tentang Matius 18:17-20

Begini dah… yg belon Kristen kalo nemu ayat,
ya bisanya cuma nebak2 sendiri, jadi mohon pencerahannya ya :slight_smile:

Matius 18 :
(17) Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

apakah kata “pandanglah” bisa = “berarti” ?

(18) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

saya nangkepnya :
bahwa segala sesuatu hukum dunia (yg dibuat manusia),
sudahlah pasti adalah juga hukum surga.

dan karena menurut saya di surga (firdaus) tdk mungkin ada hukum,
maka kata “sorga” disitu - maksudnya adl hukum Allah ?

(19) Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

(20) Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

apakah yg di bold itu literal ?
bagaimana kalo hanya satu orang ?

Makasih ya buat yg nanti nyempetin respond … :slight_smile:

salam.

Silahkan anda baca mulai pasal 18. 1 - 35

anda akan menemukan jawaban

iya saya udah baca, dan yg saya “tangkep”
Matius 18 : 1 - 35 itu sedang berbicara
tentang perumpamaan2 - lalu di jabarkan oleh Yesus,
dengan kalimat seperti :
“maka Aku berkata”, “demikian juga Bapa…”, dsb
pada setiap penghujung perumpamaan.

jadi intinya adalah berada pada penghujung sub judul ayat -
yaitu kalimat2 yg diucapkan Yesus spt "Aku berkata … ", ya ?

cuma - kalo itu semua tentang perumpamaan …
kok saya pernah ke gereja - yg menggunakan
ayat perumpamaan “2 orang” itu sebagai literal ?
(saya inget hal ini, krn sy berbisik ke teman saya,
"gimana kalo 1 orang ?? …:))

sedangkan tentu jelas pada kalimat “cungkil mata” - “anak kecil”,
“domba hilang” - “70x7” dan “raja&hamba” adl perumpamaan.

mungkin ada yg bisa bantu penjelasannya ?

makasi cutz atas masukannya.

salam.

mengenai 2 orang atau lebih berdoa dalam namaKu,
menggambarkan agar kita juga bisa doa bersama.

Yakobus 5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

doa secara pribadipun gak ada masalah.

Matius 6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Jika saya tinggal didalam DIA dan DIA didalam saya bukankah itu dua bukan satu.

Salam

Hai sobat @odading…enak nih…makanan khas sundanes…pasti anda dari sono ya mang…??

Biar cepat nangkep aja…biar ga salah tangkep,tapi biasanya ga nangkep nangkep…ga tau knapa ya…iseng juga paling nanya nya ya broo…??heheh
Tapi ga papa lah…wong saya tinggal pencet saja…Ok di respond begini :

Jawaban unt Injil Matius pasal 18 ayat :

*17 → pandanglah = anggaplah atau…
pandanglah atau berarti “Anggaplah”

*18 → Ingatlah ini :Kalian harus tau bahwa Apa yang dilarang di dunia
ini, itu adalah yang dilarang juga di sorga. Dan apa yang kalian (
manusia maksudnya disini) benarkan di dunia ini, itu adalah yang
dibenarkan juga di sorga.

jangan dicampur aduk dulu broo…( serakah namanya ) , harus dipilah :

sorga adalah suatu tempat yang kudus.tempat ALLAH bertakhta.
hukum sorga adalah hukum kudus yang datang dari sorga tentunya,
dan manusia yang berasal dari sorga datang ke dunia. Adalah Yesus
Kristus sendiri yang mengajarkan hukum sorga tsb sehingga manusia
yang mengikuti hukum / ajarannya sudah tentu nanti masuk sorga dan
hidup kekal disana…heehheh…that"the pont nya brooo…

*19–> Dan ingatlah akan ini juga : Jika ada dua orang dari antara kalian di dunia ini sepakat berdoa ( melakukan doa) mengenai apa saja, maka doa itu akan di kabulkan oleh ALLAH Semesta ALam yang di sorga…( bukan yang ditempat lain tentunya.)

dua orang = bersama sama dalam iman Kristiani yang sama =
berjemaah/berjemaat = lebih dari satu orang.= bukan secara sendiri
sendiri.

*20 → hampir sama arti dan maksudnya mengenai makna jumlah orang,
seperti pada ayat 19 diatas, tapi yang ditekankan / ditegaskan
disini adalah sama motivasinya dan sama dasar keimannanya
bagi ke 2 atau ke 3 orang tsb (yang berkumpul/berjemaat)
Yaitu iman kep TYK.

GIMANA KALO HANYA SATU ORANG…?? ya boleh saja, bukannya berart
nanti menyalahi aturannya TYK…bukan bgitu maksudnya.Ayat ini MA-
lah mengajari kita , SUPAYA SETIAP ORANG BERIAMAN (KEP TYK) wajib
dan harus bersekutu/berjemaat/berjemaah. Dengan demikian maka
janji Tuhan ALLAH dapat lebih nyata karunianya bagi orang orang tsb.
Sesuai bunyi ayat 20 tsb…AKAU AKAN DATANG DITENGAH TENGA
KAMU.Dan itu lah yang akhirnya dinamakan “G E R E J A” ( KUMPULAN
JEMAAT / KELUARGA JEMAAT )
Jadi arti gereja ### gedung.

kiranya seperti itu broo @Odading…smoga berkenan…terimakasih.

SALAM…GBU

TUHHH KAN [email protected] CUTZS…!!!
CARA NANGKEP NYA SALAH ABIS…HEHHEHE…
UDAH BACA SIH DIA @ODADING…NYA tapi ya itu …jauh dari apa yang sudah saya bayangkan sebelumnya…maka saya mencoba untu memberi respon PADA POSTINGANNYA [email protected] odading tsb…heemm

SALAM…GBU.

yup,
step by step

OKs…lanjut…!!!

nah… disini saya mulai mengerti…
yaitu : menggambarkan agar kita juga bisa doa bersama. dan diperkuat ayat dari cutz Matius 6:6.

dan memang kesalahan saya, dgn simpel berpikir bhw pd kalimat,
ada “2 orang” - “permintaan dikabulkan / Tuhan hadir” -
jadi spontan berpikir - kalo cuma 1 orang -
permintaan tidak dikabulkan / Tuhan tidak hadir :slight_smile:

makasih cutz atas pengertiannya.

Jika saya tinggal didalam DIA dan DIA didalam saya bukankah itu dua bukan satu.

Salam

ini juga baru buat saya, dan sangat menarik pengertiannya …:slight_smile:
sehingga kata “2 org” tsb - kemungkinan bisa dimaksudkan
2 keberadaan, yaitu manusia dan RK-nya…krn yg berdoa itu
tentu bkn hanya krn si manusia, tapi ada juga bimbingan RK.
Gitu ya kira2 pengertiannya ya Salvation ?

makasi salvation atas respondnya.

@SHIPIROZ PURBA,
he-he-he… kalo makanan odading kan emang enak…
org cepet “nangkep” kalo dpt makanan enak…
nah tentu donk odading-nya juga berusaha spy bisa
juga cepet nangkep dan mengerti kalo dikasih tau.
(ya kadang2 mah - kalo ga ngerti, di tanya terus seeehh…:))

nanyanya - saya akuin emang iseng2 aja kok,
tapi biasanya jawaban2 dari pertanyaan iseng saya,
buat saya bisa jadi “nempel” dan jadi bekal pengertian.

,pandanglah atau berarti "Anggaplah"

tadinya saya berpendapat spt quote diatas,
yaitu pandanglah = anggaplah…

tapi karena berpikir dgn kata “anggap” -
berarti orang itu mengenal Allah, tapi gak bisa dibilangin…

jadinya saya “muter” - bagaimana bisa - seseorang yg sudah
mengenal Allah - tapi kepala batu, gak bisa dibilangin sekian x ?
kan katanya ada RK yg membimbing utk sadar kesalahan ?

setelah mikir “muter” gitu, saya nyimpulin :
ah ini tentu maksudnya “pandanglah” = “berarti”…:slight_smile:

orang yg gak bisa dibilangin berarti org yg tidak mengenal Allah.

jangan dicampur aduk dulu broo..( serakah namanya )

idiiih… siapa yg nyampur adukin ? :slight_smile:
emangnya bikin adonan kue odading ? he-he-he

hukum sorga adalah hukum kudus yang datang dari sorga tentunya,

nah itulah pemahaman saya seperti quote diatas.

Hukum sorga itu tentu lebih dimaksudkan hukum Allah yg dtg dari sorga - bukan simpel literal bhw di sorga ada hukum.
(kan keberadaan2 yg di surga - tentu udah suci -
jadi ya ga perlu hukum lagi …:)).

SUPAYA SETIAP ORANG BERIMAN (KEP TYK) wajib dan harus bersekutu/berjemaat/berjemaah.

sekarang - saya mengerti sudah dengan pengertian diatas,
yg berasal dari ayat 19 dan 20…:slight_smile:

tetapi,

Dengan demikian maka janji Tuhan ALLAH dapat [u][b]lebih nyata[/b][/u] karunianya bagi orang orang tsb.

tergelitik lagi neeh…,

“lebih nyata” ? kenapa kagak “menjadi nyata” ?

karena sepertinya kalo pake kata “lebih nyata”
artinya yg gak bersekutu-pun / berjemaat - udah nyata,
dan dengan bersekutu = menjadi LEBIH nyata.

sedangkan, kan kalo “menjadi nyata”,
artinya mutlak - yg tidak bersekutu/berjemaat -
karunia tidak akan ada bagi orang tersebut.

disini saya berpikiran begitu, karena menurut saya -
bhw karunia itu sudah nyata - jelas dan nisbi…
(karunia tidak akan bisa menjadi lebih ataupun kurang ataupun samar2 …:)).

sehingga dengan kata2 “lebih nyata” - berkesan,
yg tidak bersekutupun tetep nyata dapet karunia,
cuma karunia-nya tidak “LEBIH nyata” krn dia tidak bersekutu…:slight_smile:

atau apakah memang demikian adanya ?

makasi shipiroz atas penjelasannya -
sori loh saya seneng muter … :slight_smile:

salam.

To: odading

Yap udah bener maksud saya seperti itu.

odading : Reply #10 on: Yesterday at 05:06:10 PM »

ini juga baru buat saya, dan sangat menarik pengertiannya ...smiley sehingga kata "2 org" tsb - kemungkinan bisa dimaksudkan 2 keberadaan, yaitu manusia dan RK-nya...krn yg berdoa itu tentu bkn hanya krn si manusia, tapi ada juga bimbingan RK. Gitu ya kira2 pengertiannya ya Salvation ?

Roma 8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

sOBAT @Odading

heheheh…canda saja masalah kueh odading.tsb ya…Karena itu makanan kegemaran saya juga…saat dulu numpang hidup di Bandung.

Ga masalah broo…kalo mau muter muter , yang penting masih wajar dan logis.

Oh ya bila mau dipertegas lagi makna ayat 17 tsb ( di INJIL MATIUS) itu
adalah menjelaskan seorang bebal ( keras kepala , seperti pendapt anda) yang sama sekali “mengetahui adanya ALLAH” tapi tidak memakai akal budinya artinya lagi tidak Mengenal ALLAH dengan “segenap jiwa dan akal budinya.” ( tidak meresapi sama sekali )…
sudah pasti ROH KUDUS tidak ada / tidak akan hadir dalam diri orang itu.
Sama seperti orang orang Isrel YANG MENYALIBKAN TYK.

*Jadi menurut kamu ( @ fadel ) bahwa tetap ada Roh Kudus DI DIRI ORANG BEBAL TSB…?? adalah pendapat yang SALAH…!! ( menurut pandangan saya ). Karna ALLAH SENDIRI YANG MENG-KATAGORIKAN BAHWA ORANG TSB sbg pemungut cukai jadinya.

[email protected]…di sorga sono…ya sudah tentu ada hukum dong…!! yaitu ajaran mengenai kesucian dan kekudusan…Mana bisa hukum kekudusan dan kesucian yang di bumi ( yang diciptakan dibumi tsb) yang digunakan manusia untuk mengantarkan nya masuk sorga…??. Sudah tau manusia semuanya sudah berdosa…dan hukumnya sudah harus diperbaharui serta di genapi ataupun disucikan lagi .!! Makanya Yesus LAHIR KE DUNIA ini untuk memperkenalkan hukum sorga yang suci kudus tsb ( berita khabar baik Injil tsb.). Dan bagi siappaun yang tidak mau mengikutinya pasti dihukum dan kemudian dibinasakan (kalau mati masuk api yang kekal ).

Oke sekarang masalah "Tergelitik " YA…?? yANG KAMU MASALAHKAN SOAL MAKNA “LEBIH” kan ya…??kosa Kata "lebih "itu kan berarti "kata “sifat” (dlam bah.indonesia }. yang mana kata sifat tsb berfungsi untuk menjelaskan /mendiskripsikan suatu kata benda yang konkrit maupun abstrak sifatnya…yang berada didepan kata sifat ydm.

Jadi kata sifat " lebih " tsb maknanya adalah ada suatau kondisi yang sifat kondisinya : biasa saja; biasa biasa saja/ lumayan; cukup; rata-rata/standart.
Nahh…kondisi di atas standar itu lah yang saya maksud “lebih” itu.broo…

Untuk memperjelasnya kita ambil ilustrasi contoh dibawah ini ya :
Contohnya jika menganalogikan seraut wajah manusia…?? kan di dunia ini banyak rupa dan jenis wajah kan ya…?? berarti bentkk wujud wajah tsb
sudah adakan di diri manusia tsb bukan…???

Namun orang harus punya pembanding dalam menilai wajah tsb kan…??
gimana caranya…?? ya kita harus meletakan kata sifat di kata wajah tsb. sehingga menjadi : cukup tampan wajah itu; lumayan tampan wajah itu;
biasa biasa saja wajah itu…dst …dst nya.

Nah…sekarang kalau kita korelasikan pandangan sAya tsb thd masalah “karunia” ( kata benda abstrak sifatnya ), adalah sama dengan analogi “Wajah manusia” tsb kan…?? maka orang yang “BERDOA SECARA SENDIRI”
itu sudah ada mendapat karunia yang porsinya /capasitasnya misalnya hanya 80%…tapi didapat dari hasil doanya dalam 5kali berdoa dalam satu hari nya.
Nah…kalau berdoanya secara berjemaah / berjemaat ( 2 org s/d 3 org atau lebih )…maka porsi karunia yang 80% tsb bisa didapat dalam gebrakan 1 kali berdoa saja…Jadi itulah saya katakan ‘’ L E B I H " nyata.
bukan…!! sekali lagi bukan " M E N J A D I " nyata.

ARTINYA DISINI, BAHWA :SETIAP ORANG SUDAH MEMDAPAT KARUNUANYA MASING MASING…TAPI DI PEROLEH DENGAN PERGUMULAN YANG LEBIH KERAS DAN MAKAN WAKTU…HEHHEEH
TAPI JIKA BERJEMAAH …ENERGI YANG DISATUKAN MENCIPTAKAN PANCARAN ENERGI YANG SANGAT DAHSYAT.DIPANCARKAN KE SORGA .DAN TUHAN ALLAH MUNGKIN TERPERANJAT DAN TERKEJUT MENDENGAR DOA YANG MEMBAHANA TSB…HAHAHAH…PASTI MALAIKAT DIATAS SANA SANGAT SUKA CITA SEKALI DAN NAMA ALLAH BENAR BENAR DI PERMULYAKAN OLEH HAMBANYA.

NAahh…disini lagi setiap orang diberi limpahan karunia Dari ALLAH DALAM KADAR yang pasti berbeda beda, sesuai dari kebijaksan ALLAH SENDIRI.
Walaupun mereka berdoa secara bersama sama ( berjemaah/berjemaat ) tsb, mungkin si “A” dapat hanya 80% ( baru bisa beli ban mobil dulu), dan si “B” dapat 100% ( sudah bis beli mobil second); si “C” dapat 200% ( sudah dpt beli mobil original baru )…dst…dst nya…
Jadi pokoknya Tuhan ALLAH YANG PALING TAU ISI HATI MANUSIA MASING MASING MENGENAI KEINGINANNYA DALAM BERDOA TSB.Namun Tuhan ALLAH YANG PALING TAU KEBUTUHABN TIAP TIAP ORANG MANUSI AYANG TELA BERDOA BERSAMA TSB.

Begitu kira kiranya pandangan saya ya broo…@fadel. terimakasih

Salam …GBU.
:

mengerti saya sekarang…
ya… ada manusia yg sudah tau Allah itu ada,
tetapi berkepala batu… , yah… kadang2 saya jg seperti ini… :slight_smile:
maklum… belon ada RK kali …

fadel ? kok saya gak ketemu postingan fadel disini ?
apa ada yg ngapus ?

duh… jadi pelajaran bahasa Indo nih… he-he-he…

ya…yaa… saya mengerti sekarang maksudnya “lebih” itu,

maap loh… saya “ribut” - pada kata “lebih” ini,
karena meninjau ke diri-sendiri…, sehingga punya pikiran :
bagaimana dgn orang yg tidak mengharap lebih ?
(kalo “lebih” disini menyangkut sesuatu yg diterima,
baik material ataupun kasih karunia).

tetapi - sekarang saya muter2 lagi mengkaji2 - mikir ulang…
perasaan…, dapet lagi kesimpulan laen ttg kata “lebih” ini.

bagaimana kalo ini :

kata “lebih” ini - bukan sekedar
ban mobil - second ataupun mobil baru …he-he-he.(material),
ataupun apa yg kita terima dari Allah.

Tetapi lebih bersifat spiritual - abstrak kayanya ya ?
ibarat kita sayang ama ortu - jadi anak penurut,
tetapi disaat, misalnya - kita mampu ajak mereka dolan ke LN,
tentu ada sesuatu perasaan LEBIH di hati kita,
yg tentunya gak bisa di ungkapin baik secara lisan-tulisan …:slight_smile:

jadi,

LEBIH NYATA, bisa merupakan wujud pernyataan
terimakasih kita kepada Allah secara abstrak -
bisa gak gitu yaaaa ??? …:slight_smile:

makasi banyak shipiroz atas penjelasannya yg boanyak.

kayanya kasus udah beres untuk topik ini…:slight_smile:
tinggal tunggu kasus2 berikutnya…he-he-he…

salam.