TIGA GENERASI WANITA PEMBAWA SUARA SURGA .

(Perjalanan musik Rohani Kristen selama 30 tahun terakhir yang diwakili oleh masing- masing Generasinya)

Musik adalah salah satu bagian paling penting dalam kehidupan orang percaya, telah banyak perkembangan musik Kristen selama berabad- abad, yang merupakan ungkapan pujian dan penyembahan kepada Tuhan pada jamannya. Saya ingin share tiga musikus Rohani Wanita yang menurut saya memiliki andil yang sangat besar terhadap transformasi musik rohani di dunia atau paling tidak di regionalnya. Dalam 30 tahun terakhir telah terjadi Transformasi musik rohani dari musik klasik himne jaman Handels (lagunya banyak di Kidung Jemaat) ke musik Ballad, lalu Pop sampai ke Deep Worship theme song (Musik Penyembahan Dalam) yang banyak dipergunakan Gereja Tuhan pada jaman ini adalah bukti perubahan significant dalam musik Gereja di Dunia.
Ada begitu banyak Denominasi dalam gereja yang belum sepenuhnya mengerti bahwa sebetulnya perkembangan dan dinamika musik Kristen akhir2 ini adalah perbuatan tangan Tuhan Sendiri bagi GerejaNya, selain itu perlu juga disadari bahwa Gereja pada jaman ini harus menerima musik rohani sebagai bentuk penyembahan yang sangat penting dalam kehidupan orang percaya, dan sudah seharusnya dilakukan dari dalam hati dan roh seorang yang sungguh- sungguh mengasihi Yesus, bukan karena kebiasaan, bukan karena ritual/adat istiadat(bagian dari liturgy), bukan karena performance atau sekadar nampang atau malah dijadikan profesi untuk cari uang (lagu rohani kok buat ngamen). Saya berusaha menampilkan tulisan ini walaupun dengan data yang saya kumpulkan dari internet dan juga pengalaman saya pribadi yang telah menyaksikan pelayanan 2 dari 3 Hamba Tuhan ini ,dan saya berharap apa yang saya tahu dan saya rasakan ini dapat menjadi berkat bagi kita semua.

Pengalaman saya pribadi mengatakan Musik Tanpa Hati adalah Hambar, karena hal tersebut yang akan menentukan seberapa dekat Hadirat Tuhan bagi sang PenyembahNya.
Dalam Kitab Yesaya dikatakan’Bangsa ini Memuliakan Aku dengan Bibirnya tetapi Hatinya Jauh DaripadaKU’, Firman Tuhan ini bagi saya artinya Nyanyi pakai Hati jangan kaya Robot, buang tenaga karena Tidak ada Hadirat Tuhannya, yang ada satu lagu aja udah capek deh.
Jadi sebenarnya bukan karena lagunya lama atau baru tapi yang terpenting hati orang yang menyanyikannya mendapatkan perkenan Tuhan. Ingat Kain dan Habel (Kejadian pasal 4), mengapa persembahan Habel diterima sedangkan Kain tidak?,
dalam kejadian 4:4, dikatakan Tuhan Mengindahkan Habel dan Persembahannya, saya tangkap bahwa Tuhan terlebih dahulu Berkenan terhadap hati Habel(Tuhan Melihat Hati ), jadi bukan karena Tuhan tidak suka persembahan hasil tanah dari Kain, terbukti! Kain memiliki hati yang jahat dan kemudian membunuh Habel karena iri hati.
Mengenai hal ini saya punya pengalaman.
Pada saat saya berumur lima tahun, tahun 1980, saya masih TK Papa saya punya kaset, lagunya macam2, ada Boney M, Abba, lagu2 rohani, The Bee Gees, lawak Jayakarta Grup, dll. Saya suka putar kaset2 itu berulang-ulang, sampai saya dimarahin sama ayah saya, anak kecil kok kerjanya di depan tape recorder aja, disuruh ke kamar akhirnya.
Saya dilarang dengar musik. Saya tetap penasaran sampai suatu saat ada libur panjang, ayah saya pas tugas kantor keluar kota, mama lagi kursus Kue dari pagi sampai sore. Saya Bebas! Hehe
Dari jam 8 sampai jam 3 sore saya putar semua seharian, demikian hari ke 2, ke 3, sampai saya kecapean dengarnya. Hari keempat saya lalu mencoba sebuah kaset rohani Indonesia yang Gambarnya Capung, yang penyanyinya adalah Ade Manuhutu ( Sekarang Pendeta Ade Manuhutu),
Saya suka lagunya yang liriknya seperti ini:
“Terpujilah NamaMu, Yesus Juruselamatku, Hanyalah KepadaMu, Kuserahkan Hidupku, Haleluya”
Bagi saya lagu itu sangat dasyat, saya putar , putar, putar lagi, sya coba ikuti setiap kata- katanya, sampai saya rasakan hadirat Tuhan yang sangat Kuat pada saat itu, saya bingung, saya merasa bahagia dan sukacita, tapi air mata terus mengalir, saya nangis- nangis dan nangis, sekarang saya baru tahu kalau menangis dalam hadirat Tuhan itu namanya Travail, sebagai anak kecil 5 Tahun saya kaget ada sebuah pribadi yang hadiratNya sangat terasa berada di dekat saya dan Dialah Tuhan, malamnya saya tidur dan mendengar suara nyanyian yang sangat indah yang tidak dapat saya perkatakan, ini suatu pengalaman khusus yang melekat sampai sekarang. Itu yang membuat saya sangat menyukai lagu rohani sampai sekarang ini, boleh dikatakan saya hanya beli musik rohani saja.

Pengalaman saya itu membawa saya kepada suatu pengertian, bahwa demikian berkuasanya sebuah Nyanyian Pujian dan Penyembahan, sehingga sanggup mematahkan belenggu rantai ketika Paulus di dalam Penjara. Analoginya begini, kalau kita menyanyi dengan hati, maka dalam 2,3 Kali kita Nyanyi pasti sudah hapal kata- katannya, tapi masih ada orang yang tidak hapal lagu tersebut setelah menyanyikannya 20 kali, menurut saya, kemungkinan besar lagu tersebut tidak nyerap dalam Hatinya apalagi Rohnya, Bukankah kita harus menyembah Tuhan dalam Roh dan Kebenaran?
Karena itu saya percaya pada setiap generasi Tuhan akan membangkitkan orang-orang yang mempunyai karunia dalam bidang Musik untuk merestorasi Nyanyian2 Pengagungan kepadaNya. Tokoh-tokoh Abad Pertengahan seperti Handels dan Bach mulai merestorasi musik rohani dengan membuat stream klasik Hymne, yang lagunya sangat indah dan masih dinyanyikan sampai sekarang ini. Tetapi dalam 30 tahun terakhir ada pergerakan yang sangat cepat dalam musik pop Rohani kontemporer. Dimulai
pada decade 80 an, ada seorang penyanyi yang sangat terkenal di Amerika Serikat , namanya Sandi Patty.
Lahir 1956 ( Sandi “The Voice”Patty )
Akhir tahun 80-an saya sangat suka lagu- lagunya, masih ingat lagu Tuhan Raja Maha Besar?( The Lord is Our Great God and King), dia yang menyanyikannya, Jesus Loves Me, It is Well with My Soul, Praise The Lord, How Great Thou Art dll, kalau dengar lagunya terutama yang awal- awal karirnya, sangat indah .
Terkenal dengan julukan “The Voice” Sandi Patty adalah salah satu legenda artis CCM(Christian Contemporary Music) dalam periode 15 tahun, 3 Platinum, 11 juta copy, 39 Dove Award dan 5 Grammys diraihNya. Latar Belakang Sandi adalah keluarga Kristen yang saleh, dimana Ibunya adalah seorang pianis gereja.
Sandi Patty lah yang memoderenisasi lagu rohani dari Hymn ke Ballad sampai kepada Pop Modern Gospel Standard, Dia sangat terkenal pada masanya. Suaranya sangat Indah Namun Powerful, mampu naik sampai beberapa Oktaf dan mendaki nada pada C+ tanpa putus.
Menyanyi di depan Presiden USA, KKR Billy Graham sampai ratusan konser pertahunnya, pada akhir 80 –an sampai awal 90-an, tidak kurang 200 konser pertahun, pada masa itu dia adalah artis rohani dengan bayaran termahal dengan dukungan band Symphony Orchestra sebagai standard musik pengiringnya , sehingga hal itu menuai banyak kritikan dari kalangan Kristen Amerika karena dianggap matre (kalau tidak ada Orkestra Tidak Mau Nyanyi) pada masa itu bayarannya sekitar US$ 70.000 minimum(Rp 700juta Bo!).
Selam kurun 15 Tahun menjadi Idola Keluarga Kristen Amerika sampai pada tahun 1992, mengemparkan masyarakat Kristen Amerika yang sangat mengidolakannya dengan kasus perceraian dan perselingkuhan dengan anggota Bandnya, dan kemudian kawin lagi dengan orang lain. Karirnya langsung meredup dan lagu- lagunya dilarang putar di radio-radio Kristen Amerika, sampai akhir tahun 90an Sandi berusaha Bangkit dan memulai karirnya kembali sampai sekarang ini. Namun sampai sekarang saya masih suka memutar lagunya, terutama yang dulu- dulu , merdu dan indah, anehnya untuk albumnya yang baru-baru kemampuan vocal tingginya sudah tidak terlihat lagi. Berikut Bionya:

Sandi Patti
Born July 12, 1956 (1956-07-12) (age 52)
Genre(s) Contemporary Christian Music
Voice type(s) Soprano
Years active 1978 - present
Label(s) Milk & Honey, Impact Records, Word Records, INO Records
Awards
* 39 GMA Dove Awards: 1982 (x2), 1983 (x1), 1984 (x4), 1985 (x4), 1986 (x1), 1987 (x3), 1988 (x3), 1989 (x5), 1990 (x2), 1991 (x3), 1992 (x4), 1994 (x1), 1995 (x1), 1996 (x1), 1998 (x2), 1999 (x2)
* 5 Grammy Awards: 1984, 1986, 1987(x2), 1991
* 4 Billboard Music Awards
* 3 Platinum albums (RIAA)[4]

Pada Masa Sandy Patty, kesan Performance artis begitu kental dalam dunia musik Rohani, maaf kata Kemulian Tuhan sering dicuri menjadi Kemuliaan pribadi, lalu muncul artis- artis lain seperti Amy Grant dengan memilih jalur rohani dan sekuler secara bersamaan yang pada akhirnya mengalami nasib yang sama karena perceraiannya.
Sampai pada pertengahan 90-an ketika musik Rohani mulai diubahkan dengan Musik dengan gaya penyembahan(Worship) oleh seorang Penulis dan Penyanyi Rohani yang berasal dari Australia, dia adalah Darlene Zschech yang terkenal dengan lagunya “Shout To The Lord”
Darlene berasal dari keluarga yang kurang Harmonis, dimana kedua orangtuanya akhirnya bercerai, namun Ia menyerahkan dirinya kepada Kristus pada usia 15 Tahun, dimana Tuhan mengubah hidupnya menjadi Worshipper yang terkenal di dunia Musik Kristen. Darlene sangat menyukai lagu rohani, termasuk lagu Jesus Loves me yang dinyanyikan oleh Sandi Patty. Melalui Hillsong Curch , lahirlah Hillsong Music, suatu Grup musik Rohani yang dipimpin oleh Darlene sebagai Worship Leadernya dan telah menjual jutaan copy dari kurang lebih 20 album Penyembahan yang dihasilkannya, dan juga 5 Dove Award. Ibu dari Tiga anak ini dulunya adalah penyanyi jingle untuk Radio di Australia, selain itu juga dulunya anggota choir di Gerejanya. Hillsong Curch sendiri yang gembalanya adalah Pastor Brian Houston, menerima dampak yang sangat besar dari keberadaan Darlene di Gerejanya yang merupakan denominasi dari Gereja Sidang Jemaat Allah ( Assemblies of God). Tiap Tahun mereka mengadakan Conference yang dikenal dengan Hillsong Conference yang didatangi oleh puluhan ribu orang dari seluruh penjuru dunia. Gerejanya sendiri adalah gereja terbesar di Sydney dengan anggota mencapai 20.000 jemaat.
Darlene adalah pribadi yang sangat sederhana dan rendah hati, yang saya tahu banyak lagu- lagunya terinspirasi dari Mazmur Daud.
Jutaaan orang menyanyikan lagunya di seluruh Dunia, dan sampai sekarang tidak terdengar kabar negative apapun tentang Darlene. Hingga kini dalam albumnya yang terakhir dari Hillsong berjudul” This Is Our God”(2008), Darlene hanya menyanyikan 2 lagu dari albumnya yang terakhir ini , menandakan Regenerasinya Hillsong dari Darlene kepada yang lebih muda yaitu Ben Houston (Benyamin David Houston) anak dari Pastor Brian Houston dari Hillsong Curch.

Pengurapan dan lagu-lagu dari lagu lagu Darlene berpengaruh begitu besar bagi para Pemusik Rohani Dunia dan sekuler. Tidak Kurang dari Top 8 American Idol session 7 Menyanyikan lagu Shout To The Lord, yang terkenal heboh karena merubah kata “Jesus” menjadi “Shepherd”(Domba), namun kemudian pada rekaman album resminya yang diluncurkan 10 April 2008 di “normalkan” kembali menjadi’Jesus”(Thanks God).

Darlene Joyce Zschech
(born September 8, 1965 in Brisbane, Queensland, Australia) is an Australian Charismatic/Pentecostal worship leader and singer-songwriter who primarily writes praise and worship songs. As well is one of the members of Compassionart a charity founded by Martin Smith (songwriter) from Delirious?.

Berakhir di sini? Tunggu dulu…, lagu 2 Darlene terdengar di seluruh dunia sampai Amerika Selatan, tepatnya di negara bola Brazil.

Di Brazil ada seorang anak Tuhan, namanya Ana Paula Valadao , anak dari Marcio Valadao, Gembala Gereja Baptis di Brazil. Dia sangat menyukai lagu- lagu Hillsong, seorang penyanyi gereja dan juga seorang pendoa syafaat yang punya beban kepada bangsanya. Setelah menamatkan sekolah ministrinya di Amerika Serikat(Christ For The Nations), Ana Kembali ke Brazil. Dia begitu yakin bahwa Penyembahan itu adalah suatu kesatuan antara musik dan doa, melalui musik, lagu dan doa maka tahta Tuhan akan hadir di tengah umatnya, Bukankah Tuhan Hadir diatas Pujian? Hal ini dia pegang dengan sungguh-sungguh, dan memulai dengan iman dengan membentuk ministrinya sendiri dengan nama Diante Do Trono (artinya: Dihadapan Tahta HadiratNya)
Keinginannya untuk konser seperti Hillsong begitu kuat, sampai pada suatu saat (ketika itu tahun 1997), Ana datang kepada Ayahnya untuk minta izin menggunakan
Gedung gerejanya yang tidak begitu besar untuk dipakai buat rekaman live konser lagu- lagu Hillsong, yang dia rekam dalam bahasa Portugis (bahasanya Brazil), dan dia sendiri sebagai Worship Leadernya, Awalnya Papanya ragu, setelah mendengar banyak komentar bahwa tidak mungkin lagu seperti Hillsong bisa sukses di Brazil, Australia kan Negara maju sedangkan Brazil adalah negara miskin.
Namun Papanya kemudian dapat menangkap Visi Anaknya tersebut dengan iman , singkat cerita pada akhirnya ide itu diterima.
Dari situ Pengurapan Tuhan Turun begitu deras terhadap dirinya, tidak kurang dari 8 konser terakhirnya didatangi oleh jutaan orang (serius, Jutaan), Tuhan mengaruniakan kemampuan menulis dan mengarang lagu2 baru yang sangat banyak, sehingga Ia tidak menggunakan lagu Hillsong lagi. Ketika Ana dengan timnya (Dianto Do Trono) mengadakan KKR dilapangan terbuka di Sao Paulo, tidak kurang dari 2 Juta yang hadir.
Demikian pula dengan KKR dan konser di Rio, Salvador, Brasilia, dll baik dalam maupun luar negri. Banyak orang disembuhkan dan dipulihkan, jutaan Orang menangis dalam hadirat Tuhan, Kemuliaan Tuhan sangat nyata dirasakan dalam setiap KKRnya. hasil konsernya sendiri disalurkan untuk pelayanan penginjilan di India.
Saya tidak akan menulis terlalu panjang karena anda bisa baca selengkapnya pendapat ‘IndonesiaNya’ mengenai Ana Paula melalui link Berikut:

Saya melihat Ana secara langsung di NPC th 2005 di Jakarta, benar-benar dasyat, hadirat Tuhan begitu kuat. Saya sendiri punya rekaman dvd konser dan kkrnya Ana Paula di Salvador dan Sao Paulo yang dihadiri jutaan Orang,

(2003)Quero Me Apaixonar (“Aku Ingin Kembali Ke Kasih Mula- Mula”) - Sγo Paulo

(2004)Esperanηa (“Pengharapan”) - Salvador

bagi yang berminat bisa email saya di:
[email protected]

Di Brazil Ana Paula begitu Fenomenal, yang saya dengar dari teman saya orang Brazil, Konsernya didatangi oleh semua kalangan Kristen dengan denominasi yang berbeda- beda, mereka berdoa untuk Brazil dan menyembah Tuhan dengan Nyanyian-Nyanyian Baru. Sempat dikritik pedas oleh Uskup Brazil karena pelayanan musiknya begitu mempengaruhi generasi muda Katolik di Brazil(Sebagian besar penduduk Brazil adalah penganut Roma Katolik), namun pelayanannya terus diberkati Tuhan dan telah berhasil menyelamatkan Jutaan Anak Muda Di Brazil dari keputus- asaan.
Bulan November 2008 ini Darlene Zschech dan Hillsong Team akan berangkat ke Brazil untuk melakukan workshop dan konser bersama Ana Paula dan Dianto Do Trono selama sebulan penuh. ( Hillsong belajar balik sama Ana Paula)
Ana memenangkan penghargaan sekelas Dove Award di negaranya dan menyumbangkan ratusan juta peso kepada komunitas di kota- kota Brazil yang sangat Miskin demikian juga dengan sister curchnya yang berada di India. Dalam 5 Tahun terakhir mengambil bagian dalam convocation Israel di Jerusalem, memberikan pelayanan dan Impartasi kepada Hamba-hamba Tuhan dari Seluruh Dunia.
Ana telah banyak belajar dari pemusik rohani sebelumnya, dia tidak ingin jatuh karena ketenaran atau hanya karena uang akibat kesuksesannya, idealnya segala Kemuliaan hanya bagi Tuhan. Tidak kurang dari 800 pendoa syafaat telah dibangkitkannya untuk mendoakan dia dan pelayanannya, paling tidak 6 bulan sebelum KKR/Konsernya, pendoanya telah mengepung lokasi tempat pelayanannya dan mendoakan bagi jiwa-jiwa dan kemuliaan bagi Tuhan saja yang dinyatakan. Mungkin bagi sebagian besar orang Indonesia tidak mengenal Ana, tapi Ana merupakan artis dan Hamba Tuhan yang sangat sukses dalam dunia Latin(Amerika Latin) dan melampoi Artis Rohani latin Renascer Praise yang sangat terkenal sebelum munculnya Diante Do Trono(Ana).

Berikut, ada Seorang pemilik Perusahaan Rekaman besar di Brazil, namanya Randy Adams yang merekam setiap album dan konsernya menulis Pendapatnya Mengenai Ana Paula dan Pelayanannya:
Ketika Pertama kali saya bertemu Ana, dia hanyalah seorang pelajar yang pemalu dari Christ For The Nations. Saya pikir paling dia baru bisa menulis beberapa lagu, Ana memiliki suara yang merdu sih, Tapi siapa yang pernah tahu kalau Dia telah menjadi seorang Worship Leader dan Penulis lagu yang begitu Dasyat? Musik Rohani adalah mimpinya sejak dahulu. Ketika dia menceritakan ketika pertama kali mendengar lagu penyembahan dari Hillsong dan dampaknya dalam hidupnya, lalu kemudian dia coba bagikan bagi seorang temannya untuk melakukan persis seperti yang dilakukan oleh Darlene Zschech di Australia.
Temannya tersebut mengatakan bahwa seharusnya ia(Ana) sadar bahwa adalah sulit untuk melakukan apa yang di negara kaya telah lakukan dan kemudian mengikutinya di negara yang miskin seperti Brazil. Dalam Hati Ana ia yakin bahwa pendapat temannya adalah salah, lalu kemudian Ia belajar lagu- lagu itu dengan Hatinya, dan dia mempunyai Visi untuk mempresentasikan lagu-lagu ini di hadapan Masyarakat Brazil.
Dengan Suksesnya Tiga Konser Pertama Ana Paula dan Team Dianto Do Trono, Kesempatan menyanyikan “Shout To The Lord” versi portugis, sesuai dengan panggilan yang dirasakan dalam hatinya telah mendapatkan jawabannya. Dario Navac dari Integrity Music, yang kebetulan juga orang Brazil, telah membantunya untuk membuat project Ana menjadi Kenyataan, demikian juga dengan doa dan dukungan dari Igreja Batista da
Lagoinha in Belo Horizonte, yang dengan sepenuh hati menyanyikan lagu-lagu Rohani ini dengan enerjik. Adalah suatu kehormatan bagi saya menjadi bagian kecil dari sebuah visi yang menjadi kenyataan. Obrigade Senhor!(Terimakasih Tuhan)

Randy Adams

Halleluya, Blessed Be The King Who Comes in The Name of The Lord.
Bagi Manusia Mustahil, Bersama Tuhan Tidak Ada yang Mustahil
Sekian

Album Ana Paula Valadao and Diante Do Trono

1998)Diante do Trono (“Before the Throne”) - Belo Horizonte

(1999)Exaltado (“Exalted”) - Belo Horizonte

(2000)Αguas Purificadoras (“Purifying Waters”) - Belo Horizonte

(2001)Preciso de Ti (“I Need You”) - Belo Horizonte

(2002)Nos Braηos do Pai (“In the Father’s Arms”) - Brasνlia

(2003)Quero Me Apaixonar (“I Want To Fall in Love”) - Sγo Paulo

(2004)Esperanηa (“Hope”) - Salvador

(2005)Ainda Existe Uma Cruz (“There’s Still a Cross”) - Porto Alegre

(2006)Por amor de Ti, oh Brasil! (“Out of love for you, oh Brazil!”) - Belιm

(2007)Princνpe da Paz (“Prince of peace”) - Rio de Janeiro

(2008)The Song of Love (“A Canηγo do Amor”) – Recife

VIDEO SHARING

Sandi Patty (We Shall Behold Him):

Via Dolorosa:

Darlene Zschech(Hilsong):Shout To The Lord

Ana Paula(Diante Do Trono)
Awal Karir:

Renascer Praise e Diante do Trono


https://forumkristen.com/index.php?action=dlattach;topic=3672.0;attach=585;image

tq videonya, bagus banget

Haduh file flv…di convert ke file lainnya bisa gak ya?