toleransi

jaman sekarang kata toleransi mungkin masih dapat sebagai senjata ampuh untuk menekan gesekan/benturan antar agama. namun saya pernah membaca dlm surat kabar yg mewawancarai seorang romo yg menawarkan cara baru (sorry saya lupa nama romonya) bahwa cinta kasih adalah cara yg lebih efektif meski lebih sulit. sebab toleransi hanya akan mengisolir perasaan/emosi belaka. namun bila hal-hal yg sensitif mulai disinggung atao salah satu pihak ingin menang sendiri dan merasa dominan maka runtuhlah toleransi tersebut.
seringkali toleransi hanya diperuntukkan bagi kelompok dominan, maksudnya kelompok lain harus menghormati/bersikap toleran, namun tidak sebaliknya. sebab itu saya merasa bahwa usulan untuk mengedepankan cinta kasih drpd toleransi perlu dipikirkan. bagaimana menurut anda?

toleransi itu lebih ke mengenal diri sendiri, dan mempergunakan hikmat.

tetapi segera kita harus mengembalikan ke ‘rancangan TUHAN’, oleh karena itulah tidak ada kasih, kalau kita tidak intim dengan TUHAN…

Toleransi bukanlah memaklumi kesalahan, dan bukan juga keras kepala kepada kebenaran diri sendiri.
Kasih, ya lakukan kasih… kerjakan kasih…
yang membenci kasih adalah iblis, dan untuk iblis tidak ada ampun, letakkan penghakimannya kepada YESUS…

jadi toleransi seorang kristen adalah, mengenal dirinya sendiri, bahwa hanya TUHAN-lah Hakimnya…

mengapa bukan toleransi tapi cinta kasih. sebab cinta kasih itu aktif dan positif serta menjadi pijakan dari prinsip emas, yaitu perbuatlah kepada org lain, sebagaimana anda ingin diperlakukan. dan jangalah berbuat kepada orang lain, apa yg tidak ingin orang lain perbuat kepada diri anda.

Karena itu pakailah hukum kasih karunia

Matius 22
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Matius 22
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

GBU

karen amstrong mengusulkan beragama dengan welas asih. prinsipnya : sebagaimana anda ingin diperlakukan maka perlakukanlah orang lain demikin.

MAAF, saya katakan, Karen Armstrong sungguh *****.Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah penentang dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? (1 Korintus 1:20)
Karen tidak tahu bahwa sesungguhnya perbedaan agama lain dengan Kekristenan adalah Kekristenan tidak mengubah tetapi menggantikan yg lama dengan yang berasal dari Allah yang segar.
Agama-agama menganjurkan kita berbuat baik,tetapi Kekristenan tidak.Kepercayaan orang Kristen adalah bersandar Allah,dan mengandalkan Allah. Di saat hari penghakiman,Allah mungkin bertanya,“Dari mana kebaikanmu? Mengapa kamu tidak mengandalkan Aku,tetapi kekuatanmu sendiri.” Dia tidak bertanya,“Kamu baik atau jahat?”

Orang Kristen yang dewasa tahu bahwa Kristus adalah kesabaran,kebaikan,dan segala jenis kewelasasihan yang sejati.Mengandalkan Kristus baru menang dan tanpa dosa.

"Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!” (Yeremia 17:5).

Ini ucapan keras Tuhan,bukan hanya dosa buruk tetapi mengandalkan tekad dan pikiran kita untuk berbuat baik dan melawan kejahatan,di mata Tuhan hal ini mengutuk kita.Berbuat baik dan berbuat jahat dengan usaha kita sendiri adalah kutukan

Tuhan mau gereja mengandalkan Dia sebagai satu-satunya Sumber yang menjadi kekuatan dan kebaikan kita.

Betul, saya setuju sekali dengan pendapat romo itu.

Untuk dapat hidup berdampingan secara damai, dengan toleransi, tidak bisa langgeng.
Yang anda katakan itu benar, berarti kita harus bisa menekan perasaan hati kita masing-masing, dimana ada hal-hal yang tidak sesuai dengan yang ada didalam hati kita.
Sampai berapa lama perasaan yang mengganjal ini bisa kita pertahankan, kalau ada orang-orang yang ceplas-ceplos ngomong tanpa memikirkan perasaan orang lain.

Maka Paus Fransiskus I, baru-baru ini didalam homilinya mengatakan:

“The root of this possibility of doing good – that we all have – is in creation….
We must meet one another doing good…
‘But I don’t believe, Father, I am an atheist!’
But do good: we will meet one another there.”

Semua manusia oleh Allah dibekali suara hati, untuk berbuat baik, berbuat kasih.
Dengan pedoman kasih ini, semua manusia bisa berkumpul hidup berdampingan secara damai.

Catatan: Kata terakhir “There”: “But do good: we will meet one another there.
Oleh orang-orang yang anti katolik, dibelokkan dan diartikan di sorga, untuk menunjukkan bahwa gereja katolik itu adalah sesat, karena tidak sesuai dengan ajaran Yesus.