tolong bantu doa

Sudah sekitar 10 bulan yang lalu rasanya aku meninggalkan Tuhan. Tapi sebenarnya baru aku tahu sekarang kalau Dia tidak pernah meninggalkanku. Dia selalu memperhatikanku, walaupun aku sering kali melukai hati-Nya. Aku melukai hati Tuhan lagi dan lagi, bahkan aku bingung apakah Dia atau dosa yang aku pilih.
Sekitar 10 bulan yang lalu, aku pacaran dengan seorang sesama jenis. Itu bukanlah kali pertama bagiku. Sudah bertahun-tahun yang lalu terakhir kali aku pacaran dengan sesama jenis. Terakhir kali yang lalu aku sudah memutuskan untuk tidak lagi terlibat dalam dosa seperti ini. Tapi nyatanya, aku jatuh lagi. Ini adalah waktu terlama aku kehilangan hubungan pribadi dengan Tuhan.
Duluannya aku memiliki hubungan yang sangat baik dengan Tuhan. Namun, dosa yang mengintipku kali itu berhasil membuatku lebih memilihnya. Jujur, aku sangat menikmati dosa yang kubuat. Bayangkan apa rasanya ketika kamu sedang jatuh cinta dengan orang yang kamu sukai. Rasanya sangat berbunga-bunga dan tiap hari terasa sangat indah. Ya, seperti itu juga perasaanku waktu itu. Tapi sayangnya aku jatuh cinta dengan orang yang sebenarnya tidak Tuhan perkenan.

“… Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat 7 , tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.” (Roma 7:15)

Di balik kesenangan hatiku, aku selalu merasa kangen akan hubunganku dengan Tuhan dulunya. Aku tidak dapat menyangkal kalau Tuhan memberikan kasih yang tulus dan yang terpenting, kasih Tuhan adalah kasih yang benar dan sejati; kasih yang kudapatkan dari pasanganku itu, sekalipun ia tulus mencintaiku, tapi kasih itu bukan kasih yang benar. “Benar” yang kumaksud di sini adalah “benar” sesuai dengan standar Alkitab, karena Alkitab adalah standar kebenaran.
Selama aku jauh dari Tuhan, aku ke gereja itupun karena bersama keluarga. Aku tidak mau lagi mendengarkan lagu-lagu rohani. Aku cukup merasa tidak layak untuk tidak menyentuh perkara-perkara rohani. Saat itu aku merasa aku sudah kotor dan aku tidak layak untuk bertemu Tuhan.
Kini aku sudah putus dengan pacarku itu. Bukan ia yang menyudahi hubungan kami, tapi aku. Aku terpaksa berbohong kepadanya dengan memberikan alasan palsu. Alasan sebenarnya hanya kusimpan dalam hati. Aku saat itu hanya ingin kembali dekat dengan Tuhan. Aku tahu aku tidak mungkin mendekati Tuhan sambil menggenggam erat dosa. Aku harus memilih mendekat kepada Tuhan atau tetap setia dengan dosa. Doaku sederhana saat itu, “Tuhan, tolong aku.”
Aku percaya bahwa keputusanku ini adalah hasil pertolongan Tuhan. Terima kasih Roh Kudus untuk menguatkanku. Walau kini aku kesepian tanpa pasangan, aku tahu bahwa Tuhan selalu ada untukku. Teman-temanku akhir-akhir ini nampaknya dapat mengenali kegalauanku. Mereka sering bertanya ada apa denganku. Rasa ini sangat mengangguku. Ya, ini rasanya seperti orang yang lama kecanduan narkoba, dan menghentikan narkobanya tiba-tiba, hingga muncul efek sakaunya. Kira-kira seperti itulah yang sedang aku alami.
Aku berpikir bahwa nantinya aku tidak harus menikah dengan seorang lawan jenis. Maksudnya, aku hanya akan menikah jika aku menemukan lawan jenis yang cinta Tuhan dan yang dapat membuat aku benar-benar cinta. Aku tidak mau menikah hanya untuk kamuflase di tengah masyarakat. Seandainya aku hidup sendiri seumur hidupku, aku akan melakukannya sambil terus mati-matian menjaga kekudusanku, hingga nama Tuhan terus dipermuliakan melalui hidupku.

“Ever since, by faith, I saw the stream
thy flowing wounds supply,
redeeming love has been my theme,
and shall be till I die.
And shall be till I die,
and shall be till I die;
redeeming love has been my theme,
and shall be till I die.”
(“There Is a Fountain Filled with Blood”)

Aku tahu kalau pasti akan ada yang skeptis dengan kesaksianku ini, tapi tolong dukung aku dalam doa kalian.

Regards,
romans813

Hebat !! Kesaksian yang baik, saya ikut mendukung dalam doa supaya Tuhan berikan lawan jenis yang sepadan dan seimbang yang saling sayang dan cinta menuju pernikahan yang bahagia.Amin.

Salam

:afro: awal yang baik! Tapi, mari telusuri lebih dulu. Mengapa kamu bisa jatuh cinta pada sesama jenis ya ? Atasi masalah itu dulu. Bereskan! Klo enggak, tanpa ada kemauan yang keras dan usaha ya bakal balik lagi… :ashamed0004:

terima kasih buat semangatnya ya :slight_smile:

dulu waktu kecil saya pendiam, ngga suka olahraga, makanya saya jarang punya teman cowo. mainnya banyakan sama cewe.
tapi sekarang, teman cowo saya sudah banyak dan kita berteman dengan cara yang sebagaimana mestinya.

mungkin ini bisa jadi pelajaran buat yang lainnya juga: jangan kucilkan anak kecil atau pisahkan dia dari teman2 sesama jenisnya, karena itu bisa membuat dia bingung dengan orientasinya…

mungkin ada dari kita yang dulu suka bully temen kita dan jauhi dia, ketahuilah, we are doing something really bad on him.