[Tanya] - Menguji Hikmat dan Fenomena Illahi

Menguji Hikmat dan Fenomena Illahi

Sehubungan dengan begitu banyaknya kejadian yang melampaui batas pemikiran dan sulit untuk dicerna, baik yang dialami secara pribadi, ataupun dari sharing2 / kesaksian, yang berkaitan dengan pengenalan akan Allah juga termasuk didalamnya tentang apa sesungguhnya Allah kehendaki dalam arah kehidupan ibadah kita.

Mungkin saudara2 seiman disini, bisa bantu menjelaskan bagaimana cara kita mengujinya dan menelaahnya sehingga kita bisa punya sikap yang benar dan benar itu seperti yang memang benar2 Allah kehendaki.

Saya orang yang awam dan berusaha mengerti dan memahami, walaupun saya tertatih-tatih untuk mengerti dan selalu berusaha berjalan didalam apa yang menjadi kehendak Allah, walaupun itu masih terasa mengganjal didalam pemikiran dan didalam damai sejahtera saya …

Contohnya adalah saya diajar untuk mengenali kepalsuan dari menilai buah-buah Roh, akan tetapi dengan kemajuan teknologi sekarang, buah2 roh pun sangat sulit dibedakan antara yang asli dan yang palsu – mengingat karakteristik dan spesifikasinya sama persis

Juga dengan pernyataan bahwa hanya Allah lah yang maha tahu segalanya, akan tetapi dengan banyaknya kejadian, tentang manusia yang diangkat dan di bagi pengetahuan ke Illahian dan diturunkan kembali ke bumi untuk membuat kesaksian ( dari jaman nabi2 di kitab, hingga manusia2 di jaman sekarang) – sehingga membuat orang awam seperti saya , dan mungkin juga teman2 lainnya, semakin miris tentang makna dan hakekat dari pesan kebenaran yang sesungguhnya.

Mungkin teman2 di FK bisa share tuk bantu menyikapi dengan banyaknya ajaran2 yg sepertinya alkitabiah, utusan2 yg mengklaim mendapat wahyu atau pesan Allah yg terbaru, fenomena2 rohani yang terjadi – baik pribadi ataupun massal.

…Bagaimana cara menelaahnya, mengujinya, dan menyikapinya … bagi mereka yg berkecukupan hikmat … mungkin tidak akan terpengaruh … akan tetapi bagi saudara2 kita yang masih polos dan pertumbuhan imannya masih bayi, … hal ini bisa jadi timbul kegamangan sikap dan menimbulkan pergumulan di hati … sehingga tidak sampai menjadi tersesat oleh pengajaran yang memang tidak dikehendaki oleh Allah.

… itulah maksud dari thread ini agar yg masih belajar dan bertumbuh, bisa belajar memiliki pemahaman dan sikap yg memang benar Allah kehendaki berkenaan dengan karunia Hikmat dan pengalaman Supranatural keIllahian (pesan2 Allah yg terbaru)…

… semoga bisa ditarik benang merahnya … mohon maaf bila ada yg salah dalam penjabarannya, karena sy tak pandai menulis …motivasinya hanya ingin belajar tentang permasalahan ini, tuk memperluas wawasan dan memiliki dasar agar bisa dijadikan pegangan.

Terima kasih sebelumnya … :slight_smile:

Yuppp … ikut mencari tahu nih :slight_smile:

karena umumnya ada dua kelompok orang …

  1. Sangat mendalami Alkitab mengerti, namun sangat jarang mengalami hal2 supra natural, tolak ukur selalu Alkitab dengan penafsiran tertentu, sehingga bila ada kesaksian yang “wah” namun ada yang tidak sesuai dengan Alkitab ya ditolak.

  2. Lebih banyak mengalami pengalaman “roh”, merasa peka terhadap suara Tuhan, sering merasa mendapat tuntunan supranatural, mujizat, dll.

Biasa-nya sih kelompok 1 dan 2 lebih sering bertentangan dalam pendapat … yang satu mengatakan tidak sesuai Alkitab, yang satu lagi bilang sesuai alkitab koq, tapi kalau gak mengalami sendiri ya susah :smiley:

Nah menurut saya, kalau sama2 mau menguji pengalaman2 yang rohani yang “wah”, ya yang menguji harus orang2 kelompok dua juga :smiley:

Jadi misal ada seseorang merasa Tuhan mengatakan akan terjadi ini itu (spesifik ya bukan hal2 umum), nah orang2 lain yang juga merasa “peka” terhadap suara Tuhan dari berbagai golongan dan denom silahkan tanya ke Tuhan untuk konfirmasi :slight_smile:

i got that point, thx

damai sejahtera kali ya kuncinya
dan lolos dari pengujian FT

Pakailah ini sebagai patokan pedoman ukuran

Matius 22
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Matius 22
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

GBU