TEOLOGI KEMAKMURAN MENJADIKAN JEMAATNYA SEMAKIN MEMENTINGKAN DIRINYA SENDIRI!

Jika anda saat ini sedang menyukai teologi Kemakmuran dan anda menjalankan semua ajarannya, saya punya kabar buruk buat saudara:
Galatia 5:19-21
5:19 “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, KEPENTINGAN DIRI SENDIRI, percideraan, roh pemecah,
5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu – seperti yang telah kubuat dahulu – bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia TIDAK AKAN MENDAPAT BAGIAN DALAM KERAJAAN ALLAH.”
Teologi Kemakmuran jelas sekali lebih mementingkan “SAYA”, “SAYA” dan “SAYA”. Kalau SAYA memberi, maka Tuhan akan balas SAYA dengan berlipat kali ganda. Kalau SAYA memberi Perpuluhan maka Tuhan akan membuka tingkap2 langit untuk SAYA. Semua pengajarannya terfokus pada UANG, UANG dan UANG! Inti sarinya ya itu: SAYA dan UANG. Kalau SAYA beribadah maka Tuhan akan kasih SAYA bla bla bla bla! Anda boleh hitung, ada berapa kali kata “SAYA” diucapkan oleh pendeta Teologi Kemakmuran waktu dia berkotbah? Mungkin ratusan kali!
Padahal Yesus sendiri sudah bilang: Intisari dari ajaran Hukum Taurat dan kitab para nabi adalah: Matius 22:36-40
22:36 “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: KASIHILAH SESAMAMU MANUSIA seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Justru saya lebih menghargai rekan2 kita Katolik yg lebih menunjukkan kasih kepada sesama, sayang saya banyak yg gak setuju dgn ajaran2nya.
Jadi, jika anda sekarang berada di gereja Teologi Kemakmuran dan anda merasa bahwa anda merasa semakin jauh dari perasaan untuk mengasihi sesama yg menderita, saya anjurkan anda untuk keluar dari komunitas rohani ini. Daripada nanti anda ditolak di Kerajaan Sorga, lebih baik keluar dari sana. Masih banyak kok gereja2 yg menolak Teologi Kemakmuran dan mengajarkan memberi tanpa pamrih.

kok jadi dua trit bro?

Orang kaya memang dimana-mana selalu dicemburui. Bahkan didalam gereja…

loh loh anda fikir yg menolak teologi kemakmuran cuma orang tidak kaya ya??

Bikin saja Teologi kemiskinan,
spt unta dan lubang jarum gitu :slight_smile:
GBU all

secara materi paulus miskin ini wajar krn pekerjaanya yg tidak fokus pada laba dan rugi,

bagaimana kah jika paulus ngotot minta kaya???

lebih masuk akal dia minta kaya dibanding pendeta gak tau malu itu.

Siapa? Masalah pribadi hendaknya tidak dibawa-bawa dalam forum dan menfitnah yang lainnya seakan sama. Dewasalah…

@saya setuju dengan pendapat bahwa banyak orang yang mengaku pimpinan Jemaat padahal mereka hanya melayani mamon, dan mereka sangat tertarik pada mamon tetapi anehnya mereka menggunakan gereja dengan memberitakan “injil” tetapi sesungguhnya itu “injil” lain karena itu “injil selektif” hal-hal mana telah dipilih dengan cermat yaitu hal-hal yang mengakibatkan jemaat memberi hartanya tanpa pamrih dan itu menguntungkan si pendeta.

saya pribadi memandang rendah para penipu demikian, karena mereka menipu menggunakan berita yang seharusnya paling suci dimiliki manusia.

hal tersebut bukan sekedar masalah pengertian, tetapi masalah pengertian yang dikondisikan untuk menghasilkan keuntungan finansial dan harta duniawi, yang disebut mamon.

sehingga mengingat nasiha Kristus, bahwa adalah mustahil bertuan pada dua tuan.

hanya masalah waktu untuk mengetahui bahwa penipu-penipu demikian akhirnya terkuak sebagai penyembah mamon.

jadi jadilah orang Kristen yang ALkitabiah agar tidak dimakan oleh budak-budak mamon demikian.

salam

baca trit yang awal dari ts yang sama krn saya tidak memfitnah dan membawa masalah pribadi disini, silahkan baca dari sini:

Sayangnya dengan pendapat ini anda menyatakan kalau keKristenan hanyalah Katholik dan Teologi Kemakmuran, di mana kalau yang satu salah yang tersisa pastilah benar.

Yesus sudah memperingatkan, “Akan banyak yang datang dengan namaKu” bro. Karena itu “ujilah segala sesuatu dan peganglah apa yang baik.”

Saya setuju dengan thread ini, banyak umat ke gereja dengan harapan mendapat berkat yg pasti dari Tuhan. Kata pasti dapat yang harus dirubah karena berkat harus dengan ijin Tuhan bukan asal minta pasti diberi.

@ brow Rudy,

Teologi kemakmuran sama kayak rayuan broker saham kepada orang awam ato pemain baru di saham, yang diceritain cuma bagaimana booming dan untung gede doang, buntungnya disembunyiin, dan sekolah tinggi-tinggi di dunia keuangan, analisa data yang rumit, frustrasi tebakan yang nggak kena, harga yang sangat lama ndak naik sedang barangnya dipegang, semua yang demikian disembunyikan oleh mereka, ngga diceritain

mungkin dapat disebut “ketidak terbukaan secara teologis”, atau kata lain “memberitakan separuh kebenaran”. yang beginian berbahaya, ujungnya menjebak dan mencelakakan jemaat.

demikian sekedar urun rembug

Urun rembug juga,
Bukankah sudah dijabarkan dengan jelas ayat-ayat yang menyatakan Tuhan berjanji memberikan kelimpahan materi?
Masalahnya banyak yang yang percaya alkitab, kemudian menghujat orang-orang yang percaya dan berharap berkat dari Tuhan.

Jadi kristen itu memang enak bro walaupun harus pikul salib. Ibarat dagang rugi sedikit tapi untung banyak. Rugi seribu untuk semilyard.

Harus menyangkal diri, dan gol kekristenan memang tidak kemakmuran jasmani didunia, karena Paulus ngaku sendiri tidak kaya, Petrus ngaku sendiri tidak punya emas dan perak. Namun Makmur di hari setelah kematian yaitu surga yang kekal.

Oleh sebab itu kalau dikatakan seperti broker yang hanya bilang enaknya saja, ya boleh2 saja karena totalitasnya memang enak sekali. Petrus mengatakan penderitaan sementara didunia ini tidak sebanding dengan upah yang akan kita terima.

saya melihat bahwa teologia kemakmuran mengacu kepada kesuksesan, tapi kesuksesan seperti apa…masalahnya kan disitu. Teologi Kemakmuran adalah bagian yang cukup umum dari televangelis dan beberapa gereja Pentakostal di Amerika Serikat yang mengklaim bahwa Allah menginginkan agar orang Kristen sukses dalam segala hal, khususnya dalam segi keuangan mereka. Tapi jelas bahwa ajaran Yesus yaitu mengasihi…KASIH. Kata saya…saya dan saya…jelas ada unsur egoisme didalamnya. terlebih lagi jika saya bla…bla…bla… maka saya akan bla…bla…bla… jelas bahwa kasih tidak mengajarkan balas membalas, jika kita melakukan sesuatu tidak perlu mengharapkan imbalan atau balasan seperti dalam Matius 6:3

komentar anda rasanya tidak membangun dan tidak menjadi berkat, dengan mengatakan begini sebenarnya anda telah memfitnah dan menghakimi orang lain, bagaimana dengan anda sendiri?apa anda sudah membaca MATIUS 7 :1-5??
7:1 “Jangan kamu menghakimi , supaya kamu tidak dihakimi. 7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. 7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. 7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

Kalau saya sih dengan tegas percaya bahwa iya, kemakmuran mencakup semua hal, termasuk kekayaan duniawi. Saya percaya, justru dengan percaya bahwa Kristus memberikan kekayaan duniawi, bisa membuat kita tidak serakah. Karena kita tidak lagi kuatir akan harta dunia karena kita punya Kristus.

Lain halnya kalau kita tidak percaya bahwa Tuhan memberikan berkat meteri. Orang akan merasa takut kekurangan dan tidak pernah merasa secure kalau tidak punya harta. Ujung-ujungnya hatinya jadi terikat dengan harta.

Akan tetapi, apapun pandangan yang dilontarkan oleh banyak pihak mengenai kemakmuran, setiap orang Kristen harus kembali melandaskan semuanya itu pada Alkitab, yang dipercaya oleh semua orang Kristen sebagai Firman Tuhan yang hidup. Allah akan memberkati dan memberikan harta kekayaan yang sejati untuk setiap orang percaya yang takut akan Allah dan taat berjalan dalam Firman-Nya (Mazmur 112:1-10).

@brow aleph,

tidak ada se extrim itu, yang ada adalah “menjual” informasi yang benar tentang berkat, tetapi tidak membahas atau menyembunyikan sisi KEDAULATAN SANG PEMBAGI BERKAT, menyembunyikan mengenai MENCARI KERAJAAN ALLAH, dan banyak lagi hal BENAR yang disembunyikan.

jadi saya tidak oppose pandangan itu karena MENCERITAKAN KEBOHONGAN TENTANG BERKAT, tetapi mereka MENYEMBUNYIKAN TENTANG BERITA BENAR YANG MELEKAT PADA TOPIK YANG BERPADANAN yang seharusnya ada bersama berkat, terutama itu adalah ALLAH SANG PENENTU.

catatan 1 :

HANYA DI DUNIA HAYAL DAN MIMPI SEBUH KOIN MEMILIKI HANYA SATU PERMUKAAN. Itulah teologi kemakmuran yang menghasilkan omong kosong itu

Catatan 2 :

sekali lagi teologi kemakmuran meninggikan manusia sebagai penentu berkat, dan fait accompli ALLAH.

dunia Kristen ini semakin larut oleh apostassy dari dalam

Jika ALKITAB dipakai untuk MENJUAL MIMPI YANG MENGUNTUNGKAN SEGELINTIR MANUSIA, maka terkutuklah orang-orang demikian yang “berdagang dalam Bait Allah”, yang menjadikan Bait ALLAH sarang penyamun.