Tiga Ranah Debat Sains dan Agama

emang ngak nyambung…ane bilang…suatu proses dalam konteks keimanan…jadi jgn liat konteksnya tapi Proses nya…

@umar
Oo gt ya?? Jadi dalam membahas sesuatu kita bisa melepas begitu saja antara konteks dan proses ya?
Jadi misal kita bahas tentang proses terjadinya hujan, maka konteks yang membahas tentang hujan itu sendiri gak usah diperhatikan, yang mungkin diartikan bisa juga kita bahas proses terbentuknya hujan dengan konteks minyak bumi… Karena konteks kan boleh dilupakan dan boleh diganti semau nya berarti, karena gak perlu diperhatikan… Hehehehe… Bahas seks bisa juga konteksnya galaxi black hole ya? Ok deh… Up 2 u dah…

YG NULIS threat agamanya Islam messianic. apa itu artinya? Islam tetapi percaya Yesus juru selamatnya ya? harusnya jadi Kristen Islamiyah kalinya…kayak Islam ahmadiyah…hehehe…

tp serius…gw pengen tahu apa itu islam messianic. kalau yahudi messianic gw tahu.

ini apa sih intinya ?

Gw juga ga tau,coba loe tanya

Maap OOT…

Waduh… ternyata di taon 2011 belon ada limit karakter dalam satu posting ya…

Masih ngarep2 nih suatu hari FK bisa taroh fasilitas/feature character counting.
Hiks… :’(

artikel lama tapi perlu diluruskan.
Tidak dipungkiri memang bahwa apa yg ditulis Ionanes Rahmat “ada” benarnya. Tapi tdk seluruhnya bener. Kesalahan itu terletak pada “penguasa agama Kristen” bukan pada alkitab dan kekristenannya sendiri.
Allah dalam alkitab dengan jelas mengajarkan dan memerintahkan kita untuk kritis, belajar dari alam. Bahkan sejak Kejadian 1 dan 2 kita bisa melihat bagaimana Allah memerintahkan Adam untuk memberi nama. Taksonomi itu ilmu awal dari science. Ingat Allah tidak memerintahkan Adam untuk menghafalkan nama2 yg Allah sebutkan, tapi Allah menyerahkan pada Adam dunia urusan utk menamai sesuatu.

Klaim bahwa kekristenan lah yang melahirkan science modern, itu tdk bisa dipungkiri. Tulisan Ionaes Rahmat yg mengutip penulis atheist :

Tetapi Richard Carrier, Ph.D., pakar pengkaji sains dalam dunia kuno dan Kekristenan, telah merontokkan pernyataan-pernyataan di atas yang memandang Kekristenan sebagai satu-satunya pranata keagamaan yang bertanggungjawab bagi kelahiran sains modern. Dalam tulisannya yang berjudul "Christianity Was Not Responsible for Modern Science", dalam John W. Loftus, ed., The Christian Delusion: Why Faith Fails (Amherst, New York: Prometheus Books, 2010) 396-419, Carrier menunjukkan bahwa sains modern justru memiliki pijakan yang kuat di dalam pandangan dunia pagan yang menjadi konteks luas kelahiran Kekristenan perdana, bukan di dalam Kekristenan sendiri. Carrier menulis, "Kekristenan menguasai penuh seluruh dunia Barat dari abad kelima sampai abad kelima belas, namun di dalam jangka waktu seribu tahun itu tidak terjadi Revolusi Saintifik. Suatu penyebab yang gagal menghasilkan akibat yang diprediksikan, meskipun terus-menerus aktif selama seribu tahun, biasanya dipandang sebagai penyebab yang ditolak, bukan dikonfirmasikan."

yang di atas ini jelas melupakan bahwa akses masyarakat umum kepada KITAB SUCI baru terjadi di abad2 setelah reformed. yang notabene terjadi setelah abad 15. Jadi justru bisa dijelaskan mengapa science lambat sekali berkembang sebelum abad tersebut. Setelah bible dpt di akses olah masyarakat umum, termasuk scientist, maka science modern berkembang pesat. Bapak2 science modern Galilieo, Newton, Kepler, Bell. all of them were christians. Thanks to reform movement!

Banyak agamawan mengklaim bahwa kitab suci mereka sejalan dengan sains modern. Tetapi sebetulnya mereka hanya dengan paksa mencocok-cocokkan sains modern dengan kitab suci. Jika sains yang semula diklaim sejalan dengan kitab suci berubah, mereka pasti akan mencari teks skriptural lain untuk dipaksa sejalan dengan sains modern. [u]Kalaupun sejumlah agamawan bisa dengan jujur mempertemukan sains modern dengan keyakinan religius mereka, ternyata keyakinan religius mereka sudah sangat tidak ortodoks lagi.[/u]
alkitab itu alkitab, jangan di rancukan dengan agama. "Kekristenan harusnya berdasar alkitab" bukan sebaliknya. Alkitab dulu sekarang sama saja isinya. doktrin itu man made, manusia yg merumuskan dan menyimpulkan. Dan bila membaca alkitab dengan jujur, jelas tidak akan ditemukan pertentangan antara science dan alkitab. science dan alkitab sejalan. Manusia saja yg keliru menempatkan posisi alkitab tdk pada tempatnya. Alkitab bukan buku science, science mencoba menjelaskan ttg alam, sedangkan alkitab itu biografi ttg sang pencipta melalui kesaksian manusia yg berinteraksi dengannya. Seorang scientist ketika membaca alkitab, harus mampu melihat Frame of Reference dari cerita dlm alkitab. FoR yg salah akan menghasilkan kesimpulan dan gambaran yg salah. dan FoR dlm alkitab adalah FoR manusia di saat itu dan tempat itu.
Saya menantang kalangan agamawan yang percaya bahwa mind, pikiran, adalah zat rohani yang independen dan memiliki kesadaran sendiri untuk menguji apakah kepercayaan mereka benar melalui dua eksperimen berikut.
Eksperimen kedua: Carilah sepuluh orang yang berbeda latarbelakang pendidikan dan kesukuan/kebangsaan, yang diakui bisa melakukan "OOBE", out-of-body-experience, keluar dari diri sendiri sebagai roh atau jiwa atau pikiran, lalu pergi melayang ke mana saja mereka mau.
"Pikiran adalah apa yang dikerjakan otak. Tidak ada apa yang disebut 'pikiran' pada dirinya sendiri, di luar aktivitas otak. Pikiran hanyalah sebuah kata yang kita gunakan untuk mendeskripsikan aktivitas neurologis dalam otak. Jika otak tak ada, pikiran juga tak ada. [u]Kita mengetahui ini karena jika suatu bagian dari otak hancur karena stroke atau kanker atau luka atau pembedahan, apapun yang bagian otak yang rusak itu sebelumnya lakukan, kini lenyap sama sekali.... tanpa koneksi-koneksi neural dalam otak, pikiran tidak ada."[/u] Jadi, tak ada zat yang dinamakan roh atau pikiran yang bisa lepas dari tubuh manusia.

Ni ketauan banget si Ionanes rahmat berpikir ngawur, kebanyakan baca buku ateis samapai lupa kalau alkitab ngga pernah mengklaim apa yg dia tulis. Mana ada di dalam alkitab klaim2 seperti di atas bisa dilakukan? sudah dijelaskan dalam alkitab roh+jasad=living soul. kalau roh meninggalkan jasad, matilah orang itu. ;D hadeuh…

Orang ruwet akan berpikir ruwet, pdhal sebenarnya sederhana saja. Science tidak bisa menjelaskan ttg subyektifitas seseorang. Ketika melihat sebuah lukisan, 2 orang akan mempunyai pandangan yang berbeda, subyektif. Motorik kerja otak mereka sama, lewat mata terus di teruskan ke otak. tetapi reaksi mereka berbeda. “Rasa” “ART” “Keindahan” dll tidak bisa di jelaskan melalui science. menentukan sesuatu enak. cantik, indah, menarik, itu sama sekali bukan kerja otak saja, krn nerve system manusia itu sama, semua nerve sistem manusia merespon makanan asin dan manis dengan cara sama, tp psikologi manusia yg menentukan masuk dalam kategori apa asin dan manis itu, enak atau tidak sesuai subyektifitas masing2. Scientist saja sadar kok.

Kadang2 heran juga sama Ioanes rahmat. :mad0261:

Penutup Semua orang beragama tentu ingin agama tetap bisa memandu sains. Kenyataannya, sains bergerak masuk ke wilayah-wilayah yang dulu hanya dikuasai oleh agama, dan merebutnya dari tangan para agamawan. Maka para agamawan tak pelak lagi harus bekerja keras mencari jalan-jalan lain, dengan langkah pertamanya adalah memahami sains secara objektif, dan, sebagai langkah berikutnya, bersedia mengubah dogma dan doktrin keagamaan mereka jika dogma dan doktrin ini tak memiliki landasan saintifik melainkan hanya diterima begitu saja tanpa bukti. Membangun dogma-dogma keagaman tanpa bukti objektif dan kuat dalam dunia nyata, tanpa memiliki suatu landasan saintifik, adalah tindakan memperdaya umat.

Saya setuju dengan kata penutupnya. Allah sebagai author of both (scripture and nature) will not contradict His revelation Himself. Both are HIs revelation of human kind.
Doktrin harus menyertakan fakta dari revelation Allah di dalam natur, dan bukan malah mengabaikannya. krn itu artinya mengabaikan apa yg di buat Allah. Merevisi doktrin, itu bukan berarti merevisi alkitab (duh).

Intinya, orang2 yang kekeuh menilai sesuatu hanya dlm perspective keilmuan merekalah (alias close minded people, baik di bidang teologia atau science) yang menghasilkan sistem belief, sometimes extreme ones, dan itu menghasilkan perpecahan, perdebatan, bahkan kekerasan.
Daml alkitab di sebutkan, love God and love neighbors involved every aspects of our humanity. it involves heart, mind, soul and strength. And our mind covers a lot of fields of knowledge from science to psychology. It covers both material things and immaterial thing.

salam.