...

kadang sangat disayangkan aje ye, masalah kecil bisa jadi gede. apelagi kalo ade provokator, api kecil disiram bensin jadi gede.

Yg beginian di ekspose :huh: tapi yg macam begini di ‘hidden’…:

Kelompok Islam garis keras seperti Ikhwanul Muslimin sekalipun, punya hubungan kuat dengan Gereja Koptik. Saat Hasan al-Banna, pendiri Al-Ikhwan meninggal, satu-satunya pejabat tinggi negara yang mengantar jenazahnya adalah Makram Obeid, hakim agung beragama kristen yang rajin membaca AL-Quran.
Saat Natal koptik, 7 Januari lalu, para pemimpin Al-Ikhwan mendatangi pemimpin Gereja Aleksandria. Ketika Ramadan giliran para pendeta ikut berbuka puasa bersama mereka.
Kebersamaan dan rasa persaudaraan begitu terlihat. Ketika terjadi serangan bom tahun baru di Gereja, jutaan warga Mesir memasang logo “Mesir untuk Semua” di foto profil Facebook mereka. Bahkan, ketika unjuk rasa menentang Mubarak di Midan Tahrir, ratusan bendera dengan simbol bulan sabit dan salib berkibar, melambangkan persatuan Islam dan Kristen.
“Baju” yang berbeda tak memisahkan mereka.
Bahkan ‘baju’ seolah dilepas. Mereka bersama berusaha mencapai tujuan mulia untuk negeri yang lebih baik. Baik Fauzi maupun Salahuddin mengatakan, apa yang mereka lakukan di Tahrir ini adalah atas pribadi. Lembaga yang menaungi mereka, Gereja Koptik dan AL-Azhar, memang tidak tegas mendukung demonstarsi di Tahrir, apalagi setelah Mubarak menyatakan akan mundur September mendatang. Mungkin karena tak ada wakil dari gereja inilah, panitia demonstrasi membuat badan khusus umat Kristen. Untuk umat Kristen, koordinator demonstrasi menyediakan sayap khusus bernama Munazhim Aqbath (Kordinator Koptik) Merekalah yang mengoodinasi sembahyang bagi umat Kristen dan mendatangkan Pendeta ke Tahrir.

Begitu juga diluar minggu, kita bisa mendapati spanduk-spanduk yang menggugah rasa persatuan. “Lihat kami semua bersatu,” kata novelis dan aktivis feinisme Nawal el-Saadawi, sambil menunjuk poster yang dibawa perempun berjilbab besar berbunyi: “Muslim, Nasrani, kita semua satu.”
Mereka merasa perlu menegaskan persatuan itu, karena ada upaya membelokan revolusi Islam. Pemerintah Mesir menuduh Ikhwanul Muslimin ada dibalik krisis politik ini. Adapun pemimpin tertinggi Iran, Ayatulla Ali Khamenei, mengatakan, demonstrasi di mesir adalah revolusi Islam.

Tapi, semua yang hadir di Tahrir tahu suara yang mereka teriakan tak mengenal agama. Juga pria yang patah kakinya dan sesenggukan setelah misa. “Perlawanan ini membuat kami semakin bersatu,” kata pria itu.
Disekitar kami, orang sudah ramai meneriakan yel-yel persatuan. “Demi Injil, demi AL-Quran, Mubarak harus keluar.” Atau, “Ya Muhammad, Ya Paulus, Mubarak tak boleh terus.
Sejumlah salib dan AL-Quran juga diangkat bersama-sama dengan latar belakang bendera Mesir berwarna merah, putih dan hitam serta gambar elang di tengahnya tampak berkibar-kibar menghiasi lagit Mesir.

http://yobel.byethost31.com/2011/03/islam-dan-kristen-berdoa-besama-di-mesir/

Itula salah satunya hidup secara jasmaniah…mengagung-agungkan tampilaln fisik saja…itulah hidup cara orang duniawi…masih banyak dan contohnya di mesir sekarang ini kan…??
Kalau Tuhan Yesus Kristus dalam ajaran-NYA MENUNTUT UMATNYA HIDUP SECARA ROH…( BATHINIAH )…
WONG ORANG MINTA JUBAH KITA SAJA , KITA DIMINTA UNTUK MENYERAHKANNYA KOK…!!
WEHH…ini ketimbang gosong saja…?? sudah ngamuk begitu rupa…?? hehehehe…
Jadi ga tau tuh ajarannya yang ga ben** atau memang manusianya yang ga ben**…?? who knows lah yao…!!

Salam