terlalu "lemah" dan "penyabar"

sebelum jadi kristen saya adalah orang yang pemarah, pendendam dan tegas, setelah jadi kristen saya merasa jadi ekstrim penyabarnya dan mudah kasihan terhadap orang. sifat mudah kasihan saya ini seringkali dimanfaatkan orang2 ketika saya jadi pegawai dan coba berbisnis. sewaktu jadi pegawai saya sering dijanjikan bonus dan kenaikan gaji tapi tidak pernah terwujud selama bekerja 2,5 tahun, kalau meminta kejelasan, bosnya selalu bilang nanti saja sedang sibuk atau saya dimarahi karena selalu tanya, tapi bosnya mempekerjakan orang baru yang gajinya lebih tinggi dari saya tapi tetap saya yang harus mengerjakan sebagian tugasnya dan bonusnya selalu diberi. ketika saya mau keluar baru bosnya memberikan salah satu bonus yang dijanjikannya agar saya tidak keluar, tapi sudah terlanjur janji mau coba bisnis dengan teman saya. kata pegawai2 yang lain, saya orangnya terlalu mudah kasihan, tidak tegas (kurang mengancam) kalau mempertanyakan bonus dan kenaikan gaji, bosnya bilang “jangan sekarang, lagi pusing urusan keluarga”, saya cuma diam saja, apapun alasan bos selalu menerima, itu kata pegawai yang lain. saya merasa di hati saya ada perasaan bersalah sewaktu memaksa.
sewaktu saya coba bisnis sendiri juga begitu. contohnya ada pelanggan yang berkata tidak punya uang, minta potongan utang karena baru punya anak, kebutuhannya banyak jadi tidak punya banyak uang. saya memang tau dia baru punya anak, jadi saya beri keringanan dengan konsekuensi saya rugi. beberapa bulan kemudian saya ketemu pelanggan ini sedang bawa samsung note 10.1 (saat note 10.1 baru keluar), dia lupa apa yang dia katakan pada saya, dan memperlihatkan samsung note nya pada saya. dalam hati saya merasa marah pada pelanggan saya dan diri saya, tapi entah kenapa cepat hilangnya. kemudian beberapa saat kemudian pelanggan itu minta potongan hutang lagi dengan alasan sedang bagun rumah sendiri dan butuh modal untuk bisnis lain, lagi butuh uang banyak, jadi sulit bayarnya, dan sayapun merasa kasihan dan saya potong hutang2nya. tidak lama kemudian saya lihat pelanggan saya bawa mobil baru(dulu pakai sepeda motor terus), saya marah lagi tapi begitu dia ngomong cerita sedih selalu saya tidak tega.
saya kadang dalam hati selalu merasa sedih dan marah karena kok jadi orang yang tidak tega dan terlalu penyabar, sehingga dimanfaatkan orang lain terus. tapi di sisi lain saya susah untuk jadi tega waktu dengar alasan2 orang. apakah saya salah dengan jadi orang yang tidak tega dan terlalu penyabar? terus terang saya selalu rugi dalam berbisnis karena sering tidak tega.

mungkin sedikit kesaksian dari pengalaman saya ini. entah kenapa orang2 yang memanfaatkan saya ini sepertinya diperlihatkan ke saya sewaktu Tuhan membalas perbuatan mereka ke saya. memang tidak langsung beberapa hari kemudian, tapi antara 3 bulan sampai 1 tahun Tuhan membalas mereka. bos saya yang lama sebelum saya keluar dimarahi habis2an oleh pelanggan2nya yang tidak bisa bayar (aneh ya, tidak bisa bayar malah marah ke penjualnya), dimarahi karena kok tetap diberi barang meskipun pasarnya tidak bagus, entah kenapa sepertinya aura bos saya kalah dengan yang tidak bisa bayar, sampai bos saya hampir menangis karena dimarahi. saya juga melihat bagaimana orang2 kepercayaan bos ini terlibat korupsi yang membuat bos ini sangat sedih sampai curhat ke saya.
setelah bisnis saya tutup karena rugi, saya ketemu dan dicurhati pelanggan saya yang sering minta potongan dengan macam2 alasan. dia berkata bisnis barunya ditipu orang 35 juta, si penipu menyewa stan di salah satu pasar, kemudian order ke pelanggan saya ini, beberapa bulan lancar pembayarannya, setelah menjelang lebaran order barang sangat banyak ke pelanggan saya, tapi tidak bisa bayar dulu karena usahanya masih baru, DP hanya bisa 10%, karena beberapa bulan pembayaran lancar pelanggan saya percaya. setelah barang dikirim, seminggu kemudian stannya kosong, rumahnya kosong, orangnya menghilang. ternyata banyak yang tertipu, ada yang sampai ratusan juta. padahal saya kasi potongan hutangnya 100-300an ribu, tapi pembalasannya 100 kali lipat.
disatu sisi saya merasa kasihan tapi di sisi lain merasa Wow!Tuhan itu memang adil.

Dalam kita mengiring Yesus pasti ada proses belajar di dalamnya, begini saja bro berdoa lah setiap hari kepada Tuhan Yesus agar dalam setiap bisnisnya di kasih hikmat dari Roh Kudus untuk bertindak dengan seimbang. Trus minta Tuhan tutup bungkus bro agar dalam pekerjaan bro diberkati. Intinya minta pengcoveran Tuhan Yesus dalam setiap tindakan bro.

Sebab karakter ini pun butuh proses pembelajaran, untuk bisa wise harus minta sama Tuhan agar diajarin. Boleh juga sih baca buku pengembangan diri dan motivasi versi Kristen untuk memperlengkapi bro.

Salam sejahtera.

hidup itu seperti roda

kadang dibawah kadang diatas

tapi supaya bergerak harus dikayuh sekuat tenaga

sabar itu bagus bro, tapi jangan jadi lemah , Tuhan kadang bisa marah waktu bait Allah dijadikan pasar,

tapi marahNya di saat yg tepat dan situasi yg tepat juga

Oh ya, mengenai rezki ya jangan terlalu percaya sama orang bro. Bro harus bisa ambil sikap untuk menimbang2 mana customer yang bersifat menguntungkan dan mana yang hanya cuman manfaatin moment.

Kalo dalam dunia bisnis, bisnis is bisnis. Memberi is memberi. Kalo bro pingin bantu ya murni harus beri bantuan. Jangan campur adukkan antara bisnis dg dasar kasian (susah majunya dg sistem seperti itu). Lagipula tidak akan mendidik costumer tanggungjawab untuk bayar. Dalam hal ini bro berwenang selaku penjual untuk mendapatkan uang yang menjadi hak bro dari proses jual beli.

Jadi antara pertolongan harus dipisahkan dengan bisnis. Kalo sekali2 memberi pertolongan bisa dimaklumin, tapi yang susah bila itu jadi kebiasaan (hal ini jelas salah). Jadi antara hak dan kewajiban dalam bisnis harus jelas rules-nya agar tidak menjadi rancu dalam pelaksanaannya. Tidak apa tegas, sampaikan saja dengan gaya bahasa diplomatis dan tidak perlu bertele2. Biasanya jika argumen kita kuat dan logis, pembeli tidk dpt berkelit. Itulah seninya hehe

Saya kasih tips: coba bro buat coret2an sendiri dan susun kata2 jika diperhadapkan situasi tersebut ke depan, kira2 kata2 apa yang tepat namun logis untuk diucapkan sehingga mau ga mau pembeli harus membayar kewajibannya. Trus dihapalkan, setidaknya kalo pas kejadian uda punya jawaban.
But over all dont forget to pray.

Salam sejahtera :angel:

Ane tidak tahu sejauh mana pemahaman masbro tentang “keadilan Tuhan” tetapi ane berharap pernyataan “Di satu sisi saya merasa kasihan tapi di sisi lain merasa wow! Tuhan itu memang adil” bukan berarti masbro berpikir bahwa Tuhan “membalaskan sakit hati” masbro pada orang yg sudah memanfaatkan masbro.

customer mana bisa ditimbang2

customer mana bisa ditebak , hari ini bayar, besok tidak bayar saja banyak yg kelakuannya seperti itu

menjaga pelanggan yg bertahun2 saja ada yg ngemplang apalagi baru kenal sehari dua hari

kalo semua org punya ilmu menimbang2 mana org ya mau bayar dan mana org yang tdk bisa bayar,

gak ada yg namanya pegawai semua pasti bisnisman :coolsmiley:

jangan ngebayangin ngejalanin bisnis itu semudah yg diimpikan

saran ane bro kalo ngejalanin bisnis itu jangan mudah sama orang,

lebih baik untung sedikit tapi cash

Shalom, cm mo komen :

Gal 6:7 ~> Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Gbu full :smiley:

Memang ruwet kalau ikut Tuhan… Tapi disitulah letak diri kita sedang di uji…