Teror "Minyak Setan" Hantui Umat Kristen Srilanka

Meskipun ada jaminan berulang kali oleh para pejabat pemerintah dan pemimpin agama bahwa kisah tentang “minyak setan” adalah sebuah mitos, namun fenomena aneh itu membawa malapetaka di Sri Lanka. Umat Kristen menjadi sasarannya.

Dirilis Ucanews, sedikitnya lima orang tewas beberapa hari belakangan ini dan banyak orang luka-luka akibat main hakim sendiri oleh massa yang takut terhadap orang yang mereka curigai sebagai “Si minyak-setan.”

Mereka yang tewas salahsatunya adalah seorang perwira polisi yang mencoba menyelamatkan tersangka dan seorang epilepsi kronis yang melarikan diri karena dikira seorang yang menggunakan minyak setan dan dipukuli hingga tewas di jalan. Lalu apakah yang dimaksud dengan “minyak setan” atau yang disebut warga setempat minyak yaka itu? Awalnya, istilah itu mengacu pada pencuri di malam hari yang akan mencuri atau mengganggu perempuan.

Dia hanya menggunakan celana dalam dan menutupi dirinya dengan minyak tersebut, untuk membuatnya lebih mudah menghindari pengejaran. Namun dalam perkembangan terakhir, kegiatan minyak setan telah fokus pada penyerangan terhadap perempuan. Sekitar 30 kejadian terkait hal tersebut telah dilaporkan sejak akhir Juli.

Ketakutan berawal di wilayah pedesaan di utara dan timur, namun kini telah menyebar ke kota-kota yang relatif modern seperti Colombo. Di beberapa daerah hal ini telah membuat masyarakat bentrok dengan pihak penegak hukum.

Pertama kali hal ini terjadi, warga lokal menggunakan lonceng gereja untuk membunyikan tanda bahaya dan tersangka berlari masuk ke kamp angkatan laut (AL). Pasukan AL kemudian mulai menembak ke udara dan mencoba meredakan keributan dengan menyerang warga desa dengan pentung dan senjata. Sejumlah warga desa luka-luka.

Tidak mengherankan, fenomena itu menimbulkan sejumlah perbedaan interpretasi, teori konspirasi dan tuduhan bermotif politik. Kelompok oposisi telah menjelaskan hal itu karena tipu muslihat pemerintah untuk menakut-nakuti masyarakat dan membuat kasus itu untuk mempertahankan keadaan darurat, yang telah berlaku sejak tahun 1983.

Source : ucanews - dpt