Tolak Beri 'Uang Teh', Warga Depok Dibogem Petugas Imigrasi Bandara Cengkareng

Minggu, 08/05/2011 16:24 WIB Tolak Beri 'Uang Teh', Warga Depok Dibogem Petugas Imigrasi Bandara Cengkareng E Mei Amelia R - detikNews

Jakarta - Gara-gara menolak memberi ‘uang teh’, Cheung Ho Chung (57) babak belur dipukuli oleh oknum petugas imigrasi Bandara Soekarno-Hatta. Akibatnya, warga Jalan Siliwangi Pancoran Mas, Depok, ini menderita luka memar di leher dan bibir robek.

Kepala Polres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Reynhard Silitonga mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.

“Kita tindak lanjuti. Kita perlu keterangan yang bersangkutan, kenapa, bagaimana dan apa yang dipukul,” jelas Reynhard kepada detikcom, Minggu (8/5/2011).

Informasi dari Humas Polda Metro Jaya, peristiwa itu terjadi pada Jumat (6/5) lalu. Korban baru saja datang di terminal kedatangan 2E, Bandara Soekarno-Hatta.

Korban tiba di Jakarta menumpang pesawat China Airlines CI 679. Ia kemudian menuju ruang imigrasi untuk melaporkan kedatangannya dari Hongkong.

Setibanya di tempat imigrasi, korban melihat seorang petugas imigrasi meminta uang kepada penumpang lain tanpa alasan jelas. Melihat hal itu, korban kemudian menyiapkan uang 20 dolar Hongkong.

Namun petugas imigrasi menolak dan meminta kepadanya untuk menambahkan uangnya menjadi 100 dolar Hongkong. Kepada korban, petugas imigrasi beralasan meminta uang tersebut untuk ‘minum teh’.

Korban menolak permintaan petugas imigrasi itu. Namun, petugas imigrasi kemudian membawa korban ke dalam ruangan dan diperintahkan untuk duduk.

Korban menolak perintah petugas imigrasi itu. Tiba-tiba saja, dua petugas imigrasi langsung meluncurkan bogem mentah ke arahnya.

Akibatnya, korban terluka di bagian bibir. Tidak hanya itu, korban mengaku sempat dicekik oleh petugas imigrasi. Atas peristiwa tersebut, korban melapor ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

(mei/nrl)

memalukan aparatur negeri ini, negeri ini akan semakin rusak moral nya jika mereka tidak mau mengenal Kristus

Pantaslah negara ini masih terpuruk.

Minum teh masa segitu mahalnya, itu sih alasan buat ngerampok saja
cuma masih untungnya ga di fitnah bawa sabu

hanya satu cara mengubah negara ini jadi lebih baik
orang yang cinta Tuhan, masuk ke dalam pemerintahan :slight_smile: