tanya: ttg sifat-sifat bagi Allah

Maaf, jujur aja, saya beragama Islam

Tanpa membandingkan, kalau dalam agama saya ada prinsip dasar tentang sifat Allah
yaitu:

  1. Menetapkan segala sifat yang memang ada di Kitab Allah atau disampaikan oleh utusan Allah (Muhammad) tanpa merubah konteks maupun makna. (Karena Allah tidak kita lihat dengan indera kita, maka satu-satunya jalan untuk mengetahui sifatnya hanyalah dengan Kitab yang telah Dia turunkan atau rasul yang Dia utus sebagai perantara)

  2. Meyakini, bahwa semua sifat-Nya adalah sempurna tiada sedikitpun cacat maupun kurang.
    (Ini merupakan fitrah yang ditanamkan di hati manusia, yaitu kesempurnaan dan ketiada kurangan penciptanya dan pencipta alam semesta ini)

  3. Menjauhi sikap menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya dan menerka-terka sifat dan bentuk dengan akal kita. (Hal ini dikarenakan makhluk-Nya (manusia atopun yg lain) tidak ada yang sempurna, sebaliknya Allah Maha sempurna. Terus, kita tidak boleh menerka dengan akal, karena kita sadar bahwa akal memiliki batas, secerdas apapun itu.)

tiga dasar tersebut benar-benar ada dasarnya dalam kitab suci kami (Al-Quran) dan tidak kami buat2.

pertanyaannya,

  1. Apakah dalam kristen ada dasar-dasar tentang sifat-sifat Allah? dalam arti apa yang Allah perbuat, apa yang ada pada-Nya dan apa yang tidak mungkin bagi-Nya, pokoknya segala yang terkait dengan sifat-Nya?
  2. Saya yakin, kita semua pasti meyakini bahwa Allah itu sempurna kan? tidak mungkin bila anda meyakini bahwa Pencipta anda memiliki kekurangan seperti anda.
  3. Yang terakhir, tentang trinitas, jika memang Allah memiliki anak, bukankah ini merupakan kekurangan bagi-Nya? dimana hal itu mengharuskan Allah membutuhkan kepada yang lain, yang kemudian mencacat kesempurnaanNya?

maaf bila agak menyinggung, mohon jawabannya…

Lalu manusia itu apa? Budak Allah?

Saya bukan Kristen, jadi utk daftar pertanyaan re1234 saya gak bisa jawab.
Cuma pengen kasih pandangan pribadi aja pada quote kamu berikut :

Pada yang saya merahin, merubah konteks maupun makna tentu tidak.

Namun pada kata “makna” — tidakkah perlu di kaji DENGAN AKAL BUDI, apakah itu makna literal ataukah kiasan ?

misal contohnya seperti dibawah ini :

3. Menjauhi sikap menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya

versus

  1. Meyakini, bahwa semua sifat-Nya adalah sempurna tiada sedikitpun cacat maupun kurang.
apabila yg oranye dimaknai literal, maka artinya manusia manusia ciptaannya HARUS menjauhi segala sifat2nya yg MahaKasih dan MahaPengampun.

Kecuali dimengertikan Allah MahaPembunuh dan MahaPemarah secara literal (karena di PL terkesan memang begitu dinyatakan) - maka ya seyogyanya yang no. 3 tsb diatas perlu diberlakukan pada manusia… :slight_smile:

Tetapi tentu bukan begitu kan artinya ?
Oleh karena itulah Hikmah (akal budi) tetap harus digunakan… :slight_smile:

dan [b]menerka-terka[/b] sifat dan bentuk dengan akal kita. (Hal ini dikarenakan makhluk-Nya (manusia atopun yg lain) tidak ada yang sempurna, sebaliknya Allah Maha sempurna. Terus, kita [b]tidak boleh menerka dengan akal[/b], karena kita sadar bahwa [b]akal memiliki batas[/b], secerdas apapun itu.)
menerka dgn interpretasi sebenernya gak beda jauh.... menurut saya, AKAL itu sendiri adalah pemberian Allah.... dan bagi saya pribadi, AKAL yg terbatas ini tak gunakan utk mengerti/menerka/menginterpretasi kalimat2 yg ada di KitabSuci.

Cukup banyak kalimat2 di Kitab yang saya baca yang sulit dimengerti, yang satu satunya jalan adalah dgn menerka/menginterpretasi… dan ini perlu menggunakan AKAL (tentunya bukan akal bulus, tapi akal budi yg terbatas :)).

Berikut salah satu ayat yg perlu AKAL (walopun terbatas) untuk menginterpretasikannya :

Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua

apabila semua orang yg percaya kitab suci tidak mau “menerka” dgn akal ayat diatas, maka akan banyaklah orang picek ato bahkan jadi pada buta didunia ini. ;D

kalau dalam agama saya [b]ada prinsip dasar tentang sifat Allah[/b]
Gak usah dijawab... tapi mungkin bisa untuk dijadikan bahan pertanyaan bagi dirimu sendiri : Q : Siapakah yang membuat prinsip tsb ? A : Allah

Q : melalui apa prinsipNYA sendiri itu Dia nyatakan ?
A : Kitab Suci (Allah menyatakan prinsip ttg diriNYA melalui KitabSuci)

Q : Apakah prinsip no. 1-2-3 tertulis literal di KitabSuci ? :
Allah berfirman : “Inilah Prinsip Dasar mengenai diri Saya… no.1 … no.2 dan no. 3”.
A : saya pribadi tidak tau, kamu sendiri sbg pemegang prinsip tentu yang tau…:slight_smile:

Kalo yang coklat tsb memang tertulis literal seperti itu, maka memang tidak perlu digunakan akal untuk menyatakan : “ada prinsip dasar tentang sifat Allah”.

Kalo yang coklat tsb ternyata tidak tertulis literal, maka jelas… “ada prinsip dasar tentang sifat Allah” adalah hasil interpretasi manusia menggunakan AKAL budi.

satu-satunya jalan [b]untuk mengetahui [/b]sifatnya hanyalah dengan Kitab yang telah Dia turunkan atau rasul yang Dia utus sebagai perantara
apakah artinya itu sso menjadi TAHU [b]secara sempurna[/b] tentang keIlahian Allah ? Nggak kaan ?

Dengan apa untuk mengetahui sifatnya yg tertulis di Alkitab ?
Apa yg tertulis jelas terbatas dan tentu dgn AKAL yg terbatas pula sso mengetahui sifatnya yg tertulis di KitabSuci.

Sekali lagi, ini menurut saya nonK…
jadi jangan diumpan balik tanya ke yang Kristen yah…:slight_smile:

salam.

nah, pinter!!! manusia adalah hamba Allah. :afro:

yap, makasih, kesalahpahaman mas mungkin dikarenakan bahasaku yang gak jelas, jadi mohon maklum

  1. mungkin kamu memahami bahwa akal sama sekali tidak digunakan dlm memahami kitabsuci, namun bukan itu maksudku, aku membatasi pada hal-hal yang tidak bisa dicapai akal manusia. (seperti sifat Allah “bagaimana bentuk Allah dan wujud-Nya?”. bila akal sama sekali gak dpakai, lantas untuk apa akal diciptakan?

  2. mungkin kamu memahami segala harus dipahami\ditafsir antara literal atau kias. bukankah ayat maupun kabar itu bermacam2? yang tentunya bermacam pula cara memahaminya, yang jelas adalah tidak adanya pertentangan dalam penafsirannya. gak bisa disama ratakan bukan?

mungkin itu aja mas/mbak, kalau pun salah, itu semata2 salah/bodoh pengungkapan dariku aja, tidak ada kesalahan dalam agamaku…

Ngapain Allah menciptakan hamba segala?

re1234, makasih juga atas koreksimu.

namun bukan itu maksudku, aku membatasi pada [b]hal-hal yang tidak bisa dicapai[/b] akal manusia. (seperti sifat Allah "bagaimana bentuk Allah dan wujud-Nya?". bila akal sama sekali gak dpakai, lantas untuk apa akal diciptakan?
Saya sebenernya mengerti dgn maksud re1234 ... namun maksud saya disini adalah : Kalo kita kita sendiri sudah terbatas DAN pengetahuan ttg keIlahian Allah yg kita baca di KitabSuci PUN sudah terbatas, apalagi yang mau dibatasi ?

Kalo di KitabSuci ada kalimat Allah mengampuni orang bertobat, lalu apa lagi reka-mereka yang diluar batas ? selain sejauh Allah MahaPengampun ?

Kecuali kalo mereka-reka Allah MahaDengki, nah itu baru-lah yang namanya tidak menggunakan AKAL BUDI…:slight_smile:

2. mungkin kamu memahami segala harus dipahami\ditafsir antara literal atau kias. bukankah [b]ayat maupun kabar itu bermacam2[/b]? yang tentunya [b]bermacam pula cara memahaminya[/b], yang jelas adalah tidak adanya pertentangan dalam penafsirannya. gak bisa disama ratakan bukan?
Betul.

btw, karena saya masih kurang “nangkep” pengertian kalimatnya…bisa tolong kamu jelaskan/jabarkan maksud kalimatmu berikut dgn memberi misal/contoh ? :

Menjauhi sikap menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya dan

yang ini :

menerka-terka sifat dan bentuk dengan akal kita.

Juga yang ini ? :

kita tidak boleh menerka dengan akal
mungkin itu aja mas/mbak, kalau pun salah, itu semata2 salah/bodoh pengungkapan dariku aja, tidak ada kesalahan dalam agamaku..
Tidak ada yang bodoh disini, yang ada semua belajar dgn AKAL BUDI yg terbatas (Hikmah)...

Tidak ada penuduhan salah/bener suatu aliran kepercayaan …
yang ada bagaimana sso dgn Hikmah yg terbatas mengertikan KitabSucinya masing2.

:slight_smile:
salam.

Syalom bro re1234. :slight_smile:
Secara… aku setuju dgn pandangan bro oda, n rekan2 lainnya…
Aku sekedar mw menambahkan n diskusi perbedaan Kristen n Islam to seek the truth…

  1. Sepengetahuan aku, Allah tidak pernah declare/proclaim sifat-Nya… Allah berfirman: “Aku yg menciptakan langit bumi”, dsb ayat… tapi tidak berkata: “Aku Maha begini, Maha begitu”
    Nabi, Rasul, umat yg menafsirkan “sifat-Nya” dari hal2 yg dilakukan Allah.
    Sifat” berkaitan dgn Emosi, Pikiran, Kehendak yg diketahui dari Firman n perbuatan Allah.
    EXIST” berkaitan dgn WUJUD, BENTUK secara ROH ataupun TUBUH.

Secara umum, kristen menyebut “sifat Allah” = Kasih.
(1John 4:8) Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
(1John 4:10) Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
Apapun yg Allah lakukan seperti dikisahkan dlm PL… intinya adalah “KASIH

Diskusi ya… Kalo boleh aku mau tanya…
Bro mengklaim – Kitab Allah atau disampaikan oleh utusan Allah (Muhammad) tanpa merubah konteks maupun makna[/b]
Menurut bro, Nabi Muhammad termasuk yg diberi wahyu jenis mana diantara penjabaran berikut:

WAHYU<<
Pengertian “Wahyu” yg diturunkan pada para nabi, rasul
(1 Kor 12:10) Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan ‘BAHASA ROH’, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan ‘BAHASA ROH’ itu.
(Mark 16:17) Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,

Ada 2 metode:
A. Semacam membuka “indra keenam”… memberi “ilham, inspirasi” kemudian para nabi itu menterjemahkan penglihatan, pendengaran yg diterima dgn akalnya agar bisa disalurkan lagi n bisa dipahami maknanya oleh umat… sifat Firman Allah itu dinamis artinya umat pada periode jaman dulu dgn kondisi mereka, penafsirannya bisa beda dgn umat jaman sekarang… namun inti pesan tetap sama.

(2 Tim 3)
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

(2Ptr 1:21) sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

B. Roh Kudus itu bicara dgn perantaraan nabi,rasul sehingga mereka berbicara dgn sendirinya… dibagi lg menjadi dua: “yg dimengerti” n “yg harus ditafsirkan”

  • (2Sam 23:2) Roh TUHAN berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku;

  • (Kis 2:4) Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

  • (1Kor 14)Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
    Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.
    Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

kekurangan? engga dong, malah sebaliknya trinitas adalah perwujudan Kasih yg sempurna. kan Allah itu Kasih dan AnakNya YESUS KRISTUS adalah penyataan dari Kasih Allah itu.
Yoh 1:14 Firman itu … … penuh kasih karunia dan kebenaran.
Kolose 1:19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,
Kolose 2:9 Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,

bisa diterawang kan?
Jadi …

Yoh 15:9 “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.”

Mau dong! :happy0025:

Allah mempunyai “Anak” jgn di tafsirkan seperti anak biologis manusia, yg harus kawin dan mengandung dulu. Itulah salah satu kesalahan muhammad dalam menafsirkan Alkitab, selalu menafsirkan scr literal.

Tuhan berhenti/break/istirahat mencipta setelah hari ke 6, dikatakan : “masa Tuhan capek?”
Dari situ saja dapat di ketahui bahwa AQ hanyalah pengertian pribadi muhammad, bukan wahyu Allah.

Salam

pertanyaannya, 1. Apakah dalam Kristen ada dasar-dasar tentang sifat-sifat Allah? dalam arti apa yang Allah perbuat, apa yang ada pada-Nya dan apa yang tidak mungkin bagi-Nya, pokoknya segala yang terkait dengan sifat-Nya? 2. Saya yakin, kita semua pasti meyakini bahwa Allah itu sempurna kan? tidak mungkin bila anda meyakini bahwa Pencipta anda memiliki kekurangan seperti anda. 3. Yang terakhir, tentang trinitas, jika memang Allah memiliki anak, bukankah ini merupakan kekurangan bagi-Nya? dimana hal itu mengharuskan Allah membutuhkan kepada yang lain, yang kemudian mencacat kesempurnaanNya?

maaf bila agak menyinggung, mohon jawabannya…

Sifat2 Allah; Kasih, Suci, Adil, Sempurna, dasarnya sifat2 Allah kekal, tidak berubah dan tidak ada yang tidak mungkin (kecuali berbuat dosa). :afro:
Allah kasih : Dia menginginkan manusia masuk dalam kerajaanNya
Allah suci : Dia tidak dapat digabung dengan orang berdosa
Allah adil : Dia menghukum orang bersalah, menghargai orang yang benar
Allah sempurna : Tidak ada yang tidak tahu pada Dia (Sebelum kekekalan, Dia sdh menetapkan segalanya)

Allah mempunyai anak? :coolsmiley: (anak yang dalam pengertian hasil pertemuan antara sperma dan sel telur?) Allah tidak mempunyai anak. Anak Allah adalah suatu istilah yang diberikan Allah kepada manusia bahwa ia (manusia) mempunyai hubungan yang sangat khusus dengan Allah.

Trinitas : Allah Bapa yang menciptakan langit dan bumi, dan karena dunia telah jatuh dalam dosa maka Allah Anak ditugaskan menjadi kurban untuk menebus orang2 berdosa dan Allah Rohkudus ditugaskan untuk menjaga/memelihara orang2 yang sdh ditebus.
Jadi apakah Allah ada 3? Allah itu esa dan Allah itu Roh adanya :slight_smile:

Allah membutuhkan “yg lain” untuk mencatat kesempurnaannya? Allah sendiri yang melakukannya; Allah yang mengasihi manusia; Allah yang menebus manusia berdosa (melalui Yesus Kristus); dan Allah yang memelihara anak2Nya di dunia (melalui Rohkudus)

“Manusia” yang dijadikan oleh TUHAN dapat disebut juga dengan sebutan Anak ALLAH –bukan anaknya iblis–
Artinya kita tahu bahwa ketika kita menyebut mahkluk hidup itu dengan sebutan: “Manusia” --maka sebenarnya-- kita sedang menyebutnya sebagai Anak ALLAH; Begitu juga arti sebaliknya ketika kita menyebut mahkluk hidup itu dengan sebutan Anak ALLAH; Artinya MANUSIA.
Paham?

Tetapi masalahnya adalah: Apakah sodara dan saya benar-benar Manusia? :coolsmiley:

Salam,

Saudara ku, ada satu hal dimana anda keliru dalam memahami makna Rasul, sebab Rasul itu artinya UTUSAN ALLAH, jadi SIAPAPUN dapat MENJADI RASUL, tidak hanya orang yang anda sebut diatas, tetapi tidak SEMUA dapat menjadi NABI ==> Inilah salah satu yang membedakan Ajaran Kita, dalam Kristen, Rasul memiliki pengertian Utusan Yesus, yaitu : 12 Murid Yesus + Rasul Paulus.

Mengenai Sifat2 Allah, kita tidak akan memiliki titik temu, sebelum kita memahami Hakikat Allah itu sendiri, sebab banyak orang yang telah salah kaprah, dimana Hakikat Allah itu sering disamakan artinya dengan Sifat-Sifat Allah.

Mengenai Ajaran Tritunggal, maka saya tidak sependapat dengan anda, sebab TIDAK SEMUA Kristen mengakui Ajaran Tritunggal, seperti kelompok kami yang merupakan pengikut dari Konsili Nicea dan menolak Konsili Khalsedon, dari dahulu sampai saat ini ( sudah mencapai 2.000 tahun, sejak Gereja Pertama kami di bangun oleh Rasul Petrus dan Yohanes sampai saat ini ), kami MENENTANG dan MENOLAK AJARAN TRITUNGGAL, tetapi kami MENJUNJUNG TINGGI KONSEP yang ditetapkan oleh KREDO NICEA, yang merupakan ajaran yang ditetapkan oleh Para Rasul, yaitu : MENGAKUI ALLAH YANG ESA dan BUKAN TRITUNGGAL, tetapi “ALLAH YANG ESA” yang menyatakan diri dalam 3 Eksistensi, menyatakan diri kepada Bangsa Israel sebagai Bapa ( YHVH ), menyatakan diri kepada umat manusia sebagai Anak ( Yesus Kristus ), menyatakan diri kepada manusia untuk menghibur dan menolong manusia, sebagai Roh Penghibur dan Penolong ( Roh Kudus ==> Hakikat Allah yang sejati ). ==> SEMBAH LAH ALLAH YANG ESA…

Salam …

Cakep Bro…aye SETUJU banget :afro: :happy0025:…cuma ada yg ngeganjel DIKIT…apa makna dalam penulisan Anak Allah (A dalam anaknya Huruf Besar) dengan penulisan anak anak Allah ( a dalam anak nya huruf Kecil !!!)…tuh “DIATAS” banyak yg pada ngegerundeng kek Tawon lewat !!!
Siap2 menangkisnya ya Bro !!!

Yang gue’ tahu sih…Dua2nya adalah UTUSAN ALLAH…
NABI yg ditutup oleh Yohanes Pembaptis adalah UTUSAN-Nya sebelum Kebangkitan-Nya
RASUL adalah para Murid2Nya , Aposteles, yg di UTUS-Nya setelah Kebangkitan-Nya dan dimulai sejak SAAT Roh Kudus turun keatas mereka.
Jadi siapapun yg diutus-Nya setelah Zaman Para Nabi dan Para Rasul…nama nya adalah Para Penginjil, Guru Injil, Pendeta, Pastor, Rabi, Imam terserah apa julukan yg elo suka aja deh…yg penting buat Umat adalah Isi Warta nya aja deh…SESAT apa KEBENARAN…maka gunakanlah “Ujilah setiap pengajaran itu”…agar gak termasuk dalam golongan orang2 ini…
2 Tesalonika 2 :
9 Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu,
10 dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.
11 Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta,
12 supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.

Elo ngomong aja BELEPOTAN sih…kalimat elo bilangnya …

  1. Rasul memiliki pengertian Utusan YESUS, yaitu : 12 Murid YESUS + Rasul Paulus.
    Kalimat elo lainnya bilang …
  2. jadi SIAPAPUN dapat MENJADI RASUL, tidak hanya orang yang anda sebut diatas…
    makanya kalau Orang Bingung nuntun orang Bingung…achirnya SEMUA bisanya cuma bisanya juga mende- NGUNG doang…NGUNG NGUNG NGUNG NGUNG …itu namanya sekumpulan Lebah / Tawon bukan sekumpulan Utusan Allah !

Murah hat dan tegas :smiley:

2. Saya yakin, kita semua pasti meyakini bahwa Allah itu sempurna kan? tidak mungkin bila anda meyakini bahwa Pencipta anda memiliki kekurangan seperti anda.

Allah tidak bisa menyembah DiriNYA sendiri :smiley:

3. Yang terakhir, tentang trinitas, jika memang Allah memiliki anak, bukankah ini merupakan kekurangan bagi-Nya? dimana hal itu mengharuskan Allah membutuhkan kepada yang lain, yang kemudian mencacat kesempurnaanNya?

krn sodara tidak mengerti pikiran Allah … oleh sbb itu sodara mengatakan hal tersebut suatu kekurangan …
kalo saya malah sebaliknya… itulah kesempurnaan Allah … hikmatnya ta terselami oleh pikiran manusia :smiley: