Taurat bagi Yesus

Matius 5:18
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

terlihat bertentangan dengan

Matius 12:1
Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya.
(untuk klarifikasi, Yesus mengijinkan mereka melakukan ini)

Matius 12:13
Lalu kata Yesus kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka pulihlah tangannya itu, dan menjadi sehat seperti tangannya yang lain.
(klarifikasi lagi, masih di hari Sabat)

apa sebenarnya yang Yesus ajarkan? bahwa berbuat baik di hari Sabat tidak melanggar hukum Taurat? atau bahwa yang terpenting adalah melakukan tujuan dari adanya hukum Taurat, dan bukan hanya mengikuti hukum Taurat sebagai hukum Allah tanpa memahami tujuannya? atau sesuatu yang lain?

please do advise…

maaf cuman intermezzo saja…
sepertinya Anda doyan buat ujian yah hehehe

maknanya adalah:
Memang Taurat itu penting, bagi orang yang melaksanakannya
Tetapi Taurat di mata ahli taurat pada masa itu sudah lain, kenapa?
karena mereka melihat Taurat itu sebagai sesuatu yang “lebih tinggi” dari TUHAN, mereka malah tidak melihat lagi siapa “Yang” memberikan taurat itu.
Maka Yesus melakukan semua Yang Bapa lakukan, Yang baik, untuk membuka mata mereka, apakah mereka mengenal siapa Yang memberikan taurat itu apa tidak, dimana yang memberikan taurat itu sedang bermanifestasi di dalam kemanusiaan Yesus, hasilnya mereka tidak mengenal Yesus dari perbuatanNya, jadi otomatis mereka juga tidak mengenal siapa yang memberikan Taurat ke Musa.

berarti apakah pada PL (taurat), bahwa umat kristen juga harus tetap menjalankan perintah taurat ?

karena yesus pun tetap menjalankan perintah taurat.

jika yesus tetap menjalankan perintah taurat maka umat kristen pun harus

menjalankan apa yang yesus perintahkan, yaitu tidak akan menghapus

taurat, bahkan menggenapinya.

Sabat yang Tuhan berikan pada manusia kan pada hakekatnya supaya manusia beribadah kepadaNya dan beristirahat dari segala jerih payahnya… namun dalam adat Yahudi aturan ini diserongkan sehingga jadi sangat sulit untuk diterapkan, mereka tidak boleh melakukan perbuatan tangan sampai hal yang terkecil (masak untuk makanan, menolong hewan yang masuk ke lubang, mencuci baju, etc), ini namanya membebankan kuk yang beraaat banget…

Dalam PB, PL telah digenapi oleh Yesus Kristus sehingga aturan ibadah (liturgy) seperti macam-macam hari raya, alat-alat Bait Allah, binatang haram-halal, dan seluruh peraturan yang demikian menjadi bayangan (bukan dihilangkan/ditiadakan) dari kehidupan Kristen yang sebenarnya.

Best Regard,
Daniel FS

Taurat adalah aturan/hukum allah…yg disabdakan/di firmankan…ke manusia…taurat adalah bagian diri yesus yg dahulu…sebelum yesus menjelma menjadi manusia…yang kemudian disempurnakan dengan hukum kasih pada pb…pada dasarnya g mungkin menghilangkan bagian dr diri yesus… itu adalah bagian perjalanan firman…

yesus=firman yg hidup… dulu,sekarang dan yang akan datang…

Seingat saya

  1. Taurat = Hukum, dalam kehidupan keimanan Yahudi dipandang sebagai hukum Tuhan.

  2. Sikap Yesus:
    a. Menghormati.
    b. Menggenapi.

Jadi, IMO, bila kita menerima Kristus tidak berarti bahwa taurat itu tidak berlaku sama sekali, namun di dalam Yesus itu digenapi.

Matius 22:36 ……, hukum manakah yang terutama dalam Hukum Taurat? Dan Yesus menjawab di ayat 37 & 39.
Ingat pertanyaannya “hukum manakah yg terutama DALAM Hukum Taurat?” BUKAN ditanya “hukum manakah yg terutama di LUAR (atau SELAIN) Hukum Taurat?”
Artinya jika menjalankan Hukum Kasih juga sama sdg menjalankan Hukum Taurat demikian juga sebaliknya org yg menjalankan Hukum Taurat juga sdg menjalankan Hukum Kasih. Krn Hukum Kasih berada dlm Hukum Taurat dan itu satu kesatuan yg tdk dpt dipisahkan dan tidak saling bertentangan.

Kita lihat dari awalnya Hukum Taurat sdh berdasarkan KASIH, tetapi oleh ahli taurat dan org2 farisi hanya mencari bgmana org berbuat salah/melanggar hukum taurat kemudian menjatuhkan hukuman (krn kemunafikan mereka dlm menerapkan hukum taurat). Sehingga Yesus hrs mengecam mereka di
Matius 23:23
Celakalah kamu, hai ahli-hali taurat dan orang-orang farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
Jadi taurat bagi Tuhan Yesus = Keadilan, Belas Kasihan, & Kesetiaan.

GBU

Efesus 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

Bro n Sis dengan karya penebusan Kristus maka Taurat itu telah digenapkan dan Tuhan membuat perjanjian baru dengan umatNya. Yaitu Ekonomi Perjanjian Baru Allah, yang arti nya Kristus menjadi Roh Hayat yang masuk kedalam setiap kita yang menjadikan kita manusia baru. Manusia yang hidup bukan berdasarkan daging lagi, tapi berdasarkan kehendak Nya.GBU

Tuhan melihat hati, bukan fisik.
Tuhan memberi kebahagiaan, bukan kemakmuran.
cara Tuhan memandang berkebalikan dengan manusia yang terikat oleh lemahnya dagingnya dan dangkalnya pengetahuannya.
Tuhan memberi hukum Taurat, tapi hukum Taurat itu sendiri bukan yang terutama. Tujuan diberikannya hukum Taurat, itu yg dipandang Tuhan.

Tuhan memberi hukum Taurat demi kebahagiaan umatNya, agar hidup mereka sejalan denganNya dan jiwa mereka bersih. jadi apakah yang Yesus lakukan bertentangan dengan hukum Taurat?

Tuhan bukan sosok yang kecil dan terbatas seperti kita. bukan peraturan yang dipentingkanNya, tapi tujuan Dia memberi kita peraturan tersebut. orang2 Farisi memandang Yesus melanggar hukum Taurat karena mereka tidak paham tujuan Tuhan mengikat umatnya dengan hukum Taurat. dan kalau ada di antara kita yang mempertentangkan hukum Taurat yang berlaku pada saat itu dengan tindakan2 Yesus tersebut, berarti orang itu sama tidak pahamnya dengan orang2 Farisi.

Yesus menggenapi hukum Taurat, bukan meniadakan. Yesus juga tidak mengubah ataupun menjadikan sebagian hukum Taurat sekedar bayangan. yang Yesus lakukan justru mengajar kita apa itu hukum Taurat yang sesungguhnya.

pengetahuan itu perlu, tapi pengetahuan tidak berharga jika kita tidak memiliki pemahaman. dan iman tanpa pemahaman adalah kosong, karena buah kita tidak akan pernah manis. semoga thread ini berguna.

@hakadosh : salut bro, anda satu2nya yg cukup paham. keep the fight, cause i’m done.

Tujuan Allah pada manusia adalah :kesatuan/unity dalam persekutuan (Yoh. 17:21).
unity itu hilang saat manusia pertama berdosa.
HT pada perjanjian lama diberikan pada umat Israel agar mereka “Kudus” dalam persekutuan dengan Allah Yahwe.
Pada PB, HT sudah digenapi/disempurnakan dalam diri Yesus, karena YESUS adalah KASIH itu sendiri dan KASIH adalah kegenapan HT.
Peran Yesus diteruskan oleh RK sebagai penolong, sehingga tujuan ALLAH semula tetap tercapai > kesatuan dalam persekutuan (Yoh 17:21)
Keadaan/kondisi itu yang membuat orang percaya menjadi KUDUS.

Salam. :wink:

Roma
3:19. Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.
3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.
3:21 Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,
3:22 yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.
3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
3:26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.
3:27 Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman!
3:28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.

Roma
5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.
5:13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.
5:14 Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.
5:15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.
5:16 Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran.
5:17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.
5:18 Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.
5:19 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.
5:20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,
5:21 supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Hukum Taurat ada supaya :

  1. Manusia mengenal “dosa”
  2. Manusia tahu bahwa dirinya tidak dapat mencapai kesempurnaan kebenaran dalam melakukan hukum Taurat.
  3. Manusia tahu bahwa Allah melakukan penghakiman yang adil.
  4. Manusia menantikan kasih karunia Allah semata untuk pembenaran dirinya.
  5. Penggenapan kasih karunia melalui Yesus Kristus untuk membenarkan manusia.

Jadi hukum Taurat benar2 penuntun sebelum Kristus datang agar kasih karunia Tuhan pada umat manusia nyata.

Galatia
3:24 Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.
3:25 Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.

Salam

Salam damai sejahtera

Dengan menggenapi hukum Taurat, Kristus Yesus telah membuat Kristen hidup dalam dua kasih terutama.

Kristus telah memindahkan hal hari Sabat yang dilakukan bukan untuk menunjukkan bahwa seseorang mengasihi Allah, tetapi menunjukkan seseorang itu mengasihi sesamanya seperti dirinya sendiri.

Yang terutama dan pertama diberikan supaya manusia hidup dan bisa kembali ke surga adalah dua kasih terutama.

Dengan datangnya dua kasih terutama, maka Allah tidak lagi menciptakan segala sesuatu dan beristirahat.
Dan di bumi ditinggalkan Allah sepuluh perintah utamaNya menurut hukum Taurat.

Hukum Taurat inilah yang membuat manusia jatuh ke dalam dosa, karena didalam sesuatu yang baik ini tersimpan pengetahuan akan yang baik dan yang jahat.

Sebelum Allah menciptakan bumi beserta isinya; sesuatu yang materi, sepuluh perintah Allah menurut hukum Taurat ini tidak ada.
Sebab perintah ini adalah supaya manusia yang jasmani dijaga secara rohani.

Kristus Yesus sendiri hidup sempurna dalam hukum Taurat; itulah yang membuatnya di salib. Sebab dua kasih terutama telah merangkum seluruh isi hukum Taurat.

Tetapi Kristus Yesus juga menghidupi dua kasih terutama.
Yaitu pada hari Sabat ia menyembuhkan orang dan mengajarkan bahwa murid-muridnya boleh memetik gandum pada hari Sabat.

Sejak semula Allah menghendaki semua orang hidup dalam dua kasih terutama.
Dan mereka yang hidup dalam dua kasih terutama, yang akan memperoleh kuasa atas sesama manusia, bahkan menghakimi dengan sepuluh perintah Allah menurut hukum Taurat.

Supaya engga ribet maka Yesus membatalkan Taurat

P. Baru: Efesus

2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia(YESUS) telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya,

GBU