tentang zodiak + rasi bintang menurut kristen

bagaimana pandangan kristen tentang zodiak ?

bolehkah kita “mempercayai” (bukan MENUHANKAN) zodiak ?

darimana datangnya zodiak ?

siapa penemu zodiak ?

zodiak kan identik dengan rasi bintang, kita lihat orang mazus itu melihat bintang bersinar, dan bisa berkata “SEORANG juru selamat telah lahir”

siapa yang ngajarin si mazus ?

Kayanya ini point pertanyaan anda…

Ada perkara rohani ada perkara jasmani.
Ada dunia jasmani dan ada dunia rohani.

Saat manusia tidak menerima pesan Tuhan lewat wahyu, Ia mengutus nabi-nabiNya diseluruh dunia untuk menyampaikan pengajaran akan kesetiaan, kebaikan, kebenaran, keadilan, dan jalan-jalan orang jujur. Mereka mengajarkan dengan berbagai cara dan salah satunya adalah tanda-tanda dilangit dan dibumi. Tanda jasmani dan juga rohani. Seperti bencana, rasi bintang, pergerakan awan, perubahaan iklim dan cuaca serta banyak hal lainnya untuk membantu manusia hidup lebih bijaksana dan arif. Contohnya tentang zodiak, shio, dewi kesuburan (iklim dan cuaca) dan lain-lainnya, contoh negatifnya santet, tenun, pelet dan lain-lainnya.

Memang kekristenan tidak menerima kebenaran lain diluar Alkitab yang sudah dicanonkan. Supaya kita tidak diombang-ambingkan oleh berbagai pengajaran yang tercampur dan berkembang. Kanonisasi Alkitab adalah untuk menjaga agar ajaran kekristenan tidak melenceng, sementara kearifan budaya berkembang seiring berubahnya waktu dan penguasa. Karena hal itu maka kita tidak menganggap hal itu sebuah kebenaran, tetapi kita juga tidak dapat menganggap semua itu adalah omong kosong, sebab beberapa diantaranya adalah pesan-pesan Allah untuk orang-orang diluar iman kristiani.

Orang majus adalah bukan orang sembarangan… mereka tentunya orang2 yang menyelidiki kerohanian/spiritual dari tanda2 alam… butuh waktu dan pengabdian yang lama untuk mempelajari hal demikian… sampai dimana kehidupan mereka sangat bersukacita hidup dekat dengan TUHAN… dalam pengertian kita bisa disebut orang2 sufi untuk yang beragama lain… untuk mencapai ini dibutuhkan pengalaman hidup yang beragam sampai ada suatu kesadaran untuk mencari dan mendalami TUHAN… tentunya jika mereka bisa mengetahui tanda bintang itu adalah kedatangan TUHAN… sudah pasti ada kehendak TUHAN disana… dan kedatangan TUHAN yang kedua kali akan memiliki tanda yang sama… anda bisa mendalami dan menyelidikinya seperti orang majus tersebut… tidak hanya lambang2 zodiak… namun rahasia terbesar yaitu kedatangan TUHAN sendiri yang kedua… tentunya persiapannya tidaklah mudah… hanya diberikan pada orang2 yang TUHAN pilih…

Zodiak adalah “Astrology Signs.” Ilmu tentang Zodiak adalah dalam ranah ilmu Astrologi.
Sedangkan, orang2 Majus itu adalah para ahli Astronomi.

Ketika mempertanyakan keilmuan orang Majus ini, Anda harus dapat membedakan 2 istilah tentang “ilmu perbintangan” itu:

Ada perbedaan antara Astronomi dan Astrologi:

Astrologi (Yunani: Astro = bintang, Logos = ilmu) atau ilmu perbintangan, kata ini diserap dari bahasa Yunani, di mana berdasarkan letak posisinya di antara berbagai benda langit, peramal bisa meramalkan nasib seseorang.

Sedangkan Astronomi (Yunani: Astro = bintang, Nomos = hukum) adalah ilmu yang melibatkan mekanika langit, pengamatan dan penjelasan kejadian yang terjadi di luar Bumi dan atmosfernya. Ilmu ini mempelajari asal-usul, evolusi, sifat fisik dan kimiawi benda-benda yang bisa dilihat di langit (dan di luar Bumi), juga proses yang melibatkan mereka.

Astrologi bukan suatu penyimpangan dari Astronomi, karena keduanya berbeda. Astrologi mempelajari bintang secara mistis dalam kaitannya dengan nasip manusia, sedangkan Astronomi mempelajari mekanisme langit yang tidak ada dikaitkan kepada nasip manusia tetapi mempelajari fenomena benda-benda langit di dalam tata geraknya, evolusinya, kemungkinan perubahannya dll.

Kesimpulannya : Astronomi menggunakan metode ilmiah, sedangkan astrologi tidak.
Alkitab tidak menentang ilmu pengetahuan, malah manusia diberi hikmat Allah dalam hal ilmu pengetahuan.

Kalendar itu dibuat berdasarkan dari siklus bulan dan matahari, dan tentu saja yang membuatnya harus paham mengenai benda-benda langit alias ilmu astronomi. Alkitab mencatat dalam Perjanjian Lama sudah ada kalendar. Dan dalam kehidupan modern ini, kalendar yang berlaku secara internasional adalah kalendar yang merupakan karya dari Gereja (Katolik) yang disebut “The Gregorian calendar”. Kalendar masa kini disebut kalendar Masehi atau “Anno Domini” (“in the year of the/our Lord”, Latin). Tahun Masehi berhubungan erat dengan keyakinan Kristiani. Ini artinya ilmu astronomi tidak diharamkan. Reff : http://www.sarapanpagi.org/kalendar-study-kata-vt316.html#p674

Mungkin ada pertanyaan, bagaimana orang Majus (yang diperkirakan dari Babel) tahu tentang kedatangan Sang Raja Yahudi (Mesias)?
Agaknya, para ahli astronomi Babel itu sudah mengetahui tentang pengharapan datangnya Mesias itu dari orang-orang Yahudi yang dulu ditawan di Babel.

Semoga jelas.

Artikel terkait:
ORANG MAJUS, di http://www.sarapanpagi.org/orang-majus-vt249.html#p537

benar sekali :afro:

Naaib ditangan Tuhan

Gbu