Tanah Liat

“saat berada dalam tangan Tuhan, Anda menjadi butiran pasir yg indah yg menghiasi tepi pantai. Anda menjadi tanah liat yg dibentuk menjadi perabot yg mahal. Dan dr sebongkah batu, Anda dibuat menjadi intan dan permata yg berharga.”

Itu kutipan kata2 yg sy baca di sebuah renungan. dan dari situ sy langsung memikirkan kalimat yg tentang tanah liat dibentuk jd perabot yg mahal. Mungkin dah banyak yg dengar ttg kita adalah tanah liat dan Tuhan lah penjunan, yg membentuk tanah liat itu. bahkan ada lagunya jg kan… “Engkau penjunan ku tanah liat, bentuk jadikan ini doaku…” “bagaikan bejana siap dibentuk, inilah hidupku di tanganMu…” Ga tau kenapa kmrn sy diingatkan ttg hal tersebut… nah, mari sebentar sy ajak kita merenungkannya…
Bayangkan sebuah tanah liat di tangan seorang penjunan… kalau dalam bayangan sy, ada seseorang yg duduk memegang tanah liat dan di hadapannya ada sebuah entah mesin atau apa itu yg bisa berputar untuk membentuk tanah liat itu. mungkin sebagai tanah liat kita ga bisa ngmg kita mau dibentuk jadi apa… dan memang semuanya kembali lg terserah si penjunan akan membentuknya jadi apa. Cuma yg ak tangkap di sini adalah tanah liat jg ambil bagian akan jd apa dia dibentuknya. kalau tanah liat itu keras, otomatis akan susah dibentuk… demikian jg dengan hati kita… sbg ‘tanah liat’, apakah kita sudah memiliki hati yg mau dibentuk? apakah kita sudah melembutkan hati kita supaya Sang Penjunan bisa dgn mudah membentuk kita?
yang harus kita ingat adalah… memang Sang Penjunan yg akan membentuk tanah liat itu, tapi hasil akhir juga ditentukan oleh si tanah liat… dan jika sudah menjadi suatu benda, tinggal dilihat saja apakah benda tersebut menjadi benda yg berharga, atau yg hanya dilihat sebentar oleh org lalu ditinggalkan begtu saja, atau bahkan hanya untuk dibuang dan diinjak org dan itu berarti jd tidak ada harganya sama sekali.
Sekarang pertanyaannya adalah… hasil akhir seperti apakah yg kita inginkan saat Tuhan membentuk kita? Jangan pernah mengeraskan hati kita dan serahkanlah semuanya kepada Tuhan. percayalah saat kita tidak mengeraskan hati kita untuk dibentuk, Tuhan dapat membuat kita menjadi seperti benda yg sangat berharga. saat proses pembentukan mgk memang ada sakitnya, tp jangan fokus pada ‘kesakitan’ itu, tp ingatlah setiap proses yg kita lalui itu utk membentuk kita menjadi pribadi yg mahal harganya…

Tuhan memberkati. =)