Tingkat ketergangguan terhadap panggilan ibadah untuk umat lain

Gimana yak tips dari kalian agar tidak terganggu oleh polusi suara itu ? Maaf, ini tujuannya bukan untuk mendiskreditkan orang lain. Tapi ingin tau saja bagaimana caranya agar kita tidak terganggu oleh polusi suara itu.

Beli head-set yang memiliki fitur “active noise cancellation” untuk meminimasi polusi suara dari tempat ibadah. Jadi yang kedengaran cuma lagu yg kita putar aja.

Tapi jangan beli merk Phillips karena spesifikasinya kagak bener. Coba cari merk lain yang lebih baik misalnya sennheiser. :slight_smile:

GBU

Suara itu kan tdk selalu diperdengarkan terus menerus seharian
Jadi biarkan saja spt mendengar suara bising kendaraan lewat,
yg kadang2 terdengar bising dan terus menerus.
jangan fokuskan telinga pd suara2 yg dianggap mengganggu tsb

:afro: Terima kasih untuk komentarnya saudara-saudariku. Jika kita tidak waspada, kita bisa terseret ke keyakinan mereka. di website surat kabar nasional, seringkali ditampilkan seseorang yang tidak lagi menjadi pengikut Kristus karena terus-menerus terpapar polusi rohani dan polusi suara tersebut. Ini keprihatinan saya. Dan bila saya bandingkan, sekarang dengan yang dulu keliatannya kok tambah berisik ajah.

Kalau boleh tahu, apa alamat website tsb?

Salam

republika online oom Gibson… ada apa gerangan ?

masa hanya karena denger suara2 tsb tdk jadi pengikut Kristus?
maksudnya beralih keyakinan atau ngamuk nih?
sumber anda tsb memang beritanya cenderung spt itu,
kali dianggapnya suara2 tsb powerfull merubah keyakinan seseorg,
padahal ngerti aja kagak apa yg diteriakin :), ada2 saja beritanya

iya… emang bener kok. Soalnya, anaknya temannya ibu pemimpin kelompok sel saya juga jadi korbannya. Dia jadi tertarik mendengarkan suara itu setiap kali ditayangkan di televisi. Macam terhipnotis gituw… Pikirannya jadi kosong, dan kini udah jadi pengikut mereka. Padahal, tu anak yg cerdas banget. Makanya, aku gak ngeraguin tu berita di sumber saya. Karena ada contoh kasusnya… Teman ibu saya beda kota loh ama yg jadi kesaksian di sumber itu. Itulah alasan yg sbnrnya mengapa mereka ngotot mati-matian menuntut semua tv nayangin polusi suara dan rohani itu. Mereka tau, ada magic di balik ‘iklan’ terselubung itu. Kitanya aja yg nggak ngeh…

kalo dari TV sih lebh gampang, matiin aja suaranya
jadi sebenernya tergantung giman kita menyikapinya
kalo bener2 kuat didlm Tuhan juga gak akan goyah cm krn denger2 yg kaya gt
tapi kalo didasari ketertarikan maka akan berakhir tragis,
jadi sebenernya ybs belum jadi anak Tuhan lho :slight_smile:

Saya ingin tahu link ke beritanya kalau ada :slight_smile:
Sekedar informasi, Republika bukan media nasional yang netral.

Salam

hee… sy sendiri jadi enggak berani maen ke situs itu oom… jadi emosiong mulu abis baca. :happy0025: Saya tau itu enggak netral. Makanya, sy enggak maen ke sana lagi. tapi, cukup menjadi sumber yang menarik. Ternyata, bukan hanya dari pernikahan saja kita bisa terjebak ke sana. Tapi, dari kekalahan dari perdebatan sengit dan suara ghoib itu kita bisa terjebak.

Untuk Bpk/ Saudara Doa_ku, sy setuju pak… klo ybs sdh mengakui Yesus sbg Tuhan dan juruselamat pribadi atau belum saya tidak tahu. Orang saya juga ga kenal. Yg kenal ya… Ibu pemimpin saya… ;D Bagaimanapun, jika kita terus-menerus tersosialisasikan kita pun seakan-akan setuju dengan materi sosialisasi. Misalnya, kita liat aja iklan di tipi-tipi. Lama-kelamaan, kita bisa pengin juga nyobain produk yg ditawarin. Sy sendiri, mgkn tidak suka lagu A. Nggak tau napa eh… tiba-tiba jadi sering melafalkan liriknya. Knp ? Ya karena sy sering dngr lagu A itu…

Linknya mana ?
Jadi penasaran pengen baca.

banyak kok pak link-nya… silakan ketemu ama sekretaris kita: mbak gugel. :coolsmiley:

Kalo yang 5 waktunya itu sebenarnya tidak mengganggu. Justru ikut berdoa saja pada 5 waktu itu karena mereka ambilnya juga dari jam doa orang Kristen koq.

Yang betul-betul mengganggu itu saat takbiran dan jika ada acara khutbah atau tabligh atau sholat tarawih atau apa lah. Ya anda keluar rumah saja saat itu.
:smiley:

5 waktu ? Bukannya kita cuma ada 3 yak ? (klo berkaca dari Kitab Daniel) Berat bro… aku kecenderungannya malah doa perang klo bareng-bareng waktunya gituw…

Kalo orang Yahudi ada 3. Kalo orang Kristen ada 7.

Sholat Jam Pertama” (“Sembahyang Singsing Fajar”, “Orthros”, “Matinus”, “Laudes”) atau “Sholatus Sa’atul Awwal” (“Sholatus Shakhar”), yaitu ibadah pagi sebanding dengan “Sholat Subuh” dalam agama Islam (jam 5-6 pagi). Data ini diambil dari Kitab Keluaran 29:38-41 berkenaan dengan ibadah korban pagi dan petang, yang dalam Gereja dihayati sebagai peringatan lahirnya Sang Sabda Menjelma sebagai Sang Terang Dunia (Yoh.8:12).

Sholat Jam Ketiga” (“Sembahyang Jam Ketiga”, “Tercia”) atau“Sholatus Sa’atus Tsalitsu”, sholat ini sebanding dengan “Sholat Dhuha” dalam agama Islam meskipun bukan sholat wajib (jam 9-11 pagi). Ini terungkap dalam Kitab Kisah Para Rasul 2:1,15 yang mempunyai pengertian penyaliban Yesus dan juga turunnya Sang Roh Kudus (Mrk.15:25; Kis.2:1-12,15). Itu sebabnya dengan sholat ini, kita teringatkan agar mempunyai tekad dan kerinduan untuk menyalibkan dan memerangi hawa nafsu sendiri, agar rahmat Allah dalam Roh Kudus melimpah dalam hidup.

Sholat Jam Keenam” (“Sembahyang Jam Keenam”, “Sexta”) atau “Sholatus Sa’atus Sadis”. Ini nyata terlihat dalam Kisah Para Rasul 10:9 dan sholat ini sebanding dengan “Sholat Dzuhur” dalam agama Islam (jam 12-1 tengah hari), yang mempunyai makna sebagai peringatan akan penderitaan Kristus di atas salib (Luk.23:44-45), dan pencuri yang disalib bersama-sama Kristus bertobat. Berpijak dari makna ini, kitapun diharapkan seperti pencuri selalu ingat akan hidup pertobatan dan selalu memohon rahmat Ilahi agar mampu mencapai tujuan hidup yaitu masuk dalam kerajaan Allah.

Sholat Jam Kesembilan” (“Sembahyang Jam Kesembilan”, “Nona”) atau “Sholatus Sa’atus Tis’ah” (Kis.3:1) sebanding dengan “Sholat Asyar” dalam agama Islam (jam 3-4 sore). Sholat ini dilakukan untuk mengingatkan saat Kristus menghembuskan nafas terakhirNya di atas salib (Mrk.15:34-38), sekaligus untuk mengingatkan bahwa kematian Kristus di atas salib adalah untuk menebus dosa-dosa, agar manusia dapat melihat dan merasakan rahmat Ilahi.

Sholat Senja” (“Sembahyang Senja”, “Esperinos”, “Vesperus”) atau“Sholatul Ghurub”. Sholat ini sebanding dengan “Sholat Maghrib” dalam agama Islam (kira-kira jam 6 sore), sama seperti sholat jam pertama, sholat ini dilatar belakangi oleh ibadah korban pagi dan petang yang terdapat dalam Kitab Keluaran 29:38-41. Makna dan tujuan sholat ini adalah untuk memperingati ketika Kristus berada dalam kubur dan bangkit pada esok harinya, seperti halnya matahari tenggelam dalam kegelapan untuk terbit pada esok harinya.

Sholat Purna Bujana” (“Sholat Tidur”, “Completorium”) atau“Sholatul Naum” (Mzm.4:9). Sholat ini sebanding dengan “Sholat Isya” dalam agama Islam (jam 8-12 malam), yang mempunyai makna untuk mengingatkan bahwa pada saat malam seperti inilah Kristus tergeletak dalam kuburan dan tidur yang akan dilakukan itu adalah gambaran dari kematian itu.

Sholat Tengah Malam” (“Sembahyang Ratri Madya”, “Prima”) atau“Sholatul Lail” atau “Sholat Satar” (Kis.16:25). Sholat ini sebanding dengan “Sholat Tahajjud” dalam agama Islam. Sholat tengah malam ini mengandung pengertian bahwa Kristus akan datang seperti pencuri di tengah malam (Mat.24:42; Luk.21:26; Why.16:15), hingga demikian hal itu mengingatkan orang percaya untuk tetap selalu berjaga-jaga dalam menghidupi imannya.

“Doa perang” gimana bro?
;D

:afro: nice inpoh… Agan jalanin itu jugakah ? Klo orang Kharimatik menyebutnya “doa perang”. Isinya, perang rohani macam penetralan area sekitar rumah dari dampak polusi suara dan polusi rohani, perlindungan rohani bagi anak-anak Tuhan dari polusi itu, ama doain buat para muadzin biar jadi murtadin :tongue:

Ya bro, saya jalanin, sekalipun banyak bolongnya juga.
;D
Memang kalo tidak terbiasa pada awalnya berat. Tapi semakin dijalankan semakin banyak sukacita juga lho.

Kalo bagi saya sih, yang lima waktu itu justru jadi pengingat, bukannya polusi.
:smiley:

Romo-romo saya banyak yang dari kalangan mereka dulunya. Juga uskup pribumi Katolik Roma yang pertama, Mgr Soegijapranata S.J, dulunya juga dari golongan mereka.
:afro: