Temuan Gas Murni Dukung Kebenaran Teori Big Bang

Temuan Gas Murni Dukung Kebenaran Teori Big Bang
Yunanto Wiji Utomo | A. Wisnubrata | Jumat, 11 November 2011 | 14:16 WIB

KOMPAS.com — Astronom berhasil menemukan gas yang terbentuk pada menit-menit pertama setelah Big Bang, kejadian yang kemudian dipercaya memicu pembentukan alam semesta. Penemuan gas yang dipublikasikan di jurnal Science, Kamis (10/11/2011), itu merupakan yang pertama kalinya dan sekaligus mendukung teori pembentukan alam semesta lewat Big Bang yang selama ini banyak dipercaya.

Gas yang ditemukan disebut sebagai gas murni karena bebas dari logam. Gas tersebut hanya terdiri dari dua unsur, hidrogen dan helium, yang terbentuk saat Big Bang. Menurut para ilmuwan, pada awal mula pembentukan semesta, gas murni tersebut lalu menggumpal membentuk awan gas, kemudian membentuk galaksi yang melahirkan bintang. Bintang itulah nantinya yang menyebarkan unsur-unsur yang ada di penjuru semesta.

Michele Fumagali, pimpinan tim peneliti dari University of California, Santa Cruz, mengatakan, hasil observasi memperkuat teori bagaimana unsur kimia terbentuk. “Ini konfirmasi yang bagus dari teori sebab teori memprediksikan bahwa pada menit pertama setelah Big Bang, hidrogen dan helium terbentuk, tak ada logam. Ini kali pertama ada observasi dan bukti kuat bahwa teori itu benar. Berita bagus untuk kosmologi,” katanya.

Para astronom menemukan gas itu dengan menganalisis cahaya dari kuasar. Kuasar adalah area dekat lubang hitam supermasif. Semua materi dilahapnya sehingga menghasilkan cahaya terang. Para astronom mengobservasi cahaya kuasar dengan teleskop Keck I di Hawaii yang bisa memisahkan cahaya berdasarkan panjang gelombang sehingga memungkinkan ilmuwan mendeteksi material tertentu.

“Yang kami lakukan adalah menemukan spektrum bagian yang hilang. Sebab, antara kita dan kuasar ialah gas, yakni gas yang ingin kita pelajari. Gas menyerap cahaya dengan frekuensi tertentu. Dengan melihat spektrum, kita bisa tahu komposisinya. Dalam hal ini, kita lihat cahaya ‘hilang’ pada frekuensi terkait elemen ringan, dan saat kita mengharapkan penyerapan logam lebih berat, kita lihat cahaya kuasar tak terganggu,” urai Fumagali.

Sebenarnya, ada 50 kandidat yang diobservasi dan diduga merupakan gas murni. Namun, dari sejumlah kandidat tersebut, hanya dua yang bisa dikatakan gas murni. Menurut Fumagali, gas murni yang ditemukan terbentuk 2 miliar tahun setelah Big Bang, atau kurang lebih 12 miliar tahun yang lalu. Menurut teori Big Bang, waktu tersebut adalah saat galaksi mulai tumbuh. Meskipun demikian, masih dibutuhkan penelitian untuk membuktikan hipotesis itu.

J Xavier Prochaska seperti dikutip Space kemarin yang juga terlibat penelitian mengatakan, gas murni masih bisa ditemukan lebih banyak lagi di semesta saat ini. “Saya memperkirakan, dalam semesta kita saat ini ada area yang benar-benar belum ‘terpolusi’. Galaksi dan bintang tidak mengisi penuh semesta kita. Galaksi kita adalah pulau, dan dengan ekspansi galaksi, ada banyak volume di semesta yang sebenarnya berjarak jauh dari galaksi.”

Memang tuhan mulai membukakan detail dari Firmannya yang tertulis dalam alkitab kedalam buku ilmu pengetahuan/journal ilmu pengetahuan, detail ini memang tidak akan muat jika mau ditulis semuanya kedalam alkitab, jadi detail ini adalah juga sebagian "firman Allah " yang tidak termuat dalam alkitab

Catatan: dalam Alkitab Gas gas ini disebut “kabut”

Tuhan Yesus memberkati
Han

Catatan: dalam Alkitab Gas gas ini disebut "kabut"

Kej 2:6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu–

Dalam ayat di atas, sepertinya pengertiannya bukan kabut bro, tapi uap air.

Kalau saya melihat teori Big Bang dimulai ketika

Kej 1:3 Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

Dalam terjemahan lama (Lai 1960 )
Kedjadian 1 :2 maka bumi itu lagi tjampur baur adanja , jaitu suatu hal jang ketutupan kelam kabut

sedangkan kalu menurut teori ilmiah bahwa asalmulanya benda benda langit adalah beberapa jenis gas yang bercampur baur berputar dan menjadi semakin padat dan ahirnya timbul bintang /planet/ dan benda langit lainnya

jadi penciptaan bumi sesuai teori ilmu pengetahuan tetapi dalam ilmu pengetahaun akan lebih detail mengenai jenis gas dan prosesnya, sedangakan untuk alkitab Tuhan tidak mungkin menjelaskannya saat dahulu karena umat manusia purba pengetahuannya belum luas mengenai iptek

Tuhan Yesus memberkati
Han

@hanhalim

Tetapi banyak orang Kristen yang ngga suka dengan pencarian manusia akan asal muasal secara science bro, dianggap tidak percaya atau mau menyangkal Alkitab.

Orang Kristen banyak yang menolak mungkin karena memang ilmu pengetahuan sering berubah-ubah. Jadi mending ikut yang pasti2 aja. :cheesy:

Alkitab asli memang tidak berubah tapi multi tafsir dan tidak standart (alkitab kristen katolik lebih tebal ) alkitab ethiopia kabarnya ada kitab orang jujur (barangkali banyak orang yang tidak jujur menulis alkitab sehingga ada kitab husus orang jujur )

Juga alkitab terjemahan sering berubah rubah juga dan sering diambil menurut kepentingan si pembicara/pengkotbah

Tuhan Yesus memberkati
Han

Orang kriisten seperti itu sebenarnya sudah terdoktrin oleh HT yang pengetahuan ipteknya kurang atau disiplin ilmu iptek yang di pelajarinya tidak laku di jual, sehingga alkitab juga ditafsirkan secara mistik, yang tanpa disadari juga telah menanamkan paham animisme/ dinamisme yang mana benda benda mati dianggap mempunyai Roh

tuhan Jesus memberkati
Han

ada apologet Kristen terkenal saat ini yang seorang ahli ilmu alam, terutama Fisika, sekali2 bro2/sis2 boleh kunjungi website beliau.

namanya Prof. William Lane Craig. Beliau sangat ahli, dan apa yang di paparkan di kompas di atas termasuk ranah keahlian beliau.

dari tulisan beliau saya tahu bahwa orang sekaliber Stephen Hawking sampai tak berkutik ketika ia menyadari bahwa THERE IS NOTHING AT ALL BEFORE THE BIG BANG. dan kesimpulannya tak terhindarkan adalah apa yang DIBERITAKAN OLEH ALKITAB.

Sampai2 sang profesor Hawking gelagapan menggunakan pendekatan METAFISIKA, suatu yang di luar keahliannya yang ahli Fisika, dimana ia mencoba untuk menghindar kesimpulan yang sangat telak ADA ALLAH PENCIPTA

pikiran apologet Kristen yang sangat menolong, tapi jujur bagi saya RUMIT [hehehehe Fisika selalu Rumit … apalagi Tuhan ALLAH :slight_smile: ]

Lho, bukannya Hawking juga berkata bahwa sebelum Big Bang tidak ada apapun?

benar bro, itulah yang saya maksud dengan “penjelasan metafisika Hawking”.

artinya ketika Hawking yang hanya percaya pada hal fisika mengatakan “sebelum Big Bang tidak ada apa-apa” … nah pernyataan itu mau nggak mau bukan bidangnya Hawking, karena bagaimana Hawking bisa berkata tentang ADA atau TIDAK, padahal segala sesuatu yang bermakna bagi otaknya sirna pada momen Big Bang belum ada … :smiley:

jadi apa yang sedang ia bicarakan ? ia bicara tentang ALLAH ??? itu bukan keahlian Hawking, itu keahlian para Teolog … makanya hawking ketika disosor dengan pertanyaan itu sempat gelagapan dan akhirnya menjadi kayak aneh deh …

karena bagaimana seorang Hawking yang ahli Fiska boleh berbicara pada ranah metafisika? bukankah ia orang bodoh di wilayah itu, atau bahkan ia adalah ORANG TAK PERCAYA … bagaimana ia berbicara tentang suatu yang tidak ia percaya bahkan keberadaannya … jadi sederhana aja ia mungkin berkata “Tidak ada …” tetapi apa yang ia maskdu dengan itu ??? … diceritakan bahwa Hawking tidak benar2 mengatakan “tidak ada …” karena ia tahu, sekali ia mengatakan kata itu, maka ia akan terlihat sangat bodoh … padahal ia manusia terjenius di dunia.

sekedar info bro:
karena ada filsafat ilmu yang dipegang oleh semua manusia ilmuwan yang empiris, bahwa SEGALA SESUATU DI DUNIA INI BERASAL DARI HAL LAIN SEBELUMNYA.

dan Hukum inilah yang disadari Hawking tidak berlaku dalam kasus Big Bang …

oke bro ? :smiley:

sekedar info bro: karena ada filsafat ilmu yang dipegang oleh semua manusia ilmuwan yang empiris, bahwa SEGALA SESUATU DI DUNIA INI BERASAL DARI HAL LAIN SEBELUMNYA.

dan Hukum inilah yang disadari Hawking tidak berlaku dalam kasus Big Bang …

oke bro ?

Betul, seperti hukum sebab akibat.

Dalam hal Big Bang, ilmuwan memang kesulitan untuk menyebutkan APA yang menjadi SEBAB terjadinya Big Bang.

Sebelum Semuanya terjadi memang tidak ada apa- apa yang ada hanya Allah sang pencipta.
" Segala sesuatu ber-Asal dari pada Nya" demikian juga dengan Ilmu pengetahuan/science/ iptek juga berasal dari Allah , merupakan Firman allah yang tidak tertulis dalam alkitab, dalam alkitab iptek hanya tertulis dalam pengenalannya saja (interface ) " jadi apa yang sphen hawking pahami adalah juga firman allah yang di ilhamkan kepada stefen hawking yang berguna buat mengajar.

Tuhan Yesus memberkati
Han

saya melihat ada kesamaan arti antara frase yang dihi-lite dengan bukankah hawking berkata sebelum Big Bang tidak ada apapun? apakah ini sekedar pengulangan seperti lawakmya Bolot atau salah baca? yang jelas saya setuju bahwa tiada Big Bang, yang ada BIG MOUTH!

hati2 dengan kata “big mouth” bro, karena bisa saja istilah itu berlaku bagi orang yang tidak melihat perbedaan antara kata “MENYADARI” dan kata “BERKATA” … dan terlanjur ikut-ikutan berbicara hihihihihi :smiley:

Betul bro, karena itu bisa berarti anda menunjuk diri sendiri.

Stephen Hawking says universe not created by God
• Physics, not creator, made Big Bang, new book claims
• Professor had previously referred to ‘mind of God’

Poll: Is Hawking right?

reddit this
Adam Gabbatt
The Guardian, Thursday 2 September 2010
Article history

Spontaneous creation is the reason there is something rather than nothing, why we exist, says Stephen Hawking. Photograph: Bruno Vincent/Getty Images
God did not create the universe, the man who is arguably Britain’s most famous living scientist says in a forthcoming book.

In the new work, The Grand Design, Professor Stephen Hawking argues that the Big Bang, rather than occurring following the intervention of a divine being, was inevitable due to the law of gravity.

In his 1988 book, A Brief History of Time, Hawking had seemed to accept the role of God in the creation of the universe. But in the new text, co-written with American physicist Leonard Mlodinow, he said new theories showed a creator is “not necessary”.

The Grand Design, an extract of which appears in the Times today, sets out to contest Sir Isaac Newton’s belief that the universe must have been designed by God as it could not have been created out of chaos.

“Because there is a law such as gravity, the universe can and will create itself from nothing,” he writes. "Spontaneous creation is the reason there is something rather than nothing, why the universe exists, why we exist.

“It is not necessary to invoke God to light the blue touch paper and set the universe going.”

In the forthcoming book, published on 9 September, Hawking says that M-theory, a form of string theory, will achieve this goal: “M-theory is the unified theory Einstein was hoping to find,” he theorises.

“The fact that we human beings – who are ourselves mere collections of fundamental particles of nature – have been able to come this close to an understanding of the laws governing us and our universe is a great triumph.”

Hawking says the first blow to Newton’s belief that the universe could not have arisen from chaos was the observation in 1992 of a planet orbiting a star other than our Sun. “That makes the coincidences of our planetary conditions – the single sun, the lucky combination of Earth-sun distance and solar mass – far less remarkable, and far less compelling as evidence that the Earth was carefully designed just to please us human beings,” he writes.

Hawking had previously appeared to accept the role of God in the creation of the universe. Writing in his bestseller A Brief History Of Time in 1988, he said: “If we discover a complete theory, it would be the ultimate triumph of human reason – for then we should know the mind of God.”

Hawking resigned as Lucasian Professor of Mathematics at Cambridge University last year after 30 years in the position.

:azn:

Menarik…! trit yg menarik perhatian saya untuk sudi mengomentari…!
si Hawking dan ahli2 sains lainnya adalah jenius…? bisa ya, bisa tidak!
Anda2 semua yg berkomentar termasuk saya sendiri adalah jenius otaknya? bisa ya, bisa tidak!

cuman bedanya, saya tidak sudi hanya kopas hasil perkataan dari orang2 yg dianggap jenius.
saya menggunakan hasil pikiran saya sendiri, yg tak akan mungkin terjawab oleh semua orang2 yg dianggap jenius.
Satu hal…, yg anda semua harus menyadari bahkan harus mengetahui, bahwa keberadaan segala sesuatu tidak mungkin tiba2 saja menjadi ada…[dari tidak ada]
segala sesuatu [termasuk TUHAN] menjadi ada karena ada [yg menjadikan] menjadi ada.
yaitu…ruang atau space atau tempat atau wadah, untuk menampung dan memproyeksikan keberadaannya.
contoh 1.
Ikan menjadi ADA…, karena ada air [yg ada terlebih dahulu] utk menampung keberadaan ikan itu.
contoh 2.
Manusia menjadi ADA…, karena ada alam/ruang [yg ada terlebih dahulu] utk menampung keberadaan manusia itu.
contoh 3.
TUHAN…menjadi ADA juga karena adanya RUANG [yg ada terlebih dahulu] utk menampung keberadaan TUHAN…, sehingga memungkinkan TUHAN utk beraktifitas. [melayang-layang bahkan dianggap yg menciptakan segala sesuatu yg ada saat ini]

Sekarang pertanyaannya…, siapakah yg menyediakan RUANG utk menampung keberadaan TUHAN itu…???
[tidak mungkin, TUHAN yg menyediakan…, karena TUHAN butuh RUANG-an [terlebih dahulu] utk memproyeksikan keberadaanya.
silahkan dijawab…oleh anda yg merasa jago dalam berteologi-ria…!
no…offense lho…, hanya tukar pikiran saja.

@lucky

Menarik bro, cuma jika boleh tahu apa latar belakang agama anda (atau tidak beragama), agar pembicaraan kita lebih nyambung.

Jika anda katakan bahwa Tuhan ada karena ada ruang yang enampung keberadaan Tuhan, maka saya harus bertanya kepada anda, SIAPA yang menciptakan ruang itu.

Karena, Tuhan diimani oleh orang beragama sebagai Sang Maha Pencipta, Ia tidak berawal dan tidak berakhir, Ia ada sebelum segala sesuatu ada dan tetap ada saat segala sesuatu tidak ada lagi. Keberadaan Tuhan adalah abadi.

Jika menurut anda ruang sudah ada, berarti ada yang menciptakan ruang.
Jika ruang sudah ada sebelum Tuhan ada (ruang untuk menampung Tuhan), maka Tuhan pernah tidak ada.
Jika Tuhan pernah tidak ada, dan ruang tercipta untuk menampung Tuhan, maka tuhan itu bukanlah Tuhan.

Nah, mungkin anda bisa membantu menjelaskannya ke forum diskusi ini bro…

Syalom

memangnya kenapa kalau saya beragama lain dgn yg anda anut atau saya tak beragama apapun?
tapi baiklah…, saya awalnya mempelajari/simpatisan katholik lalu menganut Kristen protestan dan sekarang saya meninggalkan kepercayaan/agama yg berasal dari dongeng dan budaya manusia yg diyakini dari ratusan abad yg lampau.

Jika anda katakan bahwa Tuhan ada karena ada ruang yang enampung keberadaan Tuhan, maka saya harus bertanya kepada anda, SIAPA yang menciptakan ruang itu.
Lahh..kok malah tanya pd saya..? saya yg bertanya kok, dan pertanyaan saya ini tidak ngasal tapi ada dasarnya. seharusnya anda yg beriman atau memilikki iman pada Tuhan..yg bisa menjawab berdsarkan pengetahuan anda tentang tuhan yg diimani itu, bukan?
Karena, Tuhan[b] diimani [/b] oleh orang beragama sebagai Sang Maha Pencipta, Ia tidak berawal dan tidak berakhir, Ia ada sebelum segala sesuatu ada dan tetap ada saat segala sesuatu tidak ada lagi. Keberadaan Tuhan adalah abadi.
diimani..? [mestinya saya ingin bertanya tentang pengetahuan anda soal iman, tapi bisa OOT nantinya] ber-iman tanpa mengerti atas apa yg dimaksud apalagi tidak bisa menjelaskan apa itu iman = [b]membabi-buta[/b].., keciaannn...deh! dan mengenai di-percayai sbg yg "abadi"..itupun saya yakin, anda hanya asal ngomong berdasarkan cerita dari orang atau buku yg anda baca saja. tanpa mengerti apa itu abadi..apalagi membuktikannya. IMO, manusia tidak bisa membuktikan bahwa tuhan itu abadi..! hanya mempercayai saja! kepercayaan tanpa dasar sama sekali!

jika anda mempercayai tuhan sbg yg abadi [entah dari omongan atau tulisan] seharusnya yg ngomong atau yg menulis itu abadi juga! sehingga bisa melihat dan membuktikan bahwa keberadaan tuhan itu memang abadi sampai saat/detik ini.

Jika menurut anda ruang sudah ada, berarti ada yang menciptakan ruang. Jika ruang sudah ada sebelum Tuhan ada (ruang untuk menampung Tuhan), maka Tuhan pernah tidak ada. Jika Tuhan pernah tidak ada, dan ruang tercipta untuk menampung Tuhan, maka tuhan itu bukanlah Tuhan.
begitu seharusnya..!
Nah, mungkin anda bisa membantu menjelaskannya ke forum diskusi ini bro...
lahh..saya yg bertanya kok mbalas nanya..? Saya tidak tahu siapa yg menciptakan [b]RUANG[/b]-an untuk menampung keberadaan sesuatu yg dianggap sbg [b]TUHAN[/b] itu. makanya saya bertanya..! Sangat jelas sekali bahwa si creator yg menciptakan RUANG untuk menampung keberadaan Tuhan lebih berkuasa dari yg dianggap sbg Tuhan oleh manusia2 itu. dan jelas sekali si creator itu keberadaanya [b]di-luar ruang[/b], baik [b]ruang[/b] yg ditempati Tuhan ataupun [b]ruang/alam[/b] yg ditempati manusia. [b]out there [/b]..atau entah disebut apa..

TUHAN adalah Roh, dan Roh tidak membutuhkan RUANG.

Sebaliknya jika Tuhan membutuhkan RUANG, maka TUHAN harus MELINGKUPI SEMUA [tak terkecuali] ruang itu, karena sekali ada ruang dimana “tidak ada TUHAN” maka Tuhan itu tidak dapat dikatakan OMNIPRESENT.

pengertian ini sejak dini sudah disadari oleh seorang filsuf abad 20 dan abad 21 ini seorang keturunan Yahudi bernama Saul Kripke, ketika ia berumur 3 tahun ia bertanya kepada ibunya :

Saul : “bu, apakah Tuhan ada disemua tempat”
Ibu : “ya nak, kenapa?”
Saul : “jadi jika Saul pergi ke dapur, pasti ada Tuhan yang terdorong ke halaman keluar dari pintu dapur ya bu”
Ibu : “Saul kamu mikir apa sih?”

ini anak jenius, yang kini menjadi orang jenius abad ini di bidang filosifi, mathematics, logic dan bahasa.

atau pikiran Pantheisme bahwa segala sesuatu adalah Tuhan …

pikiran2 tentang ALLAH ini hanya dapat dimengerti dalam RAUNG, WAKTU, MATERI DAN ENERGI, semua hal yang disebuat “ciptaan TUHAN”

sementara keluar dari konteks ciptaan itu, maka tidak ada lagi yang dapat didiskusikan oleh manusia.

kecuali pikiran manusia melompat kepada suatu REALM yang lain bersifat METAFISIKA “beyond the physics”.

selama pikiran manusia masih berpijak pada ranah PHYSICS, maka seperti Hawking, ia bisa jadi seorang jenius, tetapi ketika beralih ke metafisika, maka ia sederhana hanya sebagai “MANUSIA TIDAK BERIMAN”.

Nah, my bro Lucky ini kelihatan dalam golongan manusia yang hanya beriman berdasar experience manusia, berdasar pada hal Physics, sedangkan orang Kristen adalah golongan orang yang percaya pada TUHAN.

jadi pertanyaan bro bruce tentang “apa agama anda” sebenarnya bukan untuk mendiskriminasikan diri bro Lucky, tetapi untuk menegaskan “platform diskusi” AGAR TIDAK TERJADI DISKUSI SEPERTI PERNAH TERJADI BERIKUT INI :

di sebuah terminal bus Pasar Minggu :
Poltak : “bang, ini Metromini ke Tanah Abang?”
Kenek : “bukan, ini 640 jurusan Tanah Abang”
Poltak : “oh … makasih ya … gue kira ke Tanah Abang. … bang yang ke Tanah Abang yang mana ya … ?”

buset deh … ada yang salah dengan dua orang ini :smiley: