Tradisi Suci dalam Gereja Katolik

Jadi… menurut Anda, para rasul adalah special dan tulisan2 mereka adalah “divinely inspired”, karena mereka pernah hidup bersama Tuhan?? Logika yg absurd, IMO.
Anda lupa, ada penulis Injil yg hidup bukan di jaman YESUS berjalan di bumi, yaitu Lukas. Jika Anda mengakui Lukas ini juga “divinely inspired”, apakah Anda juga akan mengakui tulisan2 rekan2 sejawat Lukas seperti Timotius sebagai “divinely inspired” juga?
Kalo generasi Lukas adalah “divinely inspired” karena pernah sejaman dengan para rasul, mengapa Anda tidak percaya bahwa para rasul yg sejaman dengan generasi Lukas juga inspired? Dan jika diteruskan sampai ke generasi sekarang, dengan logika yg sama, seharusnya Anda juga percaya bahwa para rasul di zaman sekarang juga “divinely inspired” dong?

Mat 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Para rasul kan sudah meninggal semua tuh.
Terus yg disertai oleh YESUS sampai akhir jaman itu siapa ya?
Apakah yg disertai oleh YESUS itu bukan Tiang Kebenaran?

Hanya ada satu tiang kebenaran, yaitu Gereja, atau jemaat Allah yg hidup (1 Tim 3 : 15).
Kalo Anda menunjukkan ajaran dari Tiang Kebenaran yg sejati ini, aku rasa Anda tidak akan OOT.

Jika Anda tidak mampu menerimanya, tidak berarti bahwa ajaran itu salah, bukan?

Jika ada yg bisa menunjukkan otoritas yg infalible, misal konsili dalam Gereja Orthodhox yg mengikuti Mat 18 : 18, hal ini juga sudah merupakan bukti bahwa konsili ini juga mempunyai otoritas.

Sudah aku jawab di reply nomer #3 halaman pertama thread ini.

Bro Onde (dan juga rekan2 yg lainnya), silakan lho kalo Anda mau ikutan berdiskusi.
Your opinion is greatly appreciated.
Kali aja ada definisi2/penjelasan2ku yg kurang lengkap / salah, mohon koreksi dan masukannya juga. :slight_smile:

Masih ada:
Barnabas
Andronicus and Junia
Silas
Timothy
Apollos
:smiley:

Sudah aku jawab di reply nomer #3 halaman pertama thread ini.
yg aku minta bukan contoh, tapi yg aku minta: [b]Tunjukan sebuah Tradisi Suci dari Para Rasul yg BERISI DAFTAR kanon Tradisi Lisan (Tradisi Suci yg lisan).

Apakah Para Rasul pernah memberitahukan daftar kanon Tradisi Lisan?
Apakah Para Rasul pernah memberikan secara LISAN (Tradisi Lisan) sesuatu yg berisi daftar kanon Tradisi Lisan?[/b]

siapa elo…? ;D ;D

====

anak kecil juga tau “yang nama lisan ya lisan…!”
:mad0261:

siapa elo..?
minggir sana kalau ga bisa jawab!!!!!!!!!!!!!!!! Selalu aja memulai jawaban yg mengarah ke personal attack.
anak kecil juga tau "yang nama lisan ya lisan..!"
Bilang aja udah ga bisa jawab lagi.
anak kecil juga tau "yang nama lisan ya lisan..!"
[b]Tuliskan dalam forum ini bentuk Lisan dari Tradisi Lisan tsb[/b] yg berisi kanon Tradisi Lisan !!!

sekarang saya tanya kata2 orang tua-mu ada daftarnya nga…?

oh, “lisan” artinya dari mulut ke mulut ya bro.

saya pernah memngikuti komunikasi bersambung tentang instruksi seorang komandan : hasil akhirnya yg sampai di orang ke-10 kira2 begini :

Jendral Gerhana, akan datang pagi ini, dan akan sarapan di kantin yang kemungkinan kehujanan, sambil memperhatikan pasukan yang upacara.

Artinya penuturan lisan yang berlangsung melewati rantai informasi terdiri dari manusia2 dengan beda persepsi akan menghasilkan informasi yang sangat bias.

salam - Petra9

Lisan mungkin dapat diartikan seperti itu (secara awam)…!

Tetapi Tradisi Suci bukan hanya Lisan saja…!! fakta berbicara Liturgy2 Rasul, Surat2 Early Father Church, Homili dan Nyanyian2 dll ==> Tradisi Suci…!

Magisterium + Roh Kudus mengikat Tradisi Suci tsb (Matt 16:18)…!! jadi tidak sampai 33.800 MULUT yang berbeda2…!

Bisa anda tunjukan katolik salah menginterprestasikan Tradisi Suci…?

sekarang saya tanya kata2 orang tua-mu ada daftarnya nga..?
jadi ada ga sebuah Tradisi Suci dari Para Rasul yg BERISI DAFTAR kanon Tradisi Lisan (Tradisi Suci yg lisan)? Ga ada ya? Ooo.... jadi gak ada niy?hahahahahahaha...... ;D ;D ;D

Sudahkan Anda membaca definisi dari Tradisi Suci, seperti yg sudah aku tuliskan di reply nomer #2?

Tradisi Suci adalah segala karya yg dilakukan oleh Allah dalam sejarah keselamatan, yg diteruskan oleh para rasul, yg mengarahkan kepada kekudusan hidup dan menumbuhkan iman.

Dapatkah Anda menyebutkan semua karya Allah, ketika Kitab Suci sendiri menyatakan bahwa

Yoh 21:25 Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh YESUS, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Jika karya Allah dalam perjanjian baru saja tidak dapat dituliskan semua, bagaimana Anda mengharapkan Gereja untuk mengeluarkan kanon yg dapat memuat semua karya Allah mulai dari jaman Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, dan karya2 Allah yg telah dinubuatkan akan terjadi di masa depan?

Selama Allah tidak berhenti berkarya dalam sejarah penyelamatan umat manusia, Tradisi Suci tidak akan ditutup dalam suatu kanon. Menutup kanon Tradisi Suci, berarti mengakui bahwa Allah sudah tidak berkarya lagi.

Jadi tidak ada yg namanya kanon Tradisi Suci.
TETAPI, tidak sulit untuk menunjukkan karya2 Allah di sepanjang sejarah keselamatan yg diajarkan oleh para rasul dan mengarahkan hidup menuju kekudusan dan mengembangkan iman. Itulah Tradisi Suci.
Aku sudah berikan contoh2nya di reply nomer #3, dan aku bisa terus melanjutkan sampai thread ini penuh dengan contoh2. Tapi apa gunanya aku berikan semua Tradisi Suci yg bisa aku temukan, jika Anda tetap tidak mengerti definisi dari Tradisi Suci ini?

Again, sudahkah Anda membaca definisi dari Tradisi Suci, seperti yg sudah aku berikan di reply nomer #2?
Tolong jangan dicampur-adukkan dengan definisi “tradisi”.

Silakan Anda baca juga jawabanku ttg kanon Tradisi Suci seperti yg aku berikan kepada bro airfresh di atas.

Jika karya Allah dalam perjanjian baru saja tidak dapat dituliskan semua, bagaimana Anda mengharapkan Gereja untuk mengeluarkan kanon yg dapat memuat semua karya Allah mulai dari jaman Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, dan karya2 Allah yg telah dinubuatkan akan terjadi di masa depan?
Jika Tradisi Suci dlm bentuk Tertulis ada daftar kanon nya, kenapa Tradisi Suci dalam bentuk lisan tidak ada daftar kanon nya?

Bro Petra, Anda lupa definisi dari Tradisi Suci tidak lain dan tidak bukan adalah Firman Allah sendiri.
Sudah dicontohkan oleh para rasul, bahwa Tradisi Suci, sekalipun tidak tertuliskan di Kitab Suci manapun, adalah tetap infalible sebagai Firman Allah yg mengarahkan pada kekudusan dan menumbuhkan iman.

Silakan dilihat lagi contoh ttg imam agung Melchizedek.
Kitab Suci tidak pernah menuliskan bahwa Melkizedek bukan berasal dari suku Lewi. Tapi dari Tradisi Suci yg tetap dijaga, meskipun tidak dituliskan dalam Kitab Suci, para rasul dapat mengetahui bahwa Melkizedek bukan seorang keturunan suku Lewi, tapi meskipun demikian Melkizedek tetaplah seorang imam Agung, sehingga YESUS pun layak disebut sebagai imam agung menurut aturan Melkizedek (Ibr 7 : 3; Ibr 8 : 4).
Dari Tradisi Suci yg tetap terjaga inilah, sekalipun tidak dituliskan, karya keselamatan Allah tetap lestari dalam kenangan umat beriman, sehingga dapat mengarahkan kepada kekudusan dan menumbuhkan iman.

Jika Tradisi Suci ttg Melchizedek saja bisa bertahan selama berabad2 dan tetap infalible meskipun di jaman tersebut sangat minim dengan fasilitas komunikasi dan recording, mengapa Anda justru meragukan bahwa Tradisi Suci di jaman sekarang akan tetap infalible, padahal di jaman sekarang ini justru fasilitas komunikasi dan recording sudah demikian majunya?

Kitab Suci bukanlah Tradisi Suci dalam bentuk tertulis.
Kitab Suci bersama2 dengan Tradisi Suci adalah satu Deposit Iman, satu Wahyu Ilahi, Firman Allah yg mutlak dan infalible.

Tradisi Suci bukan pula ajaran lisan selain Kitab Suci.
Jika Tradisi Suci ada (exist) sebagai ajaran lisan, maka tentulah ajaran lisan itu dapat dihapalkan dan direkam. Tetapi kenyataannya, dalam estafet pengajaran itu, para rasul tidak pernah mengajarkan para penerusnya utk menghapalkan ajaran2 lisan tersebut ataupun merekam kata2 dalam ajaran tersebut.
Jika Kitab Suci adalah kebenaran sejati yg dinyatakan dalam wujud kata2 tertulis, Tradisi Suci TIDAK dinyatakan dalam kata2 lisan, tapi diwujudkan dalam kebenaran yg tidak dapat diungkapkan dengan kata2. Tradisi Suci adalah kebenaran sejati yg dinyatakan melalui karya2 Allah di sepanjang sejarah keselamatan, yg dapat mengarahkan kepada kekudusan dan menumbuhkan iman.

Itulah sebabnya tidak ada yg namanya kanon Tradisi Suci.

Mungkin akan lebih jelas jika aku sudah menuliskan artikel terakhir tentang perbedaan Tradisi Suci dan estafet pengajaran akan Tradisi Suci ini.
Mohon maaf atas keterlambatan ini, it takes longer than I expected to write it down.

Tradisi Suci adalah segala karya yg dilakukan oleh Allah dalam sejarah keselamatan, yg diteruskan oleh para rasul, yg mengarahkan kepada kekudusan hidup dan menumbuhkan iman.

Kitab Suci bukanlah Tradisi Suci dalam bentuk tertulis.
Kitab Suci bersama2 dengan Tradisi Suci adalah satu Deposit Iman, satu Wahyu Ilahi, Firman Allah yg mutlak dan infalible.

Dari difinisi diatas, tradisi suci yang berupa ajaran harus tidak bertentangan dengan kitab suci.

Kembali alkitab tetap jadi pedoman, karena tertulis.

Kitab Suci bukanlah Tradisi Suci dalam bentuk tertulis.
sekedar konfirmasi saja mengenai batasan/pengertian Kitab Suci.

Dari web ekaristi.org di suatu topik yg mempertanyakan apa itu Tradisi Suci, ada jawaban dari moderator (DeusVult) demikian:

Secara tekhnis Tradisi Suci itu adalah semua yang disampaikan para rasul. [b]Termasuk didalamnya adalah Kitab Suci[/b] dan Tradisi Lisan.

Dengan berlalunya waktu “Tradisi Lisan” disebut “Tradisi” saja, sehingga ketika kita membaca dan mendengar kata “Tradisi” maka pengertiannya selalu “Tradisi Lisan.”


Bisa di klik di: http://www.ekaristi.org/forum/viewtopic.php?t=5976&postdays=0&postorder=asc&&start=0

Tradisi Suci TIDAK dinyatakan dalam kata2 lisan, tapi diwujudkan dalam kebenaran yg tidak dapat diungkapkan dengan kata2.
jika tidak dgn kata2, lantas dgn media apa pengajaran tsb disampaikan?
Tradisi Suci adalah kebenaran sejati yg dinyatakan melalui karya2 Allah di sepanjang sejarah keselamatan, yg dapat mengarahkan kepada kekudusan dan menumbuhkan iman.

Itulah sebabnya tidak ada yg namanya kanon Tradisi Suci.


tetap harus ada patokan / daftar kanon sbg acuan, sama spt Kitab Suci yg juga merupakan karya Allah (Roh Kudus) yg mengilhami para penulis Kitab Suci… Krn kalau tidak, semua ajaran bisa saja ngaku2 sbg karya Allah. Nah apakah ada sebuah Tradisi Suci yg berisi patokan/daftar kanon Tradisi Suci?

Karena Tradisi Suci memiliki wibawa yg sama dengan Kitab Suci, dan Kitab Suci adalah sehakekat dengan Tradisi Suci, yaitu sama2 sebagai satu Firman Allah yg utuh, maka berdasar definisi tersebut:

Tradisi Suci harus tidak bertentangan dengan Kitab Suci, DAN sebaliknya Kitab Suci harus tidak bertentangan dengan Tradisi Suci.

Kalo Anda mengikuti definisi2 yg sudah aku berikan, alkitab (Kitab Suci) tidak bisa menjadi pedoman bagi Tradisi Suci, dan sebaliknya Tradisi Suci tidak dapat menjadi pedoman bagi Kitab Suci.
Keduanya berpedoman pada Firman Allah yg utuh, yaitu Deposit Iman, yg terdiri dari Tradisi Suci dan Kitab Suci.
Jadi keberadaan Tradisi Suci dan Kitab Suci ini adalah equal, untuk meneguhkan satu sama lain akan kebenaran sejati tersebut.

Thanks atas infonya.

Melihat penjelasan di forum tersebut, definisi ttg Tradisi Suci Gereja Katolik di sana tidak mengacu pada definisi2 resmi yg telah dikeluarkan oleh Gereja Katolik dalam dekrit2 di Konsili Vatikan II.
Aku melihat si penulis berusaha menjelaskan hubungan antara Tradisi Suci dengan Kitab Suci dengan menggunakan pemahaman/istilah2 yg umum ditemukan dalam kehidupan sehari2.
Aku tidak dalam kapasitas utk menyatakan apakan penjelasan yg dia sampaikan itu benar atau salah, tapi aku rasa penjelasan di sana masih sejalan dengan penjelasanku di reply nomer #1:

[i]Tradisi Suci adalah Wahyu Ilahi yg tidak tertulis. Sebelum kitab2 dalam Kitab Suci ditulis, Wahyu Ilahi dalam bentuk tidak tertulis (i.e. Tradisi Suci) sudah ada terlebih dahulu.
Wahyu Ilahi diawali dengan kebenaran2 yg diterima oleh para nabi dan diajarkan oleh Allah sendiri.
Ketika Firman berinkarnasi menjadi manusia, Wahyu Ilahi diajarkan oleh YESUS kepada para rasul, yg diteruskan oleh para rasul kepada Gereja.
Setelah kenaikan YESUS, Wahyu Ilahi tetap diajarkan oleh ROH KUDUS kepada para rasul dan penerus2nya, diteruskan kepada Gereja.

Akhirnya Wahyu Ilahi ini dituliskan dalam kitab2 yg kita kenal dalam Kitab Suci.Kitab Suci dilahirkan dari, dan berasal dari Tradisi Suci. [/i]

Tapi ini bukan berarti bahwa Kitab Suci = Tradisi Suci yg dituangkan dalam bentuk tertulis.
Dan seperti yg sudah aku tambahkan dalam penjelasanku di reply nomer #1:

Keberadaan Kitab Suci tidak pernah menggantikan maupun menghapuskan keberadaan Tradisi Suci, melainkan meneguhkan kebenaran yg terdapat dalam Tradisi Suci tersebut

Lah… itu sudah aku tuliskan jawabannya di kalimat berikutnya.

Tradisi Suci TIDAK dinyatakan dalam kata2 lisan, tapi diwujudkan dalam kebenaran yg tidak dapat diungkapkan dengan kata2. Tradisi Suci adalah kebenaran sejati yg dinyatakan melalui karya2 Allah di sepanjang sejarah keselamatan, yg dapat mengarahkan kepada kekudusan dan menumbuhkan iman.

Sesuai penjelasanku di atas, dan sesuai penjelasanku di reply nomer #1, Kitab Suci lahir dari Tradisi Suci, keduanya memiliki wibawa yg sama dan memiliki hakekat yg sama sebagai Firman Allah. Ibaratnya adalah YESUS lahir dari Bapa, keduanya berbeda namun sehakekat.

Kalo Tradisi Suci (yg melahirkan) harus berpatokan kepada Kitab Suci (yg dilahirkan), maka ibaratnya kita memberikan patokan bahwa Bapa harus berpatokan kepada YESUS, dan begitu juga sebaliknya.

Lagipula, ajaran yg disampaikan oleh magisterium BUKAN / TIDAK SAMA dengan Tradisi Suci, sama seperti tafsiran magisterium bukan / tidak sama dengan Kitab Suci yg ditafsirkannya.
Ajaran/tafsiran magisterium adalah bentuk penyampaian (transmission) utk menyatakan Firman Allah itu agar dapat dimengerti oleh umat.
Ada ajaran/tafsiran magisterium yg infalible, yaitu ajaran/tafsiran yg bersifat dogma. Silakan dibaca lagi postingan awal thread ini, dan reply nomer #4 utk mengetahui otoritas yg dimiliki oleh magisterium sehingga dogma2 yg dikeluarkan bisa bersifat infalible.
Ada ajaran/tafsiran magisterium yg tidak infalible, yaitu ajaran/tafsiran yg bersifat doktrin/disiplin/devosi, silakan dibaca lagi postingan awal thread ini.

Sekali lagi, dogma/doktrin/disiplin/devosi (a.k.a. ajaran2 magisterium) bukanlah Tradisi Suci ataupun Kitab Suci (a.k.a. Deposit Iman / Firman), melainkan hanya merupakan bentuk penyampaian (transmission) utk menyatakan Firman itu agar dapat dimengerti oleh umat.