[Tanya] Purgatory

Syalom…

Saya mau tanya nih, apa yang dimaksud dengan purgatory?
Kayaknya teman-teman dari Roma Katolik bisa menjawab.

Cheers :happy0025:

Belum ada yang respon?

OK de… :happy0025:

Setahu gw sih Purgatory itu adalah nama sebuah group musik metal…! hehehe… ;D :character0093:

Tapi kalo gak salah purgatory itu artinya api penyucian (dulu saya sekolah di sekolah katolik ). Dimana terdapat sebuah tempat antara bumi dgn sorga, di tempat itu ada orang2 yang hampir2 tidak selamat. nah orang2 itu harus melewati proses penyucian / api penyucian untuk dapat masuk ke sorga. (kira2 gitu kali yah ?)

Api pencucian merupakan doktrin Katolik, dan ditolak oleh kalangan Protestan

Penolakan doktrin tersebut salah satunya didasarkan dari ayat ini :

Lukas 23:43 “Kata Yesus kepadanya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.’”

kalangan protestan percaya bahwa orang yang meninggal dalam Tuhan langsung menuju Firdaus. Jadi tidak singgah dimana mana, apalagi harus melewati api penyucian.

Mungkin saudara2 dari Katolik bisa menjelaskan tentang Purgatory ini…??

Purgatori dalam teologi Gereja Katolik Roma adalah sebuah proses penyucian setelah penghakiman tertentu dan sebelum masuk ke Surga. Salah satu dokumen pertama yang menyebut purgatorium adalah surat dari Benedictine Nicholas Santo Albans kepala Cistercian Peter Ceille pada 1176 (Haggh, 1997).

Sumber : id.wikipedia.org

baca juga disini yach :happy0025:

http://www.newadvent.org/cathen/12575a.htm

ga tau tuh artinya apaan, tapi dari penjabaran postingan di atas + encyclopedia itu kok jadi aneh yak? kok sama dengan pemahaman ajaran bani kedar yang masuk ke akhirat dulu (dihukum dulu atas dosa2nya) setelah suci baru bisa masuk surga… :rolleye0019:

OK.

Definisi dari New Advent:

Purgatory (Lat., “purgare”, to make clean, to purify) in accordance with Catholic teaching is a place or condition of temporal punishment for those who, departing this life in God’s grace, are, not entirely free from venial faults, or have not fully paid the satisfaction due to their transgressions.

The faith of the Church concerning purgatory is clearly expressed in the Decree of Union drawn up by the Council of Florence (1431) (Mansi, t. XXXI, col. 1031), and in the decree of the Council of Trent which (Sess. XXV) defined:

“Whereas the Catholic Church, instructed by the Holy Ghost, has from the Sacred Scriptures and the ancient tradition of the Fathers taught in Councils and very recently in this Ecumenical synod (Sess. VI, cap. XXX; Sess. XXII cap.ii, iii) that there is a purgatory, and that the souls therein are helped by the suffrages of the faithful, but principally by the acceptable Sacrifice of the Altar; the Holy Synod enjoins on the Bishops that they diligently endeavor to have the sound doctrine of the Fathers in Councils regarding purgatory everywhere taught and preached, held and believed by the faithful” (Denzinger, “Enchiridon”, 983).

Further than this the definitions of the Church do not go, but the tradition of the Fathers and the Schoolmen must be consulted to explain the teachings of the councils, and to make clear the belief and the practices of the faithful.

Very Interesting!

Dahulu pernah diskusi ma tetangga dari bani kedar, istilah yang mereka gunakan adalah “perebusan”, yah… amper sama sih cara kerja-nya ama pencucian… :azn:

halah, diREBUS? abis itu baru masuk surga? :rolleye0019:

hmmm…setelah sekian lama mengamati topik ini, saya punya gambaran tentang jawab2an disini…
dan ini saya sarikan sedikti mengenai Api Penyucian, saya ambil dari tulisan disalah satu situs web krn sesuai dgn apa yg mau saya utarakan…

Paham api penyucian

Paham bahwa sesudah mati dosa-dosa seseorang masih mungkin diampuni tidak hanya dapat disimpulkan dari 2 Mak 12 saja, tetapi juga dari sabda Yesus ini:

“Apabila seorang mengucapkan sesuatu tentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, didunia ini tidak, dan didunia yang akan datang pun tidak” (Mat 12:32)

Kesimpulan yang bisa kita tarik dari ayat ini ialah: kalau ada dosa tertentu yang tidak dapat diampuni baik di dunia ini maupun di dunia yang akan datang, maka ada pula dosa-dosa lain yang bisa diampuni baik di dunia ini maupun di dunia yang akan datang.
Masalahnya sekarang: di mana dan bagaimana dosa-dosa itu diampuni? Kalau orang masuk surga, tentunya itu berarti bahwa dia sudah tidak lagi mempunyai dosa yang membutuhkan pengampunan. Di surga tidak mungkin ada dosa.
Sebaliknya, kalau orang masuk neraka, baginya tidak ada lagi kemungkinan untuk masuk surga (bdk Luk 16:19-31).

Jadi bagaimana mungkin ada dosa-dosa yang bisa diampuni sesudah orang mati sehingga keadaan mereka akan berubah? Karena keadaan orang yang masuk surga atau neraka akan definitif (artinya sudah tidak bisa diubah lagi),
maka Gereja Katolik berkeyakinan bahwa ada kemungkinan ketiga sesudah orang mati: yakni “api penyucian”.

Api penyucian adalah suatu keadaan sementara di mana orang-orang mati tidak masuk neraka, tetapi di sisi lain mereka belum siap masuk surga karena dia masih mempunyai banyak cacat-cela dan akibat-akibat dosanya masih melekat padanya. Untuk memahami hal ini perlu kita ketahui paham Gereja Katolik mengenai dosa. Setiap dosa tidak hanya menjauhkan hubungan manusia dengan Tuhan, melainkan mengakibatkan juga ketidak sempurnaan dan
cacat-cela bagi jiwa si pendosa dan biasanya mendatangkan hukuman dari Tuhan. Jadi, meskipun dosa-dosa orang yang sudah diampuni, itu tidak berarti bahwa semuanya sudah beres. Memang dosa-dosanya sendiri sudah diampuni Tuhan dan karenanya si pendosa itu
diterima kembali oleh Tuhan, tetapi akibat-akibat dosa dan silih/hukuman bagi dosanya masih perlu ditanggung oleh si pendosa.

Di mana orang itu harus menjalani semuanya ini, jika dia mati sebelum sempat menjalankan semuanya itu selama masih hidup di dunia? Tidak mungkin di neraka atau pun di surga yang sudah definitif itu.

Maka dari itu jawaban Gereja Katolik adalah: di api penyucian yang sifatnya cuma sementara.
Di sanalah terjadi proses pemurnian; di sanalah hati orang diubah dan disiapkan agar dia pantas bersatu dengan Tuhan, dan disana pula orang dibebaskan dari dosa-dosa kecil yang belum diampuni, dan di sana pula orang harus menjalani hukuman akibat dosa-dosanya. Proses semacam itu menyakinkan, dan karenanya dilambangkan dengan api.
Disana orang dimurnikan seperti emas yang dimurnikan dalam api.

Pada jaman Yesus, ada aliran Yahudi (dari sekolah rabbi Schammai) yang atas dasar Za 13:9 berpendapat bahwa ada tempat penyiksaan di dunia lain di mana orang dipersiapkan untuk menikmati hidup kekal.

Dalam lingkungan Gereja sendiri sejak abad kedua (jadi suatu masa yang cukup dekat dengan jaman para rasul) sudah dikenal praktek mendoakan orang mati, dan pada abad ketiga dikenal praktek mendoakan orang mati dalam misa. Latar belakang praktek ini adalah paham api penyucian.

Memang para bapak Gereja (baik dari Gereja Barat maupun Gereja Timur: Tertulianus, Origenes, Agustinus, Yohanes Chrysostomus, dsb) pada umumnya menerima adanya tempat penyucian. Hakekat api penyucian adalah “tempat” atau “keadaan” sementara sebagai persiapan ke surga. Jelas, paham ini sudah tua sekali dan menurut iman katolik termasuk Tradisi rasul. Jadi, ayat-ayat Alkitab yang tidak begitu jelas, menjadi lebih jelas bila kita baca dalam terang Tradisi.

Oleh karena itu ajaran tentang api penyucian ini diteguhkan pertama kali oleh Paus Gregorius Agung pada tahun 593, lalu diteguhkan sebagai dogma oleh Konsili Florence (tahun 1430) dan oleh Konsili Trente (tahun 1548).

Lebih manusiawi dan masuk akal.

Jika di satu sisi seseorang mati tanpa mempunyai dosa-dosa berat dan serius yang membuat dia layak masuk neraka, tetapi di sisi lain dia mati sebelum sempat meminta ampun atas dosa-dosa kecil yang telah diperbuatnya atau dia belum sempat membuat silih atas dosa-dosanya itu, bagaimana nasibnya? Tidakkah perlukah ia mempertanggung-jawabkan juga dosa-dosa kecil tersebut, seperti sabda Yesus:

“Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung-jawabkannya pada hari penghakiman” (Mat 12:36)?

Andaikan ada seorang yang selama hidupnya pendosa besar tetapi yang sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, bertobat, apakah ia langsung masuk surga? Tidak adakah perbedaan antara nasib orang itu dengan nasib orang-orang lain yang sepanjang
hidupnya berjuang untuk hidup saleh? Kedua sama-sama masuk surga tanpa ada perbedaan?

Apakah ucapan Yesus kepada penyamun yang bertobat di kayu salib,
“Sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (Luk 23:43) merupakan rahmat yang berlaku untuk semua orang?
Ataukah hal ini cuma kasus istimewa?

Menurut hemat kami, ajaran mengenai api penyucian lebih sesuai dengan martabat manusia
yang harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya kepada Tuhan.
Itu berarti bahwa seseorang yang belum sempat mempertanggungjawabkan dan memperbaiki akibat dosa-dosanya sewaktu dia masih hidup di dunia ini perlu mendapat cara untuk melakukan hal itu sesudah mati.
Dalam hal ini Gereja Katolik berbeda paham dengan Gereja Protestan yang berkeyakinan bahwa orang yang sepanjang hidupnya berdosa pun, langsung diampuni dosa-dosanya dan karenanya boleh masuk surga, asalkan dia bertobat sebelum mati.
Jadi bagaimana Yesus bisa berkata bahwa setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman?

(tambahanku : → apakah klo hidup ini saya membunuh, mencuri, memperkosa, merampok,kemudian sedetik sebelum ajal, bertobat, maka saya masuk surga ???
klo begitu, kata2 sia2ku ga diperhitungkan lagi dong ya ???
)

salam damai

by Cah_Samosir

Dalam hal ini Gereja Katolik berbeda paham dengan Gereja Protestan yang berkeyakinan bahwa orang yang sepanjang hidupnya berdosa pun, langsung diampuni dosa-dosanya dan karenanya boleh masuk surga, asalkan dia bertobat sebelum mati. Jadi bagaimana Yesus bisa berkata bahwa setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman?

(tambahanku : → apakah klo hidup ini saya membunuh, mencuri, memperkosa, merampok,kemudian sedetik sebelum ajal, bertobat, maka saya masuk surga ???
klo begitu, kata2 sia2ku ga diperhitungkan lagi dong ya ???

Penjahat yang disalib disebelah Yesus, tentulah perbuatan-nya amat teramat jahat, seengga2-nya dalam beberapa waktu sebelon disalib, mungken juga emang dari kecil udeh terbiasa berbuat jahat.

Yesus engga meliat dosa2nya, Dia engga mengingat2 pelanggarannya. Yang DIA perhitungkan adalah pertobatan-nya! Dosa (besar/kecil/sedeng/imut/dikit/gede) tidak berkuasa atas kita kalo kita bertobat.

Mari bertobat sejak dini sebelon terlambat… :afro:

Kalo udeh disediakan tempat oleh Bapa (lebih dari yang disediakan oleh Presiden), ngapain pulak kudu melewati pencucian? Iya kalo tempat dan keadaan pencucian itu menyenangkan, lah kalo kaga? :azn:

He…he…he…ya geto deh…
Kata mereka, manusia tuh ampir tidak ada yang bisa langsung masuk surga, even orang itu beragama “bani kedar”. Lama engganya mengalami “perebusan” tergantung besar kecilnya dosa. :azn:

maaf bro…saya anggap pendapat kamu dan diatasnya adalah pendapat anak SD yg tidak ada niat utk diskusi dgn baik, selain utk menjelek2an…

saya sdh tuliskan diatas, bahwa dalam Katolik, kasus yg disalib bersama Yesus adalah kisah khusus…
skr saya mau bertanya kepada anda sbg seorang SS :

  1. Layakkah orang yg berdosa masuk surga ??
  2. “Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung-jawabkannya pada hari penghakiman” (Mat 12:36).
    apakah menurutmu, setiap orang tidak akan dimintai pertanggungjawabannya ???
  3. apakah yg mengimani Yesus (klo dia berdosa, dalam hal ini dosa ringan), akan masuk neraka ?
  4. tambahan yg saya buat :
    apakah klo hidup ini saya membunuh, mencuri, memperkosa, merampok,kemudian sedetik sebelum ajal, bertobat, maka saya masuk surga ???

tolong dijawab bro hal diatas menurut protestan…

Bro Cah_samosir,
Saya coba jawab dengan pandangan saya sendiri dan apa yang saya tahu, tapi sebelum itu, coba perjelas lagi pertanyaan anda (no 1,3,4):

1. Layakkah orang yg berdosa masuk surga ??
Coba kasih contoh orang yang berdosa dan orang yang tidak berdosa.
2. "Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung-jawabkannya pada hari penghakiman" (Mat 12:36). apakah menurutmu, setiap orang tidak akan dimintai pertanggungjawabannya ???
Menurut saya, akan ada hari penghakiman, tapi saya tidak tahu tata cara penghakiman tersebut.
3. apakah yg mengimani Yesus (klo dia berdosa, dalam hal ini dosa ringan), akan masuk neraka ?
Apa itu dosa ringan dan apa itu dosa berat?
4. tambahan yg saya buat : apakah klo hidup ini saya membunuh, mencuri, memperkosa, merampok,kemudian sedetik sebelum ajal, bertobat, maka saya masuk surga ???
Sebelum saya jawab, apakah setelah semua itu, anda menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat?

Bro Cah_samosir,
Saya coba jawab dengan pandangan saya sendiri dan apa yang saya tahu, tapi sebelum itu, coba perjelas lagi pertanyaan anda (no 1,3,4):

1. Layakkah orang yg berdosa masuk surga ??

ini pertanyaan apa ?? saya rasa pendidikan anda sudah cukup tinggi utk menjawab itu…tinggal anda jawab pertanyaan saya…

2. "Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung-jawabkannya pada hari penghakiman" (Mat 12:36). apakah menurutmu, setiap orang tidak akan dimintai pertanggungjawabannya ???

dan anda sendiri, sbg orang yg percaya kepada Yesus mau ga hanya krn anda nyontek or anda hanya boong dikantor mengatakan sakit tapi tidak sakit (salah satu kata sia2), pada hari penghakiman anda mau langsung masuk neraka ???

3. apakah yg mengimani Yesus (klo dia berdosa, dalam hal ini dosa ringan), akan masuk neraka ?

mungkin anda harus lebih banyak baca alkitab…or anda tidak membaca semua yg saya tuliskan pertama kali…

“Apabila seorang mengucapkan sesuatu tentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, didunia ini tidak, dan didunia yang akan datang pun tidak” (Mat 12:32)

yg saya garis bawahi adalah dosa yg berat…tidak ada ampun, langsung masuk neraka…

4. tambahan yg saya buat : apakah klo hidup ini saya membunuh, mencuri, memperkosa, merampok,kemudian sedetik sebelum ajal, bertobat, maka saya masuk surga ???

saya dari dulu, sekarang dan selamanya meyakini Yesus sebagai Tuhan dan Juru slamat…
so, jawaban atas pertanyaan saya itu ?? apa kah saya akan langsung masuk surga ??

boleh ya ikut kasih opini @bro cah…

ngga ada manusia manapun yang layak (tadinya) karena semua manusia udah berbuat dosa (Roma 3:23). tapi kan DARAH YESUS KRISTUS yang melayakkan… (1Petrus1: 18-19) dan buah dosa adalah KEMATIAN jasmani namun ada jaminan keselamatan (Efesus 2:5)

pasti akan dimintakan bro, baca deh matius 7:21-23, jadi kita harus sadar siapa kita… tubuh kita harus dipakai untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus termasuk apa yang keluar dari perkataan kita… daripada diusir sama Tuhan “enyah”… :wink:

bro, di dalam ajaran kita ngga ada tuh yang namanya dosa ringan atau dosa besar. semua dosa namanya dosa, dosa upahnya maut, maut itu apa? kematian. tetapi jika seseorang mati di dalam Tuhan alangkah menyenangkan kenapa? karena: (Filipi 1:21, Roma 10:9, Mazmur 116: 15)

asalkan bertobat kepada Tuhan Yesus Kristus saya yakin dia masuk surga… (bukan tobat sama yang lain yaa…) kan udah ada contohnya…
-Lukas 23:39-43
-ROMA 10:9

@Cah_samosir, erzet udah jawab, dan dari jawabannya anda sudah bisa lihat kenapa saya bertanya mengenai pertanyaan anda.

dan anda sendiri, sbg orang yg percaya kepada Yesus mau ga hanya krn anda nyontek or anda hanya boong dikantor mengatakan sakit tapi tidak sakit (salah satu kata sia2), pada hari penghakiman [u]anda mau langsung masuk neraka [/u] ???

Bro cah_samosir, hanya karna saya tidak mau masuk neraka, bukan berarti saya punya hak untuk membuat peraturan.

Sodara Cah_Samosir bukan sedang menuduh diriku pan? :coolsmiley:

Soale apa yang diriku tulis berdasar pengalaman pribadi dan juga berdasar tulisan sodara diatas… :azn:

by Cah_Samosir

saya sdh tuliskan diatas, bahwa dalam Katolik, kasus yg disalib bersama Yesus adalah kisah khusus... skr saya mau bertanya kepada anda sbg seorang SS : 1. Layakkah orang yg berdosa masuk surga ?? 2. "Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung-jawabkannya pada hari penghakiman" (Mat 12:36). apakah menurutmu, setiap orang tidak akan dimintai pertanggungjawabannya ??? 3. apakah yg mengimani Yesus (klo dia berdosa, dalam hal ini dosa ringan), akan masuk neraka ? 4. tambahan yg saya buat : apakah klo hidup ini saya membunuh, mencuri, memperkosa, merampok,kemudian sedetik sebelum ajal, bertobat, maka saya masuk surga ???

tolong dijawab bro hal diatas menurut protestan…

Kalo sodara mengalami seperti penjahat yang disalib itu, sodara masuk juga dalam katagori “khusus” dimaksud. :afro:

Jawaban diriku sebage pribadi (bukan atas nama protestan, bukan pulak atas nama denominasi, sebab kalo atas nama mereka, kudu konfirmasi dahulu ke mereka…kelamaa-an pan bro… :happy0062:)

  1. Engga layak
  2. Tentu tidak. Setiap orang kudu sesuai ayat dimaksud.
  3. Mengimani Yesus koq bikin dosa? Maksud-na Yesus yang mana? Upah dosa -----> binasa. That’s it
  4. Yup!
    Saran diriku buat yang no.4 : kalo bisa sodara Cah_Samosir jangan ampe kayak geto, bukan apa2, takutnya terlambat bertobat. Penjahat yang disalib disebelah Yesus, untungnya kaga terlambat bertobat, coba kalo telat… :mad0261:

Oya, kalo pertanyaan2 itu diriku kembalikan kepada dirimu, apa jawab dirimu? Tenkyu… :coolsmiley: