Terapi Peti Mati, Cara Ekstrim Temukan Arti Hidup

SATURDAY, 09 JULY 2011

Korea Selatan kini menghadapi sebuah masalah sosial yang cukup serius mengingat tingkat bunuh diri yang meningkat di negeri gingseng tersebut. Melihat kondisi ini, Kang Kyung-ah, seorang professor keperawatan dari Sahyook University membuat seminar yang membuat para pesertanya merenungkan arti kehidupan dengan berada di peti mata selama beberapa saat.

Seminar yang membuat pesertanya mengalami berada di peti mati ini menjanjikan akan “mengubah arti kehidupan seseorang dan memberi kesempatan untuk orang itu lebih mengenal dirinya sendiri.”

Lee Myung-hee, ibu dua anak yang berumur 42 tahun ini adalah salah satu peserta seminar ini, dari keseluruhan 70 orang. Setelah merasakan berada di peti mati dia menyadari betapa dirinya sangat mencintai keluarganya dan terlalu cepat baginya untuk memikirkan tentang kematian.

“Hal ini (kematian) dapat mendatangi saya, di umur berapapun. Saya pikir hal ini bisa dialami oleh siapa saja di sekitar saya, jadi tidak seharusnya saya berpikir bahwa kematian bukanlah urusan saya. Saya pikir ini adalah kesempatan baik untuk mempersiapkan akhir hidup saya dengan cara yang tenang,” ungkap Myung-hee seperti dirilis Telegraph.

Sepertinya seminar yang diadakan oleh Professor Kyung-ah ini cukup efektif untuk membuat orang berpikir ulang tentang kehidupannya. Sebenaranya, jika saja setiap pribadi mau melihat kepada Tuhan yang memberi kehidupan itu, maka mereka pasti menyadari bahwa hidup mereka itu berharga dan tidak seorang pun berhak memutuskan kapan ia akan mati, kecuali Tuhan sendiri. Terlebih lagi bagi orang percaya yang sudah menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya, kehidupannya bukanlah untuk diri sendiri namun untuk Kristus. Sama seperti yang Rasul Paulus katakana: “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Filipi 1:21)

Source : Telegraph.co.uk

waw… terapi yang aneh, kalo orang ada di peti mati gak bisa bernafas lagi donk
kan gak ada udara… pastinya pengap banget
trus ibu itu ko masih hidup ya… :mad0261: :mad0261: :mad0261:

Mungkin ini yang jadi inspirasi dari penulis buku yang promosi launching bukunya dengan megirimkan Peti Mati ke sejumlah kalangan/media