Tentang pemberian kasih

Di gereja2 kharismatik, para petugas pelayan gereja mendapatkan uang saku, atau yg lebih dikenal sebagai pemberian kasih (PK).

Kira2 apakah motivasi gereja memberikan PK itu dan apakah itu tidak mengacaukan motivasi si pelayan itu sendiri.

karena Buat saya pribadi, PK itu sesuatu yg asing.

mohon pencerahanya…
peace… :slight_smile:

gpp sih :coolsmiley:
tapi kyknya tergantung sang pelayan itu, klo si pelayan itu sungguh2 mungkin gak ngaruh sma pelayanannya

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan dittambahkan kepadamu.

ayat diatas sama sperti topik, disamping melayani, kta akan ditambahkan dri kekurangann :afro:

Termasuk biaya operasional kalee. mank menurut anda, pelayan gereja seharusnya tidak boleh mendapatkan uang ?
Mank pendeta2 kalo kotbah kesana kemari, kadang sampe ke luar kota… ora dapat “uang amplop” ?
Mank uang perpuluhan, kolekte selain buat disumbangkan pada fakir, korban bencana, dll… ora boleh di ambil buat bayar listrik, telpon, bensin mobil transport gereja, dll ?
Kalo ora ada biaya operasional, bagaimana caranya gereja itu bisa beroperasi ?

menjadi pelayan gereja biasanya kerelaan mereka sendiri…
malah banyak juga yg kecukupan materiel, tetap mau jadi pelayan Tuhan dlm gereja.
mank berapa si uang PK sampe bisa mengacaukan motivasi mereka ?

ya kalo ada yg kacau motivasinya gara2 uang PK… itu individu mereka sendiri yg ndlogog.

PK itu lebih tepat untuk full timer, bukan untuk orang yg punya penghasilan di luar melayani, jika ada yg memberikan PK tidak masalah tapi tidak berkualitas, karena Paulus juga bekerja jadi tukang tenda, tapi maklum anda bicara begitu, mungkin karena ketidaktahuan… :slight_smile:

kalo biaya operasional, buat pendeta dll sih sudah jelas bro…
pertanyaanya bukan harus atau tidak harus, atau berapa besar pelayan non full timer ini menerima uang, tetapi apa ini tidak mengacaukan motivasi mereka…? dan apa motivasi gereja memberikan PK ini.

ndlogog itu apa ya bro…?

tetapi yg saya tahu PK ini buat yg non full timer…
yg dibold kedua maksudnya apa bro…?

Anggaplah sebagai ujian akan imanmu…

Jika soal duit selembar dua lembar saja sudah motivasinya melenceng, bayangkan soal duit se pickup atau dua pickup.

Tidak ad sebenarnya PK buat non full timer, kalau anda kerja dengan penghasilan 5 juta sebulan, apakah mau dikasih PK 100 rb setiap pelayanan? Karena para full timer tidak usaha di tempat lain dan hanya mengandalkan PK untuk kehidupan mereka sehingga layak diberi PK.

Saya bilang tidak berkualitas karena kalau sudah menyangkut mamon (uang), suram urusannya, mamon dan Yesus itu tuan, tinggal pilih lebih sayang siapa.

Semoga berkenan…^^

Apakah hanya digereja Karismatik ada Persembahan Kasih? apakah anda bergereja di Gereja Karismatik sehingga pertanyaan anda hanya terkungkung pada ruang lingkup gereja karismatik?
menurut anda sendiri kenapa PK itu sesuatu yg asing… bisa anda jelaskan "asing"nya seperti apa?apakah karena anda tidak familiar atau justru pikiran anda yg sudah melenceng kesana kemari ttg PK itu sehingga membuat “asing” bagi anda?
petugas pelayan gereja itu apakah maksud anda “pengerja” gereja? atau fulltimer atau justru “pendeta” yg berkotbah? karena pengertian petugas pelayan gereja didalamnya bahkan termasuk pada OB dsbnya, dan setahu saya memang mereka ada PK untuk itu, karena mereka sudah melayani…
demikian.
Salam
GBU

Jika disuatu Gereja ada istilah PK ( pemberian Kasih ).dengan tujuan tertentu ( positip maksudnya dari sudut pandang suatu kerohanian )…maka menurut saya di GEREJA TSB DITERAPKAN APA ITU YANG NAMANYA PRINSIP SALURAN BERKAT bukan…?? Di Gereja tsb jelas menerapkan rajin MEMBERI DAN RAJIN MENERIMA pula BAGI YANG DI KATAGORIKAN memang berhak untuk menerima suatau berkat ( upah darai hasil kerjanya = PK yng dimaksud ).
Di Gereja tsb nyata jelas menerapkan transparansi suatu konsep siapa yang bekerja maka berhak untuk menerima upahnya…Ya karna memang demikianlah yang diterapkan di Gereja tsb,. Apakah itu melanggar Ajaran Keimanan Kristen…?? Tentu tidak bukan…!!!
Karena setiap itikat baik dalam komonitas lingkungan management Gereja…pasti itu tidak lain dari pengejawantahan
AJARAN ALAKITAB…

Salam…

persembahan kasih berbeda dgn pemberian kasih kan bro…?
saya tidak tahu persis diluar gereja kharismatik ada PK atau tidak, dengan sebutan berbeda mgkn…? Jd dalam konteks ini sy bicarakan yg setahu saya sj. Saya selama ini partisan di gereja kharismatik, dan belum lama ini menjadi anggota resmi.
Hal ini sst yg asing karena di gereja saya sebelumnya setahu saya orang melayani itu dengan kerelaan dan tidak di kasih PK. Jadi mgkn lebih ke tidak familier kali.
Lebih jelasnya yg mendapat PK itu spt pemain musik, song leader, WL, guru sekolah minggu (ini yg saya tahu saja). Pendeta, karyawan gereja tentu saja mendapatkan (gaji) dan itu tidak perlu dipertanyakan.
salam

Apa tidak berbahaya itu bro…kalo rajin menerima…he…he…canda bro…
Pemberian kasih, menurut pemahaman saya tidak bertentangan dengan Firman Tuhan,
Namun kalo ada “ribut-ribut” tentang PK, itu karena masing2 individu itu yg “bermasalah”. Contoh, ada guru sekolah minggu, guru yg satu muridnya sedikit, yg lain muridnya banyak (karena biasanya dibedakan dlm kelompok umur dsb), guru yg muridnya banyak ini menuntut PK yg lebih.
atau misalnya seseorang menjadi lebih rajin melayani karena ada PK nya (kalau yg spt ini hy orang tsb dan Tuhan yg tahu).
Makanya pertanyaan saya adlh apakah PK ini tidak mengacaukan motivasi si pelayan gereja tsb, tentu tidak semua.
salam

Di Gereja anda mungkin asing, tapi di gereja tertentu kan tidak, dan para pelayannya memang mengharap PK untuk transport dan makan mereka, mungkin jumlahnya yg dibatasi, kalau WL sekali tampil sudah dpat Rp 1.000.000, ya rusk deh motivasinya, terus dia tampil 4x sebulan, itung aja bro… :tongue:

Setiap gereja kan berbeda beda. malah di gereja saya ada PK tetapi untuk fulltimer saja, kalo untuk WL atau pemain musik gada tuh, karena melayani Tuhan ya kerinduan mereka, tidak mesti ada PK segala.
Jika memang tidak familiar ya gpp, karena setiap gereja memang berbeda sejauh itu tidak menjadi batu sandungan bagi yg pengerja2 yg lainnya ya menurut saya sah-sah saja ko.

Iya setuju…jangan merasa aneh jg, tetaplah melayani Tuhan baik atau tidak baik waktunya…^^

Ga ada patokan untuk PK (persembahan kasih) maupun PK (pemberian Kasih).
tanya aja ke Tuhan apakah dikasih PK atau tidak, dan berapa nominalnya.

untuk bahan pertimbangan : kalo didunia orang kerja dapat upah itu sudah sewajarnya dan nominalnya dinilai sewajarnya.