termasuk iman tanpa perbuatankah?

saya tinggal di jalan yang sebagian besar pertokoan. 5-6 tahun lalu tetangga tepat sebelah rumah saya membangun toko yang besar. toko itu sangat ramai. toko itu di kanan jalan di jalan 1 arah, dimana setiap tempat usaha harus punya tempat parkir sendiri menurut peraturan, tapi toko itu tidak punya parkiran sama sekali. akhirnya parkiran sepeda motornya selalu menutupi rumah dan garasi saya. penjaga parkirnya adalah para preman2 sekitar rumah saya sekitar 20an orang. dalam sehari di depan rumah dan garasi saya para tukang parkir bisa dapat 300-500 ribu karena bentuk rumah saya melebar. dulu saya punya usaha tapi tetap ditutup oleh parkir liar, akhirnya bangkrut. sudah diperingati dan diberi tanda dilarang parkir tetap tidak digubris, sudah diberi pembatas, tapi digeser oleh tukang parkirnya. sudah lapor polisi dan dishub tapi tidak ada tanggapan, kalau menurut kabar, polisi dan dishub sudah dikasi uang oleh para tukang parkir dan pemilik toko kenal petinggi2 militer di daerah saya. kemudian beberapa minggu lalu waktu saya baca2 kitab ulangan, sepertinya Tuhan menghilight ulangan 7:17-20, ayat2 yang lain seperti blur dan di hati saya seperti ada perasaan yang mengatakan Tuhan menggunakan ayat itu untuk menjawab doa saya tentang parkiran liar yang menutup rumah saya. kemudian beberapa hari lalu saya mendengar di radia kalau kepala daerah kota saya membagikan nomer teleponnya kalau ada masalah di kota saya. setelah saya bilang mama saya mau melaporkan parkiran liar depan rumah saya, ternyata mama saya berkata kalau kepala preman2 yang jadi tukang parkir itu teman baik dengan kepala daerah kota saya.
kemudian kemarin saya mendengar khotbah tentang iman tanpa perbuatan, entah kenapa khotbah itu membuat saya bingung, apakah saya harus melapor kepada kepala daerah kota saya dengan resiko bakal diintimidasi preman, polisi, petugas dishub dan juga petinggi militer ataukah diam saja menunggu Tuhan memberikan tulah seperti di mesir seperti ayat yang Tuhan janjikan pada saya? apakah melapor ke kepala daerah tentang masalah saya termasuk iman disertai perbuatan?

Yang saudara alami sekarang ini adalah roh kekhawatiran yang dihembuskan oleh iblis. Sapa tau khan, klo masalah itu bisa diselesaikan dengan kesempatan yang ada (nomer kepala daerah)? Khan Anda belum mencoba ?! Tuhan Yesus melindungi Anda. Setiap sekian tahun sekali, kepala polisi setempat pasti dirolling. Sapa tau, sekarang kepalanya beda dan mau membantu Anda. Sebelumnya, coba berbicara lagi dengan tetangga Anda. Semoga Tuhan melembutkan hatinya sekarang ini. Bukankah ada perintah, ‘jangan melanggar batas tanah sesamamu ?’ Bukankah ada janji Tuhan bahwa IA akan segera bangkit membela orang-orang yang tertindas ? Saya yakin, Tuhan pasti buka jalan bagi Anda. Doa saya menyertai Anda.

Sungguh prihatin atas apa yg masbro @gusgus alami. Saran dari masbro @sinchanlovers sangat layak untuk dicoba. Apa pun hasilnya yg penting masbro sudah mencobanya kan.

entah kekhawatiran dari iblis atau kekhawatiran karena takut keluarga saya yang akan kena getahnya, karena mama saya sudah tua dan lemah jantung dan juga belum percaya. sudah saya bicarakan tentang kristus, tapi mama saya masih belum percaya.
sudah coba 3 kali lapor polisi, dari polsek dan polda, tapi tidak ada tindakan. hanya saya dengar pernah ada polisi yang mengajak para preman ini dialog. tapi tidak ada hasil.
sudah sering bicara soal parkir, tapi hanya berkata “coba aja omong2 sama tukang parkirnya”, saya bilang sudah tapi tidak mau minggir, tetangga saya berkata “saya juga tidak bisa apa2 kalau begitu, itu tergantung tukang parkirnya”

Yg blm anda lakukan adalah mengampuni & meminta berkat untuk preman tsb … Serahkan lah kekuatiran kepada Tuhan & biarkan Dia yg bertindak… Tuhan akan menjadi pembela…

di kota mana sih Bro ??? dan toko sebelahnya dagang apa ?

coba anda dgn baik2 minta pemilik kendaraan yg mau parkir agar jangan parkir didepan rumah anda.

Mengampuni, memberi berkat, diajak omong2 baik2 selama beberapa tahun. Tapi tambah lama tambah semena-mena. Dulu hanya sebagian kecil yang dipakai, lama2 jadi semua trotoar depan rumah saya dipakai tempat parkir, dulu kalau saya mau keluar dipinggirkan parkirannya, sekarang tukang parkirnya ogah2an mau memindahkan dan kadang liat saya tidak bisa keluar ditertawakan dulu. Mungkin kalau saya kadang masih bisa sabar, tapi kalau mama saya yang digitukan jadi sangat marah.

Di sidoarjo, dagang kebutuhan bayi dan anak. Sudah pernah saya tunggui, saya bilang baik2 tapi kadang malah saya yang dimarahi yang mau parkir, kadang tukang parkirnya yang langsung naruh di sekitar saya, pernah tukang parkirnya nantang saya berkelahi sampe mama saya sangat ketakutan dan tidak bisa tidur beberapa hari karena kepikiran.