The Fact : Saksi - Saksi Yehuwa

Inilah fakta yang saya dapatkan tentang saksi-saksi yehuwa dan saya nyatakan fakta ini benar adanya karna saya juga pernah belajar dengan saksi-saksi yehuwa. Otak saya hampir di cuci bersih tetapi puji Tuhan, Tuhan menyadarkan saya akan kebenaranNya karna saya menemui banyak kejanggalan tentang ajarannya. Saya ingin berbagi dengan saudara/i ku sekalian di dalam kristus. Klo ada pertanyaan akan saya coba jawab sesuai dengan hikmat yang di karuniakan Allah bagiku dan tentunya dengan pertolongan Roh Kudus. Buat moderator, mungkin thread ini bisa menjadi jawaban bagi yang awam tentang saksi-saksi yehuwa sehingga tidak terjerumus kedalamnya.

Saksi Yehuwa

Saksi Yehuwa (SY, Jehovah Witnesses) adalah aliran agama yang sering secara terbuka mengaku sebagai ‘Siswa-Siswa Alkitab’ namun juga sering mengaku sebagai Kristen (namun ajarannya bersifat antitesa terhadap kekristenan) dan cenderung berpraktek melalui kunjungan dari rumah-ke-rumah, dan sekalipun SY menyiarkan keyakinan mereka juga pada penganut agama lain, misi mereka memang diutamakan mendatangi umat Kristen yang sudah bergereja. Karena perilaku mereka yang cukup rajin mendatangi orang-orang di rumah mereka dan telah menimbulkan keresahan di kalangan umat beragama umumnya karena praktek kunjungan-kunjungan ke rumah-rumah masyrakat yang sudah beragama dan juga melakukan antitesa terhadap beberapa aspek pemerintahan, pada tahun 1976 melalui SK Jaksa Agung R.I., kegiatan SY dilarang. Melalui SK Jaksa Agung RI pula, pada tanggal 1 Juni 2001, SK tahun 1976 itu dicabut.

Prakteknya, SY sekalipun secara resmi dilarang kala itu, kegiatan mereka berjalan terus apalagi kegiatannya kurang kelihatan sebagai organisasi yang memiliki ‘gedung pertemuan’ dan SY lebih aktip dalam siar agamanya melalui pendekatan pribadi dengan kunjungan kerumah-rumah, apalagi di era reformasi dan keterbukaan sekarang, dapat dimaklumi kalau larangan demikian menjadi kurang efektif. Faktanya, mereka terus aktif mengadakan pertemuan-pertemuan di gedung-gedung pertemuan umum bahkan menurut ‘Buku Kegiatan 1997’ (hal.29-30) yang mereka terbitkan, disebutkan bahwa pada tanggal 19 Juli 1996 telah dibuka cabang Indonesia berupa gedung yang dipergunakan bukan saja sebagai tempat pertemuan dan kantor pusat kegiatan tetapi juga percetakan.

Memang dalam era reformasi dengan demokrasinya, dan bebasnya informasi melalui internet, sudah bukan masanya kalau umat Kristen menolak kehadiran mereka secara resmi karena itu melanggar HAM tentunya, tetapi umat Kristen dengan institusinya tentu tepat bila menolak mereka sebagai bagian agama Kristen karena mereka menolak Yesus sebagai Tuhan dan Kristus yang bangkit dan menolak Alkitab Kristen sebagai firman Allah, jadi berbeda dengan kekristenan secara umum.

PENDIRI SAKSI YEHUWA

SY didirikan oleh Charles Tase Russel (1852-1916) yang semula adalah anggota gereja Presbyterian kemudian terpengaruh Adventisme soal ajaran Akhir Zaman dan ajaran Christadelphian yang berbeda dengan ajaran Kristen yang umum, pada tahun 1870 merasa memperoleh wahyu untuk menyingkapkan rahasia-rahasia Alkitab dan pada tahun 1872 membentuk kelompok pemahaman Alkitab. Setelah Russel meninggal (1916) ia digantikan oleh Joseph Franklin Rutherford, dan pada tahun 1942 digantikan oleh Nathan Homer Knorr, menyusul tahun 1977 oleh Frederick W. Franz. Setelah kematian Franz (1992) Milton G. Henzel memerintah sampai sekarang. Tokoh-tokoh pemimpin ini dianggap sebagai nabi.

Ajaran SY bukanlah merupakan exegese dari Alkitab tetapi lebih merupakan ajaran para tokohnya. Buku utama mereka bukan Alkitab tetapi buku karya Russel berjudul ‘Studies in the Scripture’ (Penyelidikan Alkitab) yang dinilai lebih berotoritas dari Alkitab sendiri. Saksi Yehuwa merupakan organisasi teokratis yang menekankan keterlibatan semua anggotanya dalam siar agama, sedang nama Saksi Yehuwa adalah nama yang baru di kemudian hari ditahun 1931 dipakai, 52 tahun setelah SY berdiri, yang diambil dari ayat-ayat Yesaya 43:10-12

SY sangat aktif dalam siaran radio disamping kunjungan-kunjungan ke rumah-rumah, dan terutama propaganda literatur sangat tekankan. Banyak buku-buku propaganda telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dicetak dengan harga murah tetapi dengan kualitas yang baik dan berwarna. Buletin SY berjudul ‘Menara Pengawal’ dan ‘Sedarlah’ sangat menarik karena dikemas begitu indah dan berisi masalah-masalah yang hangat dihadapi manusia modern. Disamping itu traktat-traktat berwarna banyak dicetak dan disebar luaskan.

Biasanya tema promosi literatur SY berkisar soal penderitaan di bumi dan bahwa baik pemerintah maupun agama-agama tidak berhasil mengatasinya, dan hanya para Saksi Yehuwalah yang bisa menawarkan jalan keluar menuju firdaus yang kekal. Literatur SY bersifat menyalahkan pemerintah-pemerintah maupun agama-agama secara umum terutama agama Katolik, dan dengan penjelasan para penyiar agama yang meyakinkan tentu saja banyak orang menjadi tertarik, apalagi bila yang bersangkutan sedang mengalami masalah dengan gereja yang diikutinya.

SOAL ALKITAB

Bagi SY Alkitab terjemahan Kristen dan lebih-lebih Katolik semuanya salah dan hanya terjemahan SY yang diberi nama ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ (DB/New World Translation/NW) lah yang benar. Terjemahan NW mengikuti terjemahan ‘Empathic Diaglot’ yang diterjemahkan oleh Benyamin Wilson, seorang tokoh Christadelphian (1864), yaitu dengan cara menterjemahkan tiap kata Ibrani (PL) dan Yunani (PB) (bahasa asli Alkitab) dibawahnya dan menafsirkannya.

“Untuk menyingkirkan sesuatu yang rupa-rupanya menjadi pertentangan di sini marilah kita kutip salinan bahasa Gerika kata-demi-kata seperti diperlihatkannya diantara garis-garis bacaan dalam The Emphatic Diaglott.” (Karena Allah Itu Benar Adanya, 1960, hlm.110. Disesuaikan dengan ejaan baru).

Tentu saja tafsiran harfiah kata-per-kata dengan urutan demikian yang tidak mengikuti prinsip-prinsip penerjemahan dan tatabahasa, jelas menghasilkan teks yang bisa diartikan berbeda dengan penafsrian umumnya di kalangan Kristen & Katolik. Apalagi dengan adanya asumsi dogmatis bahwa semua terjemahan Kristen & Katolik adalah salah dan terjemahan SY-lah yang benar, tentu sulit untuk membandingkan mana terjemahan yang benar, apalagi sudah menjadi kenyataan, bahwa para penulis ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ bukanlah ahli-ahli yang menguasai bahasa Ibrani dan Yunani secara akademis karena mereka menolak belajar teologi formal. Faktanya Alkitab NW bukanlah terjemahan tetapi lebih merupakan tafsiran (paraphrase) untuk mendukung keyakinan Saksi Yehuwa.

Dalam literatur SY dikemukakan alasan bahwa terjemahan mereka bertitik tolak pada upaya meninjau kembali ayat demi ayat dan kata-kata di dalam ayat itu yang berpeluang dijadikan tafsiran sepihak oleh pendukung doktrin pengutip dari sumber yang asal-usulnya diragukan, dan ayat-ayat dan kata-kata itu diluruskan sesuai sumber a.l. dewan alkitabiah internasional, penemuan dari cambridge university dan dari kalangan anthropologi international yang mapan dan diakui. Posisi demikian kelihatannya meyakinkan namun bila diselidiki ternyata sumber-sumber itu umumnya adalah kalangan SY sendiri sebab mereka mengatakan bahwa Alkitab terbitan Katolik (Lembaga Biblika Sedunia) dan Protestan (Lembaga Alkitab Sedunia) dianggap salah terjemahannya. Mengenai bagaimana SY biasa menafsirkan secara tekstual dan harfiah untuk mendukung ajaran mereka dapat dibaca dalam artikel sambungan ini.

AJARAN TENTANG ALLAH

Bagi SY, Dunia diperintah Allah yang bernama Yehuwa yang kekal dan esa dan memerintah secara teokratis dan di bumi diwakili oleh pemerintahan ‘Saksi-Saksi Yehuwa.’ Yesus bukanlah Allah melainkan titisan malaikat Mikhael yang adalah ciptaan yang sulung dan kemudian disetarakan dengan Allah (a god). Dengan pimpinan Yesus, Lucifer dengan kerajaan dunianya akan dibinasakan dan Yesus mendirikan kerajaan teokratis di bumi. Yesus diramalkan datang tahun 1914 dan disusul kerajaan 1000 tahun. Dibawah Rutherford yang keluar dari penjaran tahun 1919, dalam pertemuan SY disebutkan bahwa “pemerintah-pemerintah dunia maupun organisasi gereja adalah alat iblis.”

Pada saat kedatangan Yesus akan terjadi perang Armagedon yang merupakan perang terakhir antara Allah dan Iblis dan organisasi-organisasinya termasuk agama, gereja dan negara. Mereka yang menolak ajaran Saksi Yehuwa akan dimusnakan bersama Iblis dan kerajaan dunianya, dan mereka yang menerima akan memperoleh hak sebagai bagian 144.000 umat pilihan dalam Firdaus yang kekal dan sisanya akan menempati kerajaan teokratis di bumi. Ketika tahun 1914 Yesus tidak datang maka diramalkan kembali tahun-tahun 1918, 1921, 1925, 1941, 1975 dan 1992, tetapi semuanya merupakan nubuatan kosong. (Pokok masalah perhitungan mereka adalah dipaksakannya tahun 606/7SM sebagai tahun pembuangan umat Israel, tahun yang tidak ada dasar historisnya, faktanya sejarah adalah tahun 587SM).

Roh Kudus hanya dianggap ‘kekuatan/daya Allah saja’ jadi bukan pribadi, dan sekalipun rumus pembaptisan Amanat Agung (Matius 28:19) menyebut tiga nama, namun ditulis dengan nama ‘Bapak dan Putra dan rohkudus’ (roh dengan huruf kecil). Jadi karena Putra (Yesus) adalah mahluk ciptaan yang sulung (Mikhael) dan rohkudus hanya kekuatan saja maka hanya ada satu Allah tunggal yaitu yang bernama Yehuwa.

SY sangat alergi dengan pengajaran soal ‘Allah Tritunggal’ yang dianggapnya berasal dari kepercayaan bangsa-bangsa Babil dan Mesir dan bangsa-bangsa lain yang mempercayai dewa-dewa pada zaman dahulu kala, dan bahwa pencipta pengajaran tritunggal itu adalah Setan (Karena Allah itu Benar Adanya’, hlm.105). Untuk menunjang hal ini maka ayat-ayat mengenai ‘Yesus yang adalah Tuhan’ ditafsirkan bahwa Yesus hanyalah suatu Ilah seperti ayat Yohanes 1:1. (Uraian ayat ini akan dibahas pada sambungan artikel ini).

HIDUP MANUSIA & KESELAMATAN

Bagi SY, manusia adalah jiwa sebagai gabungan debu tanah dan nafas Allah dan hakekatnya sama dengan binatang pada umumnya. Bila manusia mati, maka jiwa itu mati bersamanya, jadi tidak dipercayai adanya kehidupan yang kekal, kecuali para penganut SY yang dipilih menjadi bagian Firdaus maupun kerajaan teokratis di bumi. Kematian di dunia adalah dimasukinya status ‘tidur rohani’ yang menunggu hari penghakiman.

Penebusan Yesus Kristus di kayu salib ditolak oleh SY. Yesus mati di tiang siksaan dan kemudian mati dan dibangkitkan dalam roh saja. Penebusan darah Yesus ditolak dan manusia untuk menyelamatkan diri harus dicapai dengan amal baik dan dengan menjadi SY yang menyiarkan ajaran SY untuk memperoleh status hidup kekal dalam kerajaan teokratis atau akan dimusnahkan. Ajaran tentang dosa, pertobatan, pengampunan, kasih, dan darah Kristus dalam penebusan dosa diabaikan. Hakekat neraka tidak dipercayai apalagi sebagai siksaan yang kekal. Hanya ada dua pilihan di akhirat, hidup kekal dalam kerajaan teokratis bersama Yehuwa atau dimusnahkan habis.

PERJUMPAAN DENGAN SAKSI-SAKSI YEHUWA

Dalam konteks Indonesia yang memasuki alam reformasi dan keterbukaan dan dengan adanya kemajuan media internet, maka interaksi dengan Saksi-Saksi Yehuwa tidak lagi terhindarkan. Pelarangan secara resmi tidak menjamin hilangnya para penganut SY dan usaha mereka dalam menyiarkan agama itu apalagi setelah sekarang diizinkan kembali beroperasi secara resmi. Karena itu, yang diperlukan bagi umat Kristen adalah kesiapan mereka dalam bersenjatakan senjata-senjata rohani dan mengetahui bagaimana cara-cara para SY dalam mendekati seseorang.

Biasanya dalam menyiarkan agama mereka di kalangan Kristen, mereka meminta izin masuk ke rumah dan berkenalan dengan pemilik rumah. Kemudian mereka mengajak berdiskusi mengenai masalah dunia dan ajaran Kristen. Awalnya memang mereka mengajak agar dibukakan Alkitab terjemahan Kristen (LAI), kemudian menafsirkan beberapa ayat-ayat tertentu di luar konteks dan yang ditafsirkan menurut terjemahan dan ajaran mereka yaitu ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru.’

Bila seseorang tertarik, mereka diajak untuk mengikuti ‘Persekutuan Wilayah’ dan bila makin teruji kesetiannya, mereka diajak bergabung dalam ‘Balai Kerajaan’. Disini dengan pertemuan-pertemuan marathon beberapa kali seminggu, mereka dipersiapkan sebagai Saksi-Saksi Yehuwa yang dewasa dan siap untuk mendidik orang lain pula. Mereka juga dilatih untuk mengajarkan ajaran SY kepada orang lain. Dapat dimaklumi mengapa para SY bersikap militan yaitu karena diberi peran yang besar sesuai dengan harga diri masing-masing. Bila dalam Balai Kerajaan mereka sudah teruji kesetiaannya barulah mereka dibaptis dengan cara diselam dan pada taraf ini mereka sudah tidak lagi bisa diubah pandangan imannya. Perjamuan Suci tidak diberlakukan sebagai sakramen persekutuan iman tetapi dirayakan setahun sekali sekedar sebagai peringatan kematian Yesus. Kebangkitan Yesus dalam daging tidak dipercaya mereka.

Para SY yang datang kerumah-rumah adalah mereka yang terdidik secara disiplin dan dibekali kemampuan berdebat yang luar biasa, karena itu biasanya umat Kristen (apalagi yang awam) akan sangat sukar melayani, dan bila mereka tidak mampu melayani perdebatan itu kemungkinan terbuka akan tertarik ajaran tersebut. Karena SY dilatih begitu intensip maka dalam berdiskusi mereka sudah biasa menghadapi pertanyaan dan menguasai materi pembicaraan, karena itu umat Kristen harus berhati-hati untuk masuk dalam percakapan dengan mereka, apalagi bila anggota SY yang datang kalah dalam berdiskusi, biasanya anggota yang lain yang lebih matang dan senior akan datang sampai lawan bicaranya kalah.

Cara yang terbaik yang dapat dilakukan oleh umat Kristen adalah membekali diri dengan senjata-senjata rohani yang diperlukan (Efs.6:10-20) seperti Iman, Firman yang adalah pedang Roh, kebenaran, keadilan, doa & berjaga-jaga, dan kesediaan memberitakan Injil. Sekalipun demikian bila belum benar-benar menguasai firman Tuhan ada baiknya menghindari perdebatan dengan SY. Justru karena menghadapi serangan yang gencar seharusnya umat Kristen terus dengar-dengaran akan firman Tuhan dan belajar untuk mengerti firman Tuhan dengan mendalam sehingga ia dapat menangkis panah-panah api yang diarahkan kepadanya.

ALIRAN KULTUS (CULT)

Saksi Yehuwa hanyalah salah satu aliran ‘kultus’ (cult) yang bekerja di sekitar kekristenan, tetapi kita harus sadar bahwa dalam era reformasi dan keterbukaaan yang didukung oleh kebebasan internet, maka umat Kristen akan berhadapan dengan begitu banyak aliran kultus yang baru yang ada yang ringan tetapi ada juga yang berat bahkan membius. Karena itu tidak ada cara lain dari umat Kristen yang harus ditempuh kecuali hidup sebagai anak Tuhan yang taat akan firman Tuhan, rajin berbakti dan bersekutu, dan rajin berdoa sambil berjaga, dengan sikap demikian diharapkan ajaran-ajaran kultus tidak sampai mempengaruhi iman kita yang mula-mula.

Aliran-aliran kultus diawal abad ke-XXI ini sangat bervariasi, ada yang ringan yang ingin memurnikan ajaran Kristen dan makin mendekati kekristenan Alkitabiah (Advent), ada yang fanatik (Mormon & Saksi Yehuwa), dan bahkan ada yang rela mati bersama-sama mengikuti pimpinan mereka (Jim Jones & Kenisah Matahari), berani berperang (David Koresj), bahkan berani membunuh orang-orang secara massal demi keyakinan mereka akan Armagedon (Aum Shrinkiyo). Beberapa ciri aliran kultus (cult) yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut:

(1) Aliran kultus berkisar pada ajaran tokoh-tokoh yang dikultuskan yang dianggap sebagai nabi atau messias, dan biasanya ucapan dan perilakunya diikuti oleh para pengikutnya dengan fanatik tanpa reserve menggantikan peran Yesus Kristus. (SY mengkultuskan Charles Tase Russel dan tulisannya ‘Studies in Scriptures);

(2) Aliran kultus biasanya bersikap eksklusif, bahwa merekalah umat pilihan yang benar dan semua agama terutama Kristen adalah sesat. Karena itu mereka mengecam gereja-gereja yang resmi yang disebut ‘Susunan Kristen.’ Dalam hal SY merekalah yang dianggap termasuk kerajaan Theokratis;

(3) Adanya semangat akan Akhir Zaman yang luar biasa, dan seperti SY sekalipun jelas ramalan-ramalan para tokohnya selalu terbukti keliru, fanatisme itu tetap eksis;

(4) Biasanya aliran kultus memiliki ‘Kitab’ suci ucapan dan tulisan para tokohnya yang dianggap lebih berotoritas daripada Alkitab Kristen. SY memiliki ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ dan ‘buku karya Charles Tase Russel (Setelah Russel meninggal diselesaikan Rutheford) berjudul ‘Studies in Scriptures.’;

(5) Jalan Keselamatan dalam Kristus di tolak dan biasanya ditambah-tambahi dengan ‘taurat baru’ apakah itu dalam bentuk memelihara hari Sabat, vegetarian, hukum Taurat, amal baik, atau dalam kasus SY menjadi penyiar agama SY;

(6) Tetapi, ada satu hal menarik yang tidak bersifat prinsip tetapi efektif adalah ‘peran kaum awam yang aktif’ dalam ikut serta menyiarkan keyakinan mereka. SY melakukan kunjungan ke rumah-rumah penduduk;

(7) Dan, tidak dapat disangkal bahwa aliran-aliran kultus sangat menekankan pelayanan melalui literatur, yaitu traktat-traktat, buku, majalah maupun brosur-brosur dan disamping itu mereka gencar melakukan siar agama melalui internet. SY paling menonjol dalam hal ini.

Dikeluarkannya SK pencabutan larangan akan beroperasinya aliran Saksi Yehuwa tentu tidak perlu dikuatirkan oleh umat Kristen karena itu sejalan dengan demokrasi yang dijalankan pemerintahan Gus Dur, namun pencabutan SK itu jelas akan berdampak makin bebasnya mereka mengunjungi rumah-rumah semua orang dari agama apapun karena memang misi mereka demikian, namun dibalik itu masyarakat Indonesia menjadi tahu secara terbuka bahwa kalau selama ini mereka yang sering keluar-masuk rumah penduduk dijadikan stigma sebagai ‘misi penginjilan Kristen’ sekarang dengan terang masyarakat akan tahu bahwa itu adalah para ‘Saksi-Saksi Yehuwa’, yang juga mendatangi rumah umat Kristen sekalipun mereka mengaku sebagai ‘Kristen’ juga. Dalam buku doktrin mereka disebutkan:

“Sekarang ini mereka gemar akan melakukan kewajiban yang diletakkan di atas pundak tiap-tiap orang Kristen sejati, yaitu menyiarkan kabar kesukaan mengenai kerajaan Allah. Dengan segala suka hati mereka pergi, dari rumah ke rumah, di jalan-jalan besar, dan di tempat-tempat pertemuan umum memberitakan jalan Allah menuju ke arah hidup kepada umat Katolik, Protestan, Yahudi dan orang-orang penganut kepercayaan agama lain, atau yang tak beragama sama sekali” (Karena Allah Itu Benar Adanya, hlm.257-258).

Semoga beberapa catatan ini bisa dijadikan bekal dalam perjumpaan kita dengan aliran-aliran kultus yang akhir-akhir ini dengan rajin menyiarkan keyakinan mereka kepada masyarakat umum khususnya umat Kristen di Indonesia. Mereka yang ingin informasi lebih lengkap bacalah 'SAKSI-SAKSI YEHUWA, siapa dan bagaimana mereka?’ (Yayasan Kalam Hidup, 1999, cetakan ke-4).

Terimakasih informasinya…

mohon bisa mengisi data diri dengan lebih lengkap untuk bisa mengenal dengan baik…

duh males bacanya… tar mlm aja deh… hehe …

mantebz2 …

Lg seru tuch diskusi ttg SY di forum sebelah (I’m involved too).

Btw…titik perbedaan utama antara SY dan Iman Kristen adalah

Kristen: Yesus Kristus adalah Allah.
SY : Yesus adalah ciptaan Allah (Yehuwa).

Aku sedihnya…mereka itu fight utk sesuatu yg “salah”. Pemelintiran ayat Alkitab (dgn menerbitkan Alkitab sendiri, versi New World Translation, yg penuh dgn editan utk mendukung ajarannya) merupakan senjata utama SY.

Blessing,

Terimakasih masukannya bro roti…

bro n sis , kemaren ini di senayan ada kkr yang adain saksi jehovah, kalo tidak salah membahas nama Allah atau Yahweh yang benar , karena banyak kelompok Kekristenan yang mulai menentang nama Allah ,
ane sendiri ga masalah pake nama Allah , dan ini ada seminar yang membahas soal itu , ini ane post in info nya

SEMINAR GRATIS TENTANG NAMA SANG PENCIPTA

Banyak pendapat kontroversi berkembang di dalam Kekristenan tentang kata Elohim ,Jehovah , Allah ,Tuhan dan lain sebagainya

Dr.Suhento Liauw akan menjelaskan kepada anda duduk persoalan kepada anda duduk persoalan di balik semua kontroversial yang berkembang dan menyampaikan pada anda pendapat Alkitab secara akademis. Sesudah seminar ini anda pasti memiliki kejelasan yang mantap

BEBAS TANYA JAWAB

Pendaftaran dengan sms dan informasi

Telp : 021-6471-4156

Hp : 021-99 828 424

Hp : 0816-140 2354

Diselenggarakan oleh :
GRAPHE INTERNATIONAL THEOLOGICAL SEMINARY
Jln Danau Agung 2 no 5-7 ,Sunter Agung Podomoro ,Jakarta Utara

Graphe International Theological Seminary berada di sunter , seberang Rumah Sakit Hermina sunter ,

Satu deret dengan Vihara Sunter

untuk link nya , saya sudah post kan di
http://www.graphe-ministry.org/bahasa/seminar.html

Men-coba2 belajar dari suatu ajaran yg sdh nyata2 tdk menerima keTuhanan Yesus Kristus (=antikris), sama saja sedang masuk ke sarang singa/harimau yg siap men-cabik2/menyantap mangsanya.
Pilihannya hanya tetap pegang pd janji keselamatan Yesus Kristus atau melepaskannya. :tuzki26:

yoi… jangan coba2 bermain api… hehe

Tapi GITS (GRAPHE INTERNATIONAL THEOLOGICAL SEMINARY) adalah lembaga penginjilan terpercaya :slight_smile:
Seminar nya pasti bagus :slight_smile:

GBU

Sy tdk tau mananya yg bagus dan mananya yg terpercaya… :azn:
mari kita sama2 komentari dan amati/cermati isi pengakuan iman mereka (adakah yg “agak” mengada-ngada?) :cheesy:
http://www.graphe-ministry.org/bahasa/pengakuan_iman.html

Pengakuan Iman

1. Percaya bahwa Allah adalah pencipta langit dan bumi beserta seluruh isinya dalam enam hari yang literal (Kej.1&2).

2. Percaya bahwa manusia telah jatuh ke dalam dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, serta semua manusia mewarisi sifat dosa, dan menempati posisi orang berdosa (Rom.3:10,23).

3. Percaya bahwa hanya ada satu cara untuk membereskan dosa yaitu dengan penghukuman. Dosa tidak dapat dihapus dengan perbuatan baik, rituil ibadah dan berbagai kerajinan keagamaan (Rom.6:23; Yes. 64:6).

4. Percaya bahwa Yesus Kristus diutus untuk menanggung dosa semua manusia. Dosa manusia yang belum memiliki kesadaran diri (bayi), bahkan dosa Adam hingga dosa manusia terakhir telah ditanggung oleh Tuhan Yesus di kayu salib (Yoh.1:29, I Yoh.2:2).

5. Percaya bahwa manusia yang telah memiliki kesadaran diri dan melakukan dosa atas kesadaran diri diserukan untuk bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat untuk mendapatkan pengampunan dosa atau pengaplikasian anugerah keselamatan (Mat.4:17, Yoh.3:16, Ef.1:7, Kol.1:14).

6. Percaya bahwa tidak ada jalan keselamatan lain selain injil Yesus Kristus karena siapapun yang berada di luar Kristus akan menanggung hukuman atas dosa dirinya. Tidak ada satu manusia pun bisa masuk Surga tanpa percaya kepada Kristus dari Adam hingga manusia terakhir (Yoh.14:6, Ibr.8:6, I Tim. 2:5).

7. Percaya bahwa Injil yang murni adalah Injil yang tidak ditambahkan dengan percaya kepada Maria, upacara baptisan, kerajinan ibadah dan apa saja (Gal.1:8, 5:3-4). Dan tidak menekankan kesuksesan duniawi atau yang mengurangi aspek seruan bertobat (I Kor.15:19).

8. Percaya bahwa orang yang telah diselamatkan tidak akan kehilangan keselamatannya karena terjatuh ke dalam dosa. Tetapi yang bersangkutan harus tetap tinggal di dalam kasih karunia Yesus Kristus (Rom.11:22, I Kor.15:2, II Kor.6:1, II Tim.2:12, Yak.5:19, I Yoh.2:24,27, II Yoh.9).

9. Percaya bahwa ada Surga bagi orang yang bertobat serta menerima Kristus sebagai Juruselamatnya, dan ada Neraka bagi orang yang menolak anugerah Allah.

10. Percaya bahwa Alkitab, Kejadian 1:1 sampai Wahyu 22:21, adalah satu-satunya firman Allah yang tidak ada salah. Di luar Alkitab tidak ada firman Allah baik tertulis maupun lisan.

11. Percaya bahwa Alkitab bersifat kanon tertutup. Kitab Wahyu 22:21 adalah firman Allah yang terakhir. Sesudah Wahyu 22:21 ditulis, maka Allah telah menghentikan proses pewahyuan dan juga menghentikan semua karunia yang berhubungan dengan pewahyuan.

12. Percaya bahwa penafsiran Alkitab yang benar adalah Literal Grammatical. Ini tidak berarti bahwa di dalam Alkitab tidak ada alegori. Alegori di dalam Alkitab memang ada, dan akan ditafsirkan sebagai alegori. Alegori dalam Alkitab dapat dikenal dari konteks, dan juga aturan bahasa yang lazim berlaku.

13. Percaya bahwa setiap orang percaya harus menggabungkan diri ke dalam salah satu Jemaat Lokal untuk membentuk tubuh Kristus serta bertumbuh di dalam Kristus (Ef.4:11-16).

14. Percaya bahwa Gereja harus terpisah total dari Negara dan Pemerintah dan Gereja tidak boleh terlibat politik (Mat.22:21).

15. Percaya bahwa Gereja yang benar adalah Gereja yang bersifat Lokal bukan yang bersifat Universal/Katolik/Am (Ef.1:1), dan otonomi penuh, tidak tunduk kepada kuasa apapun bahkan kuasa alam maut (Mat.16:18).

16. Percaya bahwa tubuh Tuhan Yesus itu bukan seluruh Kekristenan, melainkan tiap-tiap Gereja Lokal (Ef.1:23).

17. Percaya bahwa hubungan satu Gereja Lokal dengan Gereja Lokal lain bukan sebagai atasan dan bawahan (vertikal) melainkan sebagai sahabat dan saudara (horisontal).

18. Percaya bahwa Tuhan hanya mendirikan Gereja Lokal dan Gereja Lokallah yang mendirikan Yayasan, Sekolah dan berbagai sarana pemberitaan injil. Parachurch yang alkitabiah adalah yang tunduk kepada Gereja Lokal (Mat.16:18).

19. Percaya bahwa jabatan Nabi dan Rasul telah dihentikan sejak wahyu terakhir diberikan dan kini tinggal jabatan Penginjil, Gembala dan Guru sebagai jabatan pengajar firman (Ef.4:11) dan Diaken sebagai jabatan pelayan jemaat (Kis.6:1-dst).

20. Percaya bahwa wanita tidak dipanggil untuk mengajar dan memimpin laki-laki dewasa dalam jemaat (I Tim.2:12-13, I Kor.14:34), sebagaimana istri harus tunduk kepada suami dan suami harus mengasihi istri (Ef.5:22-27).

21. Percaya bahwa baptisan tidak menyelamatkan melainkan salah satu upacara yang diperintahkan untuk dilaksanakan oleh Gereja Lokal. Dan baptisan yang benar adalah baptisan yang dilakukan terhadap orang yang sudah lahir baru (orang banar), dimasukkan ke dalam air (cara yang benar) dan oleh gereja yang benar (doktrinnya benar) (Mrk.16:16, Mat.28:19, Rom.6:3-4).

22. Percaya bahwa hanya ada dua upacara yang diperintahkan untuk dilaksanakan oleh Gereja Lokal, yaitu upacara baptisan dan upacara perjamuan Tuhan. Kedua-duanya tidak esensial untuk keselamatan melainkan hanya untuk mengingat akan kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus yang menyelamatkan (Mat.3:11, 28:19, I Kor.11:24-25).

23. Percaya bahwa ibadah yang bersifat lahiriah dengan berbagai rituilnya telah digantikan dengan ibadah dalam roh dan kebenaran. Tidak ada simbol lahiriah dalam ibadah selain keteraturan dan kesopanan (Yoh.4:23-24, I Kor.14:40).

24. Percaya bahwa segala lagu pujian dalam gereja haruslah memenuhi kriteria berkenan kepada Allah, bukan menyenangkan bagi manusia. Kami tidak menentang lagu yang indah, tetapi pujian dalam gereja haruslah memiliki teks atau lirik yang Alkitabiah, musik yang rohani dan menyenangkan Tuhan, yang tidak terkontaminasi oleh dunia ini (misalnya Rock and Roll), dan cara menyanyi yang rohani. Musik gereja bukanlah untuk tujuan entertainment.

25. Percaya bahwa perpindahan anggota jemaat adalah cerminan kebebasan berpikir dan memutuskan.

26. Percaya bahwa anggota jemaat harus menjalani kehidupan Kekristenan yang memuliakan nama Tuhan, sopan, teratur dan kudus (Ibr.12:14).

27. Percaya bahwa anti Kristus akan mempersatukan politik, ekonomi dan agama serta menguasai. Untuk itu orang Kristen harus waspada (Wah.13:11-18).

28. Percaya bahwa hari pengangkatan orang percaya (rapture) terjadi sebelum masa penganiayaan (pretribulation). Dan penampakan Kristus terjadi sebelum kerajaan seribu tahun (premillennium).</blockquote>

terimakasih untuk informasinya…

satu hal yang harus kita pelajari dari kaum Jehova Witness : semangat mereka. saya malu sekali waktu melihat semangat mereka. pemahaman mereka salah, tapi semangat mereka luar biasa. kita yang punya pemahaman dan iman yang benar, kalau bisa memiliki semangat seperti mereka, bayangkan hasilnya…

komentar ya…

Sekadar tambahan, dulu pernah ada saksi yehova yang datang ke rumah. Dia mengatakan, “Percayalah pada Tuhan maka semua masalahmu akan berhenti.”

Waktu ta’ minta dia menunjukkan di Alkitab sebelah mana Tuhan bicara seperti itu…hehehehe…ngga bisa dianya.

Dia datang lagi sampai lima kali, tiap kali bawa teman yang lain-lain. Terus akhirnya berhenti sampai sekarang.

god give us mercy…

Kalau salah mana mungkin mereka semangat, nah loh yang menggap diri benar bagaimana? semangat ngga menggabar? Ayo coba mengabar !!!

sebelumnya maaf ya… :ashamed0004:

yang ini… :ashamed0004:

mungkin sedikit tambahan :

“Inilah makna Kekristenan, sesuai dengan ajaran Yesus dan contoh hidup yang diberikanNya pada kita : hidup untuk orang lain. Sedari lahirnya, semua manusia sudah tidak memiliki tempat di surga. Sejak lahir, kita sudah mati. Namun Yesus, melalui segala derita dan hina yang dipikulNya, memberikan kita keselamatan dan tempat di surga, apabila kita mau menyangkal diri dan mengikuti Dia. Menyangkal diri, berarti melepaskan semua hak kita sebagai manusia untuk mengejar kebahagiaan serta kemakmuran. Mengikuti Yesus, berarti belajar dan berusaha untuk mengubah kepribadian kita menjadi semakin mendekati kepribadian Yesus, dan mengikuti jejakNya mendedikasikan hidup kita untuk orang lain. Karena sejak lahir kita sudah mati, maka saat kita diberi hidup yang baru, kita tidak lagi berhak atas hidup kita. Hanya dengan berhenti mengejar kebahagiaanlah kita akan menemukan kebahagiaan yang sejati. Dan dengan melepaskan hak kita sebagai manusia dan berjuang untuk orang lain, kita telah menyangkal diri dan mengikuti Dia.”

jadi intinya, sama seperti anak yang memecahkan gelas lalu meminta maaf pada ibunya, demikian juga kita meminta ampun pada Tuhan karena telah menodai kekudusan hidup kita dengan dosa. meskipun dimaafkan oleh ibunya, tetap saja kenyataan bahwa gelas itu pecah tidak berubah. demikian juga kita, meski sudah diampuni, tapi jiwa kita sudah tidak lagi kudus. karena itu, apapun yang kita lakukan tetap tidak akan merubah kenyataan bahwa kita sudah tidak layak berada dalam kekudusanNya. gelas yang pecah harus diganti, dan gelas bisa dibeli. jiwa yang kehilangan kekudusan juga harus diganti, tapi tidak ada manusia yang bisa membeli jiwa. itulah sebabnya Yesus memberikan jiwa kedua, jiwa yang kudus, agar kita menjadi layak masuk dalam kekudusanNya.

semoga bisa membantu… cobalah lihat titik kelebihannya, jangan titik kekurangannya… ini penjelasan manusia, tentu akan selalu ada kekurangannya… :ashamed0004:

oya, “kita” dalam kalimat “kita yang punya pemahaman dan iman yang benar” itu bukan merujuk ke kaum kristen…

kalau merujuk ke kaum kristen saya akan tulis “kita kaum kristen”…

jadi yang saya maksud benar2 segelintir orang yang memahami makna “menyangkal diri dan mengikut Yesus” lalu melakukannya. seperti misalnya Paulus, yang bisa dilihat dari kalimatnya “hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan bagiku”. kalau kalimat saya “melepaskan ego serta hak sebagai manusia, dan hidup untuk melayani orang lain seperti Yesus lebih dulu melayani orang lain”…

@Scotie:
Kalau salah bagaimana bisa semangat?

Bisa saja. Banyak kok contohnya. Dari kaum ekstremis, teroris berjubah agama, sampai member MLM. Bisa jadi semangat mereka lebih dari kita 'kan?

@Kahlil_Gibson
Setuju! Mereka yg merasa terlalu “benar” itulah yg sering kali salah.

@ kahlil & ngantuk : kalau mau membetulkan yang masih salah, lakukan tanpa menghakimi ya…