Tentang Berjanji pada Tuhan

  1. Misalnya suatu saat kita berjanji/bernazar pada Tuhan, tapi beberapa saat kemudian kita mencabut janji tersebut karena kita merasa tak sanggup menepatinya nanti, apakah hal ini boleh dilakukan?
  2. Jika pada waktu yang ditentukan, kita belum bisa menepati janji kita, tapi kita menepatinya di kemudian hari apakah hal ini dapat dibenarkan?
  3. Jika kita tidak bisa menepati janji itu, lalu kita memohon ampun kepada Tuhan apakah kita akan diampuni?

:char12:

emank janji apa sih ampe minta dicabut/dipending dulu…???^^

Apa yang anda rasakan jika ada orang yang minta tolong (pinjam uang/barang) kepada anda, dengan janji mengembalikan minggu depan. Tetapi esok harinya, orang tersebut berkata bahwa pengembalian barang/uang yang dipinjam baru bisa bulan depan?

2. Jika pada waktu yang ditentukan, kita belum bisa menepati janji kita, tapi kita menepatinya di kemudian hari apakah hal ini dapat dibenarkan?

Apa perasaan anda setelah tiba saat jatuh tempo, orang tersebut ingkar janji?

3. Jika kita tidak bisa menepati janji itu, lalu kita memohon ampun kepada Tuhan apakah kita akan diampuni?

Apa yang akan lakukan jika orang tersebut minta maaf kepada anda karena tidak dapat memenuhi janjinya?

Kira kira tidak akan jauh berbeda dengan sikap anda, bro. Hanya dalam hal memaafkan, mungkin Ia lebih mengerti daripada anda terhadap orang lain.

Syalom

:slight_smile:

Janji dan menepati janji, adalahpembelajaran bagi kita. Allah mengolah kita lewat pernyataan iman kita. Jika anda tidak sanggup tetapi nekat berjanji, apakah yangmendasarinya? Roh Kudus, atau manusia (manipulasi), atau daging anda sendiri (keserakahan, kesombongan dll)? Demikian juga saat anda tidak menepati ucapan bibir anda sendiri dihadapan Allah, apa penyebabnya?

Saya lebih berat untuk membahas penyebabnya dari pada boleh atau tidak boleh. Selidikilah diri anda dan belajarlah untuk melangkah dengan benar didalam panduan Firman Tuhan, bukan soal boleh atau tidak ditunda atau diingkari, tetapi mengapa anda membuat janji dan mengapa juga anda tidak sanggup. Jika anda dapat menemukan mengapa, maka anda akan melihat sesuatu yang indah dibalik semua hal ini.

1. Misalnya suatu saat kita berjanji/bernazar pada Tuhan, tapi beberapa saat kemudian kita mencabut janji tersebut karena kita merasa tak sanggup menepatinya nanti, apakah hal ini boleh dilakukan?

selama sesuatu tersebut tidak terucap atau keluar dari mulut maka masih bisa diurungkan namun bila

terucap segera dilakukan,karena akan menjadi kutuk. (percaya) ?? :coolsmiley:

bila belum terucap tapi dalam hati maka banya berdoa karena doa yg tulus merupakan suatu persembahan

yang manies/harum bagi TUHAN. :afro:

2. Jika pada waktu yang ditentukan, kita belum bisa menepati janji kita, tapi kita menepatinya di kemudian hari apakah hal ini dapat dibenarkan?

sebenarnya anda memberatkan diri anda sendiri,karena di satu sisi anda berlaku sebagai yg punya ketetapan. :coolsmiley:

Bila janji tidak bisa kita penuhi sesuai waktu (biasanya) ada kompensasi mengikuti alias bunga yg harus dibayar,namun TUHAN-mu bukanlah pribadi yg keji karena DIA sendiri mengatakan utk tidak mengambil
riba wuakakaka ;D

Nah…bila tidak tepat waktu maka lakukan pendamai bagi dirimu terutama bagi TUHAN-mu.amin

3. Jika kita tidak bisa menepati janji itu, lalu kita memohon ampun kepada Tuhan apakah kita akan diampuni?

Seperti yg saya bilang, selama belum keluar dari mulut/terucap maka masih bisa diundurkan tapi cuma

lakukan pendamaian dengan TUHAN-mu, terkadang sesuatu hal diberikan TUHAN menjadi pembelajaran

biar manusia mawas diri klo dirinya lemah dan segala sesuatu rencana yg dikehendaki manusia hanya

seperti debu yg bisa dibawa angin (hilang) tanpa berbekas dihadapan TUHAN.

TUHAN-mu adalah pribadi penuh kasih tp disatu sisi juga adalah pribadi SETIA.

salam damai sejahtera. :char11:

Nazar adalah suatu janji yang di ucap oleh seseorang untuk melakukan sesuatu sebagai timbal balik atau harga yang hendak dibayar jika Tuhan menjawab permohonannya.
dan kemudian kita mencabut janji tsb maka hal itu merupakan perbuatan dosa (lihat Ul.23:21-23).

2. Jika pada waktu yang ditentukan, kita belum bisa menepati janji kita, tapi kita menepatinya di kemudian hari apakah hal ini dapat dibenarkan?
Jika waktu yang ditentukan, kita belum bisa menepatinya, tentu saja nazar masih dilakukan, sebab nazar bersifat mengikat kehidupan seseorang selamanya.
3. Jika kita tidak bisa menepati janji itu, lalu kita memohon ampun kepada Tuhan apakah kita akan diampuni?

Saya kira Tuhan mengampuninya. Sebab saat ini kita berada di zaman anugerah oleh karena Tuhan Yesus Kristus sehingga apabila kita tidak sanggup membayar nazar kita, kita minta ampun kepada Tuhan, namun, ingat!! jangan ulangi lagi hal itu.

[email protected]

Uwayoohh…terus terang saya sendiri belum pernah melakukan keberanian seperti anda ini…loh…!!
Artinya bernazar pada Tuhan…berarti mengikat perjanjian dng Tuhan dalam suatu persoallan. Itu baik sekali dari pada anda bernazar pada yang bukan Tuhan.
Tinggal tingkat kemampuan anda saja yang harus anda ukur bukan.?? baik itu motivasi, tekun berdoa dan bekerja maupun hal lainnya yang berkaitan dng orang lain.
Kalau bernazar itu sifatnya bukan berkaitan dng jangka waktu bukan…?? tapi berkaiatan dng kemampuan anda menyelesaikan tanggung jawab dan komitmen anda dng Tuhan, sebagaimana permasalahan yang anda komitmen kan sebelumnya itu bukan…??.
Apakah anda merasa tertekan dan merasa bersalah…jika apa yang anda harapkan dalam komitmen tsb belum terrealisir secara mutlak dan real…?? Dan anda menundanya lagi dalam ukuran jangka waktu…?? Tapi sebetulnya anda sudah bisa menuntaskannya , namun karena ada kendala lain yang lebih memberatkan dipilihan anda pribadi darai pada plhan kepada Tuhan…???..Nahh…anda harus hati…hati disitu bukan… Artinya Tuhan yang menjadi prioritas utama atau manusia yang menjadi prioritas utama…??

Tuhan sangat adil dan penuh bijaksana dalam Kasih-Nya…tapi jika anda sendiri yang tidak jujur…?? Maka anda sudah melukai Hati Tuhan bukan.?? Konsekwensinya…?? PASTI ANDA PUN SUDAH PAHAM…

Salam GBU