The Greatest Philosphers

Sadar atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari, kita mewarnai atau diwarnai oleh peradaban yang ada di dunia yang sedang kita jalani. Sebagai orang timur, kehidupan kita pasti terwarnai oleh warna peradaban ketimuran, sebagai orang yang beragama atau kepercayaan tertentu, kehidupan kita pasti terwarnai oleh agama atau kepercayaan yang kita anut. Sadarkah kita bahwa jika memiliki sikap dan tingkah laku yang materialistis, hedonis, eksistensialis, atau agnostik berarti warna peradaban barat telah ikut mewarnai kehidupan kita? Peradaban Barat yang sekarang cukup mendominasi di seluruh dunia dengan penyebaran teknologi, globalisasi ekonomi dan demokrasi, suka atau tidak, adalah sebuah kenyataan. Bagaimana sikap terbaik kita? Kenalilah dasar filosofis peradaban Barat itu, sikapilah dengan kritis dan cerdas, kemudian bertindaklah dengan arif dan bijaksana sesuai dengan bidang kehidupan kita masing-masing.

Buku ini menawarkan refleksi 100 Filosof paling top di dunia barat yang mendasari perkembangan peradaban Barat dari abad 6 SM hingga abad 21. Nama besar seperti Pythagoras, Socrates, Aristoteles, St Thomas Aquinas, Copernicus, Machiavelli, Francis Bacon, Newton, Descartes, Locke, Voltaire, Immanuel Kant, Hegel, Adam Smith, Darwin, Karl Marx, Freud, Foucault atau Einstein adalah sebagian yang sering kita dengar namanya diantara 100 Filosof Besar Barat lainnya. Sebagaimana judulnya, pada setiap bab akan diuraikan refleksi bagaimana nilai filosofis 100 filosof tersebut mewarnai praktek bisnis.

Buku ini bertujuan untuk sedikit membantu menjadi kompas, menjadi pembeda, dan memberikan kesadaran, terhadap filosofi Barat yang kita lihat, kita rasakan dan bahkan mungkin tanpa disadari kita anut

Harga Rp. 60.000


Kalo ngaku Protestan, jangan baca buku buku gituan deh, nanti malah bingung.
Anggap saja buku sesat…

;D

Saya paling ga bisa berfilosofi

Justru kita harus membaca buku tersebut agar tidak disesatkan.
Seandainya ada orang bertanya tentang Komunisme ataupun Aristoteles, atas dasar apa kita menyatakan sesat? apakah dari orang lain atau kita meneliti sendiri?

Seandainya ada yang mengatakan Alkitab itu sesat terus kita bilang dia salah. Atas dasar apa kita mengatakan salah? Tentu saja kita akan mengajurkan orang tersebut membacanya dan memahaminya.

GBU

Oh begitu…