus berkata demikian? Bagaimana dengan Animisme yg mencari patung, pohon bahkan batu disembah? Yg mirip dengan itu Hindu memberi sesajen pada patung. Buddha juga menyembah patung. Beberapa kepercayaan lain juga begitu. Semua agama mencari Sang Khalik. Bagaimana mungkin Rasul Paulus berkata demikian? Masih belum cukupkah bukti2 diatas bahwa jauh di lubuk hatinya, manusia masih perlu Tuhan? Sekomunis2nya orang, pada suatu titik tertentu pasti orang itu merasakan betapa "kosong"nya hidupnya, tidak peduli sekaya atau bahkan semiskin apapun seseorang.

Matius 15:9: “Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”

Bro jawabannya ada di Roma .

Roma 1
1:18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.

1:19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.

1:20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

1:21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

1:22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.

1:23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.

1:24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.

1:25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.

3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.

3:11 Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah.

3:12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.

5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

Kebaikan yang di lakukan oleh manusia, tidak mencapai standard Tuhan, karena manusia telah berdosa.

Kej 6 : 5
6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata

Ayub 15
15:35 Mereka menghamilkan bencana dan melahirkan kejahatan, dan tipu daya dikandung hati mereka."

Pengkhotbah 9:3
Hati anak-anak manusia pun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati.

Yeremia 13:2
Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat?

Manusia melakukan kebaikan dengan MOTIVASI YANG SALAH, hanya untuk keinginan diri sendiri, membanggakan diri sendiri, TIDAK MELAKUKANNYA UNTUK MEMULIAKAN TUHAN.

Siapapun manusia, yang melakukan kebaikan , kalau belum di perbaharui oleh Tuhan, mereka tidak mampu melakukan kebaikan untuk memuliakan Tuhan.

Setuju! :afro:
Maka benarlah yg dikatakan Yesus:
Matius 11:28 : “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Letih lesu karena berbuat baik. Karena manusia berpikir bahwa dengan berbuat baik akan menikmati/menemukan sorga. Tapi manusia lupa, bahwa Allah menciptakan “ruang kosong roh” dalam diri manusia tidak bisa diisi oleh apapun juga termasuk perbuatan paling baik sekalipun, karena hanya Sang Pencipta itulah yang sanggup mengisi relung2 kosong dalam roh manusia! Dengan kata lain, perbuatan baik saja tetap akan berujung pada “Kekosongan roh”. Karena itulah upaya manusia untuk mengisi hidupnya dengan perbuatan baik saja akan berakhir dengan keletihan, capek dan sia2.

Seperti layaknya lagu ayu ting ting aja ya…?? alamatnya di mana…ya…?? salah alamat teyus…
Tapi kalaupun mau mencari…?? apakah sudah kenal wajahnya…?? Taroklah belum kenal wajahnya, tapi minimal sudah mengenal sifatnya dan kharakternya sajalah yang diketahui…walaupun itu juga dari cerita orang atau berdasarkan kabar burung bgitu…???

Tapi kalau mengenal ciri-cirinya, pasti apa yang dicari nanatinya ketemu juga , walaupun makan waktu…pastinya…

Mending cari pemandu saja untuk menuntun hingga lebih pasti dapat menemui apaa yang menjadi hasrat dan harapan untuk dapat bertemu dan ketemu langsung.

ini…oot saja ya…karena ini intermezo aja…

Tapi kalao benar ada orang mencari Allah…?? Orang seperti apa dulu kan…?? Yang benar masih buta samasekali ga kenal nama Allah…?? ATAU yang sudah kenal tapi sudah melupakan-Nya dan mencari-NYA lagi…??
Tapi kalau darai bunyi ayat Rom 3 : 11…??
Berarati orang tsb belum punya pengetahuan samasekali mengenai siapa itu Allah…jadi pasti ga akan menemuainya,
maka perlu dipandu dan diinjili…

Salam

Pengk 3 : 11
3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Allah menanamkan di dalam hati manusia, pengetahuan adanya penciptanya.

manusia memang mencari penciptanya, tetapi bukan penciptanya yang sebebnarnya.

pencipta menurut pikiran mereka dan keinginan mereka yang berdosa.

Roma 1
1:18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.

1:19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.

1:20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

1:21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

1:22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.

1:23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.

Paulus jelas mengatakan manusia mencari Allah yang menurut keinginan mereka sendiri.

manusia yang berdosa, tidak mempunyai kemampuan mencari Tuhan, sejak kejatuhan Adam, keterpisahan manusia dengan Allah, kehilangan kemuliaan Allah, jembatan yang tidak terseberangi oleh manusia.

Alalh yang datang mencari manusia, karena tidak ada yang mencari Allah.

Roma

1:25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.

3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.

3:11 Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah.

3:12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.

Diluar Kekristenan, orang mencari Allah dengan tujuan yg tidak jelas. Lagipula mengapa Allah dicari? Allah tidak pernah hilang! Buat apa mencari Allah? Kalaupun sekarang ini mereka mencari Allah, datang ke tempat ibadah, berteriak2 pakai megaphone (mungkin dianggap Allah itu tuli), bahkan pakai hio atau sesajen (mengulang aturan2 Taurat), mereka itu bukan mencari Allah! Mereka hanya ingin “memuaskan” kerinduan mereka untuk “berhubungan” dengan Yang Maha Kuasa, dengan Sang Pencipta. Apakah mereka menemukannya? Tidak! Yang mereka dapat hanya “damai” sesaat. Pulang dari upacara/ritual/tempat ibadahnya akan mereka dapati “roh” mereka tidak “terisi”.
Roh manusia hanya bisa diisi oleh “Firman”, dan Firman itu adalah Allah itu sendiri. Karena hanya Firman itulah yg berhak mengisi “kekosongan” roh manusia. Karena Yesus-lah pencipta manusia dengan tubuh, jiwa dan rohnya. Tidak ada apapun yg bisa “mengisi” roh manusia yg kosong itu! Iblispun tidak! Iblis hanya bisa masuk kedalam “jiwa” manusia. Roh manusia itu “zona eksklusif” yg khusus diperuntukkan bagi Firman Allah. Kalaupun mereka mencari2 Allah dengan caranya sendiri, itu tidak ada gunanya. Roh manusia mereka akan tetap tinggal kosong! Itulah sebabnya diluar Kekristenan: ibadah/ritual manusia= omong kosong!

Benar bro Lion of Judah,
Mereka mengira menemukan Allah dan mengklaim Allah mereka adalah Allah yang benar, padahal tidak ada kebenaran sama sekali didalamnya. Karena kita tahu hanya ada satu kebenaran yaitu Yesus Kristus. Tanpa mereka mengakui itu tidak mungkin mereka mengenal kebenaran, dan tanpa mengenal kebenaran sejati tidak mungkin mereka menemukan TUHAN sejati. :afro:

Yang menjadi masalah bukan hanya yang diluar kristen… yang di dalam kristen pun banyak yang demikian bro… setiap minggu beribadah di gereja namun tidak mendapatkan apa2…

Bro neon, kata-kata di bawah ini saya copaskan dari salah satu grup di facebook yg mayoritas orang2 keturunan Chinese yg mungkin sebagian dr mereka penganut Budha:

“Kita tidak tahu dari mana kita berasal sewaktu dilahirkan, juga tidak tahu kita akan ke mana setelah meninggal dunia nanti, maka dari itu, yang bisa kita lakukan hanyalah memanfaatkan sebaik mungkin waktu yang ada pada diri kita saat sekarang ini.”- Kata Perenungan Master Cheng Yen -

Disini bisa kita lihat, begitu frustasinya mereka akan asal-usul mereka. Sehingga jika bro bisa tanya sama mereka: “Apa tujuan hidupmu?” Mereka akan jawab: “Hidup ini bagi kami berarti kerja yang giat, cari uang yang banyak untuk menyenangkan anak istri.” Lalu, setelah tua dapet banyak uang? “Yah, sudah selesai, finish, mati!”
Kalau tujuan hidup cuma buat begitu saja, buat apa Tuhan menciptakan manusia? Bukankah hidup seperti itu benar2 membosankan dan tanpa makna?
Ini saya tulis dengan maksud teman2 FK lain juga tahu, ternyata itulah tujuan hidup orang Buddha! Memprihatinkan sekali!