Tentang kremasi

Kalo di kepercayaan yang lain, orang yang sudah tiada dan dikuburkan itu masih dikirimin HP, Laptop, busana favoritnya, rumah, mobil, uang kertas yang 1 lembarnya 1 miliar, dll.

Diseluruh dunia, memang Tradisi keKristenan adalah menguburkan jenasah.

Tapi secara Teologis, kita semua orang Kristen harus tahu bahwa tidak ada salahnya membakar atau menyumbangkan organ tubuh, dan percayalah Tuhan tidak akan mempermasalahkan hal yang demikian.

Jadi penguburan adalah Tradisi agama kita, dikremasi boleh saja asal jangan menjadi batu sandungan bagi orang lain yang imannya kurang kuat.

Sama seperti, kita boleh saja makan makanan yang sudah dipersembahkan pada dewa dewi agama lain, gak akan mambawa efek buruk bagi kita Anak2 terang, tapi bijaksanalah dalam bertindak, jangan kemudian tindakan kita membuat keguncangan iman mereka yang masih lahir baru.

to: adhit…
Sebetulnya kepercayaan membakar uang kertas dan orang kertas itu adalah kepandaian Kong Hu Cu untuk menyelamatkan banyak orang, dulu orang kaya, pejabat2 dan raja2 sering membakar atau mengubur hidup2 para istri dan pelayan2 mereka saat upacara kematian agar bisa terus menemani sang tuan.
Kong Hu Cu mengajarkan, agar tidak usah orang asli yang dibakar, cukup orang2an kertas saja.
Sebetulnya dia sendiri tidak percaya hal demikian, tapi karena kebudayaan saat itu sangat sulit dilawan, sudah sukur dia bisa membelokkannya kepada orang2an kertas.

Salam.

he…he… apakah pernyataan diatas… mau menyatakan … kalo ketika mau dikremasi dan mjd batu sandungan… dikubur aja gitu?? :mad0261:

Ttp… bgm kitane tau… ketika mau mengkreamsikan … ada yang kesandung dengan kremasi tsb?? :wink:
krn tentu orang luar (penonton) kremasi … yang kesandung sangung… kaga bakalan berani terus terang ama pihak keluarga yang menkremasikan … tul ngga??

Paling2 mereka hanya mbatin… E… koq karanya orang Kristen… ttp koq dibakar yag?? :smiley:

Kalo ada orang Kristen yg tidak mampu membayar tanah untuk penguburan gimana dong?

minta ama Tuhan sblm mati :monkeys40:

Kalo matinya tiba-tiba, belum sempat minta, trus keluarga yang ditinggalkan tidak punya uang untuk itu, gimana donk?

mengenai tanah yang mahal di negara Jepang, sepertinya bisa diantisipasi dengan

  • mengubur di tempat pemakaman Kristen yang telah disediakan oleh pemerintah Jepang

  • kuburannya disatukan secara keluarga, jadi satu makam bisa memuat beberapa jenasah

selalu ada jalan untuk memuliakan Tuhan dalam kondisi apapun, karena Tuhan itu baik

ref :

http://74.125.153.132/search?q=cache:Lgum4I7nPNQJ:www.usu.ac.id/id/files/artikel/hamzon.pdf+orang+Kristen+di+jepang,+penguburan&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id
http://www.eonet.ne.jp/~limadaki/budaya/jepang/artikel/utama/kremasi.html

GBU