tentang praktek bernubuat

bernubuat yg benar itu memang harus menyampaikan suara Tuhan itu sendiri kepada sesama(harus bener2 denger suara Tuhan) atau boleh pake hikmat/pikiran sendiri sih??soalnya dalam prakteknya suka susah membedakan suara Tuhan dgn suara hati sendiri.malah pemimpin ane pernah bilang supaya menyuarakan apa aja yg terlintas di kepala saat itu(gimana klo yg melintas itu cuma pikiran kita sendiri??).jelas ane ga setuju klo bernubuat disamakan dgn asal bunyi.secara bisa aja kan orang mungkin lagi ga denger suara Tuhan tp menyuarakan pikirannya/suara hati sendiri dgn hikmatnya sendiri supaya kesannya bisa bernubuat??gimana menurut kalian??

Saya sendiri juga suka bingung membedakan suara hati/pikiran dengan suara Tuhan. Tapi menurut senior saya, kalau kita bergaul karib dengan Tuhan, otomatis kita akan diberi hikmat untuk membedakannya. So, sekarang ini saya sangat ingin sekali bergaul karib dengan Tuhan agar dapat mendengar suara Tuhan, mendapat karunia nubuat/penglihatan, etc…

ane tanya disini soalnya di gereja ane suka diajarin ttg bernubuat utk orang lain & giliran ada pertanyaan kek di atas selalu aja pengajarnya ga mau jawab atau malah mengalihkan pembicaraan.toh manusia juga bisa kan mengeluarkan kata2 membangun dgn hikmat&kekuatannya sendiri(sering dilakukan nih dlm acara motivasi sekuler)??keknya klo kita dikasi nubuatan dr orang lain di gereja maka kita juga harus menguji apakah nubuatan itu dari Tuhan atau bukan(hikmat manusia).

Bernubuat itu pasti datangnya dari Tuhan, sdgkn mperkatakan berkat bisa brasal dari kita sendiri.

Salah satu kegegabahan yg potensial mnimbulkan sandungan adalah mengartikan bhw segala pmikiran, perkataan, harapan dan keinginan bahkan ucapan berkat kpd orang lain sudahlah pasti mrupakan nubuat dari Tuhan.

Misal :
Dia pengen dapet mobil, lalu dia ‘bernubuat’ bhw tahun depan dia dapat mobil.

Tuhan tidak bkewajiban utk mwujudkan harapan manusia, Ia hanya bkewajiban mwujudkan iman.
Iman itu timbul bukan dari harapan sso, mlainkan timbul dari pendengaran akan Firman Tuhan.


Skadar masukan,

Sbelum kita mengeluarkan kata-kata ucapan kpd orang lain, kita uji dahulu apakah itu brasal dari Tuhan atau dari pikiran kita sendiri.

Jika kita tidak yakin skalipun sudah kita uji, maka kita katakan apa adanya dg orang yg kpadanya kita tujukan ucapan kita.

Misal :
‘Inilah yg saya dengar, silakan dkonfirmasikan kbenarannya.’

Kpd bbrp hamba Tuhan memang Tuhan brikan urapan bnubuat yg sangat kuat shg ucapan nubuat dapat ia dengar dg sangat jelas dan/atau diiringi visi.
Tp skalipun dmikian, ia harus tetap hati-hati utk tidak pukul rata bhw smua yg muncul di pikirannya sudah pasti firman Tuhan.

Iblis pernah mcobai Tuhan Yesus dg kutipan dari Mazmur 91!!!

thx atas responnya.jadi sebetulnya orang Kristen itu wajib punya karunia bernubuat ato ngga sih??soalnya di gereja ane kok kadang2 jemaat suka diminta bernubuat untuk teman di sebelahnya(tanpa memandang apakah orangnya punya karunia bernubuat atau tidak),kasarnya semua disuruh ‘coba2’ bernubuat.pdhal blom tentu semuanya denger suara Tuhan kan,bisa aja malah menyuarakan apa yg dari pikirannya sendiri(klo yg parah malah diklaim sbg suara Tuhan alias nubuat palsu).

ane pribadi sih biasanya cenderung diam klo ga yakin yg ane denger itu suara Tuhan atau bukan(lebih baik tidak bernubuat daripada malah menyampaikan nubuat palsu).entah deh klo orang lain gimana(apa asal bablas aja,yg penting udah ‘bernubuat’).

Bgini Bro,
Dari yg saya tau, ketika roh sso smakin dewasa, maka rohnya akan smakin peka.
Ktika roh sso smakin peka, maka rohnya akan lebih mudah mdengar suara Roh Kudus.

Maka itu, ktika orang tsb mdoakan rekannya, ia akan bisa mdengar perkataan Roh Kudus yg dtujukan pd rekannya (sesuai dg pkenanan Roh Kudus utk mngatakannya).

Ini istilahnya nubuat orang per orang yg mana semua orang percaya bisa mdapatkannya jika rohnya sudah smakin peka.

Ini ayatnya :

1Kor. 14:31
Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan.

Tp karunia bernubuat itu lain lagi.
Skalanya beda, cakupannya beda dan urapannya beda.

Karunia bernubuat adalah untuk kepentingan jemaat scr korporat, jd bukan orang per orang.

1Kor. 12:7
Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.

Tidak smua orang dbrikan karunia bernubuat jenis ini.


Pd dasarnya,
Memfasilitasi utk bernubuat orang per orang adalah Alkitabiah asalkan pihak yg berkata-kata dan pihak yg mnerima kata-kata tidak menelan bulat-bulat apa yg dsampaikan.

Suatu perkara baru sah dg kterangan minimal 2 saksi. Jd smua pkataan butuh pneguhan dan jika itu brasal dari Tuhan, maka Ia akan mneguhkan.

Adalah gegabah jika yg berkata-kata yakin bhw kata-katanya pasti nubuat dan yg mnerima kata-kata yakin bhw dia pasti sdg dnubuatkan.

ane pribadi sih biasanya cenderung diam klo ga yakin yg ane denger itu suara Tuhan atau bukan(lebih baik tidak bernubuat daripada malah menyampaikan nubuat palsu).entah deh klo orang lain gimana(apa asal bablas aja,yg penting udah 'bernubuat').

Jika mrasa mnerima suatu kata-kata nubuat (orang per orang atau utk jemaat) sampaikan saja.
Tapi wanta-wanti utk dikonfirmasikan kebenarannya oleh hamba Tuhan lain.

Jangan sampai kita malah mngubur talenta biar kata hanya berskala 1 talenta.

“Akulah gembala yang baik. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.” (Yoh 10:1-42)

domba yang baik mengenal suara gembalanya :afro:

Saya dulu ikut pelayanan profetik, dilatih untuk bernubuat. Menurut saya sih aneh praktek seperti itu, dan juga tidak kuat dasar alkitabnya. Tapi daripada dibilang macam-macam, ya udahlah saya katakan yang positif2 aja, bisa tentang berkat, kekuatan, penyertaan Tuhan, dll. Anehnya, kadang orang yang saya nubuatin merasa klop dengan perkataan saya. Saya sih cuman ketawa aja, orang saya juga asal ngomong apa aja yang lewat di kepala. Kayaknya sih sugestif sifatnya.
:slight_smile:

Hati-hati dengan nubuatan palsu bro…

:wink:
:afro:
:happy0025:

makanya,bernubuat kok malah jd disamakan dgn kata2 motivasi sih(yg mana banyak dilakukan oleh orang2 sekuler).apa ini menandakan klo ajaran gereja sudah mulai bercampur baur dgn ajaran sekuler??wah bahaya nih(penyesatan terselubung).memang benar yg Firman Tuhan katakan bahwa nubuatan pun juga kudu diuji(jgn dimakan mentah2).

Utk ini ada ayatnya :

2 Ptr 1:21
sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Biasanya yang sering terjadi, jemaat sudah keblinger lebih dulu dengan kata2 dari pengkhotbah, sehingga sering mereka menerima apa saja “perkataan nubuat” dari seorang hamba Tuhan.

Alkitab telah mengingatkan : Janganlah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran (lihat efesus 4:14)
Orang yang lugu, dan mudah kagum sama pendeta/ penginjil apalagi yg sudah terkenal, sehingga jemaat sangat cepat mempercayai apa saja semua perkataan dan mengikuti semua seruan.

Ada pepatah bilang: μεμνησο απιστειν – memnêso apistein - berhati-hatilah dalam percaya - learn to distrust.

Dan dalam bagian lain dalam Alkitab kita menuliskan sebuah nasehat:
“Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” (1 Tesalonika 5:21).

Sayangnya pnyataan Bro ini scr faktual ada benarnya.

Alkitab telah mengingatkan : [i]Janganlah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajara[/i]n (lihat efesus 4:14) Orang yang lugu, dan mudah kagum sama pendeta/ penginjil apalagi yg sudah terkenal, sehingga jemaat sangat cepat mempercayai apa saja semua perkataan dan mengikuti semua seruan.

Pnyataan Bro ini juga scr faktual ada benarnya.

Ada pepatah bilang: μεμνησο απιστειν – memnêso apistein - [i]berhati-hatilah dalam percaya - learn to distrust[/i].

Dan dalam bagian lain dalam Alkitab kita menuliskan sebuah nasehat:
“Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” (1 Tesalonika 5:21).

Benar.

Ada bbrp kebiasaan/praktek bahkan ajaran yg ekstrim, mnyimpang, keliru dan salah kaprah yg bredar di kalangan Karismatik yg mbuat kami dicela dan dijauhi oleh kalangan non-Karismatik.

Krn itu saya senang topik-topik smacam itu dbahas oleh rekan-rekan agar kita semua bisa saling mbri masukan dan mnguji satu sama lain.


Utk nubuat,
Harus dikonfirmasikan oleh stidaknya 2 saksi.

Bahkan, sbuah nubuat akan lebih baik dsampaikan jika si orang yg dinubuatkan sudah terlebih dahulu menerima firman tsb (jd nubuat bsifat mngkonfirmasikan), terutama jika nubuat itu bsifat ‘mlibatkan perubahan hidup’.

Bukankah nubuat sudah berhenti brur ?

I Korintus 13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

Mnrt ‘tafsiran Gereja’ Anda sih bgitu.
Tp tidak smua Gereja mnafsirkan sbgmn yg Gereja Anda tafsirkan.


Marilah kita jalan ssuai dg iman masing-masing saja.

Yg mnafsirkannya sudah bhenti ya biarlah bhenti bagi dia,
Yg mnafsirkannya masih berlangsung ya biarlah masih blangsung bagi dia.

Tp saya tidak mau mbahas itu disini.
Stau saya di FK sudah ada thread lain yg mbahasnya.

Topik ini hanya bagi mreka yg myakini nubuat masih berlangsung.

Jadi tidak boleh didiskusikan apakah masih boleh atau tidak bernubuat ?

Di kamar lain Bro.
Diskusi spt itu sudah banyak terjadi dan hanya debat kusir saja.
Bro bisa mmilih kamar yg mdiskusikan hal tsb dan silakan berargumen ria tanpa ksepakatan.

Okelah kalau demikian karena saya banyak melihat nubuat nubuat palsu beredar dijaman ini.

Jangankan nubuat palsu Bro, pengajar palsu dan gembala palsu juga banyak.