tingkatan iman yang ada di Alkitab,Iman sebesar biji sesawi = Sempurna??????????

tingkatan iman yang ada di Alkitab,Iman sebesar biji sesawi = Sempurna???
banyak tokoh Alkitab yang memiliki Iman yang mendalam kepada Tuhan Yesus.

-ada gak pembahasan di Alkitab mengenai Iman yang sempurna yang dimaksud yaitu iman sebesar biji sesawi yang dikatakan Tuhan Yesus Kristus?iman yang sempurna di mata Tuhan itu iman yang bagaimana?apa ada Ayat FT yg menjelaskan?

Wew…bro, perumpamaan penabur itu adalah tentang FT yg ditabur di 4 tipe hati yg berbeda. Bukan bicara iman, mungkin begini mksudnya, contoh iman super sempurna itu apa? Ya mungkin itu yg cocok… :happy0025:

ok aku ganti kata2nya…haha ya bener…

Yak 2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

Iman yang sempurna adalah iman yang menjadi nyata dalam tindakan dan perbuatannya, bukan sekedar diakui dan dianggap benar didalam hati saja.

Iman itu bertumbuh, melalui perjalanan hidup kita, saat kita belajar mentaati FirmanNya.

Lukas 17:5 menuliskan:

Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!”
Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

Saat murid-muridNya bertanya tentang menambah iman, Yesus menjelaskan tentang iman biji sesawi. Tentang biji sawi Yesus katakan, “Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.” (Matius 13:32) Iman memang terlihat kecil dan tidak berarti, hanya sebuah keyakinan atas sesuatu yang tidak kita lihat, tetapi saat iman itu bertumbuh (melalui perbuatan iman) maka kita akan melihat bahwa iman itu lebih besar dari segala sesuatu bahkan menjadi sandaran hidup.

Roma 10:17, Iman itu lahir dari mendengar Firman Tuhan, saat kita mendengar FirmanNya, reaksi kita digambarkan dalam perumpumaan tentang benih yang ditabur diberbagai type tanah, tanah itu adalah reaksi kita saat kita menerimanya dan tanah yang subur adalah media yang tepat untuk melahirkan iman yang bertumbuh menjadi sempurna.

Semoga mencerahkan.

Iman sebesar biji sesawi itu menggambarkan iman yg hidup,
kapanpun biji sesawi itu jatuh ke tanah dia akan tumbuh,
bukan iman sebesar batu kepalan tangan yg mati gak ada gunanya
Iman yg hidup sebesar biji sesawi itu siap bereaksi kapanpun diperlukan,
apakah menghadapi badai, masalah dsb
GBU

@krispus , @paul ,@Rennati tentunya pasti melewati proses dan pembentukan yang tidak mengeenakan bukan alias di posisi yang tidak nyaman,saat iman itu bertumbuh seperti biji sesawi?

bagimana supaya kita berbuat dan bertahan dalam hadapi proses pertumbuhan iman yang menuju sempurna?banyak orang baca Firman,mendengar tapi tidak melakukan juga,tapi terkadang juga jatuh oleh berbagai hal dari masalah kecil - ke besar. dalam posisi yang tidak nyaman ini bener2 suasana yang tidak Nyaman,dan tidak enak juga menderita…lalu gimana supaya kita mengajak umat2 Tuhan mau melakukan ini semua?

kadang teguran kita pun tidak diindahkan,dan juga bisa di caci maki sama orang…bahkan bisa dianiaya,dihina,diinjak2.

lalu orang yang beriman itu hanya mengakui Yesus didalam hatinya,dan menerimanya apa ini termasuk denominasi yang mana?apakah itu salah di Mata Allah yang Kudus(Kristus) aku sih merasa semua denominasi itu benar/tidak ada yang salah, karena semua tertuju kepada Allah,tapi apakah anak2 Allah ini memahami FirmanNya?

Bukan bertumbuh, tapi selalu siap tumbuh spt biji sesawi,
jadi iman yg selalu aktif, mode on,
ini hanya bisa terjadi bila memiliki iman yg bukan sekedar percaya tapi mempercayakan diri (trust)
GBU

Amin,Gbu too!

Test aja sendiri, kalau sudah bisa memindahkan bukit/gunung dengan perkataantan dan jadi
maka iman sudah sebesar biji sesawi

GBU

Iman “sebiji sesawi”, mampu melakukan hal-hal yang besar, dengan bahasa figuratif pula Yesus Kristus mengatakan dalam Matius 17:20 dan Lukas 17:6

kadang iman yg sempurnah sering kita ukur dengan fenomena2 yg spektakuler,hebat…kalau bs memindahkan gunung brarti dia memiliki iman sebesar biji sawi.
Apakah seperti itu yg diajarkan
Tuhan Yesus pd kita??tentu tidak…Tuhan mau kita tetap percaya dan setia melayani Dia walaupun kita tidak memiliki kehebatan2,atau fenomena2 yg dapat “MEMINDAHKAN GUNUNG”
Gbu…

saya sih, menganggap perkataan Yesus itu sebagai kebenaran… dan kebenaran adanya…

Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

hal itu terbukti waktu Simon Petrus bisa berjalan di air, menuju kepada Yesus di ayat berikut:

Yesus berjalan di atas air

Mat 14:22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.

14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

14:24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.

14:25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.

14:26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut.

14:27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”

14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.”

14:29 Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.

14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”

14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”

terbukti khan, Petrus dapat melampaui hukum ALAM TERSEBUT, namun, setelah Petrus merasakan tiupan angin, mungkin

petrus tiba tiba berpikir; “wew… :smiley: he he, saya berjalan diatas air, apa ini mungkin, apa ini mungkin?”

dan terjatuh dan berjalan sperti biasa, bahwa tak seorang pun tidak bisa menapakkan kakinya diatas permukaan air. melawan hukum alam itu sendiri