Tentang Pemahatan dan Pendirian Beberapa PATUNG MARTIN LUTHER

kalau pada saat Pemahatan & Pendirian Beberapa PATUNG MARTIN LUTHER

menurut mas jack…

apakah itu strategi busuk Iblis ataukah bimbingan Roh Kudus ?

dan bagaimana kita bisa memverifikasi-nya…
misalnya mas jack selalu bilang… dilihat dari buahnya…
nah… ini buah yang spt apa kira-kira ya?

Mas Cadang, yang saya tahu tentu mas juga tahu. Buah yang dimaksud disini adalah buah Roh yaitu kasih.

Kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama manusia.

Kasih kepada Tuhan diterjemahkan dengan mengikuti ajaranNya.

Kasih kepada manusia juga diterjemahkan dengan melakukan ajaran Tuhan untuk memikirkan keselamatan jiwa sesama dengan memberitakan satu2nya jalan keselamatan available hanya dalam Kristus.

Inilah bentuk kasih yang paling kasih, karena kasih yang menghasilkan keselamatan kekal tidak sekedar memberi uang yang menjadikan kekayaan sementara kita hidup didunia ini saja, tapi akan punya pengaruh kekekalan/jutaan tahun.

Jadi mas…

kalau dalam PROSES PEMAHATAN dan PENDIRIAN PATUNG MARTIN LUTHER itu…

apakah juga termasuk dalam Kasih kpd Tuhan dan kasih kpd Manusia juga…

ataukah…

termasuk Tipu daya Iblis yang menggoda manusia untuk melanggar kutipan keluaran & ulangan itu?

bgm menurut Interpretasi mas jack?

Saya tidak tahu motifasi orang yang membuat patung ML, jadi saya tidak berani berkomentar. Memang alkitab melarang orang membuat patung untuk disembah, kalau tidak untuk disembah sekedar untuk art saja ya tidak apa2 kan mas.

baik mas… thanks…

tapi… yang saya masih belum begitu paham…
kata kel 20:4 yg diulangi di ulangan itu:
TIDAK BOLEH lho…mendirikan Patung yg menyerupai apapun…

dan lagipula…

dari ayat 4 ke ayat 5: TIDAK ADA kata sambung “ASALKAN” lho mas…

jadi kalau di-interpretasikan secara hurufiah…
kelihatannya…
Baik dalam kondisi disembah maupun tidak disembah, TIDAK BOLEH mendirikan patung yg MENYERUPAI APAPUN…

apa gak gitu sih mas?
atau ada interpretasi lain?

20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

Kalau saya mengartikan ini jangan membuat patung untuk disembah.

Karena ayat 4 sambungan ke 5.

Mas jack,

maaf mas,
apakah saya boleh me-rephrase Hasi Interpretasi Mas Jack, menjadi:
BOLEH membuat PATUNG, ASALKAN bukan untuk disembah

Kalau memang demikian,
saya juga masih GAGAL untuk menemukan dari kedua ayat kutipan tadi…
yang bisa dipakai untuk menyimpulkan bahwa BOLEH membuat Patung itu yang mana ya mas?

Soalnya dalam pengertian Tekstual maupun Gramatikal, sejauh kemampuan saya:
artinya kutipan itu mengajarkan ada DUA POINT yang BUKAN berhubungan SYARAT lho mas…
hanya DUA KALIMAT AFFIRMATIF saja lho…
artinya…
Kalimat SATU: bisa berdiri sendiri dan berarti BENAR (tanpa perlu / tanpa kondisi syarat kalimat lainnya)
Kalimat DUA: bisa berdiri sendiri dan berarti BENAR (juga tanpa kondisi syarat kalimat lain)

Oleh karenanya,
dalam logika berpikir Interpretasi HURUFIAH LITERAL, maka rasanya tidak cukup kuat untuk menarik kesimpulan BOLEH membuat Patung yg menyerupai apapun ASALKAN tidak untuk disembah…

Saya memandangnya dari the whole picture what is the bible about.

Pada waktu kita melihat lukisan pemandangan sebuah gunung lalu ada sungai dibawah gunung itu dan disungai ada batu2, Lalu kita tanya apakah lukisan ini, maka orang bisa mengatakan itu lukisan pemandangan gunung dan sungai. Bisa saja orang mengatakan itu lukisan batu.

Lukisan batu adalah bagian kecil dari lukisan pemandangan ini tapi pelukis itu ingin melukis sebuah pemandangan di sebuah gunung yang alami.

Demikian juga saya melihat ayat2 itu sebagai suatu kesatuan bahwa orang tidak boleh membuat patung untuk disembah, patung dalam bentuk apapun.

Kenapa demikian, karena saya mempertimbangkan ayat2 lain dimana Tuhan memerintah orang membangun patung malaikat untuk menghiasi tabut perjanjian.

Membuat patung dalam bentuk apapun untuk disembah tidak boleh, membuat patung untuk hiasan tabut boleh.

Jadi saya simpulkan, ayat2 itu harus dibaca dalam suatu kesatuan.

Supaya lebih jelas,
saya sertakan juga beberapa versi dari kutipan itu… kuatirnya salah terjemahan…
tapi kayaknya sih enggak beda jauh sih…

לֹֽ֣א  תַֽעֲשֶׂ֨ה־  לְךָ֥֣  פֶ֣֙סֶל֙  וְכָל־  תְּמוּנָ֡֔ה  אֲשֶׁ֤֣ר  בַּשָּׁמַ֣֙יִם֙  מִמַּ֡֔עַל  וַֽאֲשֶׁ֥ר֩  בָּאָ֖֨רֶץ  מִתַָּ֑֜חַת  וַאֲשֶׁ֥֣ר  בַּמַּ֖֣יִם  מִתַּ֥֣חַת  לָאָֽ֗רֶץ  5   לֹֽא־  תִשְׁתַּחְוֶ֥֣ה  לָהֶ֖ם֮  וְלֹ֣א  תָעָבְדֵ֑ם֒  כִּ֣י  אָֽנֹכִ֞י  יְהוָ֤ה  אֱלֹהֶ֙יךָ֙  אֵ֣ל  קַנָּ֔א  פֹּ֠קֵד  עֲוֹ֨ן  אָבֹ֧ת  עַל־  בָּנִ֛ים  עַל־  שִׁלֵּשִׁ֥ים  וְעַל־  רִבֵּעִ֖ים  לְשֹׂנְאָֽ֑י׃ 

(yg ini saya gak ngerti artinya… hehe… kalao alkitab Hanacaraka baru saya mudeng… ehehe…)

4“You shall not make for yourself an image in the form of anything in heaven above or on the earth beneath or in the waters below. 5You shall not bow down to them or worship them; for I, the Lord your God, am a jealous God, punishing the children for the sin of the parents to the third and fourth generation of those who hate me,

tetap saya GAGAL menemukan bahwa:
Thou are allowed to create images in the form of anything as long as they are not meant for worship or bowing.

masih gagal menemukan yg itu mas… ada yg bisa bantuin?

Takutnya, dalam metodologi Interpretasi Hurufiah Literal, makna BOLEH bikin patung ASAL tidak disembah, itu bisa-bisa digolongkan dalam “MENAMBAH-NAMBAH-i sesuatu yang TIDAK TERTULIS lho…”

nanti kalo pada masuk neraka gimana coba… kasian kan…

4“You shall not make for yourself an image in the form of anything in heaven above or on the earth beneath or in the waters below.

It said : In heaven above mean including making angles statue

Nyatanya Tuhan menyuruh orang membuat patung malaikat untuk menghiasi tabut Allah.

Jadi harus ditafsirkan dengan memperhatikan isi alkitab secara the whole picture mas.

belum mudeng mas…

  1. apakah berarti perintah Tuhan untuk bikin patung malaekat itu PANGKATnya LEBIH TINGGI dari sepuluh perintah Tuhan ini? sehingga mas jack bisa menyimpulkan bahwa ayat ini membatalkan larangan patung itu?

  2. Apakah bisa berarti bahwa HANYA BOLEHNYA membuat PATUNG MALAEKAT saja?
    soalnya membuat PATUNG LAIN tidak tertulis boleh dan tidak-nya…
    walaupun di ayat 4 sudah cukup LITERAL HURUFIAH ditulis tidak boleh bikin patung apapun?

  3. Sedangkan last time i checked, Martin Luther BUKAN malaekat…
    apakah berarti Boleh bikin patung-patung ML, Calvin, Zwingli, dll?

Kembali kalau menurut pengertian saya,

Alkitab mengatakan tidak boleh membuat patung bentuk apapun baik yang disurga, seperti malaikat, dll, maupun dibumi seperti manusia, pohon, dll, maupun dilaut seperti patung ikan.

Kalau berhenti sampai disini saja berarti membuat patung malaikatpun tidak boleh.

Ternyata membuat patung malaukat boleh.

bagi saya berarti kalimat ini tidak boleh diartikan sendirian, namun harus digabungkan dengan kalimat dibawahnya yaitu bahwa secara keseluruhan berati tidak boleh menyembah patung dalam bentuk apapun termasuk patung Tuhan Yesus (in heaven above) patung maria, patung ikan patung apapun tidak boleh disujudti.

Asal mula alkitab itu tidak ada chapter dan ayat. Jadi merupakan kalimat saja. Sehingga tidak ada keluaran pasal 20 ayat 4 atau ayat 5.

Question: “Who divided the Bible into chapters and verses? Why and when was it done?”

Answer: When the books of the Bible were originally written, they did not contain chapter or verse references. The Bible was divided into chapters and verses to help us find Scriptures more quickly and easily. It is much easier to find “John chapter 3, verse 16” than it is to find “for God so loved the world…” In a few places, chapter breaks are poorly placed and as a result divide content that should flow together. Overall, though, the chapter and verse divisions are very helpful.

The chapter divisions commonly used today were developed by Stephen Langton, an Archbishop of Canterbury. Langton put the modern chapter divisions into place in around A.D. 1227. The Wycliffe English Bible of 1382 was the first Bible to use this chapter pattern. Since the Wycliffe Bible, nearly all Bible translations have followed Langton’s chapter divisions.

The Hebrew Old Testament was divided into verses by a Jewish rabbi by the name of Nathan in A.D. 1448. Robert Estienne, who was also known as Stephanus, was the first to divide the New Testament into standard numbered verses, in 1555. Stephanus essentially used Nathan’s verse divisions for the Old Testament. Since that time, beginning with the Geneva Bible, the chapter and verse divisions employed by Stephanus have been accepted into nearly all the Bible versions.

Read more: http://www.gotquestions.org/divided-Bible-chapters-verses.html#ixzz2OzySpbmZ

kalo soal sujud menyujud & sembah menyembah, saya udah cukup bisa menangkap Interpretasi Literal Hurufiah versi mas jack…

saya masih belum pahamnya, tentang PEMBUATAN PATUNG kok mas…

andaikatapun memang gak pakai pasal & ayat, tetap aja bunyi kalimatnya kan demikian:
You shall not make for yourself an image in the form of anything in heaven above or on the earth beneath or in the waters below.
You shall not bow down to them or worship them; for I, the Lord your God, am a jealous God, punishing the children for the sin of the parents to the third and fourth generation of those who hate me,

Maaf mas, terus terang saya masih GAGAL memahami logika Interpretasi LITERAL HURUFIAH bagaimana yang bisa sampai pada kesimpulan KALO BUAT PATUNG AJA sih BOLEH, ASAL tidak untuk disembah…

Logika Pengambilan kesimpulan demikian, itu harusnya dimiliki oleh kelompok yang NON-HURUFIAH-LITERAL lho mas…
yang TIDAK GEMAR menggunakan kutipan: Jangan Menambah & mengurangi apa yang tertulis…

Terus terang mas…
kalau versi Interpretasi mas jack & teman-teman yang apalagi sering merasa SUDAH JELAS bahwa ITU OMONGAN DARI TUHAN LANGSUNG yang BISA DIMENGERTI MAKNAnya…
maka…
Kesimpulan yg di-ambil mas Jack itu berarti TELAH MENG-INGKARI PRINSIP INTERPRETASI ala mas jack sendiri lho…

hal ini yang masih agak membingungkan saya mas…

ha ha… nih jawaban , kalo ditopik patung maria dll, lain lagi mas bro jeack.

istilah kate , kaya bunglon jadinye :slight_smile:

Punctuation/tanda baca seperti titik koma juga tidak ada dalam alkitab asli.

Resolved QuestionShow me another »
Who (and when) put the punctuation in the King James Bible?
Wasn’t the original Hebrew and Arabic/Greek written right to left without punctuation?
6 years ago Report Abuse

NONAME
Best Answer - Chosen by Asker

The original Hebrew was written from right to left without punctuation or verse numbering. The King James included punctuation and verse numbers when it was published in 1611.
6 years ago Report Abuse
Asker’s Rating:Asker’s Comment:
Thorough and informative. Thanks

ya sama saja lah bro, selama tidak disujudti mau buat patung ayam, patung sapi atau patung manusia tidak apa2.

Di sekolah2 kedokteran banyak patung tulang manusia ya tidak apa2 bro. Digereja juga ada patung kursi untuk diduduki jemaat, tidak apa2 juga kan.

Musa juga membuat patung altar dari batu jaman dulu untuk persembahan korban. Yang penting jangan disembah bro. daripada sembah patung lebih baik sembah Tuhan Yesus saja.

kalau kata sambung ASALKAN, TETAPI, dst…
apakah juga tidak ada di teks asli-nya?

btw…
1 bagaimana sih memverifikasi bahwa teks asli itu benar-benar asli?
2. Bgm sih memverifikasi bahwa jika memang itu teks asli, bahwa yang tertulis dalam teks asli itu benar-benar kata-kata yang PERSIS keluar dari MULUT ALLAH atau istilah biblikalnya DITULIS oleh JARI ALLAH…
Kan bisa aja ada tulisan dengan usia yang sama tua-nya, tetapi yang nulis agak-agak budeg atau udah rada-rada rabun, sehingga tinta yang tergores disitu jadi TIDAK 100% persis-sis-sis dengan Firman Langsung…

Saya googling. ternyata ada link ini coba dicermati.

http://carm.org/manuscript-evidence

ditemukan 5600 perjanjian baru tulisan tangan yang di salin kurang dari seratus tahun dari tulian aslinya.

Jadi maksudnya kalau Paulus menulis tanggal satu januari tahun 1000, Lalu di copy orang lain tanggal 1 januari 1099 maka itu berarti copy ini kurang dari seratus tahun dari aslinya.

Dan diantara 5600 ini keakurasiannya 99.5 persen artinya kesalahannya hanya setengah persen saja.

ditambah ada 19000 manuscript dalam bahasa2 lain seperti siria, latin dll.

Coba bandingkan misal dengan tulisan pengembang deductive logic, Aristotle, hanya ditemukan 49 tulisan tangan/ manuscript

thor Date
Written Earliest Copy Approximate Time Span between original & copy Number of Copies Accuracy of Copies
Lucretius died 55 or 53 B.C. 1100 yrs 2 ----
Pliny 61-113 A.D. 850 A.D. 750 yrs 7 ----
Plato 427-347 B.C. 900 A.D. 1200 yrs 7 ----
Demosthenes 4th Cent. B.C. 1100 A.D. 800 yrs 8 ----
Herodotus 480-425 B.C. 900 A.D. 1300 yrs 8 ----
Suetonius 75-160 A.D. 950 A.D. 800 yrs 8 ----
Thucydides 460-400 B.C. 900 A.D. 1300 yrs 8 ----
Euripides 480-406 B.C. 1100 A.D. 1300 yrs 9 ----
Aristophanes 450-385 B.C. 900 A.D. 1200 10 ----
Caesar 100-44 B.C. 900 A.D. 1000 10 ----
Livy 59 BC-AD 17 ---- ??? 20 ----
Tacitus circa 100 A.D. 1100 A.D. 1000 yrs 20 ----
Aristotle 384-322 B.C. 1100 A.D. 1400 49 ----
Sophocles 496-406 B.C. 1000 A.D. 1400 yrs 193 ----
Homer (Iliad) 900 B.C. 400 B.C. 500 yrs 643 95%
New
Testament 1st Cent. A.D. (50-100 A.D. 2nd Cent. A.D.
(c. 130 A.D. f.) less than 100 years 5600 99.5%
As you can see, there are thousands more New Testament Greek manuscripts than any other ancient writing. The internal consistency of the New Testament documents is about 99.5% textually pure. That is an amazing accuracy. In addition there are over 19,000 copies in the Syriac, Latin, Coptic, and Aramaic languages. The total supporting New Testament manuscript base is over 24,000.

ok mas… thanks atas info-nya… baru tahu juga nih saya… pengetahuan baru…

btw… jadi mas jack menarik hipotesis apa dari sumber informasi ini?

  1. Bahwa kata sambung TETAPI, ASALKAN, dll memang TIDAK ADA di antara kedua kalimat itu, mengingat tingkat kesalahan translasi-nya yang dianggap kurang dari 5% ?

  2. Mungkin saja kesalahan translasi / re-writing yang dibawah 5% itu, bisa saja JUSTRU pada kata sambung ASALKAN di kalimat itu… sehingga dengan demikian bisa sesuai dengan interpretasi-nya mas Jack?

mohon pencerahannya mas…