taurat tidak batal , melainkan digenapi

Ah capek diskusi sama orang yang ga bisa bantah ayat yang saya berikan malah ngotod

Malah emosi lagi orangnya wkwkkwkwkw sampe keluar kata2 kasar

Ternyata dari buahnya sudah terlihat orangnya gampang emosian , tidak bisa menahan amarah

Jika buah ajarannya benar pasti tidak akan mengeluarkan perkataan seperti itu

Yakobus 1 : 26

1:26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

Sudah jelas bro , sodara sudah menipu diri sendiri jika sodara mengaku berada di dalam kasih karunia

Jangan harap orang percaya sama sodara, jika sodara saja tidak mampu mengekang lidah :happy0025:

Salam

lebih capek lagi diskusi sama orang yang sudah dibantah tetapi malah ngotod ingin dibantah lagi

Sadarlah anda barusan menuliskan tulisan seperti ini :

Malah emosi lagi heretics2 wkwkkwkwkw sampe keluar kata2 kasar

Ternyata dari buahnya sudah terlihat heretics2 gampang emosian , tidak bisa menahan amarah

Jika buah ajarannya benar pasti tidak akan mengeluarkan perkataan seperti itu

Yakobus 1 : 26

1:26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah,
tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

Sudah jelas bro heretics2 ,
sodara heretics2 sudah menipu diri sendiri jika sodara heretics2 mengaku berada di dalam kasih karunia

Jangan harap orang percaya sama sodara heretics2 :happy0025:

Ya begini - inilah ujung diskusi kalau sama orang kayak heretics2
mudah ditebak

Apakah sifat kekanak-kanakan seperti yang saudara tunjukkan di atas itu mencerminkan bahwa sodara pelaku hukum kasih ?

Sekedar mengingatkan untuk bro repento agar nanti sodara tidak dianggap cuman jago teori , tapi praktek tidak bisa

Sangat ironis TS nya sedang mendengung2kan hukum kasih namun dia tidak bisa mengekang lidahnya sendiri seperti di bawah ini

please jangan be** dong
Jelas jawaban seperti ini tidak layak diucapkan oleh orang Kristen , orang tersebut menipu dirinya sendiri

Oh iya lopa taurat sudah hilang sih jadi boleh mengeluarkan kata-kata kasar , soalnya tidak ada penuntun lagi

“APAKAH YANG MENGAKU-NGAKU PENGANUT HUKUM KASIH AKAN MENGELUARKAN KATA2 SEPERTI ITU ?,MANA SEMBOYAN SODARA KASIHILAH SESAMAMU JIKA DARI LIDAH SAJA SUDAH BEGITU ?”

Sudah jelas sodara hanya bisa berteori tak bisa praktek , dari lidah saja sudah terlihat

Jangan harap orang akan percaya pada sodara , bahwa sodaralah pelaku hukum kasih :happy0025:

Saya tidak tertarik lagi berdiskusi dengan orang yang hanya bisa berteori ternyata dalam hal mengekang lidah dia tidak bisa ,

sangat ironis sedang mendengung2kan hukum kasih tapi perbuatannya tidak mencerminkan bahwa dia pelakunya

Salam

sungguh reply yg kekanak-kanakan

setelah GAK MAMPU menjawab 4 pertanyaan dari saya

sekarang ternyata bisanya cuma Ad Hominem dan berbagai jurus teknik pengalihan topik

sudah seharusnya kalau anda GAK MAMPU menjawab 4 pertanyaan saya , ya sudah

gak perlu anda pakek jurus pengalihan yg amat be** semacam ini dong bro :slight_smile:

please segera sadar posisi dong

eitss lha wong GA MAMPU menjawab 4 pertanyaan sih, mungkin itu sebabnya
perlu jurus pengalihan semacam ini


  1. Ad hominem:
    menyerang orangnya bukan menjawab isinya. Ketika seorang arguer tidak dapat mempertahankan posisinya dengan evidence/ fakta / reason, maka mereka mulai mengkritik sisi kepribadian lawannya.

a. Ad Hominem Abusive: menggunakan kata-kata yg menyerang langsung penulis alih-alih membantah argumennya.
Contoh :
Abu: Kekacauan dalam organisasi disebabkan salah satunya oleh rendahnya kualitas sumber daya manusia yang ada.
Badu: Ah, itu kan pendapat anda yang sombong dan mau turut campur saja urusan orang lain.

Penjelasan:
Si Badu sama sekali tidak memberikan argumentasi lawan ataupun menunjukkan kesalahan dari argumentasi si Abu, melainkan menyerang pribadi si Abu dengan mengatakan sebagai ’sombong’ dan ’mau tahu urusan orang’. Apabila sikap si Badu seperti itu, maka apa gunanya dilakukan suatu diskusi lagi? Suatu diskusi adalah untuk membahas suatu masalah/ issue guna mendapatkan berbagai macam sudut pandang dan pemecahannya.

b. Ad Hominem Circumstansial : menggunakan hal-hal di sekitar si penulis dalam hubungan yg tidak relevan, untuk menyerang si penulis.
Contoh :
Abu: Kenaikan harga BBM memang sangat diperlukan pemerintah untuk mengatasi kesenjangan defisit neraca pembayarannya.
Badu: Ah, kamu kan memang sudah kaya raya, jelas saja tidak merasakan penderitaan rakyat.

Penjelasan:
Jawaban si Badu mengenai apakah Abu itu kaya atau tidak, tidak ada hubungannya dengan argumentasi yg dikemukakan Abu. Hanya karena si Abu kaya, tidak menjadikan argumentasinya tidak valid.
Kedua, disini terdapat gejala Logical Fraud kedua yaitu: Mind Reading (membaca pikiran) : bagaimana si Badu tahu isi hati si Abu bahwa ia dikatakan tidak merasakan penderitaan rakyat?

c. Ad Hominem Tu Quo Que : mengatakan bahwa si penulis tidak berhak menyatakan hal tersebut karena ia tidak melakukan apa yang dikatakannya.
Contoh :
Abu: Dalam kondisi tekanan ekonomi seperti sekarang ini maka sebaiknya kita menghemat pemakaian energi dan mencegah pemborosan2 yang tak perlu.
Badu: Ah, mobil anda saja land rover yang terkenal boros bensin, anda tidak pantas untuk menganjurkan penghematan.

Penjelasan:
Bagaimana tingkah laku si Abu dalam kenyataannya tidak memiliki relevansi untuk menjelaskan kevalidan argumennya. Disamping itu, kita tidak tahu sama sekali tentang pertimbangan2 apa yang terdapat dalam benak si Abu untuk menggunakan mobil Land Rover.

Teknik diskusi bro heretics ini teknik lama bro

udah basi dan udah terlalu biasa

Ternyata sudah jelas ajaran yang dibawa oleh bro repento membawa pengaruh negatif untuk seseorang
:happy0025:

please jangan be** dong
Batal deh gw jadi penganutnya , padahal awalnya gw pengen percaya tuh ;D

Ternyata sudah jelas ajaran yang dibawa oleh bro heretics2 membawa pengaruh negatif untuk seseorang
:happy0025:
Batal deh gw jadi penganutnya , padahal awalnya gw pengen percaya tuh ;D

please jangan be** itu kan positif

ayo janganlah be** dong itu kan positif

gunakan pikiran, jangan bego-bego amat dong itu kan hal positif

masak malah yg benar ditulis jangan pintar

gimana sih …

tetapi lebih konyol lagi membaca tulisan dari orang yg mengaku2 dirinya Tuhan Yesus , ;D ;D ;D ;D ;D ;D ;D

Syalom sobat…

Saya bukan anti penyebutan istilah Allah untuk menyebut Sesembahan tetapi saya lebih memilih istilah Tuhan untuk menyebut Sesembahan yang artinya sama dengan Adonai = Tuan, atau mengucapkan Sesembahan saja itu suda cukup dari arti ELOHIM.
Dengan satu alasan bahwa itilah gelar untuk Allah lambat laun mulai berubah arti bukan lagi hanya menjadi gelar tetapi mulai berarti nama diri seperti saudara-saudara kita beragama Islam.
Dan kita bisa lihat penomena-penomena yang terjadi bahwa banyak anak-anak Tuhan sekang menjadi anak-anak Allah (beralih ke Agama Islam) orang-orang yang banyak merenung apalagi yang paham perkara-perkara rohani tentu paham penomena yang sedang terjadi ini.

Mengenai BAPA itu adalah gelar kepada ROH yang lebih Besar dari YESUS, ROH KUDUS adalah gelar kepada Roh yang Keluar dari Bapa melalui YESUS, dengan kata lain YESUS adalah Sentral dari seluruh ROH YHWH.
ROH YHWH (ROH Sang NAMA)/(Aku adalah Aku)/(Aku Yang Ada dan Yang Akan Selalu Ada) yang dikenal sebagai BAPA, ANAK/FIRMAN dan ROH KUDUS yang telah mempunyai Wujud yang bisa dirasahkan/diraba oleh manusia dikenal Dalam Nama YESUS, sehingga BAPA, FIRMAN dan ROH KUDUS dalam kesatuan dikenal sebagai ROH YHWH disapa Dalam Nama TUHAN YESUS KRISTUS.

JBU… sobat

Ehhhm, Kalau Bapa lebih besar dari Jesus, lantas mengapa Jesus yang jadi sentral nya bro?
Kalau Roh Kudus dan Jesus, mana yang lebih besar ?

Syalom

Shalom,

Yang meragukan kesejatian kerasulan Paulus bisanya “penyup” yg sebetulnya adalah musl*m. Karena itu, boleh berikan argumen Alkitab sehingga Bro mengagitasi orang untuk tidak percaya yang dituliskan oleh Rasul Paulus?

Memang kita tidak percaya keapada Paulus, tetapi kepada Tuhan yang mengilhamkan yang ditulis oleh Paulus.

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

Sependapat dengan anda, biasanya yang anti Paulus adalah tetangga, jadi boleh diwaspadai.

:happy0062:

Matius 5:17

TB : "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya

BIS: "Janganlah menganggap bahwa Aku datang untuk menghapuskan hukum Musa dan ajaran nabi-nabi. Aku datang bukan untuk menghapuskannya, tetapi untuk menunjukkan arti yang sesungguhnya.

TL: "Janganlah kamu sangkakan Aku datang hendak merombak hukum Taurat atau kitab nabi-nabi; bukannya Aku datang hendak merombak, melainkan hendak menggenapkan.

MILT: "Janganlah mengira bahwa Aku datang untuk membatalkan torat atau kitab para nabi. Aku datang tidak untuk membatalkan, melainkan untuk menggenapinya.

Dari terjemahan2 diatas, aku mencatat 2 hal:

  1. Ayat tersebut dimulai dengan kata: Jangan!

  2. Jelas sekali, Yesus membedakan antara membatalkan/menghapus/merombak/meniadakan dan menggenapi. Yesus tidak membatalkan, tapi menggenapi. Yesus tidak meniadakan tapi menggenapi. Yesus tidak menghapuskan tapi menggenapi.

Jadi menurut aku, setelah kematian Kristus, hukum taurat memang sudah tidak berlaku lagi, digantikan, digenapkan dengan hukum kasih. Tapi apakah hal ini berarti taurat sudah tidak berguna? Menurut aku kok tidak. Semua tulisan dalam Alkitab, termasuk taurat, jelas masih berguna untuk mengajar, menegor dll-nya seperti yg dikatakan Paulus. Taurat itu juga termasuk didalamnya kitab para nabi, yg isinya tidak melulu ttg hukum tapi juga nasehat dan pengajaran.

Jadi tindakan baik meremehkan ataupun memuja secara berlebihan taurat, dua2-nya salah, karena Kristus datang untuk menggenapi, menyempurnakan atau menunjukkan apa arti sebenarnya dari hukum taurat.

Demikian

pernyataan yang inkonsistensi

Yang berhak membatalkan adalah yang membuat!

Jika saya bermaksud membunuh kamu, kamu / orang lain tidak berhak membatalkannya,
hanya saya yang bisa membatalkan membunuh kamu!

Tuhan yg membuat hukum taurat utk ditaati oleh bangsa israel

adalah Tuhan juga yg membatalkan Hukum Taurat dengan Kematian Tuhan Yesus

Amin.